Stockholm, 18 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


WAHHABIYIN HADI MASIH TERUS MENGACUNGKAN KETOPRAK BETAWI DENGAN PANCASILA BAU APEKNYA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



WAHHABIYIN HADI KELIHATAN MAKIN BERSEMANGAN SAMBIL TERUS MENGACUNGKAN KETOPRAK BETAWI DENGAN PANCASILA BAU APEKNYA

 

Kelihatan Jelas Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman Kebakaran Jenggot Ketika Bimo Membeberkan Identitasnya Langsung saja Bimo Di caci maki yang semestinya Si Ahlul Bid'ah Mengcounternya dengan Alasan Alasan yang mendasar dan masuk Akal.” ("H4D!", hadifm@cbn.net.id , Mon, 18 Jul 2005 18:49:32 +0700)

 

Baiklah wahhabiyin Hadi di Betawi.

 

Wahabiyin Hadi budek, itu bukan kebakaran jenggot, melainkan itu Jawa kowe Bimo memang hanya asal cuap saja kalau menulis. Identitas Ahmad Sudirman betul yang dikutip dari www.asnlf.net/asnlf_my/my/komentar/040124_benarkah.htm . Tetapi, yang salah kaprah adalah itu Jawa kowe Bimo mencuapkan kesimpulannya. Yang namanya identitas tidak perlu disimpulkan. Mending kalau kesimpulannya betul, ini ngaco. Dan tentu saja itu Jawa kowe Bimo langsung waktu itu juga ditanyakan oleh Ahmad Sudirman tentang kesimpulan gombalnya, dan dia tidak berani memberikan jawabannya. Itu membuktikan memang Jawa kowe Bimo adalah budek dan bercuap seenak udel sendiri.

 

Jadi kalian wahhabiyin Hadi budek mahu juga ikut-ikutan Jawa kowe Bimo itu ?

 

Kemudian mengenai bantuan kepada bangsa Acheh, itu telah Ahmad Sudirman lakukan sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu harus dipropagandakan soal bantuan, bukan seperti orang partai politkus karbitan membantu Acheh tetapi sambil kampanye partai politiknya. Kan budek itu namanya. Ada udang dibalik batu.

 

Seterusnya itu yang kalian wahhabiyin Hadi budek katakan: ”coba anda buka lagi tulisan anda sebelumnya. Apakah Mengkafirkan Seseorang Itu di sebut Meng KRITIK / Meng HAKIMI  atau pula membenci ??”

 

Eh budek wahhabiyin Hadi, itu Ahmad Sudirman tidak mengkafirkan. Mengapa ? Karena kalau Ahmad Sudirman menyatakan: ”para pimpinan RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, Amien Rais, Akbar Tandjung yang telah membuat lembaga pembuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, lalu tidak memutuskan, dan tidak menetapkan suatu hukuman menurut aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, sebagaimana di-Firman-kan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw dalam dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47, maka mereka itu disebut kafir, zhalim, fasik.”

 

Coba perhatikan itu kalimat secara cermat dan teliti, apakah Ahmad Sudirman mengkafirkan seseorang ?

 

Itu yang menjatuhkan vonis kafir adalah dasar hukum Allah SWT, dimana menurut Allah SWT jatuhlah vonis atau hukuman kafir kepada siapa yang tidak memutuskan suatu perkara menurut apa yang diturunkan Allah SWT.

 

Jadi mana pula Ahmad Sudirman membuat-buat dasar hukum untuk dijadikan dasar penjatuhan vonis atau hukum kafir pada seseorang.

 

Karena itu wahhabiyin Hadi budek, jangan asal cuap saja kalau mahu berdebat di mimbar bebas ini. Jangan hanya mengekor saja pada Amien Rais keturunan Arab campuran Jawa satu itu.

 

Eh wahhabiyin Hadi budek, Ahmad Sudirman tidak trauma dengan masa mbah Soeharto raja koruptor nomor satu di dunia. Apa pula pakai trauma segala macam dengan mbah Soeharto. Mengada-ada saja.

