Stavanger, 16 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


ABDULAH UMAR BUTA MATA HATI TIDAK MAMPU MELIHAT SYSTEM THAGHUT INDONESIA MUNAFIQ

Ali Al Asytar

Stavanger - NORWEGIA.



KELIHATAN ITU ABDULAH UMAR BUTA MATA HATI TIDAK MAMPU MELIHAT SYSTEM THAGHUT INDONESIA MUNAFIQ

 

Saya juga berhak untuk menanggapi setiap argumentasi yang bathil, kecuali tidak ada kesempatan. Justru itulah saya tanggapi tulisan Abdulah Umar yang sangat kontraversi ini.

 

Pertama Abdulah Umar menuduh Ustaz Ahmad Sudirman gombal. Orang - orang yang memiliki pikiran yang waras memahami persis sesungguhnya justru Abdulah Umar sendiri yang gombal dan dusta, namun dia tidak sadar. Yang membuat rakyat Acheh dan rakyat indonesia menderita adalah orang - orang yang bersekongkol dengan Sukarno, Suharto, Gusdur, Megawati dan Yudhoyono. Justru itu termasuk Abdulah Umar sendiri.

 

Ternyata Abdulah Umar cs buta mata hati, sehingga tidak mampu melihat bagaimana penderitaan rakyat jelata di Indonesia Munafiq sejak dari jaman Suharto sampai Yudhoyono sekarang ini tetap berada dalam kehidupan yang morat - marit. Penderitaan serupa juga dirasakan oleh orang -orangAcheh, West Papua dan Maluku.

 

Orang Acheh, West Papua dan Maluku ternyata lebih duluan sadar untuk mengenali siapa sesungguhnya yang membuat mereka menderita atau tertindas. Mereka sadar sesungguhnya penindas itu adalah basyar - basyar yang bersekongkol dalam system Indonesia Jawa Munafiq, termasuk Abdulah Umar didalamnya. Justru itulah Bangsa Acheh, West Papua dan Maluku melawan penindas itu bersama pemimpin mereka masing-masing.

 

Khususnya Bangsa Acheh, terpaksa menempuh jalan deplomasi disebabkan musibah Tsunami yang membuat rakyat Acheh menderita ganda -- musibah Tsunami dan musibah penindasan oleh serigala-serigala haus darah (TNI/POLRI)

 

Sesungguhnya penjajahan itu lebih kejam daripada musibah Tsunami itu sendiri.

 

Anehnya lagi Abdulah Umar menambahkan dengan tuduhan gombal lainnya, dimana dia menuduh bahwa musibah Tsunami itu sebagai azab Allah kepada orang Acheh. Lebih aneh lagi dia tuduhkan Ustaz Ahmad Sudirman penyebabnya.

 

Orang-orang yang memahami agama secara Idiology/'Aqidah memahami persis, pertama azab itu ditimpakan kepada  orang-orang Acheh yang bersekongkol dengan penjajah untuk menerapkan "Syaria'at Islam gadongan". Sesungguhnya inilah penyebab utama turunya Azab Allah. Sebab mereka bersekongkol untuk mempermainkan Agama Allah di Acheh.

 

Kedua untuk menghukum serigala - serigala haus darah (TNI/POLRI) yang menganianya dan membunuh rakyat acheh yang sudah sadar. Satu hal yang harus dipahami bahwa ketika Allah menimpakan azab kepada orang-orang dhalim , musibah itu juga terkena kepada sebahagian orang-orang yang beriman, dan merekalah yang termasuk dalam gatagori Shahid.

