Stockholm, 14 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MENGAPA UMPAN PARTAI LOKAL YANG DISODORKAN ASNLF DIANGGAP SEBAGAI  PALU GODAM OLEH MBAH YUDHOYONO ?

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MBAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MELIHAT UMPAN PARTAI POLITIK LOKAL YANG DISODORKAN ASNLF DI VANTAA SEBAGAI BENTUK PALU GODAM YANG BISA MEMECAHKAN KEPALA RI

 

“Itu gertak sambal Widodo. Selfgovernment melalui parti politik lokal di Aceh memang akan disetujui (sooner or later), tapi Indon perlu menunjukkan sikap "jual mahal" sedikit. Indon merasa lega dengan janji GAM yang Aceh tidak akan lepas dari NKRI, tinggal lagi jamina  itu akan diabadikan hitam diatas putih. Sedangkan GAM masih harus bergulat terus untuk mendapat semaksimal mungkin melalui mekanisme partai lokal tersebut. Sungguh Indon itu "they are all stupid" (memetik kata2 WN) kalau isu partai politik itu bisa menggagalkan pertemuan Helsinki." (Yusuf Daud, norsborg_sweden@yahoo.se , 14 juli 2005 09:28:51)

 

"Sistem yang kita miliki tidak mungkin memberikan parpol lokal kepada satu daerah. Itu akan menimbulkan pertanyaan daerah lain karena Aceh posisinya sama dengan daerah lain" (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo Adi Sutjipto, Rabu 13 Juli 2005).

 

Widodo Adi Sutjiptto yang menduduki kursi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan bekas kursi Menko yang sebelumnya diduduki oleh mbah Susilo Bambang Yudhoyono ketika masih berada dibawah Kabinet Gotong Royong Megawati, mencoba untuk berkelit dengan menjulurkan jurus Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik yang disahkan di Jakarta pada tanggal 27 Desember 2002 oleh Megawati dan di undangkan di Jakarta pada tanggal yang sama oleh Bambang Kesowo.

 

Nah, rupanya jurus UU No.31 tahun 2002 tentang partai politik ini hanya bisa dimainkan kalau menghadapi lawan-lawan politik yang memiliki pandangan politik yang sama dengan pandangan politik mbah Soekarno tentang Acheh. Tetapi, ketika para politikus karbitan dari partai-partai politik RI, termasuk mbah Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan Widodo Adi Sutjipto menghadapi untuk pertama kalinya jurus partai politik lokal Acheh, langsung saja jurus model UU No.31/2002 tidak berkutik. Mengapa ?

 

Karena, jurus  kelit untuk menghadapi sodokan Partai Politik Lokal Acheh tidak ada tercantum dalam buku petunjuk jurus silatnya mbah Soekarno yang tertuang dalam UU No.31/2002.

 

Nah, walaupun sodokan jurus  partai politik lokal Acheh hanya berupa sodokan angin saja, tetapi oleh mbah Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan Widodo Adi Sutjipto kelihatannya seperti palu godam yang menyambar kepala mereka yang nantinya bisa memukul runtuh dan pecah kepala RI.

 

Mengapa bisa kelihatan jurus partai politik lokal Acheh seperti bentuk palu godam oleh mata mbah Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan Widodo Adi Sutjipto ?

 

Karena, jurus angin puyuh partai politik lokal Acheh bisa menembus jantung mematikan negara sekuler burung garuda pancasila RI.

 

Bagaimana bisa terjadi hal itu ?

 

Karena, dengan kekuatan partai politik lokal Acheh bisa menghadang kekuatan partai-partai nasional model mbah Soekarno dengan pancasila dan UUD 1945-nya tidak berkutik di Acheh. Dan perjuangan politik bangsa Acheh untuk menentukan nasib sendiri disalurkan melalui jurus partai politik lokal Acheh yang nantinya bisa menjadi benteng pertahanan politik di wilayah de-facto dan de-jure Acheh. Apabila kekuatan partai politik lokal Acheh telah mendominasi di bumi Acheh, maka apapun yang namnya dengan partai-partai politik nasional tidak akan mampu lagi menancapkan kaki dan meremaskan kekuatan tangganya di bumi Acheh.

