Stockholm, 11 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


YOOSRAN, ITU RI-JAWA-YOGYA MENDAULATKAN DIRI SETELAH MENELAN 15 NEGARA/DAERAH BAGIAN RIS PLUS ACHEH

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



AGOOSH YOOSRAN, ITU RI-JAWA-YOGYA MENDAULATKAN DIRI SETELAH MENELAN 15 NEGARA/DAERAH BAGIAN RIS PLUS ACHEH

 

"Mungkin saja sejarah yang anda kemukakan itu benar, tapi dalam kenyataannya, Indonesia itu adalah negara berdaulat dan sudah diakui keberadaannya di dunia internasional. Terbukti dengan adanya kedutaan-kedutaan negara sahabat di Indonesia ini. Kalau lah mereka tidak mengakui Indonesia sebagai negara berdaulat, tidak lah mungkin mjereka mau menaruh wakil negaranya di Indonesia. Jadi yang sudah menjadi negara itu Negara Kesatuan Republik Indonesia, sedangkan Aceh itu bukan negara, tapi propinsi dari Indonesia“ (Agoosh Yoosran, a_yoosran@yahoo.com , Mon, 11 Jul 2005 02:37:08 -0700 (PDT))

 

Baiklah Agoosh Yoosran di Jakarta, Indonesia.

 

Nah disinilah akibat racun mitos mbah Soekarno tentang RI dan Acheh, akhirnya itu Yoosran menyatakan: “Mungkin saja sejarah yang anda kemukakan itu benar, tapi dalam kenyataannya, Indonesia itu adalah negara berdaulat dan sudah diakui keberadaannya di dunia internasional.”

 

Yoosran, itu yang berdaulat bukan RI-Jawa-Yogya, melainkan Republik Indonesia Serikat pada tanggal 27 Desember 1949. Sedangkan RI-Jawa-Yogya atau yang kalian katakan RI adalah merupakan Negara Bagian RIS yang didaftarkan pada tanggal 14 Desember 1949 menjadi Negara Bagian RIS.

 

Jadi, yang berdaulat itu bukan RI, tetapi Republik Indonesia Serikat.

 

Nah, mengapa mbah Soekarno selanjutnya membuat mitos bahwa RI yang berdaulat ? Karena mbah Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya melakukan penipuan dengan cara penelanan dan peleburan Negara/Daerah Bagian RIS yang berjumlah 15 Negara/Daerah Bagian RIS melalui mulut Negara Bagian RI-Jawa-Yogya. Dimana prosers penelanan dan peleburan 15 Negara/Daerah Bagian RIS ini berlangsung dari 8 Maret 1950 sampai 15 Agustus 1950.

 

Kemudian yang kalian katakan NKRI itu adalah merupakan jelmaan dari Negara RI-Jawa-Yogya yang telah gemuk karena telah menelan 15 Negara/Daerah Bagian RIS.

 

Jadi itulah cara penipuan licik yang dilakukan mbah Soekarno. Dimana sebagian langkahnya adalah pada tanggal 14 Desember 1949, RI-Jawa-Yogya didaftarkan sebagai anggota Negara Bagian RIS. Kemudian pada tanggal 27 Desember 1949 RIS diserahi dan diakui kedaulatannya oleh Belanda. Seterusnya, pada tanggal  8 Maret 1950 Soekarno dengan kelicikannya mengajukan dan menetapkan Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS. Lalu, berjalanlah proses penelanan 15 Negara/Daerah Bagian RIS dengan memakai kedok terselubung perundingan antara Negara/Daerah Bagian RIS dengan Negara Bagian RI dalam bangunan RIS yang dimulai sejak 8 Maret 1950 sampai 14 Agustus 1950. Dimana 15 Negara/Daerah Bagian RIS yaitu Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Negara Indonesia Timur, Negara Madura, Daerah Banjar, Daerah Bangka, Daerah Belitung, Daerah Dayak Besar, Daerah Jawa Tengah, Negara Jawa Timur, Daerah Kalimantan Tenggara, Daerah Kalimantan Timur, Negara Pasundan, Daerah Riau, Negara Sumatra Selatan, dan Negara Sumatra Timur telah kena jeratan tipu mbah Seokarno. Celakanya pada tanggal 14 Agustus 1950, Soekarno masih belum kenyang, lalu ditelannya wilayah tanah Negeri Acheh memakai mainan sulap PP RIS No.21/1950.

 

Dan setelah Acheh masuk kedalam usus Negara RI-Jawa-Yogya, maka pada tanggal yang sama, 14 Agustus 1950 Parlemen dan Senat RIS mensahkan Rancangan Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Dan pada tanggal 15 Agustus 1950, menjelmalah Negara RI-Jawa-Yogya yang sudah gemuk itu menjadi NKRI.

 

Nah, dengan telah melahap 15 Negara/Daerah bagian RIS, kemudian Soekarno menyiapkan satu delegasi RI-Jawa-Yogya untuk mengikuti Sidang Umum PBB pada tanggal 27 September 1950 guna mendaftarkan Negara RI-Jawa-Yoga menjadi anggota PBB, yang dipimpin oleh Ketua delegasi Mr. Moh.Roem, didampingi oleh Wakil Ketua L.N. Palar, dengan disertai para anggota delegasi Dr. Darmasetiawan, Mr. Soedjono, Mr.Tambunan, Mr.Soemanang, dan Prawoto.