 

Dan apa pula alasan mbah Yudhoyono mahu menangkap, kalau Ahmad Sudirman menulis tentang proses jalur pertumbuhan dan perkembangan negara sekuler RI dihubungkan dengan Acheh, itu wajar saja. Justru itu mbah Yudhoyono sebagai presiden harus mampu dan mengetahui jalur pertumbuhan dan perkembangan sejarah RI yang dipimpinnya dengan benar, bukan hanya mengembek dan menjiplak pada apa yang diceritakan oleh mbah Soekarno saja, atau apa yang tertera dalam buku coretan sejarah buatan para penerus mbah Soekarno tentang Acheh. Akhirnya kan ngaco itu mbah Yudhoyono tentang sejarah RI dihubungkan dengan Acheh, karena itu mbah Susilo Bambang Yudhoyono terus saja menduduki dan menjajah Acheh.

 

Kemudian soal pulang, itu urusan nomor keseratus. Tidak begitu penting. Lebih banyak urusan lain yang lebih penting yang perlu didahulukan.

 

Wahhabiyin Hadi budek, sudah beberapa kali Ahmad Sudirman jelaskan bahwa kalian saja tinggal dan hidup di negara kafir burung garuda pancasila RI. Mengapa kalian sibuk mengurusi Kerajaan Swedia. Kerajaan Swedia tidak menjajah dan menganeksasi, bukan seperti negara kafir burung garuda pancasila RI menduduki dan menjajah Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

 

Seterusnya, kalau kalian mengatakan mbah Soekarno itu pahlawan, itu urusan kalian, tidak perlu digembar-gemborkan segala macam, karena fakta dan buktinya sudah jelas, ia adalah penelan, pencaplok, penjajah di Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat. Masa pula Soekarno penjajah dinamakan pahlawan. Itu budek namanya, wahhabiyin Hadi.

 

Itu soal Pemerintah Sendiri Acheh adalah untuk mengatur bangsa Acheh di Acheh. Tidak ada itu Yudhoyono ikut campur tangan mengurus bangsa Acheh. Itu Yudhoyono urus RI, dan Teungku Hasan Muhammad di Tiro mengurus Acheh. Tidak ada pakai istilah atasan atau bawahan. Kemudian kalau seluruh bangsa Acheh menuntut penentuan nasib sendiri, maka itu mbah Yudhoyono harus ikut menyetujuinya, kalau memang ia seorang yang benar-benar demokrat, jangan hanya nama partainya saja demokrat.

 

Terakhir, itu pancasila memang sampah. Pancasila tidak laku di Acheh. Pancasila hanya laku dipasaran di Jawa sana, diluar wilayah teritorial Acheh. Kalian boleh jajakan itu gembolan pancasila, tetapi tidak diwilayah teritorial Acheh. Itu pancasila sudah bau apek. Bangsa Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri tidak suka itu bau apek pancasila.

 

Adapun tentang Islam itu sudah jalan di Acheh, tidak perlu pakai UU No.18/2001 sesat itu lagi. Dan kalau memakai kendaraan politik itu tidak dilarang oleh Islam, dan bukan karena masalah kekuasaan yang diperjuangkan. Rasulullah saw memperjuangkan salah satunya melalui cara politik untuk membangun dan menjalankan roda pemerintahan Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib.

 

Jadi tidak masalah, kalau pancasila tidak laku di Acheh, itu karena memang pancasila sudah bau apek.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Mon, 18 Jul 2005 18:49:32 +0700

From: "H4D!" hadifm@cbn.net.id

To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>, <bambang_hw@rekayasa.co.id>, <airlambang@radio68h.com>, "Habe Arifin" <habearifin@yahoo.com>, <kabayan555@yahoo.com>, <azis@ksei.co.id>, <Agus.Renggana@kpc.co.id>, <agungdh@emirates.net.ae>, <abdul.muin@conocophillips.com>, <ahmedjpr@yahoo.com>, <afdalgama@hotmail.com>, <asudirman@yahoo.co.uk>, <aic_report@yahoo.com>, "Acheh merdeka" <achehmerdeka@yahoo.com>, <ahmadsudirman_gam@yahoo.se>, <bbuana@rad.net.id>, <ben21@cbn.net.id>, beriakuarti@hotmail.com

