Stockholm, 21 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


AKHIRNYA SAPRUDIN HANYA MAMPU ACUNGKAN KATA INDONESIA UNTUK JADIKAN DASAR BANGSA INDONESIA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KELIHATAN DENGAN JELAS AKHIRNYA ITU SAPRUDIN HANYA MAMPU ACUNGKAN KATA INDONESIA UNTUK JADIKAN DASAR BANGSA INDONESIA

 

"Kata Indonesia berasal dari kata Latin Indus yang berarti Hindia dan dari kata Yunani nesos yang berarti pulau, nesioi (jamak) berarti pulau-pulau. Dengan demikian, kata Indonesia berarti pulau-pulau Hindia. Indonesia dikenal pula dengan sebutan Nusantara. Kata Nusantara berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu nusa yang berarti pulau dan antara yang berarti hubungan. Jadi, Nusantara berarti rangkaian pulau-pulau.” (SP Saprudin, im_surya_1998@yahoo.co.id , Thu, 21 Jul 2005 09:13:14 +0700 (ICT))

 

Baiklah Saprudin di Betawi.

 

Memang betul-betul budek yang mengaku keturunan Acheh dicampur Banten Saprudin ini. Disuruh memberikan jawaban atas pertanyaan:

 

“Coba jelaskan secara jelas dan terang hubungan sumpah pemuda 28 oktober 1928 dengan yang kalian katakan bangsa Indonesia ? Dan apa itu yang dinamakan bangsa ? Sejak kapan muculnya bangsa Indonesia ? Bangsa-bangsa apa saja yang dimasukkan kedalam bangsa Indonesia ? Dimanakah letak perbedaan antara bangsa Acheh dengan bangsa Indonesia ? Dimanakah letak perbedaan antara bangsa Papua atau Papua Barat dengan bangsa Indonesia ? Dan dimana letak perbedaan antara bangsa Sunda dengan bangsa Indonesia ? Bagaimana ciri-ciri adat, kebiasaan, asal keturunan dan sejarah bangsa Indonesia ?” (Ahmad Sudirman, 20 Juli 2005)

 

Eh, bukan dijawabanya oleh Saprudin budek satu ini, melainkan hanya menulis secewir keterangan: “Yang dimaksud dengan Indonesia ialah Indonesia dalam pengertian geografis dan bangsa. Menurut pengertian geografis, Indonesia berarti bagian bumi yang membentang dari 95o - 141o Bujur Timur, dan 6o Lintang utara sampai 11o Lintang Selatan. Sedangkan Indonesia dalam arti bangsa yang secara politik, ekonomi dan sosial budaya dalam wilayah tersebut. Istilah Indonesia untuk pertama kalinya ditemukan oleh seorang ahli etnologi Inggris bernama James Richardson Logan pada tahun 1850 dalam ilmu bumi. Istilah Indonesia digunakan juga oleh G.W. Earl dalam bidang etnologi. G.W. Earl menyebut Indonesians dan Melayunesians bagi penduduk Kepulauan Melayu.”

 

Coba perhatikan, kalau istilah Indonesia baru muncul tahun 1850, dan dinyatakan pula oleh orang dari daratan Eropa, maka bisa dimengerti mengapa itu Saprudin memang kelabakan dan kelihatan bloon ketika ditanya tentang kapan muculnya bangsa Indonesia, mengapa bangsa-bangsa lainnya diklaim sebagai bangsa Indonesia, dimana letak perbedaan antara bangsa Acheh, Sunda, Papua dengan bangsa Indonesia, bagaimana ciri-ciri adat, kebiasaan, asal keturunan dan sejarah bangsa Indonesia ?.

 

Saprudin, maka jangan dulu cerita gombal mengenai paham kebangsaan kalau kalian masih buta tentang Indonesia itu sendiri. Kalau kalian hanya sekedar mengambil cerita yang dilambungkan James Richardson Logan, G.W. Earl, Maxwell, Adolf Bastian yang hanya memakai istilah Indonesia dalam karyanya, tanpa menampilkan dan menghubungkan dengan sejarah, budaya, politik, pemerintahan, kerajaan, kesultanan yang ada pada waktu, maka itu namanya hanya sekedar melambungkan istilah untuk dikenal saja. Bukan sebagai dasar argumentasi fakta, bukti, sejarah dan hukum yang kuat untuk dijadikan alasan tentang muculnya bangsa Indonesia, ciri-ciri adat, kebiasaan, asal keturunan dan sejarah bangsa Indonesia.

