Stockholm, 17 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


BENARKAH YUDHOYONO MENGGAGALKAN PERUNDINGAN HELSINKI HANYA KARENA PERTAHANKAN UU NO.31/2002 ?

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



BETAPA BODOHNYA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO KALAU MENGGAGALKAN PERUNDINGAN DAMAI DI ACHEH GARA-GARA PERTAHANKAN UU NO.31/2002

 

Pagi ini Minggu, 17 juli 2005 pukul 09:27 waktu Swedia terbaca dalam Dagens Nyheter yang mengutip kantor berita Reuters bahwa RI pada hari Minggu, 17 Juli 2005 telah meluluskan untuk perjanjian damai dan akan ditandatangani pada hari ini menurut Tim Juru Runding RI Sofyan Djalil.

 

Eh, satu jam kemudian, pukul 10:23 waktu Swedia, kantor berita AFP yang juga dikutip oleh Dagens Nyheter menyatakan bahwa mbah Susilo Bambang Yudhoyono menolak perjanjian damai Acheh di Helsinki. Sambil menyatakan: “Saya sudah beberapa kali menjelaskan bahwa sistem politis Indonesia adalah sistem nasional”. Artinya bahwa mbah Yudhoyono lebih mementingkan UU No.31/2002 dari pada perdamaian di Acheh.

 

Nah sekarang, siapa yang budek dan bodoh ? Mbah Yudhoyono + Jusuf Kalla ataukah bangsa Acheh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro ?

 

Jelas, yang bodoh adalah itu mbah Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan para Jenderal TNI Jawa. Dan memang benar seperti yang dikatakan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro bahwa ”they are all stupid”.

 

Bukan stupid lagi tetapi budek, dan hanya mahu tanah negeri Acheh saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------