Subject: AHLUL BID'AH AHMAD SUDIRMAN KEBAKARAN JENGGOT KETIKA BIMO TEDJO KUSUMA  MEMBEBERKAN IDENTITAS NYA

 

AHLUL BID'AH AHMAD SUDIRMAN KEBAKARAN JENGGOT KETIKA BIMO TEDJO KUSUMA MEMBEBERKAN IDENTITAS NYA.

 

Assalamua'akum Wr wb.

 

Kelihatan Jelas Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman Kebakaran Jenggot Ketika Bimo Membeberkan Identitasnya Langsung saja Bimo Di caci maki yang semestinya Si Ahlul Bid'ah Mengcounternya dengan Alasan Alasan yang mendasar dan masuk Akal.

 

Ahmad Wrote "Seterusnya, itu Bimo Tejokusumo Jawa kowe menuduh Ahmad Sudirman dengan tuduhan memperjuangkan diri sendiri. Nah, inipun tuduhan gombal yang dikarangnya sendiri dicari-cari dari tempat sampahnya Universitas Malmo. Dasar budek.“

 

Coba kita Lihat Tulisan di atas betapa Marah Sekali Si Ahlul Bid'ah ini. Kasih tau dong mad apasih yang anda perjuangkan untuk rakyat acheh Kasih dong Contoh perbuatan apa yang sudah anda lakukan untuk kemaslahatan masyarakat acheh? Kalau Tidak Bisa jawab ber arti benar lah tuduhan nya Bimo Tedjo Kusuma.Selain Bekoar Koar Di Milist Ini Lho.Jangan NATO ( No Action Talk Only )

 

Ahmad Wrote : ”Lalu, itu Bimo Jawa kowe masih juga menuduh Ahmad Sudirman ”ditolong muslim Mesir, namun dia malah membenci muslim mesir seperti Ikhwanul Muslimin.dan tak tahu balas budi.” Nah, tuduhan gombal inipun hanya main duga-duga saja. Sejak kapan Ahmad Sudirman membenci muslim Mesir seperti Ikhwanul Muslimin. Kan budek dan gombal itu tuduhan. Tetapi, kalau Ahmad Sudirman mengkritik pengikut Ikhwanul Muslimin yang ada di Negara sekuler burung garuda pancasila yang enggeh saja pada sistem thaghut pancasila memang benar. Jadi, bukan membenci muslim Mesir.”

 

Berarti benar apa yang di ucapkan Bimo Bahwa Anda Pernah Di Tolong Muslim Mesir.Dan berarti Juga Apa yang Telah Di Tulis Bimo Benar. Bahwa Ahlul bid'ah Ahmad Sudirman Mengkritik Ikhwanul Muslimin Indonesia itukan hanya alasan Ahmad Sudirman Saja. Anda merasa paling benar. coba anda buka lagi tulisan anda sebelumnya. Apakah Mengkafirkan Seseorang Itu di sebut Meng KRITIK / Meng HAKIMI  atau pula membenci ?? si Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman, Marwick dll Sudah Mengkafirkan Umat Muslim Indonesia, Termasuk Ikhawanul Muslimin Indonesia Yang kebanyakan Orang Jawa Kowe.

 

Mad Saya Bilangin yach Kalau Mamad Trauma Dengan Masa Lalu ( Rezim Soharto ) Yah jangan Strees Seperti ini dong. Istigfar.Masih Ada Allah. Sekarang Jamannnya Mbah Yono. Sudah Bebas mad. Mamad Mau Tulis Apa Aja Boleh. Ngga Di tangkep Mad.

