Stockholm, 16 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


KAMRASYID COBA TIPU SELF-GOVERNMENT DAN PARPOL LOKAL ACHEH DENGAN UU NO.18/2001 DAN UU NO.31/2002

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KELIHATAN JAYADI KAMRASYID MENCOBA UNTUK MENIPU SELF-GOVERNMENT DAN PARPOL LOKAL ACHEH DENGAN UU NO.18/2001 DAN UU NO.31/2002

 

Bung Ahmad semakin keblinger aja. Partai lokal itu mungkin aja. Tapi tidak sekarang. Orang GAM harus masuk NKRI dulu, ikut Pilkada, dan Pemilu. AJukan gagasan partai lokal ini secara konstitutional. Aturannya gitu donk. Akal sehatnya begitu. Kita tak bisa begitu aja ngubah UU atas usul Tuan Keblinger Achmad sang provokator yang sudah bukan WNI. Apalagi niatannya jelas sekali,bhawa partai lokal ini hanya tipu muslihat. Sorry yach emangnya gure bloon kayak lho. Bung (Hinokaru), saya setuju partai lokal. Tapi mari kita memperjuangkan ini secara konstitutional. Orang PDIP sekarang sudah siap ancang-ancang untuk merongrong kalau perundingan gagal sbelum tanggal 17 Agustus. Tulisan Bung Achmad terus terang sangat mengganggu kami-kami yang mendukung proses perdamaian ini. Tidak membantu, tapi memperlihatkan kebenaran dugaan PDIP bahwa GAM itu penipu. Tolonglah sabar dikit, wujudkan perdamaian di bumi Aceh ini." (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Fri, 15 Jul 2005 15:16:53 EDT)

 

Baiklah Jayadi Kamrasyid di New York, USA.

 

Kamrasyid ini memang binaan KNPI, asli Bugis orang Golkar-nya Daeng Jusuf Kalla sama-sama dari Bugis sana itu.

 

Sudah tidak heran lagi, kalau Kamrasyid bercuap dari Negeri-nya George W Bush sambil menjulurkan jurus KNPI dicampur kombinasi loncatan pancasila-nya mbah Soekarno diarahkan ke Ahmad Sudirman. Hanya tentu saja jurus KNPI dengan campuran polesan pancasila made in mbah Soekarno yang dipajukan Kamrasyid mana mempan lagi untuk dipakai alat menumbangkan argumentasi Ahmad Sudirman.

 

Begitu juga tentang masalah partai politik lokal di Acheh. Itu Kamrasyid ketika berhadapan dengan Ahmad Sudirman langsung saja berteriak: "Bung Ahmad semakin keblinger aja. Partai lokal itu mungkin aja. Tapi tidak sekarang. Orang GAM harus masuk NKRI dulu, ikut Pilkada, dan Pemilu. AJukan gagasan partai lokal ini secara konstitutional"

 

Nah, jawaban model Kamrasyid adalah jawaban orang pengikut mbah Soekarno dengan gaya tipu Jawa-nya. Mengapa gaya tipu model Jawa ?

 

Karena, kalau diteliti apa yang terkandung dalam UU No.31/2002 itu tidak ada larangan kalau di Acheh dibangun partai politik lokal. Dalam rangka berdirinya pemerintah sendiri Acheh,  itu dibentuknya partai politik lokal di Acheh adalah hak dan kebebasan bangsa Acheh.

 

Nah, kalau dihubungkan dengan RI, maka penyelesaian Acheh ini akan diserahkan kepada bangsa Acheh melalui jalur politik yang dipasilitasi oleh kendaraan partai politik lokal di Acheh.

 

Kemudian kalau dihubungkan dengan ASNLF atau GAM, mengapa pula ASNLF atau GAM harus masuk dulu NKRI, ikut Pilkada dan Pemilu ?. Apa hubungannya ?

 

Padahal pembentukan partai politik lokal tidak ada hubungannya dengan pihak Jakarta. Partai politik lokal di Acheh adalah untuk Acheh bukan untuk Jakarta. Acheh akan diatur oleh sistem pemerintahan sendiri model Acheh. UU No.18/2001 tidak berlaku untuk dipakai dalam sistem pemerintahan sendiri model Acheh. UU No.31/2002 juga tidak ada mengatur masalah partai politik lokal di Acheh, karena itu kedua payung hukum itu tidak akan digunakan dalam sistem pemerintahan sendiri Acheh.

 

Seterusnya masalah ASNLF atau GAM akan diatur melalui peraturan yang akan ditetapkan dan diputuskan oleh pemerintah sendiri Acheh, bukan diatur oleh UU No.31/2002 dan UU No.18/2001. Karena kedua payung hukum UU No.31/2002 dan UU No.18/2001 dan turunannya tidak bisa diterapkan dalam sistem pemerintahan sendiri Acheh.

