Stockholm, 20 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


YOOSRAN & RISYAF, ITU ASNLF MAJUKAN JURUS BELATI, SEDANGKAN JURUS RENCONG MASIH DISIMPAN

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



AGOOSH YOOSRAN & RISYAF RISTIAWAN, ITU ASNLF MAJUKAN JURUS BELATI, SEDANGKAN JURUS RENCONG MASIH DISIMPAN

 

"Hai WNA Swedia Asu budhek, apakah kamu itu juru bicara GAM ? Bukankah jurubicara GAM itu si Abdullah Bakhtiar ? Menjabat apa sekarang kamu, hingga kamu bersemangat sekali. Asu, misalnya orang-orang GAM kembali ke Aceh termasuk kamu, terus petinggi GAM jadi pejabat semua, terus kamu gak jadi apa-apa, misal kamu gak diopeni sama petinggi GAM sampai kamu terlunta-lunta. Nah tindakan apa yang akan kamu lakukan ? Apakah kamu akan teriak-teriak seperti ini terus ngata-ngatain Petinggi GAM ? Asu, aku percaya dibalik semua itu ada harapan yang kamu dambakan, jadi aku gak heran kamu bicara apapun tentang perjuangan GAM." (Risyaf Ristiawan, barakatak_jol_leos@yahoo.com , Tue, 19 Jul 2005 19:17:27 -0700 (PDT))

 

"Ada satu pertanyaan yang membuat saya penasaran setahu saya (karena setahu saya juga, masing-masing pihak tidak boleh membocorkan isi kesepakatan sampai MoU ditandatangani. Kalau anda merasa sudah tahu isi MoU yang akan ditandatangani, berarti anda memang pantas disebut si mulut "ember". Disuruh jaga rahasia eh malah digembar-gemborkan di forum bebas ini. dasar pengkhianat) " (Agoosh Yoosran, a_yoosran@yahoo.com , Tue, 19 Jul 2005 22:33:17 -0700 (PDT))

 

Baiklah Risyaf Ristiawan dan Agoosh Yoosran di Jakarta, Indonesia.

 

Dasar dua orang ini memang budek, tetap saja budek.

 

Nah baru saja Pemerintah Negara Acheh melalui ASNLF dan GAM menyodokkan jurus belati dalam perundingan di Vantaa, Finlandia dan masih menyimpan jurus rencong, itu Yudhoyono,  Kalla, Jenderal Jawa Endriartono Sutarto, dan Widodo Adi Sutjipto sudah kalang kabut. Padahal jurus rencong, masih tetap belum dikeluarkan, masih dalam sarungnya.

 

Nah, itu Pemerintah Negara Acheh tidak menyodokkan jurus kemerdekaan, atau jurus rencong, adalah merupakan taktik dan strategis perjuangan bangsa Acheh. Sekarang cukup dengan jurus belati saja atau jurus Self-Government Acheh, itu pihak Yudhoyono, Kalla, Endriartono Sutarto, Djoko Santoso dan Widodo Adi Sutjipto sudah kelabakan.

 

Kemudian, Risyaf, itu Ahmad Sudirman bukan juru bicara ASNLF atau GAM. Ahmad Sudirman pengasuh mimbar bebas ini. Jadi tidak ada hubungannya dengan apa itu juru bicara ASNLF atau GAM.

 

Kemudian, kalau ada bangsa Acheh yang kembali ke Acheh, itu memang logis, karena telah disepakati perjanjian damai berdasarkan Memorandum of Understanding Helsinki 2005. Adapun tentang Ahmad Sudirman, tidak perlu menjadi urusan. Dunia ini luas. Ahmad Sudirman dapat kedudukan baik di Swedia. Jadi Ahmad Sudirman tidak perlu jabatan apapun.

 

Itu Acheh untuk bangsa Acheh. Merekalah yang akan mengatur masa depan Acheh. Ahmad Sudirman mendukung dan menyokong penuh perjuangan bangsa Acheh dibawah pimpinan Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila RI. Bangsa Acheh berhasil, itu hak dan untuk bangsa Acheh. Ahmad Sudirman tidak menuntut apapun dari bangsa Acheh. Ahmad Sudirman bersyukur dan bahagia bangsa Acheh mencapai kemenangannya. Alhamdulillah.

