Stavanger, 14 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


SAPRUDIN MELIHAT AGAMA HANYA UNTUK DITEMPEL DI KENING & DI PAPAN NAMA

Ali Al Asytar

Stavanger - NORWEGIA.



PARA BASYAR TUMBUH DENGAN SUBUR DIATAS TANAH SYSTEM HINDUNESIA JAWA YANG MELIHAT AGAMA HANYA UNTUK DIPOLES DI PAPAN NAMA

 

"Saya sebetulnya tidak mau peduli dengan sepak terjang kucing-kucing GAM di Swedia, namun kalian semua membawa-bawa nama agama, saya jadi ikut angkat bicara." (SP Saprudin, im_surya_1998@yahoo.co.id , Tue, 12 Jul 2005 09:45:59 +0700 (ICT)

 

Disini terdapat ucapan  Saprudin yang perlu digaris bawahi sebagai khasnya ucapan orang yang tidak beragama yaitu: "kalian semua membawa - bawa agama".  Yang mengucapkan kata - kata seperti itu bukan hanya Saprudin, tapi umumnya orang - orang yang bersekongkol dalam system Hindunesia Jawa Munafiq, khususnya dalam berhadapan dengan kasus penjajahan terhadap Bangsa Acheh - Sumatra.

 

Kendatipun Saprudin mengaku ayahnya orang Acheh dan ibunya orang Banten, namun meragukan. Di Acheh tak ada orang yang bernama seperti itu, kecuali "Syafruddin".  Namun itu bukanlah hal yang penting untuk dibicarakan. Yang perlu kita bahas disini bahwa umumnya orang - orang yang bersekongkol dalam System Hindunesia Jawa Munafiq tidak beragama.  Kenapa mereka saya katakan tidak beragama ?  Sebab mereka tidak memahami apa sesungguhnya agama itu.

 

Andaikata mereka memahami apa itu agama sudah barang pasti mereka akan beragama. Andaikata mereka beragama sudah barang pasti mereka tidak akan menjajah bangsa Acheh - Sumatra, mereka tidak akan membunuh penduduk sipil Acheh yang terdiri dari anak - anak, orang perempuan dan orang tua.    Justru agamalah yang mengatakan: "Membunuh seorang manusia sama dengan membunuh manusia seluruh nya"(Q.S ,5:32).

 

Allah juga berfirman "Dan siapa yang membunuh Mukmin dengan sengaja maka balasannya Neraka Jahanam, kekal padanya. Allah memarahinya dan mengutuknya serta menyediakan baginya siksaan yang besar" (Q.S, 4:93). Mau lari kemana mereka  ?

 

AGAMA ADALAH PETUNJUK

 

Setelah Allah menjadikan manusia di permukaan planet Bumi ini, Dia juga membuat petunjuk agar mereka mengetahui bagaimana caranya hidup untuk berpakaian, berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara. Andaikata Allah tidak menurunkan Al Qur-an (Petunjuk Hidup) ke dunia ini sungguh semua manusia akan menjadi "basyar".

 

Tahukah anda,  apa itu basyar ?  Basyar adalah makhluk yang sekedar berexistensi.  Mereka tak mampu untuk beresensi. Contoh barang:  Orang - orang yang bersekongkol dalam System Hindunesia Jawa Munafiq. Makanya tidak ada artinya berunding dengan mereka andaikata tidak ada penengah yang punya Power untuk dapat mengetok kepalanya ketika mereka berbuat curang.

 

Orang yang tidak memiliki agama tidak jujur. Mereka tidak dapat dipercaya, mereka mudah berkhianat, mereka itu penipu, tidak menepati janji. Orang - orang yang demikian munafiq namanya. Sebab mereka mengaku kemanamana bahwa mereka itu Islam, sementara realitanya mereka bersekongkol untuk membunuh penduduk sipil yang tidak berdosa.   Sesungguhnya orang orang Munafiqlah yang paling berbahaya di permukaan planet Bumi ini.

 

Beberapa hari yang lalu Tgk Fadlon Tripa di Negeri Belanda menulis di Internet dengan huruf besar dan merah lagi. Lalu saya tanyakan kalau dia marah sama saya atau sama sipa-i. Beliau menjawab singkat: "Keujawatan agama". Artinya kepada Jawa tidak ada agama".

 

Jawaban Tgk Fadlon itu memang sederhana sekali, namun mengandung makna yang mendalam ketika kita hubungkan dengan apa yang diucapkan Saprudin diatas: "kalian semua membawa - bawa agama".  Jadi menurut orang - orang yang bersekongkol dalam System Hindunesia Munafiq, kita tidak boleh melihat persoalan acheh dengan kacamata agama (petunjuk).  Sebab kalau kita melihat dengan kacamata agama jelas pemerintah Hindunesia Munafiqlah yang salah. Justru itulah mereka mengatakan jangan bawa-bawa agama, sebab Jawatan agama.

 

Pembaca dapat menyaksikan bagaimana sepakterjang mereka dalam membantah argumentasi Ustaz Ahmad Sudirman di milis ini. Dimana tidak ada seorangpun dari orang - orang yang bersekongkol dalam system Hindunesia Munafiq itu mampu melawan argumentasi Ustaz dalam persoalan penjajahan Hindunesia Jawa Munafiq terhadap Bangsa Acheh - Sumatra, Ambon dan Papua Barat  -- namun mereka tetap saja melawannya walau harus dengan cara bejingkrak - jingkrak sekalipun.