 

Selanjutnya Abdulah Umar mengingau: "Saya berharap anda dan gerombolan anda diberi hidayah oleh ALLAH swt kembali kejalan yang benar, untuk dapat membangun bangsa Indonesia Dan Propinsi Aceh agar dapat lebih baik dan ukhuwah islamiyah bangsa indonesia dapat lebih baik pula.Dan saya berdoa Kepada ALLAH SWT bila anda dan gerombolan anda masih berbuat onar di Aceh, saya bermohon semoga azab ALLAH SWT diberikam ke anda dan kelompok anda. Dan bilanglah kepada Pemimpin anda yang notabene orang Islam Dan sebagai orang Aceh, supaya cepat2 bertobat kapada ALLAH SWT dan minta maaf kepada rakyat Aceh atas dosa2 dan perbuatanya kepada rakyat Aceh. Dan berhentilah menjadi orang munafik dan orang jahil dimuka bumi ini."

 

Masya Allah, itu sama artinya dengan orang dhalim seperti pemabuk, penzina, pencuri atau pembunuh berdoa kepada korbannya. Ini sebagai bukti lain lagi kedunguan orang orang yang bersekongkol dalam System Hindunesia Munafiq itu.

 

Bagaimana mungkin mereka berdoa kepada Allah, sementara mereka bersekongkol dalam kebathilan yang membuat tandingan terhadap Allah (baca Hindunesia Munafiq). Bagaimana mungkin mereka ingin membersihkan orang lain, sementara tubuh mereka kotor dengan "Lumpur Hitam Pancasila". Bagaimana mungkin orang munafiq moderen macam kalian berdoa kepada Allah, sementara kalian tidak menuhankan Nya dalam kehidupan di Dunia ini.

 

Do'a yang kalian ucapkan akan hilang makna rohaniahnya dan bertukar fungsinya secara otomatis sebagai "mentra-mentra". Kalian tidak memahami syaratnya berdo'a sebagaimana tertera jelas dalam Al Qur-anulkarim (Q.S Al-Baqarah, 2: 186)

 

Billahi fi sabililhaq

 

Ali Al Asytar

 

alasytar_acheh@yahoo.com

Stavanger, Norwegia.

----------

 

Date: Fri, 15 Jul 2005 21:49:33 -0700 (PDT)

From: abdulah umar acehku_1@yahoo.com

Subject: lihatlah azab di Aceh

To: ahmad@dataphone.se

 

Bismilah.

 

Kepada saudara ahmad yang terhormat,

 

Terima kasih atas omongan anda yang penuh kegombalan dan dusta, atas bangsa Indonesia dan bagi masyarakat aceh pada umumnya.

 

Dan apakah saudara sadar dan telah renungi, bahwa atas perilaku anda dan gerombolan anda telah membuat rakyat Aceh dan rakyat indonesia menderita, dan apakah anda tahu musibah tsunami di tanah aceh adalah salah satu azab yang ditimpakan bagi anda dan gerombolan anda, tapi rakyat aceh lah yang banyak menjadi korban (Semoga ALLAH SWT menerima amal ibadah mereka).

 

Saya berharap anda dan gerombolan anda diberi hidayah oleh ALLAH swt kembali kejalan yang benar, untuk dapat membangun bangsa Indonesia Dan Propinsi Aceh agar dapat lebih baik dan ukhuwah islamiyah bangsa indonesia dapat lebih baik pula.Dan saya berdoa Kepada ALLAH SWT bila anda dan gerombolan anda masih berbuat onar diAceh, saya bermohon semoga azab ALLAH SWT diberikam ke anda dan kelompok anda. Dan bilanglah kepada Pemimpin anda yang notabene orang Islam Dan sebagai orang Aceh, supaya cepat2 bertobat kapada ALLAH SWT dan minta maaf kepada rakyat Aceh atas dosa2 dan perbuatanya kepada rakyat Aceh. Dan berhentilah menjadi orang munafik dan orang jahil dimuka bumi ini.

 

Demikianlah unek2 saya sebagai orang Aceh dan sebagai orang Indonesi semoga kita dapat bertukar pikiran dilain waktu dan dilain kesmpatan. Amien Ya Robbal Allamin.

 

Abdulah Umar

 

acehku_1@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------