Stockholm, 21 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


AKHIRNYA RISYAF & SAPRUDIN KECEBUR MASUK CILIWUNG, MATI KUTU

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



AKHIRNYA DENGAN JELAS KELIHATAN ITU RISYAF RISTIAWAN & SAPRUDIN KECEBUR MASUK CILIWUNG, MATI KUTU

 

"Ahmad. Ahmad hmm lucu sekali. Saya kira kamu itu orang Aceh, kurang ajar banget kamu itu !! Terbesit ada rasa bangga kepadamu melihat argumen-argumenmu, saya kira kamu orang Aceh, setelah saya tahu kamu hanyalah seorang provokator dari tanah Sunda yang Sundel itu. Yang harus teriak-teriak urusan Aceh seharusnya saya Ahmad, bukan kamu, kamu tidak berhak teriak-teriak bicara atas nama Aceh !!! Saya lahir di Banda Aceh, darah saya darah Aceh, tanah leluhur saya adalah Aceh. Nah kamu apa urusannya teriak-teriak masalah Aceh, sedangkan leluhurmu itu adalah di Tanah Pasundan Jawa Barat, sama aja kamu itu Jawa Budhek !!! (Maaf saya bicara kasar lagi) Jangan sok jadi pahlawan kesiangan Ahmad ! Ahmad perlu saya kasih tahu kepadamu, ayah saya asli Aceh dan merupakan salah satu anggotan TNI AD yang memimpin dan mengobrak abrik gerombolan kecoa di tanah Aceh. Adapun Ibu saya Banten, tapi darah keturunan saya adalah Aceh.” (SP Saprudin, im_surya_1998@yahoo.co.id , Thu, 21 Jul 2005 15:20:52 +0700 (ICT))

 

“Ahmad, asa kurang merenah siah pipiluen urusan Aceh. Maneh turunan pasundan, naha ari maneh jadi belegug kitu pipiluen urusan Aceh ?

Sugan were ganja siah teh.” (Risyaf Ristiawan, barakatak_jol_leos@yahoo.com , 21 juli 2005 09:42:23)

 

Baiklah Saprudin dan Risyaf Ristiawan di Betawi.

 

Makin jelas, itu Saprudin dan Risyaf ketinggalan kereta api. Di mimbar bebas ini orang sudah mengenal Ahmad Sudirman. Tetapi, karena dua orang ini yang satu ngaku kelahiran Acheh, tetapi otaknya kosong, mudah ditipu dengan cerita mitos tentang Acheh yang dibuat oleh mbah Soekarno Jawa penipu licik. Memang dasar budek, tetap saja budek.

 

Kemudian, itu  Risyaf Ristiawan orang budek, yang hanya mahu saja mengembek kepada apa yang dipropagandakan oleh mbah Jawa Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya yang menelan Acheh, lalu mencoba untuk mempertahankan pendudukan dan penjajahan RI-Jawa-Yogya di Acheh.

 

Nah terbuktilah, bahwa sebenarnya Saprudin, yang ngaku kelahiran Acheh, tetapi ternyata buta dan budek tentang sejarah Acheh hubungannya dengan RI-Jawa-Yogya. Sehinga dengan semangat membela mati-matian itu mbah Soekarno dan penerusnya, dengan memakai paham kebangsaan gombal yang keropos.

 

Saprudin, hak setiap manusia untuk menyatakan dukungan dan sokongan kepada perjuangan bangsa Acheh. Hak kebebasan untuk mendukung dan menyokong perjuangan bangsa Acheh dijamin oleh dasar hukum internasional Pernyataan Umum Tentang Hak Hak Asasi Manusia.

 

Nah, kalau itu Mayjen Supiadin Yusuf Adi Saputra orang Garut itu dijadikan sebagai alat untuk menduduki Acheh dan membunuh bangsa Acheh, maka Ahmad Sudirman mengecam tindakan yang dilakukan oleh orang Sunda satu itu di Acheh. Susilo Bambang Yudhoyono melalui Jenderal Djoko Santoso telah menjadikan Mayjen Supiadin Yusuf Adi Saputra untuk menduduki Acheh dan menghancurkan bangsa Acheh.