 

Kemudian, apa pula Ahmad Sudirman bermulut ember. Itu kalau Ahmad Sudirman menjelaskan tentang perjuangan bangsa Acheh menghadapi kaum penjajah RI, bukan mulut ember namanya, melainkan orang yang meluruskan kesalahan dan kejahatan yang dilakukan mbah Soekarno dengan RIS dan RI-Jawa-Yogya-nya yang telah menelan Acheh, Papua Barat dan maluku Selatan.

 

Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman jauh dari landasan Islam, maka itu yang namanya penguasa RI akan kegirangan, karena Ahma Sudirman akan mendukung dan memperjuangkan dasar hukum yang bersumberkan pacasila sambil ikut meneriakkan pembunuhan di Acheh.

 

Tetapi, buktinya, Ahmad Sudirman tidak memilih jalan itu. Mengapa ? karena memang yang menjadi landasan hukum yang dipakai di negara sekuler burung garuda pancasila RI adalah tidak mengacu kepada sumber hukum yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw.

 

Memang benar Islam tidak cukup untuk dipahami, namun diimplementasikan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara. Tetapi buktinya di negara sekuler burung garuda pancasila RI, itu yang namanya ajaran Islam hanya ditempel dikening saja. Lihat saja itu apa yang dilakukan oleh mantan Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawwar, Islam hanya dijadikan label dan ditempel dipapan nama Departemennya saja. Itulah salah satu contoh mengapa ajaran Islam tidak diterapkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, pemerintah dan Negara.

 

Bagaimana kalau dasar dan sumber hukum negaranya mengacu kepada sumber hukum pancasila hasil kutak-katik mbah Soekarno. Pasti saja akhirnya roda pemerintahannya akan meluncur kejurang. Habis perkara.

 

Jadi Risyaf budek, itu Islam diterapkan secara menyeluruh. Bukan hanya dipasang dikening saja, seperti kalian, tetapi diterapkan dalam seluruh kehidupan, baik itu politik, ekonomi, budaya, pengetahuan, pemerintahan, dan negara.

 

Kemudian, itu Yoosran budek jawa kowe satu ini.

 

Yoosran budek, itu TNI merupakan negara dalam negara. TNI tidak tunduk kepada Kabinet, kecuali kepada mbah Susilo Bambang Yudhoyono yang mengangkat Panglima TNI. Adapun Departemen Pertahanan RI itu hanyalah sebagai alat akomodasi saja, atau sebagai kurir TNI kepada pihak Pemerintah. Misalnya kalau perlu anggaran belanja TNI disodorkan lewat kurir Menteri Pertahanan RI untuk diajukan kepada mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan

selanjutnya dibicarakan bersama DPR.

 

Karena itu TNI mana mahu tunduk dan patuh kepada Menteri Pertahanan RI. Paling kepada yang mengangkat Panglima TNI, yaitu mbah Susilo Bambang Yudhoyono. Itupun, kalau mbah Yudhoyono dianggap lemah, akan disodoknya pula oleh TNI.

 

Jadi, Yoosran, mengapa itu TNI membandel. Susilo Bambang Yudhoyono saja tidak bisa berbuat banyak terhadap para Jenderal TNI ini. Apalagi itu  Menteri Pertahanan RI, Juwono Sudarsono dimainkan saja oleh para Jenderal TNI Jawa-budek itu.

 

Nah, kalau sekarang itu pihak TNI tidak tunduk dan patuh kepada apa yang telah disepakati dalam Memorandum of Understanding Helsinki 2005, itu berarti melakukan pembangkangan terang-terangan kepada mbah Susilo Bambang Yudhoyono. Karena TNI hanya ada langsung dibawah Presiden RI. Jadi, mahu tidak mahu itu Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso Jawa satu itu harus juga ikutan dibelakang Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.

 

Nah, karena TNI harus ikutan dibelakang mbah Yudhoyono dalam hal kepatuhan pada Memorandum of Understanding Helsinki 2005, maka itulah satu kekalahan politik bagi Jenderal-Jenderal TNI Jawa budek itu. Jenderal TNI bukan dilawan dengan jurus rencong, tetapi dengan jurus politik mereka akan mati kutu. Buktinya, lihat saja sekarang.

