Stockholm, 19 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


HASIL PERASAN OTAK YOOSRAN HANYA SEPERTI AMPAS KELAPA YANG DIPERAS MBAH YUDHOYONO

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KELIHATAN DENGAN JELAS ITU HASIL PERASAN OTAK AGOOSH YOOSRAN HANYALAH SEPERTI AMPAS KELAPA YANG DIPERAS MBAH YUDHOYONO

 

"Namanya juga Asu, provokator sejati. Supaya ga kehilangan muka akhirnya GAM nyerah juga balik ke pangkuan NKRI ya dia alihkan perhatian ke soal penarikan TNI. Bung Asu, Indonesia itu bangsa besar dan bermartabat, jadi penarikan pasukan TNI itu bagian dari komitment bangsa ini untuk menyelesaikan permasalahan Aceh dengan cara damai. Penarikan pasukan bukan kalah perang bung! Jangan ke"gr"an bung Asu dengan menyebutkan hal tersebut sebagai kemenangan secara politis pihak GAM Swedia" (Agoosh Yoosran,  a_yoosran@yahoo.com , Mon, 18 Jul 2005 20:51:36 -0700 (PDT))

 

Baiklah Agoosh Yoosran di Jakarta, Indonesia.

 

Yoosran yang namanya provokator kalau memang fakta, bukti, dasar hukumnya tidak ada. Tetapi kalau Ahmad Sudirman mendasarkan pada isi Memorandum of Understanding yang akan ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 2005 di Helsinki, sebagaimana yang dinyatakan dalam Joint statement oleh pihak RI dan pihak Pemerintah Negara Acheh melalui ASNLF atau GAM di Helsinki, 17 Juli 2005, itu bukan provokator namanya, Yoosran budek.

 

Dimana salah satu poin utama dalam isi Memorandum of Understanding adalah masalah pengaturan keamanan. Pengaturan keamanan ini mencakup penarikan pasukan non-organik dari seluruh wilayah Acheh dengan dipantau oleh tim Monitoring dari Uni Eropa dan ASEAN.

 

Nah, berdasarkan fakta, bukti, dan sejarah hukum dalam bentuk hasil Perundingan Helsinki yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding ini membuktikan kemenangan pihak ASNLF dalam perjuangan untuk penentuan nasib sendiri dimana pihak pasukan non-organik TNI ditarik dari seluruh wilayah Acheh. Adapun dari pihak Tentara Negara Acheh sebagaimana juga hasil kesepahaman dan kesepakatan Helsinki akan dilakukan perlucutan senjata, dengan disaksikan oleh tim Monitoring dari Uni Eropa dan ASEAN.

 

Jadi Yoosran, dengan dasar hukum inilah, mengapa itu pihak TNI mahu tidak mahu harus tunduk dan harus komitment dengan hasil persetujuan politis melalui Memorandum of Understanding Helsinki 2005 ini.

 

Karena itu tidak salah kalau Ahmad Sudirman menyatakan bahwa Pemerintah Negara Acheh vs TNI 1-0 & para Jenderal TNI-Jawa-budek siap lari terbirit-birit dari Acheh.

 

Nah, mengapa dikatakan satu nol untuk pihak Pemerintah Negara Acheh ? Karena kalau bukan melalui jalur politis, yaitu melalui jalur perundingan ini, mana mungkin itu pihak Jenderal TNI Djoko Santoso dan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mahu mundur dari Acheh. Sedangkan ketika diberlakukan Tertib Sipil saja dengan memakai Peraturan Presiden Nomor 38 tahun 2005 Tentang Penghapusan Keadaan Bahaya dengan Tingkatan Keadaan Darurat Sipil di Acheh pada tanggal 18 Mei 2005, itu Jenderal TNI Endriartono sutarto membandel dan membangkang dengan mengatakan itu Tertib Sipil tidak ada hubungannya dengan pengurangan pasukan TNI di Acheh. Kan budek itu, pernyataan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto.

