Stockholm, 22 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


WAHHABIYIN KARBITAN HADI BETAWI BUDEK, ITU DALAM PERUNDINGAN HELSINKI BUKAN TEMPAT MENGEMIS

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



YANG HARUS DIKETAHUI OLEH WAHHABIYIN KARBITAN HADI BETAWI BUDEK BAHWA DALAM PERUNDINGAN HELSINKI BUKAN TEMPAT MENGEMIS

 

“Di satu sisi Ahmad Sudirman tidak mengakui Kedaulatan RI atas Acheh tapi disisi lain Ahmad Sudirman meminta hak politik mantan anggota GAM di akui oleh RI dan mengemis amnesti dari Presiden RI Susilo B. Yudhoyono. Apakah itu bukan Kedaulatan RI ? Jelaslah terlihat kebodohan Ahmad Sudirman dan Igauannya Semakin kentara bahwa nantinya ANSLF mau membangun Acheh tanpa campur tangan Yudhoyono. Jelaslah itu kebodohan yang absolute. mau bangun pakai apa Acheh ? setelah hancur luluh lantak oleh Tsunami. Pakai Bulu Ketiak Ahmad Sudirman Kah ? Dan atas nama hukum tumpas dan ganyang GAM/ASNLF sampai ke akar akarnya kaerena sudah menipu rakyat Acheh, banyak menimbulkan korban tak berdosa, fitnah dan perpecahan sesama umat Islam Indonesia” (H4D!, hadifm@cbn.net.id , Fri, 22 Jul 2005 18:33:11 +0700)

 

Baiklah wahhabiyin karbitan Hadi betawi.

 

Wahhabiyin karbitan Hadi budek, dalam kesepakatan yang sudah diparap oleh pihak ASNLF dan RI pada tanggal 17 Juli 2005 di Helsinki itu, jelas tergambar dengan gamblang bahwa pihak RI mengotot ingin wilayah tanah Acheh tetap dalam genggaman sayap burung garuda-nya. Adapun hak politis, ekonomi, pengaturan keamanan, pelaksanaan HAM, sistem pemerintahan sendiri, monitoring dan amnesti muncul kepermukaan setelah mengadu gulat politis yang seru di meja perundingan di Vantaa, Helsinki.

 

Itu hak-hak tersebut diatas, bukan karena pihak ASNLF mengemis dalam perundingan Helsinki, melainkan itu sebagai hasil dari pergulatan yang seru diantara dua kubu yaitu wakil dari tim penjajah RI dan wakil dari yang dijajah bangsa Acheh, yaitu ASNLF.

 

Jadi, hak-hak tersebut lahir setelah melalui jalur proses pergumulan politik yang seru dimeja perundingan di Vantaa, diluar kota Helsinki, Finlandia.

 

Nah, kalau kalian wahhabiyin karbitan Hadi budek menyatakan bahwa pihak ASNLF meminta hak politik mantan anggota GAM di akui oleh RI dan mengemis amnesti dari Presiden RI Susilo B. Yudhoyono, itu pernyataan kalian wahhabiyin karbitan Hadi adalah pernyataan yang salah kaprah.

 

Justru sebaliknya, dengan adanya kebijaksanaan politik yang dijalankan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla di Acheh inilah, mengapa itu Kalla berupaya setengah mati untuk dapat meloloskan kebijaksanaan politiknya guna dipakai alat menjerat terus tanah Acheh tanpa terus mempergunakan kekuatan pasukan TNI-nya yang sudah lebih dari 30 tahun tidak mampu menghancurkan kekuatan TNA, dan sudah menghabiskan trilyunan rupiah anggaran belanja untuk dipakai operasi militer di Acheh dan membunuh bangsa Acheh.

 

Jadi, kebijaksaan politik Acheh yang dijalankan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menghadapi ASNLF ini sudah dari awal sekali mereka berdua sesumbar mahu menghambur-hamburkan amnesti dan disodorkan kepada muka ASNLF dan TNA.

 

ASNLF tidak meminta amnesti, tidak meminta hak politis, yang dituntut ASNLF dan bangsa Acheh adalah tanah negeri Acheh yang dijajah oleh RI sejak Soekarno menelan dan mencaplok Acheh 14 Agustus 1950 dengan memakai mulut RIS dan RI-Jawa-Yogya-nya. Tetapi, pihak Yudhoyono dan Kalla menolaknya, karena ingin terus menduduki tanah Negeri Acheh.