 

Seterusnya, kalian masih singgung soal kata-kata yang dipakai Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini. Kalau Ahmad Sudirman memilih kata budek, itu sama artinya dengan tuli. Apakah kalian Yoosran mahu disebut tuli alias budek, karena masih saja mengembek kepada apa yang dicuapkan oleh para penerus Soekarno tentang Acheh ?

 

Jelas, itu kata budek bukan kasar. Tetapi karena kalian orang Jawa kowe, maka mendengar kata budek langsung saja dianggap kasar. Dasar budeknya tidak ketulungan. Sama seperti orang-orang Jawa di Solo dan Yogyakarta sana, pura-pura berbahasa halus, tetapi perbuatan orang-orang TNI Jawa di Acheh dibiarkan saja. Bahkan disanjung-sanjung pula. Jadi Yoosran Jawa jangan munafik.

 

Dan Ahmad Sudirman kalau memakai kata budek alias tuli, gombal alias kosong, otak udang alias bodoh, itu bukan karena sakit hati dan latar belakang masa lalau yang menyedihkan. Itu tidak ada hubungannya. Pengguanaan kata budek, gombal, otak udang dengan sakit hati. Tidak ada korelasi yang signifikan. Itu hanya alasan orang Jawa kowe saja. Ahmad Sudirman telah mengubrak-abrik psikologi. Itu tidak ditemukan hubungan yang signifikan.

 

Begitu juga tidak ada hubungan yang signifikan dengan Ahmad Sudirman yang sudah 27 tahun di luar negeri. Lagi pula bahasa ibu Ahmad Sudirman adalah bahasa Sunda. Bukan bahasa Indonesia. Itu bahasa Indonesia adalah bahasa yang dipaksakan kepada bangsa Sunda, sehingga bahasa Sunda hampir punah dari wilayah Pasundan. Itulah kerjaan mbah Soekarno, Soeharto dan para penerusnya dari kaum Jawa kowe menghancurkan bahasa Sunda dan hahasa bangsa lainnya, seperti bahasa Acheh.

 

Selanjutnya itu masalah membocorkan isi kesepakatan MoU sebelum ditandatangani pada 15 Agustus 2005. Mana pula Ahmad Sudirman membocorkan isi detil MoU. Itu yang Ahmad Sudirman kupas dan dalami adalah garis-garis besar yang tertuang dalam Joint statement oleh pihak ASNLF dan RI, yang dibacakan oleh Presiden Martti Ahtisaari pada tanggal 17 Juli 2005 di Helsinki, Finlandia dalam siaran pressnya.

 

Ahmad Sudirman dengan membaca enam garis besar yang dialmbungkan oleh Presiden Martti Ahtisaari itu sudah cukup untuk bisa dijadikan dasar apa yang menjadi dasar dan yang telah disepakati dalam perundingan antara ASNLF dan RI di vantaa, Finlandia itu.

 

Jadi, tidak ada Ahmad Sudirman membaca isi detil MoU. Tetapi karena kalian memang pada budek, tidak bisa membaca dan menghayati apa yang tercantum dalam enam garis besar Joint statement oleh pihak ASNLF dan RI, yang dibacakan oleh Presiden Martti Ahtisaari pada tanggal 17 Juli 2005 di Helsinki, Finlandia dalam siaran pressnya itu, maka kalian dengan seenak udel sendiri menuduh Ahmad Sudirman menggembar-gemborkan MoU yang masih dirahasiakan isinya sampai 15 Agustus 2005. Dasar budek Jawa kowe satu ini.

 

Selanjutnya seperti yang telah dikatakan kepada Risyaf diatas bahwa kalau ada bangsa Acheh yang kembali ke Acheh itu hak dan merupakan hasil kesepakatan antara ASNLF-RI di Helsinki. Adapun Ahmad Sudirman tidak perlu dirisaukan. Itu Negeri Acheh untuk bangsa Acheh. Ahmad Sudirman sudah cukup sekarang. Kalau Ahmad Sudirman mahu, akan ke Pasundan yang dicaplok mbah Soekarno dalam tubuh RIS. Itupun kalau mahu. Kalau tidak mahu, ya tidak perlu ke Pasundan.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Tue, 19 Jul 2005 22:33:17 -0700 (PDT)