 

Dan sudah jelas dengan ditariknya pasukan non-organik dari wilayah Acheh, itu menandakan satu kekalahan bagi TNI dibidang politis. Bagaimanapun, kerasnya itu Jenderal TNI Endriartono Sutarto dan Jenderal Djoko Santoso, juga itu Mayjen TNI Supiadin Yusuf Adi saputra, tetapi kalau memang pihak Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono telah menyetujui kesepakatan perjanjian Helsinki, maka mahu tidah mahu itu para Jenderal TNI ini harus menyerah kepada hasil perjanjian politis di Helsinki.

 

Kemudian lagi, itu menurut hasil kesepakatan Helsinki, Pemerintah Negara Acheh tidak menyatakan menyerah kepada RI. Adapun itu soal merdeka, tinggal tunggu waktu saja. Tujuan merdeka tidak hilang dari setiap dada bangsa Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

 

Jadi, dengan disepakati hasil perundingan ASNLF-RI, bukan berarti ASNLF atau GAM menyerah kepada RI, melainkan itu justru kemenangan besar bagi pihak Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia atas pihak RI. Dimana hal ini telah dibahas oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan "Menyorot Joint Statement MoU Helsinki 17 Juli 2005, kemenangan bagi Negara Acheh & bangsa Acheh" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/050719.htm )

 

Seterusnya, Ahmad Sudirman tidak mengumbar rasa permusuhan, melainkan Ahmad Sudirman menjelaskan duduk perkara sebenarnya tentang bagaimana jalur proses pertumbuhan dan perkembangan negara RI dihubungkan dengan Acheh. Karena kalau tidak mengetahui duduk persoalan sebenarnya apa yang menjadi penyebab timbulnya konflik di Acheh, maka itu di Acheh tidak akan tercapai perdamaian yang adil dan jujur.

 

Nah, dengan akan ditandatanganinya Memorandum of Understanding pada tangal 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia, itu menunjukkan dan membuktikan bahwa perjuangan Pemerintah Negara Acheh melalui ASNLF atau GAM berhasil dengan baik. Dimana kelihatan dengan jelas, pihak RI telah banyak terpukul dan banyak terpojokan di ring tinju politik ruangan perundingan ASNLF-RI di Vantaa, Finlandia.

 

Terakhir, tentang bahasa yang dipakai Ahmad Sudirman itu tidak ada hubungannya dengan gaya bahasa mencaci, memprovoke, propaganda dan sejenisnya sebagaimana yang dinyatakan Yoosran.

 

Ahmad Sudirman tidak melakukan pencacian, tidak melakukan provokasi. Karena kalau hanya memakai istilah budek, gombal, bodoh, itu bukan mencaci maki, melainkan itu hanyalah memakai istilah bahasa yang tidak sering dipakai dalam penulisan dan diskusi di RI. Dan itu kata-kata yang disebutkan diatas adalah kata-kata biasa yang ada dan dikenal dalam kamus bahasa Indonesia. Jadi, tidak ada hubungannya dengan gaya bahasa mencaci. Coba buka itu kamus besar bahasa Indonesia, biar tidak budek kalian Yoosran.

 

Dan juga salah besar kalau Ahmad Sudirman dituduh seorang penghasut, penyebar kebencian yang punya benih teroris oleh Yoosran yang budek satu ini.

 

Karena seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa kalau Ahmad Sudirman menjelaskan tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum, itu artinya bukan menghasut dan menyebarkan kebencian, Yoosran budek. Dan Ahmad Sudirman tidak ada memiliki benih teroris. Kalau Ahmad Sudirman menampilkan argumentasi yang ternyata oleh kalian tidak terbantahkan, itu namanya bukan memiliki benih teroris, Yoosran budek. Melainkan karena kalian yang budek dan bodoh, mengembek saja kepada apa yang dimitoskan oleh mbah Soekarno kalian dari Jawa sana.