 

Nah, dalam pergulatan politik yang seru dimedan perundingan Helsinki itulah akhirnya mencapai kesepakatan damai yang bermartabat. Artinya kedua belah pihak, ASNLF dan RI tidak kehilangan muka.

 

Bukan mengemis itu ASNLF dalam ruangan perundingan di Vantaa, Helsinki dengan meminta-minta segala macam hak, melainkan justru karena memang pihak RI setelah terpojok di ring adu jotos politik diatas meja perundingan itulah, maka melahirkan kesepakatan tentang hak-hak sebagaimana yang disebutkan diatas.

 

Jadi, lahirnya hak-hak tersebut merupakan hasil dari pergulatan politis yang seru di ruangan perundingan yang akhirnya dijadikan suatu kesepakatan damai.

 

Sekarang, pihak ASNLF tetap tidak mengakui kedaulatan RI atas tanah wilayah Acheh. Sebaliknya pihak RI tetap ngotot mempertahankan tanah jajahan Acheh. Pihak ASNLF ngotot untuk menuntut tanah wilayah Acheh yang diduduki RI, tetapi pihak RI tetap keras kepala mengikatkan ikatan tali bhineka tunggal ika-nya diatas tubuh tanah Acheh.

 

Karena kedua pihak tetap ngotot dalam tuntutan masing-masing, maka pihak ASNLF menemukan jalur dobrakan yang langsung menuju jantung RI, yaitu melalui jalur dobrakan self-government.

 

Nah, melalui jalur self-government inilah akhirnya pergumulan politik diatas meja perundingan terus bergulir sampai akhir masanya pada 17 Juli 2005 dengan menghasilkan kesepakatan politik damai yang bisa dijadikan sebagai jalan damai di Acheh.

 

Jadi, lahirnya enam poin utama dari kesepakatan damai hasil aju jotos politis yang sangat seru itulah yang nantinya menjadi dasar hukum untuk tercapainya perdamaian di Acheh. Dimana keenam poin utama itu adalah pemerintahan Aceh yang mencakup undang undang tentang pengaturan sistem pemerintahan Acheh, partisipasi politik, ekonomi, dan aturan hukum. Hak asasi manusia. Amnesti dan integrasi kembali kedalam masyarakat. Pengaturan keamanan. Misi pemantauan. Dan penyelesaian sengketa yang timbul selama pelaksanaan hasil kesepakatan.

 

Nah, wahhabiyin karbitan Hadi, dengan berdasarkan dasar hukum Perundingan Helsinki 15 Agustus 2005 itulah yang akan menjadi payung hukum berlakunya perdamaian di Acheh.

 

Jadi, kalau ASNLF melaksanakan dan menjalankan hak-haknya yang dihasilkan dari perundingan Helsinki itu, maka pihak RI, dalam hal ini DPR, MPR, Mahkamah Agung tidak ada sangkut pautnya dengan ASNLF. Mengapa ?

 

Karena yang akan dijalankan dan dilaksanakan oleh ASNLF di Acheh adalah dasar hukum perjanjian kesepakatan damai Helsinki. Kalau misalnya pihak DPR menyatakan tidak mau mengamandemen UU No.18/2001, itu bukan urusan ASNLF. Karena ASNLF tidak ada urusannya dengan DPR, yang harus berurusan adalah pihak Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla beserta Kabinetnya yang sudah sepakat dengan Perundingan Helsinki.

 

Yang dituntut oleh ASNLF adalah apa yang telah disepakati dalam perundingan Helsinki. Apabila pihak Pemerintah RI tidak menjalankan apa yang telah disepakati dalam perundingan Helsinki, maka itu akibatnya menimpa kepada pemerintah sendiri, berarti kesepakatan dilanggar oleh pihak RI.

 

Satu contoh misalnya, pihak ASNLF akan menjalankan hak politisnya dengan melalui pembentukan partai politik lokal Acheh, sesuai dengan hasil kesepakatan Helsinki. Kemudian kalau pihak Pemerintah dan DPR menolak, maka itu berarti pihak RI telah melanggar ksepakatan perundingan Helsinki. Dan bisa jadi pelaksanaan dilapangan hasil kesepakatan damai ini akan buntu dan gagal.

 

Nah, kalau pihak RI melanggar kesepakatan Helsinki, maka batal dan gagallah kesepaktan Helsinki itu, dan ASNLF kembali ke asalnya bersama TNA.

