Stockholm, 19 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


WAHHABIYIN KARBITAN HADI MASIH MENCOBA BERKELIT PAKAI JURUS ONDEL-ONDEL WAHHABI BETAWI-NYA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MASIH KELIHATAN ITU WAHHABIYIN KARBITAN HADI MENCOBA BERKELIT PAKAI JURUS ONDEL-ONDEL WAHHABI BETAWI-NYA

 

“Mad mad Saya Ngga asal Cuap Mad.Bukan nya Mamad yang asal cuap aja. saya tidak mengekor  pada Amien Rais. saya hanya mengekor Rasulullah.Amien Rais Adalah Sekian tokoh yang saya Kagumi.Dia Pantas Saya Dukung pada Pemilihan PilPres Kemarin. Kalaupun Tidak menang Itu Sudah Kehendak Allah.Mad Mad Mbah Yono Jadi President Itu Kehendak Allah Juga Mad. Mamad Ngungsi Ke Swedia Juga Ke Hendak Allah. Mad Tau Ngga Mengapa GAM Mau DAMAI Dengan RI ? Karena HASAN TIRO Sudah Uzur dan Sebentar Lagi Koit. Sebab Kalau Hasan Tiro Mati duluan dan Belum Damai dengan RI. Pengikut GAM Bisa terpecah Belah dan Saling Membunuh.” (H4D!, hadifm@cbn.net.id , Tue, 19 Jul 2005 13:14:23 +0700)

 

Baiklah wahhabiyin Hadi di Betawi.

 

Rupanya wahhabiyin karbitan kaum pengikut keturunan Arab campuran Amien Rais ini akhirnya sempoyongan tidak tahu apa yang bisa dijadikan dasar argumentasi untuk memberikan jawabannya atas tulisan Ahmad Sudirman.

 

Lihat saja, ketika itu Jawa kowe Bimo menuliskan kesimpulan hasil perasan otaknya tentang identitas Ahmad Sudirman, kemudian ketika Jawa kowe Bimo dimintakan pertanggungjawabannya atas apa yang disimpulkanntya itu, ternyata ia diam seribu bahasa. Kemudian celakanya diikuti pula oleh wahhabiyin karbitan Hadi budek satu dari Betawi ini. Dan ia sendiripun akhirnya hanya bisa bercuap: ”Mad Kamu Jangan Diktator gitu donk. Jadi Kamu Ngga Ada Hak Menghakimi Si Bimo Betul Atau Tidak”.

 

Nah, kan kelihatan, Ahmad Sudirman bukan diktator dan menghakimi, tetapi mempertanyakan pertanggungjawaban dan argumentasi dari Jawa kowe Bimo atas apa yang disimpulkannya itu yang dimuat di bahtiar.blogsome.com/2005/03/ di Yogyakarta. Dimana itu Jawa kowe Bimo sampai detik ini tidak memberikan sepatah kata pertanggungjawabannya atas apa yang ditulisnya tentang kesimpulan identitas Ahmad Sudirman. Kan budek, itu namanya.

 

Wahhabiyin Hadi budek, kalau memang kalian mahu menampilkan sesuatu, itu harus dipikirkan dahulu, jangan asal tulis saja. Kalian memang karena budek, langsung saja seenak udel sendiri mencomot apa yang ditulis Jawa kowe Bimo satu itu, dengan tujuan untuk menjungkirbalikkan Ahmad Sudirman. Tetapi, karena memang dasar argumentasi kalian tidak kuat, akhirnya kalian sendiri yang kecebur masuk Ciliwung. Dasar budek wahhabiyin karbitan satu ini.

 

Wahhabiyin Hadi karbitan, sebenarnya sudah sejak lama, Ahmad Sudirman mengklarifikasikan atas apa yang ditulis oleh Jawa kowe Bimo satu itu langsung kepada dirinya. Tetapi karena kalian wahhabiyin Hadi budek hanya pandainya mencomot seenak sendiri, dengan maksud untuk melumpuhkan argumentasi Ahmad Sudirman, tetapi kalian salah kaprah, ya akhirnya masuk kedalam sumur dibelakang rumah habib Betawi dipinggir Ciliwung.