 

Jadi, pakai otak, Yoosran kalau mahu terus menanggapi di mimbar bebas ini, jangan asal celoteh tidak tentu ujung pangkalnya dan tidak tentu dasar argumentasinya.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Mon, 18 Jul 2005 20:51:36 -0700 (PDT)

From: Agoosh Yoosran a_yoosran@yahoo.com

Subject: Re: PEMERINTAH NEGARA ACHEH VS TNI 1-0 & PARA JENDERAL TNI-JAWA-BUDEK SIAP LARI TERBIRIT-BIRIT DARI ACHEH

To: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Cc: warwick aceh <universityofwarwick@yahoo.co.uk>, Mathius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, SP Saprudin <im_surya_1998@yahoo.co.id>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, muba zr mbzr00@yahoo.com

 

NAMANYA JUGA ASU, PROVOKATOR SEJATI. SUPAYA GA KEHILANGAN MUKA AKHIRNYA GAM NYERAH JUGA BALIK  KE PANGKUAN NKRI YA DIA ALIHKAN PERHATIAN KE SOAL PENARIKAN TNI

 

BUNG ASU, INDONESIA ITU BANGSA BESAR DAN BERMARTABAT, JADI PENARIKAN PASUKAN TNI ITU BAGIAN DARI KOMITMENT BANGSA INI UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN ACEH DENGAN CARA DAMAI. PENARIKAN PASUKAN BUKAN KALAH PERANG BUNG! JANGAN KE"GR"AN BUNG ASU. DENGAN MENYEBUTKAN HAL TERSEBUT SEBAGAI KEMENANGAN SECARA POLITIS PIHAK GAM SWEDIA.

 

ANDA GA MALU APA? SETELAH BERKOAR-KOAR DI FORUM INI BAHWA ACEH (PASTI) AKAN MENJADI NEGARA MERDEKA TERNYATA UJUNG-UJUNGNYA NYERAH JUGA....

 

TIDAK USAH MENGUMBAR RASA PERMUSUHAN BUNG ASU, LEBIH BAIK DENGAN KESEPAKATAN DAMAI INI, KITA BANGUN ACEH SAJA. JANGAN SEPERTI YANG SELALU DIKATAKAN BUNG MATIUS TERUS....ANDA SELALU BER"ONANI" RIA DEMI MEMUASKAN HASRAT UNTUK BISA MENJADI PEJABAT DI BUMI ACEH....KECHIAN DEH LUU....

 

Agoosh Yoosran

 

a_yoosran@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------

 

Date: Mon, 18 Jul 2005 21:52:13 -0700 (PDT)

From: Agoosh Yoosran a_yoosran@yahoo.com

Subject: Re: Balasan: Fwd: Re: SAPRUDIN SEBUT ASNLF ATAU GAM TERORIST SAMA DENGAN MENYEBUT YUDHOYONO DAN KALLA SEBAGAI TERORIST

To: H4D! hadifm@cbn.net.id

Cc: warwick aceh <universityofwarwick@yahoo.co.uk>, Mathius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, SP Saprudin <im_surya_1998@yahoo.co.id>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, muba zr mbzr00@yahoo.com

 

Oh gitu toh latar belakang bung ASU, pantes gaya bahasanya hanya bisa mencaci, memprovoke, propaganda dan sejenisnya. Ternyata dia BSH (Barisan Sakit Hati)....

Idiihh...ga nyangka, ternyata bung ASU yang katanya Ustadz ternyata ga lebih dari seorang penghasut, penyebar kebencian...wah orang kayak gini nih yang punya benih teroris. Kalau kebenciannya makin memuncak, sementara dia ga bisa ngapa-ngapain, lama-lama psyco... Bener kata bung Matius...Onani terus...muasin diri sendiri dengan hal-hal yang bodoh!!...

 

Agoosh Yoosran

 

a_yoosran@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------