 

KEBENARAN ITU BERASAL DARI ALLAH

 

perlu kita bicarakan versi kebenaran yang kita gunakan untuk menentukan keabsahan suatu fenomena. Berbicara soal kebenaran tentu banyak versinya yang sering kita baca di berbagai media yang membuat suatu fenomena sepertinya tak pernah tuntas tentang kebenaran yang sesungguhnya. Hal ini disebabkan sering terjadi bahwa masing-masing pihak mengklaim bahwa merekalah yang benar secara subjective, sebagaimana kita lihat klaim Hindunesia Jawa terhadap Acheh Sumatra

 

Kendatipun banyaknya versi kebenaran, namun  Versi Khaliqlah  (Allah) yang mutlaq kebe narannya sementara versi manusia yang demikian banyak harus di tinjau berdasarkan versi Khaliq (Q.S, An-Nisaa', 4: 59), kalau tidak akan membuat persoalan tersebut subjectiv.

 

Bagi orang-orang Atheis dan Politheis memerlukan catatan tersendiri dimana mereka meyakini bahwa kebenaran itu versi manusia itu sendiri dan tidak ada istilah fersi Khaliq. Mengikuti persepsi mereka ini sudah barang pasti bahwa kita mustahil berbicara benar tidaknya suatu fenomena berdasarkan versi manusia. Hal ini disebabkan bahwa yang namanya manusia itu banyak. Barangkali tidaklah berlebihan kalau saya umpamakan beberapa orang buta yang meraba seekor gajah untuk mengetahui benda apa sesungguhnya yang mereka pegang. Orang buta yang pertama, kedua, tiga dan seterusnya akan memberikan jawaban yang berbeda disebabkan berbedanya bahagian yang mereka pegang atau raba.

 

Kebanyakan manusia meyakini adanya Khaliq namun ketika mereka berbicara suatu masalah, mengabaikan versi Khaliqnya dan bahkan melupakansamasekali dengan menempatkan versi manusia-manusia "Pintar" untuk mengganti versi Khaliqnya. Sebagai contoh dapat kita lihat di hampir semua perguruan tinggi dalam system Hindunesia Jawa Munafiq itu, menolak disertasi kita yangmenggunakan ayat-ayat Al Qur-an sebagai bahan rujukannya. Sebaliknya mereka menentukan bahan rujukannya dari buku - buku Ilmiah karangan para Doktor, Propessor dan Filosof. Fenomena ini juga dapat kita lihat pada kebanyakan orang-orang yang mengklaim diri sebagai orang yang beriman, namun mengabaikan ayat - ayat Allah (Al Qur-an) kendatipun sudah dijelaskan demikian rupa, misalnya:

 

Dalam surah An Nur ayat 31 sudah demikian jelas bahwa menutup aurat itu wajib. Hal ini di nyatakan Allah pada permulaan surah tersebut. Allah masih mewajibkan lagi untuk menghamparkan kerudung kedadanya kendatipun sudah tertutup dengan banjunya dan bahkan pada akhir ayat 31 itu diperingatkan agar tidak menghentakkan kakinya kebumi sehingga nampak aurat yang telah disembunyikan itu (bergoyang pinggul dan dada). Realitanya masih banyak orang perempuan yang mengaku beriman, enggan menutup aurat bahkan sengaja bergoyang - goyang baik dalam perjalanan maupun di pentas - pentas tertentu sengaja di persaksikan pada khalayak ramai. Itulah ciri - ciri orang munafiq.  Sedangkan bagi orang yang benar-benar beriman sudah barang pasti justru versi Khaliqlah satu-satunya kebenaran yang mutlaq. Mereka berkata: "sami'na wa ata'na".

 

Berdasarkan keterangan yang telah saya kemukakan diatas maka untuk melihat kebenaran itu secara objective kita harus melihat menurut versi Khaliq (Pencipta), kalau kita melihat berdasarkan versi orang ramai (Manusia) akan membuat persoalan tersebut subjectiv. Justru itulah bangsa Acheh melihat persoalan penjajahan Hindunesia itu dengan menggunakan kacamata Agama (Petunjuk yang pasti)

 

Billahi fi sabililhaq

 

Ali Al Asytar

 

alasytar_acheh@yahoo.com

Stavanger, Norwegia

----------

 

Date: Tue, 12 Jul 2005 09:45:59 +0700 (ICT)

From: SP Saprudin im_surya_1998@yahoo.co.id

Subject: Selamat atas terpilihnya Bapak Jenderal Besar Ahmad Sudirman selaku Panglima Tertinggi dari Yang Tinggi Nangroe Aceh Darussalam

To: ahmad@dataphone.se, hassan.wirajuda@ties.itu.int, airlambang@radio68h.co.id, antara@rad.net.id, apiaustralia@greenleft.org.au, albiruny@gmail.com, aulialailil@yahoo.com, afoe@tegal.indo.net.id, azis@ksei.co.id, Agus.Renggana@kpc.co.id, agungdh@emirates.net.ae

 

Assalamualaikum wr. wb.

 

Saya sebetulnya tidak mau peduli dengan sepak terjang kucing-kucing GAM di Swedia, namun kalian semua membawa-bawa nama agama, saya jadi ikut angkat bicara.

 

Wassalamualaikum wr. wb.

 

SP Saprudin

 

im_surya_1998@yahoo.co.id

Jakarta, Indonesia

----------