Stockholm, 16 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


ABDULAH UMAR HANYA MELIHAT JALUR CERITA MITOS YANG DISEBARKAN OLEH MBAH YUDHOYONO DAN TNI

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KARENA ABDULAH UMAR HANYA MELIHAT JALUR CERITA MITOS YANG DISEBARKAN OLEH MBAH YUDHOYONO DAN TNI, MAKA TERJERUMUSLAH IA KEDALAM KESESATAN

 

“Terima kasih atas omongan anda yang penuh kegombalan dan dusta, atas bangsa Indonesia dan bagi masyarakat aceh pada umumnya. Dan apakah saudara sadar dan telah renungi, bahwa atas perilaku anda dan gerombolan anda telah membuat rakyat Aceh dan rakyat indonesia menderita, dan apakah anda tahu musibah tsunami di tanah aceh adalah salah satu azab yang ditimpakan bagi anda dan gerombolan anda, tapi rakyat aceh lah yang banyak menjadi korban (Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka). Saya berharap anda dan gerombolan anda diberi hidayah oleh Allah swt kembali kejalan yang benar, untuk dapat membangun bangsa Indonesia Dan Propinsi Aceh agar dapat lebih baik dan ukhuwah islamiyah bangsa indonesia dapat lebih baik pula” (Abdulah Umar, acehku_1@yahoo.com , Fri, 15 Jul 2005 21:49:33 -0700 (PDT))

 

Baiklah saudara Abdulah Umar di Jakarta, Indonesia.

 

Ada beberapa hal yang ditulis saudara Abdulah Umar diatas yang merupakan sesuatu hal yang hanya didasarkan kepada hasil angan-angan kosong saja, yaitu pernyataan Abdulah Umar yang berbunyi: ”apakah anda tahu musibah tsunami di tanah aceh adalah salah satu azab yang ditimpakan bagi anda dan gerombolan anda”.

 

Nah, pernyataan Umar diatas adalah betul-betul pernyataan orang yang telah melampaui kekuasaan Allah SWT. Mengapa ?

 

Karena Umar tidak memahami dan tidak mengerti bahwa kalau melihat dari apa yang telah dilakukan oleh pihak penguasa di RI dan perangkatan hukum yang ada di RI, maka akan terbongkarlah bahwa sebenarnya yang menjadi bumerang bagi kemelut yang terjadi di wilayah RI termasuk di Acheh adalah karena pihak penguasa RI dan para pelaksananya yang telah melanggar apa yang telah digariskan Allah SWT dan yang telah dicontohkan Rasulullah saw.

 

Contohnya saja yang sudah jelas, yaitu ketika pihak RI dalam hal ini pihak DPR tahun 2001 dibawah Akbar Tandjung  dan pihak Pemerintah dalam hal ini Megawati telah membuat satu UU No.18/2001 untuk diterapkan di Acheh yang isinya merupakan pencampuradukan pelaksanaan Syariat Islam dengan aturan hukum sekuler pancasila RI.

 

Nah, jelas cara dan perilaku para anggota Legislatif dan Eksekutif itu yang dijabarkan dalam bentuk pembuatan UU No.18/2001 di Acheh  merupakan sesuatu yang sangat menyimpang dan salah kaprah apabila dilihat dari sudut apa yang dicontohkan Rasululah saw ketika membangun Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib dengan dasar dan sumber hukum negaranya.

 

Nah, karena memang pihak anggota Legislatif dan Eksekutif yang ngaco dan seenak udel sendiri membuat aturan hukum untuk diterapkan di bumi Acheh dengan mencampuradukkan pelaksanaan Syariat Islam dengan hukum pancasila yang dijabarkan dalam bentuk dasar hukum UUD 1945, Tap MPR, UU, Keppres, Inpres, PP dan aturan hukum lainnya, maka ngaco dan salah kaprahlah itu penerapan Syariat Islam di Acheh ini. Dan celakanya diiyakan dan dijalankan oleh para kaki tangan dan para penerus penguasa yang ada di Acheh yang tidak mengenal dan tidak mempelajari bagaimana sebenarnya untuk menerapkan, melaksanakan dan menjalankan Syaiat Islam dalam satu negara yang mengacu kepada apa yang dicontohkan Rasulullah saw.

 

Kemudian, kalau menggali akar masalah utama penyebab timbulnya konflik Acheh, maka akan terlihat bahwa bukan karena disebabkan oleh bangsa Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri, melainkan karena ulah dan kebijaksanaan politik yang dijalankan Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya ketika berada dalam bangunan Republik Indonesia Serikat yang dengan seenak udel sendiri melalui cara membuat aturan hukum sepihak yang diberi label PP RIS No.21/1950 tanggal 14 Agustus 1950 untuk dipakai menelan dan mencaplok wilayah tanah Negeri Acheh tanpa mendapat persetujuan dari seluruh bangsa Acheh melalui jalur hukum yang diterima oleh dunia inernasional seperti melalui cara plebisit.