 

Disinilah kekuatan politik dari bangsa Acheh dijalankan. Politik lawan politik adalah memang yang harus dijalankan dan diterapkan di bumi Acheh untuk menghadapi kekuatan politik dominasi mbah Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya.

 

Dengan melalui jalur politik pemerintahan sendiri di Acheh yang memakai kendaran partai politik lokal Acheh inilah merupakan cara untuk bisa dijadikan sebagai benteng pertahanan menghadapi serangan politik yang dilancarkan oleh mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan para pimpinan partai politik nasional lainnya ke wilayah Negeri Acheh.

 

Nah, dengan latar belakang taktik dan strategi politik inilah mengapa itu mbah Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Widodo Adi Sutjipto, dan para Pimpinan partai politik di RI terus mencoba menghalangi dan menggagalkan terciptanya kekuatan partai politik lokal di Acheh.

 

Adapun alasan masalah UU No.31/2002 tentang partai politik yang bertentangan dengan partai politik lokal adalah alasan yang picik. Mengapa ? Karena itu UU bisa saja dalam sekejap mata dirobah oleh DPR, kalau mereka para anggota DPR yakin bisa menghadapi kekuatan partai lokal politik di Acheh.

 

Tetapi masalahnya sekarang adalah, para pimpinan partai politik di RI akan menghadapi benturan dan benteng tangguh partai politik lokal di Acheh apabila partai politik lokal di Acheh dibentuk. Dan dengan alasan inilah mengapa itu pihak Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Widodo Adi Sutjipto, dan para Pimpinan partai politik di RI akan terus berupaya menggagalkan terbentuknya kesepakatan tentang partai politik lokal di Acheh.

 

Dan tentu saja, pihak ASNLF tidak bodoh, dan sebaliknya pihak Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Widodo Adi Sutjipto, dan para Pimpinan partai politik di RI terus makin terpepet. Dan mereka tetap akan mempertahankan tanah wilayah Acheh yang dijajah mbah Soekarno melalui RIS dan RI-Jawa-Yogyanya, tetapi tidak tahu dengan cara bagaimana untuk terus mempertahankan Negeri Acheh.

 

Dan untuk saudara Yusuf Daud dari Alby, sebenarnya itu pihak RI bukan menunjukkan sikap "jual mahal" sedikit, melainkan pihak mbah Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Widodo Adi Sutjipto, dan para Pimpinan partai politik di RI memang kelabakan menghadapi jurus sodok partai politik lokal Acheh yang dilambungkan pihak ASNLF di meja Perundingan ASNLF-RI di Vantaa, Helsinki, Finlandia itu. Dan bisa jadi, perundingan ASNLF-RI tentang partai politik lokal Acheh akan mencapai jalan buntu. Kemudian alternatifnya apa ? Kita tunggu apa yang disodorkan pihak ASNLF dan RI ?

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

From: Yusuf Daud norsborg_sweden@yahoo.se

Date: 14 juli 2005 09:28:51

To: Lantak@yahoogroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, sarena48@hotmail.com

Subject: «PPDi» SV: [Lantak] Re: «PPDi» PERUNDINGAN HELSINKI Memasuki Tahap Krusial

 

Itu gertak sambal Widodo.

 

Selfgovernment melalui parti politik lokal di Aceh memang akan disetujui (sooner or later), tapi Indon perlu menunjukkan sikap "jual mahal" sedikit. Indon merasa lega dengan janji GAM yang Aceh tidak akan lepas dari NKRI, tinggal lagi jamina  itu akan diabadikan hitam diatas putih. Sedangkan GAM masih harus bergulat terus untuk mendapat semaksimal mungkin melalui mekanisme partai lokal tersebut. Sungguh Indon itu "they are all stupid" (memetik kata2 WN) kalau isu partai politik itu bisa menggagalkan pertemuan Helsinki.

 

Yusuf Daud

 

norsborg_sweden@yahoo.se

Alby, Swedia

----------