Stockholm, 12 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


KALLA VS PERMADI + TNI PEREBUTKAN TANAH ACHEH

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



JUSUF KALLA VS PERMADI + TNI TERUS COBA PEREBUTKAN TANAH ACHEH

 

Kelihatannya pertarungan antara Permadi dengan Jusuf Kalla memperebutkan tanah Negeri Acheh makin seru. Tujuan mereka berdua adalah sama, yaitu tanah Acheh tetap dalam pelukan negara sekuler pancasila. Bedanya hanya taktik dan caranya saja.

 

Jusuf Kalla mahu terjun ke Vantaa Finlandia, sedangkan Permadi hanya ingin terjun disekitar wilayah Banda Acheh saja. Kedua-duanya mahu berdamai. Berdamai model Jusuf Kalla adalah ikut menari-nari di Vantaa, sedangkan Permadi sambil acungkan parang Jawa-nya berjingkrak-jhingkrak mahunya di sekitar Banda Acheh saja.

 

Jusuf Kalla mengetahui bahwa ASNLF dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang ada di Swedia, sehingga mau berunding diluar kandang. Adapun Permadi ASNLF dipimpin oleh orang yang ada di Acheh, sehingga ia hanya mahu berdamai dengan pihak ASNLF yang ada di Acheh.

 

Jusuf Kalla mengetahui bahwa konflik Acheh tidak bisa diselesaikan dengan cara militer, sedangkan Permadi hanya bisa menyodorkan dengkul dan kekuatan militer saja, berunding dengan pihak ASNLF yang ada di Acheh, kalau tidak mahu, diselesaikan dengan senjata, persis yang dilakukan Soekarno dan Soeharto.

 

Walaupun Jusuf Kalla dan Permadi mahu berunding dan menyelesaikan konflik Acheh, dan  caranya saja yang berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu tanah Acheh harus tetap berada dalam dekapan negara sekuler RI.

 

Nah, tentu saja pihak ASNLF mengetahui taktik dan strategi yang diluncurkan Jusuf Kalla ini. Terbukti, ketika pihak ASNLF mencoba sodorkan umpan buah partai lokal, sebagai umpan pertama. Kemudian Kalla, dan Yudhoyono langsung mengkelitnya, sambil balik menyodorkan umpan balasan dengan didukung oleh sepuluh partai Politik, mantan GAM boleh dicalonkan untuk pilkada.

 

Dari model jurus kelit Kalla dan Yudhoyono ini sudah bisa ditebak bahwa memang pihak Kalla dan Yudhoyono menginginkan tanah Acheh tetap berada dalam genggaman mereka.

 

Kemudian tes umpan lainnya, ASNLF/GAM berhak memiliki partai. Kemudian pihak Kalla dan Yudhoyono langsung menebas, mantan GAM boleh diakomodasi oleh partai nasional, tetapi tidak dibenarkan membangun partai politik dibawah ASNLF/GAM.

 

Nah, dari sini sudah bisa ditebak, pihak Kalla dan Yudhoyono hanya ingin mereka yang bisa diakomodasi oleh partai pusat apabila sudah keluar dari ASNLF/GAM dan taat pada NKRI dengan pancasila dan UUD 1945-nya.

 

Seterusnya tes umpan berikutnya, pasukan non-organik TNI/Polri ditarik dari Acheh. Langsung pihak TNI mencak-mencak. Kalau pasukan non-organik TNI ditarik dari Acheh, maka pasukan organik TNI harus ditambah di Acheh. Menurut pihak TNI pasukan organik TNI di Acheh sekitar 19.000 pasukan. Jadi kalau pasukan non-organik TNI ditarik dari Acheh sebanyak 20.000 pasukan, maka pasukan organik yang ada di Acheh harus ditambah dengan 20.000 pasukan. Caranya menjadikan milisi-milisi pro TNI yang ada di Acheh dijadikan pasukan organik TNI. Karena yang dijadikan pasukan organik TNI di Acheh harus orang yang di Acheh. Artinya yang tinggal di Acheh, entah orang Jawa, Bugis, Arab, Pakistan, India, Sunda, Batak, pokoknya yang hidup dan telah tinggal menjadi penduduk di Acheh.

 

Nah, dari sini bisa ditebak bahwa memang pihak TNI masih terus ingin menduduki tanah Negeri Acheh.

 

Jadi, sebenarnya, taktik Kalla dan taktik Permadi tujuannya sama saja, yaitu berunding dengan tujuan tanah wilayah Negeri Acheh tetap berada dalam sangkar Negara sekuler RI.

 

Hanya tentu saja, pihak ASNLF dari sejak awal sudah mengetahui bahwa pihak Kalla dan Yudhoyono, serta TNI tetap mengupayakan untuk pertahankan tanah Acheh. Dan hanya langkah-langkah yang ditempuh pihak ASNLF yang memperjuangkan penentuan nasib sendiri dari pengaruh kekuasaan diluar Acheh yang dirobah. Adapun tujuan utama untuk penentuan nasib sendiri di Acheh bebas dari pengaruh kekuasaan asing tetap tidak dilepas.

 

Begitu juga dalam Perundingan ASNLF-RI putaran ke 5 yang dimulai hari ini, Selasa 12 Juli 2005 masih tetap akan dibicarakan masalah-masalah yang masih belum disepahami kedua belah pihak dengan menyandarkan kepada dokumen dasar yang sudah dipersiapkan oleh Presiden Martti Ahtisaari yang beberapa minggu sebelumnya telah dikirimkan kepada dua belah pihak untuk dipelajari.

 

Jadi berdasarkan dokumen dasar made ini Presiden Martti Ahtisaari inilah kedua  Tim Juru Runding ASNLF dan RI saling menyodorkan argumentasi dan saling berkelit dari jurus-jurus yang dimajukan oleh lawan.

 

Kita tunggu saja apa hasil adu tinju jurus politik yang dipertunjukkan di meja Perundingan  ASNLF - RI di Konigstedt Manor, Vantaa diluar kota Helsinki.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------