 

Kemudian, itu kalian wahhabiyin karbitan Hadi betawi, sudah dijelaskan puluhan kali bahwa kalau kalian membaca dengan benar apa yang tertuang dalam dasar hukum  Surat Al-Maidah. 44, 45, 47, maka terbuka bahwa siapa saja, apakah itu Amien Rais, Akbar Tandjung atau para pendukungnya dari kaum Jawa kowe yang yang telah membuat lembaga pembuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, lalu tidak memutuskan, dan tidak menetapkan suatu hukuman menurut aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, sebagaimana di-Firman-kan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw dalam dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47, maka mereka itu disebut kafir, zhalim, fasik.

 

Jadi, wahhabiyin karbitan Hadi betawi, kalau itu Warwick menyatakan kafir, memang karena didasarkan atas apa yang tercantum dalam dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47. Nah, kalau tidak ada dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47 itu, mana bisa itu Warwick menyodorkan argumentasi dasar hukum seperti seperti itu. Warwick berbicara mengacu pada sumber hukum Al-Maidah: 44, 45, 47.

 

Wahhabiyin karbitan Hadi ondel-ondel betawi, apakah kalian mengerti dan paham itu sumber hukum Al-Maidah: 44, 45, 47 atau tidak ?

 

Kemudian kalau kalian wahhabiyin karbitan Hadi bercuap:“Kalau memang Begitu Pendapat mamad Berarti Mamad Kafir Juga Dong Ngga Mengikuti Hukum Allah SWT, Mamad khan Hidup di Negara Lebih KAFIR dari Indonesia. dan tidak memakai aturan aturan Allah. Oh BTW Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman Nikah Dimana ?”

 

Eh, budek wahhabiyin karbitan, yang dimaksud dengan sumber hukum Al-Maidah: 44, 45, 47 adalah bukan orang yang tidak mengikuti, melainkan orang yang telah membuat lembaga pembuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, lalu tidak memutuskan, dan tidak menetapkan suatu hukuman menurut aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, sebagaimana di-Firman-kan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw dalam dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47, maka mereka itu disebut kafir, zhalim, fasik.

 

Nah, disini artinya, orang itu membuat lembaga pembuat hukum, seperti DPR/MPR, kemudian mereka tidak menetapkan suatu hukuman menurut aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw.

 

Kemudian, kalian menanyakan dimana dan bagaimana Ahmad Sudirman menikah. Jelas, Ahmad Sudirman menikah di Mesir, bukan di Swedia, dan mengikuti syariat Islam tentang pernikahan.

 

Seterusnya wahhabiyin karbitan Hadi betawi menyinggung masalah campur tangan Yudhoyono di pemerintah Daerah. Jelas, itu tidak benar. Presiden tidak ikut campur tangan langsung dalam soal pengaturan pelaksanaan kebijaksaan program harian pemerintah Daerah. Coba kalian wahhabiyin karbitan Hadi betawi baca lagi itu apa yang tertuang dalam konstitusi negara burung garuda pancasila RI. Apa memang itu Presiden ikut campur tangan langsung dalam pengaturan pelaksanaan kebijaksanaan program harian pemerintah Daerah ?. Kalau itu Presiden membuat Keppres atau Peraturan Presiden untuk Daerah, itu memang hak Presiden, tetapi pelaksanaannya itu dijalankan langsung oleh pemerintah Daerah atau bersama para anggota kabinetnya, tergantung pada isi Keppres atau PP tersebut.

 

Kemudian, kalian wahhabiyin karbitan Hadi masih juga menyatakan: ”Mad Tau Ngga Mengapa GAM Mau DAMAI Dengan RI ? Karena HASAN TIRO Sudah Uzur dan Sebentar Lagi Koit. Sebab Kalau Hasan Tiro Mati duluan dan Belum Damai dengan RI. Pengikut GAM Bisa terpecah Belah dan Saling Membunuh. dan ini Mudah sekali di Berantas Oleh TNI.Masih Ingat Khan Kasus MPP AGAM yang di bunuh di Malaysia yang pernah saya ungkit dulu dan Sumitro Ungkap.”