From: Agoosh Yoosran a_yoosran@yahoo.com

Subject: Re: HASIL PERASAN OTAK YOOSRAN HANYA SEPERTI AMPAS KELAPA YANG DIPERAS MBAHYUDHOYONO

To: Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com

Cc: warwick aceh <universityofwarwick@yahoo.co.uk>, Mathius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, SP Saprudin <im_surya_1998@yahoo.co.id>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, muba zr mbzr00@yahoo.com

 

ASU GOBLOK...TNI ITU ALAT NEGARA. PERANG YANG ADA DI ACEH ITU BUKAN PERANG GAM SAMA TNI. TAPI PERANG GAM SAMA PEMERINTAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. KARENA KEPUTUSAN POLITIK DIAMBIL OLEH PIMPINAN TERTINGGI BANGSA INI (SAAT INI PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO) MENYEPAKATI PENYELESAIAN ACEH DENGAN CARA DAMAI YANG SALAH SATUNYA ADALAH PENARIKAN PASUKAN NON ORGANIK TNI SECARA BERTAHAP DAN MELUCUTI SENJATA TNA-GAM, TNI SEBAGAI ALAT NEGARA YA HARUS TURUT DAN TUNDUK KEPADA KEPUTUSAN YANG DIBUAT PRESIDEN SEBAGAI PANGLIMA TERTINGGI.

JADI INI BUKAN KEKALAHAN TNI  TERHADAP GAM, GOBLOK!...

 

ANDA TERLALU BERNAFSU DALAM MEMBUAT PERNYATAAN BUNG ASU! SETIAP NEGARA YANG SAH DAN BERDAULAT MEMPUNYAI SISTEM PEMERINTAHAN SENDIRI, TERMASUK GARIS KOMANDO. JADI PERINTAH PENGERAHAN PASUKAN KE ACEH ITU MEMANG DARI PANGLIMA TNI, TAPI SETELAH BERKONSULTASI DAN MEMINTA PERSETUJUAN PRESIDEN. DASAR ASU GOBLOK!..

 

SOAL BAHASA YANG ANDA PAKAI UNTUK MEMBUAT PERNYATAAN MEMANG ITU ADA DI KAMUS BAHASA INDONESIA. TAPI BAHASA INDONESIA ITU ISINYA BUKAN KATA-KATA YANG KASAR SAJA ADANYA. KALAU ANDA TERMASUK MANUSIA BERBUDAYA, PASTI ANDA AKAN MEMILIH KATA-KATA YANG BAIK UNTUK DIRANGKAI MENJADI SUATU KALIMAT YANG MENUNJUKAN SIAPA ORANG ITU SEBENARNYA.

 

JADI KALAU SAYA MEMBACA TULISAN-TULISAN ANDA, ANDA TIDAK LEBIH DARI SEORANG YANG BERILMU TINGGI, TAPI MEMPUNYAI LATAR BELAKANG MASA LALU YANG MENYEDIHKAN. SEHINGGA YANG MUNCUL ADALAH KALIMAT-KALIMAT ORANG SAKIT HATI YANG HANYA MENGUMBAR RASA PERMUSUHAN, PROPAGANDA, MEMPROVOKASI, INTIMIDASI DAN LAIN SEJENISNYA.

 

KARENA ANDA SUDAH TERLALU LAMA BERADA DI LUAR NEGERI, SEHINGGA PERBENDAHARAAN BAHASA INDONESIA ANDA SANGAT MINIM. WALAUPUN BAHASA INDONESIA ADALAH BAHASA IBU BAGI ANDA. SEHINGGA YANG TERSISA HANYA KATA-KATA KASAR & MAKIAN YANG MENJADI SATU-SATUNYA PERBENDAHARAAN KATA YANG ANDA PUNYA.

 

ADA SATU PERTANYAAN YANG MEMBUAT SAYA PENASARAN. SETAHU SAYA (KARENA SETAHU SAYA JUGA, MASING-MASING PIHAK TIDAK BOLEH MEMBOCORKAN ISI KESEPAKATAN SAMPAI MOU DITANDATANGANI.

