Stockholm, 8 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA KUNYUKNYA DJOKO SANTOSO, MASUK AKAL KALAU PANDAINYA HANYA CENGAR-CENGIR

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MUBA DIJON MEMANG KUNYUKNYA DJOKO SANTOSO, MASUK AKAL KALAU PANDAINYA HANYA CENGAR-CENGIR

 

"Wah wah mbok ya sedikit bermutu deh Mad kalo ngomong. Kalau nyandera iya. Tapi bukan demi uang loh. Nggak seperti kalian. Mereka (rakyat biasa loh, bukan milisi apalagi TNI-Polri) nyandera keluarga celeng gsa karena celeng-celeng itu sok tahu pake nyandera rakyat dan tokoh masyarakat NAD segala. Ha ha kuaciaaaaannn deh kamu.” (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Fri, 8 Jul 2005 09:06:10 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Memang karena Muba Dijon dari sejak awal sudah mematokkan kepalanya ke arah strategi yang telah dijalankan di Acheh dalam bentuk penganeksasian dan pendudukan dengan TNI-nya sebagaimana yang telah dijalankan oleh Soekarno dan para penerusnya, maka apapun bentuk kebijaksanaan strategi militer yang dijalankan TNI/Polri di Acheh beserta para intelijen TNI-nya dengan mudah disantap begitu saja oleh Muba Dijon ini.

 

Jadi masuk akal kalau Muba Dijon mengembek saja kalau pihak TNI dan Polri di Acheh terus saja melakukan tindakan penculikan, penyanderaan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap warga Acheh.

 

Dengan ketidak mampuan TNI dalam hal ini Raider-nya Ryamizard Ryacudu melumpuhkan kekuatan TNA, maka kekuatan intelijen TNI dan BIN dikerahkan seoptimal mungkin di Acheh, dengan satu tujuan melumpuhkan kekuatan TNA dan ASNLF.

 

Nah, taktik dan strategi TNI dengan mengerahkan kekuatan personil intel-nya di Acheh dengan memakai berbagai taktik dari mulai penculikan, penyanderaan, penyiksaan, pembunuhan, itu ternyata oleh Muba Dijon dianggap hal yang tidak masuk akal.

 

Memang bagi Muba Dijon taktik penculikan, penyanderaan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap warga Acheh yang dilakukan oleh para agen intel TNI dan BIN di Acheh, adalah taktik yang tidak masuk akal. Karena memang Muba Dijon adalah kunyuk-nya TNI atau dengan kata lain kunyuknya Djoko Santoso dan Supiadin Yusuf Adi Saputra.

 

Oleh karena Muba Dijon adalah kunyuknya Djoko Santoso, maka apa yang dilakukan Djoko Santoso, ya diikuti dan dijilatnya saja. Dasar kunyuk rawun budek.

 

Jadi Muba Dijon, cuapan kalian itu mana laku lagi bagi bangsa Acheh. Sebentar lagi itu pasukan non-organik TNI/Polri akan digusur dari Acheh. Tunggu saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 8 Jul 2005 09:06:10 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: MUBA, ITU RAIDER MADE IN RYACUDU DI ACHEH MATI KUTU, AKHIRNYA MINTA TAMBAHAN INTELIJEN TNI

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar alchaidar@yahoo.com

 

Ha ha... sesuatu yang tidak masuk akal itu tetep aja tidak akan masuk akal walau kamu sampai berakrobat "menjelaskannya"... Mad.. Mad... mbok ya kalau bohong atau berspekulasi itu sedikit intelek napa sih..?

 

Ngapain pula TNI-Polri, semua milisi (yang bejibun jumlahnya itu) anti celeng gsa, serta seluruh rakyat NAD (dengan faktor koreksi sekitar 2000 celeng gsa dan terus berkurang) yang tetap setia kepada NKRI itu melakukan penculikan? Wah... wah... mbok ya sedikit bermutu deh Mad kalo ngomong. Kalau nyandera iya. Tapi bukan demi uang loh... Nggak seperti kalian... Mereka (rakyat biasa loh, bukan milisi apalagi TNI-Polri) nyandera keluarga celeng gsa karena celeng-celeng itu sok tahu pake nyandera rakyat dan tokoh masyarakat NAD segala... Ah, namanya juga celeng... mana taktis sih... apalagi para pawangnya sibuk bikin skenario toneel... Hhhh... dikiranya kalian dapet dukungan rakyat NAD, ya... Ha ha... kuaciaaaaannn deh kamu....  (Duh... nikmat banget nih bilang "celeng gsa",  Mau ikutan bilang nggak...? Jangan ah... ntar ketagihan... )

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com

Dijon, Bourgogne, Perancis

----------