 

Apa yang dilambungkan James Richardson Logan, G.W. Earl, Maxwell, Adolf Bastian itu bukan merupakan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum untuk dijadikan dasar ilmiah munculnya bangsa Indonesia dengan ciri-ciri adat, kebiasaan, asal keturunan dan sejarah bangsa.

 

Karena sebelum istilah Indonesia muncul pada abad ke 18, itu di wilayah Malaka, Jawa, Maluku, Acheh, telah ada bangsa-bangsa yang berkuasa diwilayah itu. Bangsa Melayu, bangsa Acheh, bangsa Sunda, bangsa Jawa, mereka memiliki ciri-ciri adat, kebiasaan, budaya yang tinggi sebagai bangsa.

 

Dan pulau-pulau yang ada di wilayah Asia Tenggara ini sebelum orang Eropa datang ke Asia, sering dinamakan oleh bangsa China atau Tionghoa dengan Nan-hai atau Kepulauan Laut Selatan. Begitu juga orang Arab menamakan pulau-pulau itu dengan panggilan Jaza'ir al-Jawi atau Kepulauan Jawa. Lalu bangsa India menamakan pulau-pulau itu dengan nama Dwipantara atau Kepulauan Tanah Seberang, yang diambil dari kata Sansekerta dwipa yang berarti pulau dan antara berarti luar, atau seberang.

 

Nah, ketika datang bangsa-bangsa Eropa datang ke Asia, muncul pula nama yang diberikan kepada pulau-pulau itu dengan sebutan Hindia. Untuk Asia Tenggara disebut dengan Hindia Belakang. Untuk Asia Selatan disebut dengan Hindia Muka. Untuk pulau-pulau yang dikuasai dan diduduki Belanda dinamakan Kepulauan Hindia atau Hindia Timur.

 

Kemudian orang Eropa ini yang ada di Singapura pada tahun 1847, seperti James Richardson Logan (1819-1869) orang Skotlandia, dan George Samuel Windsor Earl (1813-1865) orang Inggris menerbitkan majalah yang dinamakan Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA). Dimana pernah George Samuel Windsor Earl Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74 mengajukan dua pilihan nama yaitu Indunesia atau Malayunesia. Dimana alasan Earl mengajukan nama ini karena sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas, sebab nama Hindia tidak tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Kemudian George Samuel Windsor Earl sendiri memilih kata Malayunesia atau Kepulauan Melayu daripada Indunesia atau Kepulauan Hindia, sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon atau Srilanka dan Maldives atau Maladewa.

 

Nah, kalau diteliti lebih dalam, maka sebenarnya, lahir dan munculnya nama Indonesia adalah pilihan dari kata lain yang disodorkan George Samuel Windsor Earl yaitu Indunesia. Padahal Earl sendiri memilih istilah Malayunesia.

 

Jadi sekarang, baru saja membicarakan istilah indonesia sudah begitu sulit, apalagi harus membuktikan kapan munculnya bangsa Indonesia, ciri-ciri adat, kebiasaan, asal keturunan dan sejarah-nya.

 

Karena itu memang masuk akal Saprudin kelabakan ketika berusaha untuk memberikan jawaban atas pertanyaan Ahmad Sudirman diatas itu.

 

Inilah satu bukti, bahwa Saprudin hanyalah bercuap ketika memberikan tanggapan di mimbar bebas ini.

 

Selanjutnya Saprudin dalam tulisannya ini mencoba menjelaskan manhaj Rasulullah saw, tetapi hanya sekedar menampilkan istilah As-Sunnah dan istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

 

Eh, Saprudin budek, kalau mahu memberikan jawaban atas pertanyaan Ahmad Sudirman itu harus jelas, terperinci, dan benar. Bukan hanya mencolek-colek secuil yang tidak tentu ujung pangkalnya. Itu anak SD kalau hanya menuliskan istilah sudah pada pandai. Tetapi untuk menjelaskan secara terperinci, jelas dan gamblang tentang manhaj Rasulullah saw yang menyangkut kehidupan dan perjuangan Rasulullah saw sejak di Mekkah sampai di Yatsrib, memang tidak mudah, kalau tidak mendalami, menggali, menganalisa, memikirkan, menyimpulkan.