 

Eh, wahhabiyin karbitan Hadi budek, siapa bilang Teungku Hasan Muhammad di Tiro sudah uzur. Nah, inilah kalau sumber beritanya dari tempat sampah. Bangsa Acheh itu banyak calon-calon pemimpin. Tidak akan kehabisan. Buktinya, kalau memang benar para pimpinan bangsa Acheh itu tidak ada pilihan, maka tidak mungkin itu TNI Jawa-budek masih juga kalangkabut untuk menghabisi pasukan Tentara Negara Acheh. Lihat saja, Panglima TNA, sahid satu, naik yang lain. Mana ada habis-habisnya pemimpin bangsa Acheh. Begitu juga dengan Wali Negara. Dibelakang Wali Negara masih banyak penggantinya. Dan tidak ada itu terpecah belah dalam tubuh ASNLF atau GAM. Kalau itu kasus Don Zulfahri di Malaysia yang kalian bersama Sumitro beberapa bulan yang lalu ributkan di mimbar bebas ini, dan Ahmad Sudirman sudah memberikan tanggapannya, itu adalah soal internal, soal pembentukan pemerintahan dalam pemerintahan Negara Acheh tanpa persetujuan Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Dan siapa yang melakukan pembunuhan di Malaysia itu, sampai detik ini pihak Kepolisian Kerajaan Malaysia tidak pernah mengungkapkan dan tidak pernah membuktikan secara hukum siapa pelakunya.

 

Kemudian soal perundingan damai Helsinki ini tidak ada hubungannya dengan Wali Negara uzur. Tetapi, perundingan damai Helsinki ini adalah dalam rangka strategi dan taktik perjuangan bangsa Acheh untuk menuju kepada penentuan nasib sendiri. Dan memang berhasil. Dimana itu pihak RI digempur habis-habisan oleh pihak Pemerintah Negara Acheh dalam meja perundingan Helsinki.

 

Coba baca tulisan Ahmad Sudirman ”Menyorot Joint Statement MoU Helsinki 17 Juli 2005, kemenangan bagi Negara Acheh & bangsa Acheh“ ( http://www.dataphone.se/~ahmad/050719.htm )

 

Itu dalam tulisan tersebut dibahas kekalahan pihak RI dipukul lumpuh oleh Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia.

 

Terakhir, jadi wahhabiyin karbitan Hadi betawi, kalian salah kaprah kalau meneriakkan: “Hidup Yudhoyono, Hidup Hasan Tiro“. Mengapa ?

 

Karena itu tidak tepat, yang tepat adalah ”mbah Yudhoyono & daeng Kalla menggelupur, Hidup Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Hidup bangsa Acheh”

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Tue, 19 Jul 2005 13:14:23 +0700

From: "H4D!" hadifm@cbn.net.id

To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>, <bambang_hw@rekayasa.co.id>, <airlambang@radio68h.com>, "Habe Arifin" <habearifin@yahoo.com>, <kabayan555@yahoo.com>, <azis@ksei.co.id>, <Agus.Renggana@kpc.co.id>, <agungdh@emirates.net.ae>, <abdul.muin@conocophillips.com>, <ahmedjpr@yahoo.com>, <afdalgama@hotmail.com>, <asudirman@yahoo.co.uk>, <aic_report@yahoo.com>, "Acheh merdeka" <achehmerdeka@yahoo.com>, <ahmadsudirman_gam@yahoo.se>, bbuana@rad.net.id

Subject: AHLUL BID'AH AHMAD SUDIRMAN SEMAKIN STRESS MELIHAT GAM AKAN MENGIBARKAN SANGSAKA MERAH PUTIH

 

AHLUL BID'AH AHMAD SUDIRMAN SEMAKIN STRESS MELIHAT GAM/ANSLF AKAN MENGIBARKAN SANGSAKA MERAH PUTIH

 

Assalamualaikum wr wb

 