 

KALAU ANDA MERASA SUDAH TAHU ISI MOU YANG AKAN DITANDATANGANI, BERARTI ANDA MEMANG PANTAS DISEBUT SI MULUT "EMBER". DISURUH JAGA RAHASIA EH MALAH DIGEMBAR-GEMBORKAN DI FORUM BEBAS INI. DASAR PENGKHIANAT)

 

PARA PETINGGI GAM YANG SEKARANG INI BERDOMISILI DAN MENJADI WARGA NEGARA SWEDIA SETELAH PENANDATANGANAN MOU AKAN KEMBALI MENETAP DI ACEH (SAYA TIDAK TAHU APAKAH NANTINYA MEREKA KEMBALI MENJADI WNI ATAU APA STATUS MEREKA ITU) DAN BERSAMA-SAMA RAKYAT ACEH MEMBANGUN ACEH DARI KETERPURUKAN.

 

YANG INGIN SAYA TANYAKAN, JIKA HAL ITU MEMANG DEMIKIAN, APAKAH ANDA TERMASUK SALAH SATU ORANG YANG AKAN KEMBALI KE ACEH ATAU MUNGKIN KEMBALI KE JAWA BARAT SEPERTI ASAL KEDUA ORANG TUA ANDA? CUMA PENGEN TAU AJA, SETELAH SEKIAN LAMA MENCACI MAKI, MASIH PUNYA RASA MALUKAH ORANG SEPERTI ANDA UNTUK KEMBALI KE TANAH KELAHIRAN ANDA?.....

 

Agoosh Yoosran

 

a_yoosran@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------

 

Date: Tue, 19 Jul 2005 19:17:27 -0700 (PDT)

From: Risyaf Ristiawan barakatak_jol_leos@yahoo.com

Subject: Asu....Asu

To: ahmad@dataphone.se, im_surya_1998@yahoo.co.id

Cc: siliwangi27@hotmail.com, JKamrasyid@aol.com, hasan_saleh1945@yahoo.com, humas@dpr.go.id, harapan_aceh@yahoo.com, hermanpamungkas65@yahoo.com, hermanranuwiharjo@email.com, heda1912@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, hadifm@cbn.net.id, hafisazhari@yahoo.com, garuda@brd.de, gspencer@ap.org, gam_m_z@yahoo.com, fahrida@rad.net.id, fzn_1@yahoo.com, fadlontripa@yahoo.com

 

Assalamualaikum wr. wb.

 

Hai WNA Swedia Asu budhek, apakah kamu itu juru bicara GAM ? Bukankah jurubicara GAM itu si Abdullah Bakhtiar ? Menjabat apa sekarang kamu, hingga kamu bersemangat sekali.

 

Asu, misalnya orang-orang GAM kembali ke Aceh termasuk kamu, terus petinggi GAM jadi pejabat semua, terus kamu gak jadi apa-apa, misal kamu gak diopeni sama petinggi GAM sampai kamu terlunta-lunta. Nah tindakan apa yang akan kamu lakukan ? Apakah kamu akan teriak-teriak seperti ini terus ngata-ngatain Petinggi GAM ?

 

Asu, aku percaya dibalik semua itu ada harapan yang kamu dambakan, jadi aku gak heran kamu bicara apapun tentang perjuangan GAM.

 

Sangat lucu sekali membaca tulisan-tulisanmu. Dari segi tata bahasa memang bagus, argumen-argumenmu bagus, namun sayang sekali kamu itu manusia bermulut ember.

 

Mengakui diri selaku muslim, membela dan memperjuangkan kemerdekaan Aceh demi menjadi sebuah negara yang berdiri sendiri berlandaskan Islam.

 

Kamu sadar gak sih ? Kamu itu jauh dari landasan Islam, perjuanganmu adalah perjuangan Thagut yang bergelimpang penuh dengan kemunafikan dan kedustaan.

 

Memangnya yang tahu tentang kaidah-kaidah Islam itu cuman kamu saja ?!! Kamu itu bagian terkecil dari sekian jutaaan manusia yang memahami Islam. Ajaran Islam tidak cukup untuk dipahami, namun implementasinya adalah mengamalkan dan mengajarkan kepada orang lain dalam beramar ma'rup nahi mungkar. Nah kamu sendiri sontoloyo, kadal budhuk cuman memahami Islam buat berkecimpung dalam dunia politik !!! Yang pantas budhek ya kamu itu.

Dasar Asu !!!

 

Wassalamualaikum wr. wb.

 

Risyaf Ristiawan

 

barakatak_jol_leos@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------