 

Tentu saja, sebagai manusia yang sadar atas kebebasan setiap orang untuk menentukan nasib sendiri, maka Ahmad Sudirman mendukung penuh bangsa Acheh yang sedang berjuang untuk menentukan nasib sendiri di Acheh.

 

Sebaliknya, Saprudin yang ngaku lahir di Banda Acheh, tetapi dengan sangat mudah dimanipulasi, ditipu, dijejali dengan sampah racun mitos RI-Jawa-Yogya dengan Acheh-nya. Dan Saprudin dengan mudah dijerat dan dijadikan ujung tombak oleh para penerus Soekarno guna menjadi tali pengikat tanah Acheh.

 

Nah sekarang, karena memang Saprudin budek ini tidak memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat tentang Acheh hubungannya dengan RI-Jawa-Yogya, maka hanya mampu menulis tanggapan: ”saya kira kamu orang Aceh, setelah saya tahu kamu hanyalah seorang provokator dari tanah Sunda yang Sundel itu. Yang harus teriak-teriak urusan Aceh seharusnya saya Ahmad, bukan kamu, kamu tidak berhak teriak-teriak bicara atas nama Aceh !!! Saya lahir di Banda Aceh, darah saya darah Aceh, tanah leluhur saya adalah Aceh”

 

Inilah contoh orang yang tidak malu dan tidak merasakan bagaimana sebenarnya kalau tanah negeri Acheh yang dianeksasi dan diduduki oleh RI-Jawa-Yogya. Ketika Ahmad Sudirman membukakan akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh, ternyata Saprudin sendiri tidak mampu membantahnya, selain hanya menceritakan tentang perspektif sejarah, fakta dan bukti sejarah, metodologi sejarah, dan historiografi. Tetapi, ketika dimintakan untuk menampilkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang wilayah Acheh ada dalam perut Negara RIS dan RI-Jawa-Yogya, ternyata Saprudin mati kutu. Mengapa ? karena otaknya otak udang yang diakibatkan memakan racun mitos yang dibuat mbah Soekarno tentang Acheh dan RI-Jawa-Yogya.

 

Dan karena memang telah terbukti Saprudin budek yang mengaku lahir di Banda Acheh ini tidak memiliki lagi argumentasi kuat yang bisa diuji secara ilmiah, maka akhirnya ia hanya bisa bercuap: ”Setelah saya tahu kamu siapa sebenarnya, buat apa saya meladenimu argumen-argumenmu itu, ternyata saya berhadapan dengan orang sinting asal tanah Pasundan !!! Nikmati waktumu untuk memprovokasi masyarakat Aceh. Thank you for your attention.”

 

Nah akibat ucapananya itu, maka akhirnya Saprudin budek kecebur ke Ciliwung di Betawi yang airnya keruh, terapung-apung, meronta-ronta, dan menggelupur, habislah riwayatnya.

 

Terakhir, tentang Risyaf, yang memang budek, tidak memiliki dasar argumentasi yang kuat, selain hanya celoteh dengan bahasa Sunda yang gombal, yang idak memiliki arti sedikitpun untuk dijadikan sebagai dasar argumentasi yang kuat atas RI-Jawa-Yogya yang telah menganeksasi, menduduki dan menjajah Acheh. Selain dari perkataan kata-kata Sunda-nya yang gombal: “Ahmad, asa kurang merenah siah pipiluen urusan Aceh. Maneh turunan pasundan, naha ari maneh jadi belegug kitu pipiluen urusan Aceh ? Sugan were ganja siah teh.”

 

Inilah hasil perasan otak Risyaf yang otak udang,  dimana hasilnya tidak lebih dan tidak kurang, selain ampas kelapa yang bau apek. Nah, dengan Risyaf menyatakan: “Ahmad, tidak pada tempatnya ikutan masalah Acheh. Kamu keturunan Pasundan, mengapa kamu jadi bodoh ikutan urusan Acheh ? mahu ganja kamu itu.”