Simamad Wrote: Wahabiyin Hadi budek, itu bukan kebakaran jenggot, melainkan itu Jawa kowe Bimo memang hanya asal cuap saja kalau menulis. Identitas Ahmad Sudirman betul yang dikutip dari www.asnlf.net/asnlf_my/my/komentar/040124_benarkah.htm . Tetapi, yang salah kaprah adalah itu Jawa kowe Bimo mencuapkan kesimpulannya. Yang namanya identitas tidak perlu disimpulkan. Mending kalau kesimpulannya betul, ini ngaco. Dan tentu saja itu Jawa kowe Bimo langsung waktu itu juga ditanyakan oleh Ahmad Sudirman tentang kesimpulan gombalnya, dan dia tidak berani memberikan jawabannya. Itu membuktikan memang Jawa kowe Bimo adalah budek dan bercuap seenak udel sendiri.

 

Mad Mad Kamu Jangan Diktator gitu donk. Wajar saja bimo menyimpulkan pendapatnya.itu bukan menyimpulkan identitas ahmad sudirman tapi itu penilaian Bimo Terhadap Seorang Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman.Semestinya Mamad ini Koreksi Diri.Itu Perbuatan sangat Bijak mad , jangan lantas mencaci maki mad. Analogi sama seperti Si Marwick Dajal Imigran Menilai Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman Adalah Ustad Tapi Saya Menilai Ahmad Sudirman Adalah Ahlul Bid'ah. Jadi Kamu Ngga Ada Hak Menghakimi Si Bimo Betul Atau Tidak Memangnya Matematis 2 x 2 = 4  . Wajar aja Itu Pemikiran Dia. Kamu Hanya Boleh mengCounter Pemikiran Si Bimo Tadi. Ngerti Mad.??

 

Si Mamad Wrote: Jadi kalian wahhabiyin Hadi budek mahu juga ikut-ikutan Jawa kowe Bimo itu ?

 

Tidak mad saya ngga mau ikutan, saya hanya mengikuti Rassullah. Saya Mempuyai Penilaian tersendiri terhadap Anda.Saya Hanya Melontarkan Wacana yang di Tulis Bimo Apakah Itu Fitnah Atau Sebuah Kebenaran, Ternyata Memang Sebagian isi Pernyataan Bimo Benar Semua Anda Sudah Mengklarifikasinya dan Kita Semua bisa menyimpulkan masing2x.Siapa Itu Ahmad Sudirman.

 

Si Mamad Wrote: Coba perhatikan itu kalimat secara cermat dan teliti, apakah Ahmad Sudirman mengkafirkan seseorang ?

 

Ha ha. Mad Mad Masih Menghindar Yah Coba Buka lagi tulisan Mamad.Apalagi Celotehan nya Santrinya Mamad Si Marwick Dajal Imigran itu. Memang Benar Apa yang di katakan Ma mad dalam Surat Almaidah. 44,45,47 Tapi Mamad jangan Lantas Seenak Udelnya Mengatakan Amien Rais,Akbar Tanjung dan semua orang yang hidup di indonesia termasuk suku jawa kowe yang memakai azas pancasila itu Kafir. Itu Ngga Boleh Mad. Sebab Kita Semua Muslim Mad. Saya sendiripun ngga berani bilang bahwa Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman dan Marwick Dajal Imigran Cs  itu Kafir, Padahal saya tidak tau bahwa Si Ahlul Bid'ah Mamad ini Muslim atau Bukan. Kalau memang Begitu Pendapat mamad Berarti Mamad Kafir Juga Dong Ngga Mengikuti Hukum Allah SWT, Mamad khan Hidup di Negara Lebih KAFIR dari Indonesia. dan tidak memakai aturan aturan Allah. Oh BTW Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman Nikah Dimana ? Kalau Nikah Di Swedia Wah Zinah Se Umur Hidup Tuh. Nikah Lagi Mad Secara Syariat Islam Maklum UU Negara Kafir Ngga Ada Ijab Kabulnya. Yang Ada Cuma Tanda Tangan Kasih Cincin Dan Langsung Nyosor Bibir. He he. Kagak Sah Mad

 

Mamad Wrote : Karena itu wahhabiyin Hadi budek, jangan asal cuap saja kalau mahu berdebat di mimbar bebas ini. Jangan hanya mengekor saja pada Amien Rais keturunan Arab campuran Jawa satu itu.