 

Karena kalau bentuk self-government Acheh diatur oleh payung hukum yang telah dibuat oleh RI dan dipakai di Acheh sekarang, maka itu namanya bukan self-government Acheh, melainkan bentuk otonomi sebagaimana propinsi-propinsi lainnya yang ada di bawah RI sekarang. Atau sama dengan Acheh sekarang dibawah payung hukum UU No.18/2001 dan UU No.31/2002.

 

Jadi, bentuk self-government Acheh adalah bukan bentuk otonomi khusus sebagaimana yang tertuang dalam UU No.18/2001, melainkan self-gorvernment Acheh yang akan dibangun oleh bangsa Acheh sendiri berdasarkan hasil pemilihan umum yang diikuti oleh seluruh bangsa Acheh melalui partai politik lokal Acheh yang akan duduk dalam lembaga Legislatif Acheh yang akan membuat dan menetapkan payung hukum self-government Acheh.

 

Kemudian hubungannya dengan pihak RI, diatur dalam bentuk undang-undang yang dihasilkan berdasarkan hasil kesepakatan antara wakil-wakil bangsa Acheh yang ada dalam lembaga legislatif Acheh dengan pihak legilatif RI. Jadi, bukan undang-undang yang dibuat oleh pihak DPR di Jakarta.

 

Jadi Kamrasyid, bangsa Acheh tidak bisa lagi dibohongi oleh model undang undang dan konstitusi yang dipakai RI. Bangsa Acheh akan diatur oleh aturan-aturan yang dibuat dan ditetapkan dalam bangunan self-government Acheh.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

From: JKamrasyid@aol.com

Date: Fri, 15 Jul 2005 15:16:53 EDT

Subject: Stop your bulllsh.....

To: ahmad@dataphone.se, airlambang@radio68h.com,  airlambang@yahoo.com, antara@rad.net.id, apiaustralia@greenleft.org.au,  ardiali@yahoo.com,  allindo@yahoo.com, albiruny@gmail.com,  aulialailil@yahoo.com, afoe@tegal.indo.net.id, azis@ksei.co.id, alasytar_acheh@yahoo.com,  apalahu2000@yahoo.co.uk, agungdh@emirates.net.ae

 

In a message dated 7/15/2005 1:52:21 PM Eastern Standard Time, ahmad@dataphone.se writes: "Nah, karena partai politik lokal tidak diatur dalam UU No.31 tahun 2002 tentang partai politik, maka itu tidak berarti bertentangan dan tidak dibenarkan menurut UU No.31/2002 tersebut. Artinya, kalau memang benar pihak RI telah mempertimbangkan untuk memperkukuh kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, yang merupakan upaya untuk mewujudkan kehidupan demokratis dengan menjunjung tinggi transparansi, keadilan, aspirasi, tanggung jawab, dan perlakuan yang tidak diskriminatif, maka pembentukan partai politik merupakan salah satu wujud partisipasi masyarakat yang penting dalam mengembangkan kehidupan demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan, kesetaraan, kebersamaan, dan kejujuran."

 

Bung Ahmad semakin keblinger aja. Partai lokal itu mungkin aja. Tapi tidak sekarang. Orang GAM harus masuk NKRI dulu, ikut Pilkada, dan Pemilu. AJukan gagasan partai lokal ini secara konstitutional. Aturannya gitu donk. Akal sehatnya begitu. Kita tak bisa begitu aja ngubah UU atas usul Tuan Keblinger Achmad sang provokator yang sudah bukan WNI. Apalagi niatannya jelas sekali,bhawa partai lokal ini hanya tipu muslihat. Sorry yach..emangnya gure bloon kayak lho.

 

Jayadi Kamrasyid

 

JKamrasyid@aol.com

New York, USA

----------

 

From: JKamrasyid@aol.com  Add to Address Book

Date: Fri, 15 Jul 2005 15:51:10 EDT

Subject: Re: Stop your bulllsh.....

To: albiruny@gmail.com

CC: ahmad@dataphone.se, airlambang@radio68h.com,  airlambang@yahoo.com, antara@rad.net.id, apiaustralia@greenleft.org.au,  ardiali@yahoo.com,  allindo@yahoo.com, aulialailil@yahoo.com, afoe@tegal.indo.net.id, azis@ksei.co.id,  alasytar_acheh@yahoo.com

 

Bung (Hinokaru)....saya setuju partai lokal. Tapi mari kita memperjuangkan ini secara konstitutional. Orang PDIP sekarang sudah siap ancang-ancang untuk merongrong kalau perundingan gagal sbelum tanggal 17 Agustus. Tulisan Bung Achmad terus terang sangat mengganggu kami-kami yang mendukung proses perdamaian ini. Tidak membantu, tapi memperlihatkan kebenaran dugaan PDIP bahwa GAM itu penipu. Tolonglah sabar dikit.....wujudkan perdamaian di bumi Aceh ini.

 

Wassalam,

 

Jayadi Kamrasyid

 

JKamrasyid@aol.com

New York, USA

----------