 

Pulang Yach Mad Ngga Kangen Apa Sama Teteh dan Mamang. Mamang Ahmad Dah kangen berat tuh Bentar Lagi Koit Pengen Ketemu Sama Mamad Dirman. He he he

 

Si Mamad Nulis lagi : ”Kemudian lagi, itu Bimo Jawa kowe masih menuliskan kesimpulananya, ”Semoga Ahmad Sudirman segera bertobat dan tidak lagi berlindung di ketiak negara kafir Swedia, pulang ke bandung dan hidup tentram di tanah Sunda, kembali ke tanah air kumpul dg saudara yg lama tidak jumpa”. Nah, itu Bimo budek tidak tahu bahwa dia sendiri ada di Swedia, dan dia juga ada di Jawa sana dibawah pengaruh sistem thaghut pancasila hasil kutak-katik mbah Soekarno penipu licik"

 

Mad Mad Jangan Esmosi Dunk. Ente Harus Mau Denger Kebenaran Walau itu datangnya dari seorang pelacur. Maksut bimo khan Sudah baik orang ngajak Taubat Kok malah Marah marah. Istigfar Terimakasihlah Pada Bimo yang Sudah Ngajak Taubat. Lagi Pula Memang Bener khan Mamad Tinggal Di negara KAFIR SWEDIA.Jadi Ngga Perlu Strees Gitu Dunk

 

Trus Soekarno Penipu Licik ? Itu Khan Kata Ente dan GAM Mad.Kalau Kata 200 juta Rakyat Indonesia Soekarno Itu Pahlawan coba Ente lihat Banyak Pemimpin Negara yang Salut Terhadap Sukarno.. Stttt Ngga Baek ( PAMALI ) Ngehujat Orang Yang Udah mati. Mendingan Hujat Aja Biang Terorist GW.Bush. He he

 

ahmad : “Seterusnya, kalau Pemerintah Negara Acheh memegang pemerintahan sendiri Acheh langsung di Acheh, itu bukan mengungsi namanya, wahhabiyin Hadi budek, melainkan sudah maju langsung ke gelangggang menghadapi kaum Susilo Bambang Yudhoyono.”

 

Nah Gitu Dong Gentlemen Ngga Ngumpet Di Ketiak Swedia. Mau Mimpin Acheh.. Eitt ...Sabar PILKADA Dulu Yah .. Ngga Bisa Seenaknya Mbah Yono Lansung Nunjuk Hasan Tiro  Jadi gubernur.PILKADA DULU Biar Rakyat Acheh yang milih. Kalau Menang Berarti Hasan Tiro Di Dukung Rakyat. Tapi Kalau kalah jangan Berontak lagi yach.

 

BTW Hansan Tiro Jadi Bawahan Mbah Yono Donk...He he..

 

”Kemudian, soal pancasila, itu sudah menjadi sampah. Tidak perlu pakai penataran-penataran gombal segala macam. Apa pula itu hasil kutak-katik mbah Soekarno penipu licik mahu dijadikan sebagai sodoran penataran. Itu  perbuatan dan kelakuan orang budek saja. Pancasila sudah masuk lumpur hitam, yang hanya berlaku diatas kertas saja. Juga soal penaikan bendera, itu bangsa Acheh dan Pemerintah Sendiri Acheh punya bendera dan lambang sendiri, apa pula harus pakai naik-naikkan bendera burung garuda segala macam, itu hanya kerjaan wahhabiyin Hadi budek dari Betawi saja.”

 

Pancasila Sampah ? He he Walau kata ente sampah nanti hasan tiro Juga Anut Itu System pancasila. Terbukti khan Bukan Perjuangan Islam yang di kedepankan Oleh Hasan Tiro Tapi Kue KeKuasaan yang di perjuangkan. Udahlah Mad Acheh udah of The Record. Dah Damai.. Kasian Rakyat Acheh Sudah banyak menderita. Datang Dong Liat langsung Keadaannya

 

Oke Mad. Ane Cabut Dulu Yech. PEACE FOR NAD

 

Wassalam

 

Hadi

 

hadifm@cbn.net.id

Betawi, RI

----------