 

Jadi Saprudin coba asah otak kalian itu, bukan hanya mengembek saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 21 Jul 2005 09:13:14 +0700 (ICT)

From: SP Saprudin im_surya_1998@yahoo.co.id

Subject: Balasan: Buat Tuan Akhmad Sudirman (Bukan orang Aceh, sok memperjuangkan Aceh)

To: ahmad@dataphone.se

Cc: mbzr00@yahoo.com, siliwangi27@hotmail.com, JKamrasyid@aol.com, hasan_saleh1945@yahoo.com, humas@dpr.go.id, harapan_aceh@yahoo.com, hermanpamungkas65@yahoo.com, hermanranuwiharjo@email.com, heda1912@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, hadifm@cbn.net.id, hafisazhari@yahoo.com, garuda@brd.de, gspencer@ap.org, gam_m_z@yahoo.com, fahrida@rad.net.id, fzn_1@yahoo.com

 

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum wr. wb.

 

Baiklah Tuan Ahmad (Bukan Ahmadiyah kan??, he.he..he..). Saya coba tengok tulisan kamu ("Kalian Saprudin, kalau kalian tidak tahu bagaimana dan kapan itu yang kalian sebutkan dengan Ahlus Sunnah wal Jama'ah Salafus Sholih yang dipropagandakan oleh kaum wahhabi alias salafi Saudi yang ada di negara sekuler burung garuda pancasila RI, maka tidak perlu kalian ikut-ikutan menyebarkannya. Kalau memang kalian tidak mahu disebut orang budek.").

 

Pandai kali kau Ahmad ngatain orang budhek, picisan, otak kosong dll, apakah itu tanda ucapan orang yang berilmu ???

 

Baiklah Ahmad akan saya coba jawab secara singkat saja argumen propagandamu cap cabe rawit itu, tidak perlu panjang lebar.

 

Adapun yang dimaksud dengan "As-Sunnah" yaitu : "Thariqah (jalan hidup) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dimana beliau shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat berada di atasnya. Yang selamat dari syubhat dan syahwat", oleh karena itu Al-Fudhail bin Iyadh mengatakan : "Ahlus Sunnah itu orang yang mengetahui apa yang masuk ke dalam perutnya dari (makanan) yang halal".

 

Oleh karena itu tanpa memakan yang haram termasuk salah satu perkara sunnah yang besar yang pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat radhiyallahu 'anhum. Kemudian dalam pemahaman kebanyakan Ulama Muta'akhirin dari kalangan Ahli Hadits dan lainnya. As-Sunnah itu ungkapan tentang apa yang selamat dari syubhat-syubhat dalam i'tiqad khususnya dalam masalah-masalah iman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir, begitu juga dalam masalah-masalah Qadar dan Fadhailush-Shahabah (keutamaan shahabat).

 

Menamakan masalah ini dengan "As-Sunnah" karena pentingnya masalah ini dan orang yang menyalahi dalam hal ini berada di tepi kehancuran. Adapun Sunnah yang sempurna adalah thariqah yang selamat dari syubhat dan syahwat.

 

Kata "Ahlus-Sunnah" mempunyai dua makna : Mengikuti sunnah-sunnah dan atsar-atsar yang datangnya dari Rasulullah shallallu 'alaihi wa sallam dan para shahabat radhiyallahu 'anhum, menekuninya, memisahkan yang shahih dari yang cacat dan melaksanakan apa yang diwajibkan dari perkataan dan perbuatan dalam masalah aqidah dan ahkam.

 

Istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah mempunyai istilah yang sama dengan Ahlus Sunnah. Dan secara umum para ulama menggunakan istilah ini sebagai pembanding Ahlul Ahwa' wal Bida'. Contohnya : Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhum mengatakan tentang tafsir firman Allah Ta'ala : "Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri dan adapula muka yang muram". (Ali-Imran : 105).

 

Jadi saya dapat menyimpulkan bahwa Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah firqah yang berada diantara firqah-firqah yang ada, seperti juga kaum muslimin berada di tengah-tengah milah-milah lain. Penisbatan kepadanya, penamaan dengannya dan penggunaan nama ini menunjukkan atas luasnya i'tiqad dan manhaj.

 

Ok Amad Sudirman Ilmuwan yang sok jadi Pahwalan Aceh, akan saya jawab juga dengan singkat, tidak perlu panjang-panjang, rugi saya melayani orang macam kamu. Ini tulisan kamu yang eksentrik dan nyentrik itu  : "Mengapa Ahmad Sudirman bertanya tentang asal usul bangsa Indonesia kepada kalian Saprudin ?

 

Karena kalian telah menjadikan paham kebangsaan sebagai dasar ideoliogi untuk menjadi tali ikatan secara paksa bangsa-bangsa yang ada di Nusantara ini. Kalian tidak tahu bangsa Acheh itu merupakan satu bangsa, yaitu yang dinamakan bangsa Acheh. Begitu juga dengan Sunda, itu juga merupakan satu bangsa Sunda. Juga Papua disebut satu bangsa Papua. Jawa dinamakan satu bangsa Jawa.