 

Jadi, yang sebenarnya sumber bumerang timbulnya konflik di Acheh adalah karena pihak RI yang dengan ekspansi politiknya telah menelan wilayah-wilayah yang ada diluar wilayah de-facto dan de-jure RI.

 

Nah kalau mahu secara jujur berpikir dan mahu mendalami apa yang menjadi akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh, maka akar utama penyebab timbul konflik Acheh bukan karena pihak bangsa Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri, melainkan karena justru itu Soekarno dan para penerusnya termasuk mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan para pendukungnya yang terus saja menjalankan kebjaksanaan politik pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh.

 

Pihak RI dan tentu saja TNI menghendaki dan terus menginginkan tanah wilayah Acheh, bukan rakyat Acheh. Karena rakyat Acheh bisa saja dibunuh habis, lalu diganti oleh orang-orang yang datang dari luar Acheh. Karena itu yang terus dipertahankan adalah tanah Acheh. Dan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri terus dibunuhi oleh para pasukan TNI yang diperintahkan oleh para Jenderalnya termasuk Jenderal Djoko Santoso orang Jawa itu.

 

Jadi Abdulah Umar, pernyataan saudara diatas itulah yang ngaco dan hanya penuh prijudis, salah kaprah dan menyesatkan umat Islam. Apakah kalian akan terus saja menipu dan membodohi dengan mendasarkan pada hasil propaganda murahan pihak RI dan TNI tentang Aheh ?

 

Coba saudara Abdulah Umar jelaskan secara terang dan terperinci dasar fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menjadi dasar pernyataan saudara yang berbunyi ”bahwa atas perilaku anda dan gerombolan anda telah membuat rakyat Aceh dan rakyat indonesia menderita”

 

Nah, dengan dasar apa kalian Umar menyatakan pihak bangsa Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri dengan sebutan  gerombolan ? Apakah berdasakan pada sudut kacamata hukum yang dibuat oleh para penerus mbah Soekarno ? atau apakah atas dasar fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang RI hubungannya dengan Acheh ?

 

Coba jawab dulu pertanyaan Ahmad Sudirman ini, sebelum kalian dalam email yang akan datang memberikan tanggapan lagi di mimba bebas ini.

 

Terakhir, kalau kalian Umar masih tetap saja menjadikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang RI hubungannya dengan Acheh, yang didasarkan atas apa yang telah dipropagandakan oleh pihak para penerus Soekarno, maka selama itu kalian akan tetap saja berada dalam belenggu dan ikatan yang menyesatkan dan merugikan bagi bangsa Acheh dan kehidupan di RI saja. Karena yang kalian lihat itu adalah satu mitos yang penuh kebohongan yang selalu ditutup-tutupi oleh para penerus Soekarno termasuk oleh mbah Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 15 Jul 2005 21:49:33 -0700 (PDT)

From: abdulah umar acehku_1@yahoo.com

Subject: lihatlah azab di Aceh

To: ahmad@dataphone.se

 

Bismilah.

 

Kepada saudara ahmad yang terhormat,

 

Terima kasih atas omongan anda yang penuh kegombalan dan dusta, atas bangsa Indonesia dan bagi masyarakat aceh pada umumnya. Dan apakah saudara sadar dan telah renungi, bahwa atas perilaku anda dan gerombolan anda telah membuat rakyat Aceh dan rakyat indonesia menderita, dan apakah anda tahu musibah tsunami di tanah aceh adalah salah satu azab yang ditimpakan bagi anda dan gerombolan anda, tapi rakyat aceh lah yang banyak menjadi korban (Semoga ALLAH SWT menerima amal ibadah mereka).

 

Saya berharap anda dan gerombolan anda diberi hidayah oleh ALLAH swt kembali kejalan yang benar, untuk dapat membangun bangsa Indonesia Dan Propinsi Aceh agar dapat lebih baik dan ukhuwah islamiyah bangsa indonesia dapat lebih baik pula.Dan saya berdoa Kepada ALLAH SWT bila anda dan gerombolan anda masih berbuat onar diAceh, saya bermohon semoga azab ALLAH SWT diberikam ke anda dan kelompok anda. Dan bilanglah kepada Pemimpin anda yang notabene orang Islam Dan sebagai orang Aceh, supaya cepat2 bertobat kapada ALLAH SWT dan minta maaf kepada rakyat Aceh atas dosa2 dan perbuatanya kepada rakyat Aceh. Dan berhentilah menjadi orang munafik dan orang jahil dimuka bumi ini.

 

Demikianlah unek2 saya sebagai orang Aceh dan sebagai orang Indonesi semoga kita dapat bertukar pikiran dilain waktu dan dilain kesmpatan. Amien Ya Robbal Allamin.

 

Abdulah Umar

 

acehku_1@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------