Stockholm, 4 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


BANGSA ACHEH DI JABOTABEK KUTUK SEBAGIAN ANGGOTA DPR & TNI YANG ANTI PERUNDINGAN ASNLF-RI DI HELSINKI

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



BANGSA ACHEH DI JAKARTA, BOGOR, TANGERANG & BEKASI KUTUK SEBAGIAN ANGGOTA DPR & TNI YANG ANTI PERUNDINGAN ASNLF-RI DI HELSINKI, FINLANDIA.

 

Adanya sikap dan usaha negatif dari sebagian para anggota DPR terhadap Perundingan ASNLF-RI di Vantaa, Helsinki, Finlandia, terutama dari pihak PDI-P yang tergabung dalam Komis I DPR yang disponsori oleh Permadi cs termasuk didalamnya Agung Laksono dari Golkar dan diperkuat oleh para Jenderal TNI termasuk didalamnya mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu orang Palembang satu yang banyak cuap itu, yang didukung penuh oleh Megawati dan PDI-P-nya, telah membangkitkan ribuan bangsa Acheh yang ada di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi hari ini, Senin, 4 Juli 2005 melakukan unjuk rasa di Kantor Perwakilan PBB, Kedutaan Besar Amerika Serikat, kantor Kementrian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, dan di Istana Negara dalam usaha melakukan gerakan pengutukan terhadap sikap dan usaha negatif terhadap Perundingan ASNLF-RI di Helsinki, Finlandia, yang ditunjukkan oleh sebagian anggota DPR dan para Jenderal TNI, khususnya Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang sedang menunggu masa pensiunnya di Mabes TNI AD-nya tahun depan.

 

Usaha pengutukan dari pihak Bangsa Acheh yang ada di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi terhadap tindakan dan sikap negatif dari sebagian anggota DPR dan para Jenderal TNI terhadap Perundingan ASNLF-RI di Finlandia ini, adalah merupakan wujudnya keinginan bangsa Acheh untuk tegaknya kedamaian, keamanan, keadilan, kesejahteraan bangsa Acheh di Acheh yang wilayah tanah Negeri-nya sampai detik sekarang ini berada dalam aneksasi dan penjajahan RI.

 

Kelompok PDI-P dibawah Megawati yang merupakan penerus usaha Soekarno penipu licik dan penjajah di Acheh yang ditunjang oleh kelompok Jenderal TNI yang disokong Megawati dengan PDI-P-nya telah menjadi momok yang berbahaya bagi kelanjutan usaha pencapaian kesepakatan perdamaian dan keamanan di Acheh.

 

Suara-suara dari orang-orang PDI-P yang duduk di Komisi I DPR seperti Permadi telah memberikan semburan bensin bagi semaraknya api yang dikobarkan oleh pihak TNI yang sebagiannya masih berada dibawah pengaruh Jenderal yang banyak cuap Ryamizard Ryacudu orang Palembang, dan yang sangat dikasihi oleh Megawati untuk dijadikan sebagai Panglima TNI, yang pelaksanaannya dijegal oleh Susilo Bambang Yudhoyono. Sehingga sampai detik sekarang ini, itu Jenderal yang banyak cuap dan tukang pukul duluan dengan senjata khalasnikov-nya, masih tetap bermimpi untuk menjadi Panglima TNI yang sekarang kursi Panglima TNI masih diduduki oleh orang Jawa Jenderal TNI Endriartono Sutarto yang sudah masuk masa pensiun, dan telah beberapa kali meminta pengunduran dirinya sebagai Panglima TNI. Tetapi oleh Susilo Bambang Yudhoyono masih dibiarkan saja, sambil menunggu Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang lahir pada 21 April 1950 di Palembang ini hilang dari Mabes TNI AD-nya ditelan mulut pensiun-nya tahun depan. Karena dengan hilangnya Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang merupakan musuh bebuyutan Susilo Bambang Yudhoyono dari sejak masa Kabinet Gotong Royong-nya Megawati akan memudahkan bagi Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengangkat Jenderal TNI Djoko Santoso yang sekarang menjadi Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu pada tanggal 18 Februari 2005 guna didudukkan di kursi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Endriartono Sutarto yang sudah masuk mulut dunia pensiun ini.

 

Nah, karena masih adanya Jenderal-Jenderal TNI, terutama Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu tukang pukul di Acheh ini, yang didukung penuh oleh orang-orang DPR dari PDI-P-nya Megawati penerus Seokarno penipu licik penjajah di bumi Acheh, maka usaha melalui jalur diplomasi dalam bentuk perundingan ASNLF-RI di Vantaa, Helsinki, Finlandia ini akan terus saja digerogoti.

 

Oleh karena itu, ribuan bangsa Acheh yang ada di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi bersama dengan Ikatan Rakyat Acheh, Solidaritas Pedagang untuk Kedamaian, dan Masyarakat untuk Kedamaian telah menunjukkan rasa, sikap, dan tindakan untuk mengutuk sebagian anggota DPR terutama dari Komisi I DPR yang dimotori oleh Permadi orang Jawa dari PDI-P-nya Megawati, dan para Jenderal-Jenderal TNI yang masih dimotori oleh Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu musuh bebuyutan Susilo Bambang Yudhoyono, yang menentang penyelesaian damai melalui Perundingan ASNLF-RI di Helsinki, Finlandia ini.

 

Jenderal-Jenderal TNI yang masih terus didukung oleh PDI-P-nya Megawati adalah merupakan batu penghalang perdamaian di Acheh. Jenderal-Jenderal TNI inilah yang terus mahu menjadikan Acheh sebagai wilayah laboratorium pembunuhan dengan kedok menjaga keutuhan NKRI dengan burung garuda dan pancasila-nya.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------