 

Sekarang, yang perlu kalian gali dan dalami itu adalah dimanakah letak perbedaan antara bangsa Acheh dengan bangsa Indonesia ? Dimanakah letak perbedaan antara bangsa Papua atau Papua Barat dengan bangsa Indonesia ? Dan dimana letak perbedaan antara bangsa Sunda dengan bangsa Indonesia ? Dan kapan itu muncul bangsa Indonesia ? Bagaimana ciri-ciri adat, kebiasaan, asal keturunan dan sejarah bangsa Indonesia ?

 

Eh, bukan dijawabnya, melainkan justru mengeluarkan kata-kata gombal: ”Tidak Perlu saya ucapkan salam kepada manusia Iblis macam kamu. Saya tidak mengikuti apa yang kamu sebutkan Wahabi atau Salafiyah, saya selaku ummat Muhammad tentunya mengikuti Manhaj Rasulallah (Muhammad s.a.w.) sebagai pembahawa risalah Islam di muka bumi ini.” (Ahmad Sudirman, 20 Juli 2005)

 

Baiklah Ahmad, akan saya uraikan singkat saja tentang asal mula nama Indonesia

 

Yang dimaksud dengan Indonesia ialah Indonesia dalam pengertian geografis dan bangsa. Menurut pengertian geografis, Indonesia berarti bagian bumi yang membentang dari 95o - 141o Bujur Timur, dan 6o Lintang utara sampai 11o Lintang Selatan. Sedangkan Indonesia dalam arti bangsa yang secara politik, ekonomi dan sosial budaya dalam wilayah tersebut.

 

Istilah Indonesia untuk pertama kalinya ditemukan oleh seorang ahli etnologi Inggris bernama James Richardson Logan pada tahun 1850 dalam ilmu bumi. Istilah Indonesia digunakan juga oleh G.W. Earl dalam bidang etnologi. G.W. Earl menyebut Indonesians dan Melayunesians bagi penduduk Kepulauan Melayu.

 

Pada tahun 1862 istilah Indonesia digunakan oleh seorang Inggris bernama Maxwell dalam karangannya berjudul The Island of Indonesia (Kepulauan Indonesia) dalam hubungannya dengan ilmu bumi. Istilah Indonesia semakin populer ketika seorang ahli etnologi Jerman bernama Adolf Bastian menggunakan istilah Indonesia pada tahun 1884 dalam hubungannya dengan etnologi.

 

Kata Indonesia berasal dari kata Latin Indus yang berarti Hindia dan dari kata Yunani nesos yang berarti pulau, nesioi (jamak) berarti pulau-pulau. Dengan demikian, kata Indonesia berarti pulau-pulau Hindia.

 

Indonesia dikenal pula dengan sebutan Nusantara. Kata Nusantara berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu nusa yang berarti pulau dan antara yang berarti hubungan. Jadi, Nusantara berarti rangkaian pulau-pulau.

 

Bangsa Indonesia pertama kali menggunakan nama Indonesia secara politik. Istilah Indonesia untuk pertama kalinya digunakan oleh Perhimpunan Indonesia, yaitu organisasi yang didirikan oleh pelajar-pelajar Indonesia di negeri Belanda pada tahun 1908. Organisasi tersebut pertama kali bernama Indische Vereeniging. Kemudian nama itu diganti menjadi Indonesische Vereeniging pada tahun 1922. Selanjutnya pada tahun 1922 juga namanya diganti Perhimpunan Indonesia.

 

Pada tahun 1928 Kongres Pemuda II di Jakarta menggunakan istilah Indonesia dalam hubungan dengan persatuan bangsa. Kongres Pemuda II tersebut pada tanggal 29 oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda yang di dalamnya tercantum nama Indonesia. Istilah Indonesia secara resmi digunakan sebagai negari kita pada tanggal 17 augustus 1945 dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

 

Begitualh Ahamd, jawaban singkat saya. Saya sudah bisa mengukur tingkat kemampuanmu sebagai "The Greates", namun sayang kamu hanya cari popularitas dengan isu perjuangan semu. Popularitas dan pamer pengetahuan, kira-kira macam orang seperti kamu ini termasuk golongan apa ???

 

Begitulah Ahmad penjelasan singkat saya. Bila kamu tidak puas  ya itu karena tabiat kamu.

Hanya kepada Allah Swt saya mohon petunjuk dan pertolongan.

 

Wassalamualaikum wr. wb.

 

Saprudin

 

im_surya_1998@yahoo.co.id

Jakarta, Indonesia

----------