 

Mad mad Saya Ngga asal Cuap Mad.Bukan nya Mamad yang asal cuap aja. saya tidak mengekor  pada Amien Rais. saya hanya mengekor Rasulullah.Amien Rais Adalah Sekian tokoh yang saya Kagumi.Dia Pantas Saya Dukung pada Pemilihan PilPres Kemarin. Kalaupun Tidak menang Itu Sudah Kehendak Allah.Mad Mad Mbah Yono Jadi President Itu Kehendak Allah Juga Mad.  Mamad Ngungsi Ke Swedia Juga Ke Hendak Allah.

 

Mamad Wrote: Itu soal Pemerintah Sendiri Acheh adalah untuk mengatur bangsa Acheh di Acheh. Tidak ada itu Yudhoyono ikut campur tangan mengurus bangsa Acheh. Itu Yudhoyono urus RI, dan Teungku Hasan Muhammad di Tiro mengurus Acheh. Tidak ada pakai istilah atasan atau bawahan. Kemudian kalau seluruh bangsa Acheh menuntut penentuan nasib sendiri, maka itu mbah Yudhoyono harus ikut menyetujuinya, kalau memang ia seorang yang benar-benar demokrat, jangan hanya nama partainya saja demokrat.

 

Mad Mad Gimana Anda Ini Acheh Itu wilayah NKRI masa presidennya tidak campur tangan. anda salah ambil jurusan sih di cairo mestinya anda ngambil Hukum Tata Negara Jangan Software Developer.Kalau Acheh Negara Tetangga Baru Lah Mbah Yono Ngga Boleh Campur Tangan.

 

Mad Tau Ngga Mengapa GAM Mau DAMAI Dengan RI ?

 

Karena HASAN TIRO Sudah Uzur dan Sebentar Lagi Koit. Sebab Kalau Hasan Tiro Mati duluan dan Belum Damai dengan RI. Pengikut GAM Bisa terpecah Belah dan Saling Membunuh. dan ini Mudah sekali di Berantas Oleh TNI.Masih Ingat Khan Kasus MPP AGAM yang di bunuh di Malaysia yang pernah saya ungkit dulu dan Sumitro Ungkap.

 

Itulah Kelemahan System Kepemimpinan Hasan Tiro yang Monotisme .sehingga Jika Dia mati tak ada seorangpun dapat menggantikannya, dan Akan Kacau Balaulah Organisasi yang bernama ANSLF karena semuanya MAYORITAS Prajurit dan Staff adalah EX para perompak , pencoleng dari Batalyon Infantri Pasukan Sakit Hati.Sedikit Sekali Prajurit GAM yang Tergolong MUJAHID SEJATI.

 

Tidak Seperti RI. Tak Ada GUSDUR ada MEGAWATI, Tak Ada Megawati Ada YUDHOYONO Tak Ada Yudhoyono ada HADI  ha.. ha..

 

SELAMAT  DAN SUKSES UNTUK SEMUA ANGGOTA GAM KARENA TELAH KEMBALI KE PANGKUAN IBU PERTIWI. TEGAKKAN SYARIAT ISLAM DI NAD DAN KIBARKANLAH SANGSAKA MERAH PUTIH LAMBANG PERSATUAN RI BANGUN LAH ACEH BERSAMA SAMA. BERSATU KITA TEGUH BERCERAI AHMAD SUDIRMAN SENANG TAK USAH DENGAR PROVOKATOR AHLUL BID"AH AHMAD SUDIRMAN...HIDUP YUDHOYONO , HIDUP HASAN TIRO, HIDUP RAKYAT ACHEH... PEACE FOR NAD

 

Wassalam

 

Hadi

 

hadifm@cbn.net.id

Betawi, Indonesia

----------