 

Dan sebelum diterima dan disyahkan keanggotaan oleh Sidang Umum PBB, terlebih dahulu Dewan Keamanan PBB harus memberikan rekomendasi kepada SU PBB, karena itu pada tanggal 26 September 1950 Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi DK PBB No. 86 tahun 1950 yang menyatakan "Admision of New Members To the United Nations 86(1950). Resolution of 26 September 1950. The Security Council. Finds that the Republic of Indonesia is a peace-loving State which fulfils the conditons laid down in Article 4 of the Charter of the United Nations, and therefore recommends to the General Assembly that the Republic of Indonesia be admitted to membership of the United Nations.Adopted at the 503rd meeting by 10 voters to none, with 1 abstention (China).

 

Nah, dalam Resolusi DK PBB No. 86 tahun 1950 dinyatakan Republic of Indonesia, bukan NKRI. Mengapa ? Karena mbah Soekarno telah menipu Dewan Keamanan PBB, bahwa yang menjadi anggota PBB itu bukan NKRI melainkan RI yang merupakan  Negara Bagian RIS yang telah menelan 15 Negara/Daerah Bagian RIS ditambah Negeri Acheh.

 

Dan akibatnya, walaupun DK PBB telah memutuskan dalam Resolusi DK PBB No. 86 tahun 1950-nya, tetapi kasus penelanan Negeri Acheh belum lagi selesai. Oleh karena itu sampai detik sekarang ini itu kasus negeri Acheh yang ditelan mbah Soekarno melalui RIS dan RI-nya terus menjadi konflik Acheh yang belum bisa diselesaikan.

 

Dan tentu saja sampai detik ini Sekjen PBB Kofi Annan mengetahui dengan pasti bahwa konflik Acheh masih belum bisa diselesaikan. Karena itulah mengapa Sekjen PBB Kofi Annan mendesak kepada Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera menyelesaikan konflik Acheh melalui jalur prundingan.

 

Yoosran, walaupun ada kedutaan-kedutaan negara sahabat di RI ini, itu tidak menjadikan sebagai dasar hukum bahwa konflik Acheh dianggap selesai dan diakui telah selesai. Negara-negara asing mengetahui bahwa di Acheh masih timbul konflik, dan konflik Acheh ini telah berlangsung lebih dari setengah abad. Penyelesaiannya harus melalui perundingan, sebagaimana yang disarankan oleh sebagian besar negara-negara anggota PBB dan Sekjen PBB Kofi Annan.

 

Jadi Yoosran, yang buta hati itu adalah kalian, yang memang bukan hanya buta hati tetapi bodoh tidak mahu belajar menggali akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh ini.

 

Dan tentu saja, itu pihak RI dengan TNI-nya yang terus menerus menipu bangsa Acheh dan sekaligus membunuh bangsa Acheh.

 

Pihak RI lah yang menjadi penyebab timbulnya konflik Acheh, yaitu dengan cara menelan wilayah tanah Negeri Acheh. Sudah jelas, itu Acheh bukan anggota Negara/Daerah Bagian  RIS dan bukan wilayah de-facto dan de-jure RI, tetapi disantoknya juga oleh mbah Soekarno penipu licik ini. Ya, akibatnya, rasakan saja sampai detik sekarang ini.

 

Terakhir, jadi Yoosran, kalian tidak ada alasan dan kekuatan fakta dan bukti hukum untuk terus menganeksasi dan menduduki tanah wilayah Acheh. Dan justru pimpinan kalianlah dan itu para Jenderal TNI Jawa budek lah yang tidak realistis dalam masalah Acheh. Sudah jelas itu Acheh dianeksasi dan diduduki mbah Soekarno, masih juga mahu terus dipertahankan. Dasar budek.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Mon, 11 Jul 2005 02:37:08 -0700 (PDT)

From: Agoosh Yoosran a_yoosran@yahoo.com

Subject: Re: PARA PIMPINAN PARTAI POLITIK RI SODORKAN UMPAN APEK PANCASILA & UUD 1945 KE MULUT ASNLF

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: Mathius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, muba zr mbzr00@yahoo.com

 

Yg dibutakan mata hatinya itu anda bung Asu. Anda berpikir masih pada zaman Belanda, padahal Belanda udah jauh bung. Anda tidak pernah berpikir realistis. Kelompok anda itu hanyalah orang-orang yang berpikiran sempit dengan mengatasnamakan rakyat Aceh. Kalau lah memang anda berbuat untuk rakyat Aceh, berhentilah berulah. Yang kasihan itu rakyat Aceh yang tinggal di tanah Aceh. Serba salah. Mau bela GAM bisa mati konyol sama TNI, mau bela TNI ? sama konyolnya kena siksa GAM.

 

Kalau lah anda berpikir kesana dan turut tinggal di Aceh, bukan di Swedia sana, pasti anda tidak sekeras kepala seperti sekarang ini bung Asu.

 

Jadi jangan jadi pemimpi di siang bolong, jadilah pemikir yang realistis. Bangun Aceh jangan dari jauh, tapi tinggal dan bekerjalah di tanah Aceh. Supaya bisa membangun Aceh dengan perbuatan bukan dengan komentar-komentar sinis seperti itu.

 

Mungkin saja sejarah yang anda kemukakan itu benar, tapi dalam kenyataannya, Indonesia itu adalah negara berdaulat dan sudah diakui keberadaannya di dunia internasional. Terbukti dengan adanya kedutaan-kedutaan negara sahabat di Indonesia ini.

 

Kalau lah mereka tidak mengakui Indonesia sebagai negara berdaulat, tidak lah mungkin mjereka mau menaruh wakil negaranya di Indonesia.

 

Jadi yang sudah menjadi negara itu Negara Kesatuan Republik Indonesia, sedangkan Aceh itu bukan negara, tapi propinsi dari Indonesia.

 

Begitu bung Asu. Pasti anda akan komentar habis-habisan menentang tulisan saya ini dengan kata-kata rasist...definitely! Daagh...

 

Agoosh Yoosran

 

a_yoosran@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------