 

Orang budek Risyaf inipun tidak mengetahui sejarah Pasundan yang dicaplok dan ditelan mbah Soekarno dengan mulut RI-Jawa-Yogya-nya. Karena itu wajar saja Risyaf ini ketika menanggapi tulisan Ahmad Sudirman hanyalah asal cuap kosong saja.

 

Risyaf, maneh kudu mandi heula di Ciliwung, supaya eta otak jadi encer. Dasar belegug.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 21 Jul 2005 15:20:52 +0700 (ICT)

From: SP Saprudin im_surya_1998@yahoo.co.id

Subject: Ahmad Sudirman orang Pasundan (Jawa Barat) jadi Provokator !!!

To: ahmad@dataphone.se

Cc: mbzr00@yahoo.com, siliwangi27@hotmail.com, JKamrasyid@aol.com, hasan_saleh1945@yahoo.com, humas@dpr.go.id, harapan_aceh@yahoo.com, hermanpamungkas65@yahoo.com, hermanranuwiharjo@email.com, heda1912@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, hadifm@cbn.net.id, hafisazhari@yahoo.com, garuda@brd.de, gspencer@ap.org, gam_m_z@yahoo.com, fahrida@rad.net.id, fzn_1@yahoo.com

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamualaikum wr. wb.

 

(Maaf saya bicara agak kasar dan keras)

Ahmad....Ahmad.......hmm.....lucu sekali. Saya kira kamu itu orang Aceh, kurang ajar banget kamu itu!!

 

Terbesit ada rasa bangga kepadamu melihat argumen-argumenmu, saya kira kamu orang Aceh, setelah saya tahu kamu hanyalah seorang provokator dari tanah Sunda yang Sundel itu. Yang harus teriak-teriak urusan Aceh seharusnya saya Ahmad, bukan kamu, kamu tidak berhak teriak-teriak bicara atas nama Aceh !!!

 

Saya lahir di Banda Aceh, darah saya darah Aceh, tanah leluhur saya adalah Aceh. Nah kamu apa urusannya teriak-teriak masalah Aceh, sedangkan leluhurmu itu adalah di Tanah Pasundan Jawa Barat, sama aja kamu itu Jawa Budhek !!!

 

(Maaf saya bicara kasar lagi)

Jangan sok jadi pahlawan kesiangan Ahmad !

Ahmad perlu saya kasih tahu kepadamu, ayah saya asli Aceh dan merupakan salah satu anggotan TNI AD yang memimpin dan mengobrak abrik gerombolan kecoa di tanah Aceh. Adapun Ibu saya Banten, tapi darah keturunan saya adalah Aceh.

 

(Maaf saya bicara kasar)

Setelah saya tahu kamu siapa sebenarnya, buat apa saya meladenimu argumen-argumenmu itu, ternyata saya berhadapan dengan orang sinting asal tanah Pasundan !!!

 

Nikmati waktumu untuk memprovokasi masyarakat Aceh.

 

Thank you for your attention.

Ahmad, I tell you, living with a well-organizated routine includes getting up early, then taking a bath, brushing your teeth, having meals regularly, and sleeping and working regularly but don't become a human robot !!!! It's only wasting energy !!!

Ok Mad, you can even make friends with a monkey !!!

 

Bye orang sunda buntung !!!

 

Wassalamualaikum wr. wb.

 

Saprudin

 

im_surya_1998@yahoo.co.id

Jakarta, Indonesia

----------

 

From:  Risyaf Ristiawan barakatak_jol_leos@yahoo.com

Date:  21 juli 2005 09:42:23

To:  Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, asnlfnorwegia@yahoo.com

Cc:  barakatak_jol_leos@yahoo.com, a_yoosran@yahoo.com

Subject: Ahmad ? Siah urang sunda nyah ? Naon siah pipiluen urusan Aceh ?

 

Ahmad, asa kurang merenah siah pipiluen urusan Aceh. Maneh turunan pasundan, naha ari maneh jadi belegug kitu pipiluen urusan Aceh ?

Sugan were ganja siah teh.

 

Risyaf Ristiawan

 

barakatak_jol_leos@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------