 

Kalau kesepakatan damai dilanggar RI, maka apa yang sudah dirancangkan oleh pihak RI dengan dana hasil bantuan dan pinjaman asing itu akan terbengkalai. Dan tentu saja, pihak internasional tidak akan lagi menaruh kepercayaan kepada pihak Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Kemudian, berdasarkan dasar hukum perjanjian kesepakatan damai Helsiniki ini juga yang akan dijadikan sebagai dasar hukum yang akan dipakai oleh Pemerintah Sendiri Acheh  untuk membangun Acheh pasca tsunami.

 

Jadi, yang akan dijalankan oleh pihak ASNLF di Acheh adalah apa yang telah menjadi kesepakatan Helsinki.

 

Karena itu, kalau ada pihak RI, seperti DPR atau TNI yang menghambat jalannya pelaksanaan kesepakatan Helsinki ini, maka sudah bisa dipastikan konflik Acheh akan terus berkepanjangan.

 

Selanjutnya, wahhabiyin karbitan Hadi menyatakan: ”Terobosan yang di lakukan Yudhoyono patut di acungi jempol sehingga ANSLF mau berdamai dan kembali ke acheh”

 

Persoalannya adalah bukan terobosan yang dilakukan Yudhoyono yang patut diacungi jempol, melainkan memang konflik Acheh itu telah menghabiskan dana besar dari APBN dan menjadi beban dan corengnya muka RI di mata dunia internasional. Mengapa ? Karena setiap awal tahun negara-negara donor yang akan menutup defisit APBN akan mempertanyakan tentang konflik Acheh dan penyelesaiannya sebagai sarat dikucurkannya bantuan dan pinjaman dana untuk dijadikan sebagai penutup defisit APBN.

 

Jadi, wahhabiyin karbitan Hadi budek, itulah salah satu faktor penting mengapa itu Jusuf Kalla begitu ambisius untuk mengadakan perundingan dengan ASNLF. Dan justru Jusuf Kalla inilah yang menjadi otak dibelakang perundingan ASNLF-RI, bukan Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Kemudian, dunia internasional mendukung penyelesaian konflik Acheh melalui jalur perundingan, bukan dengan cara militer, sebagaimana yang dilakukan berpuluh tahun oleh pihak RI.

 

Pihak dunia internasional mendukung hasil perundingan apapun, selama bukan dengan cara militer. Karena memang hasil perundingan Helsinki ini telah menyepakati terbentuknya Pemerintahan Sendiri Acheh, maka pihak dunia internasional mendukungnya. Bahkan siap untuk menjadi tim monitoring untuk memantau pelaksanaan hasil kesepakatan Helsinki dilapangan. Inilah salah satu dukungan internasional kepada pihak ASNLF dan penyelesaian konflik Acheh.

 

Seterusnya, regenerasi dalam tubuh Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan  tidak menjadi problem, bahkan Kabinet Pemerintah Negara Acheh itu dijalankan oleh Stafnya Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Jadi, tidak ada timbul krisis kepemimpinan dalam tubuh ASNLF. Generasi baru dan generasi muda telah siap dibelakang Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

 

Kemudian kalau wahhabiyin karbitan Hadi menyatakan: ”Gerombolan separatis ini sangat MENGKULTUSKAN Tengku Hasan di Tiro Termasuk ahlul bid'ah Ahmad Sudirman.”

 

Tidak ada pengkultusan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, yang ada adalah menghormati Teungku Hasan Muhammad di Tiro sebagai Wali Negara Acheh dan pemimpin bangsa Acheh yang sedang berjuang membebaskan negeri Acheh.

 

Dan Ahmad Sudirman tidak mengkultuskan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, melainkan Ahmad Sudirman menghormati Teungku Hasan Muhammad di Tiro sebagai Wali Negara dan pemimpin bangsa Acheh dalam memperjuangkan penentuan nasib sendiri.

 

Terakhir, perjuangan ASNLF bukan perjuangan demi kekuasaan, melainkan perjuangan untuk menentukan nasib sendiri. Kalau dalam perjuangan ASNLF memakai jalur politik dan kendaraan politik, itu bukan berarti bahwa ASNLF berjuang demi kekuasaan. Politik dan kendaraan politik adalah alat untuk dijadikan sarana mencapai penentuan nasib sendiri dan memebaskan negeri Acheh dari cengkraman penjajah RI.

 

Kemudian tentang Islam, bangsa Acheh telah menerapkan Islam dalam kehidupan keluarga, masyarakat, pemerintah jauh sebelum itu yang namanya Negara sekuler RI dengan pancasila dan UUD 1945 berdiri di muka bumi ini. Dan tentu saja pihak ASNLF sebagaimana yang telah disepakati dalam kesepakatan Helsinki tidak mengakui kedaulatan RI atas Acheh dan hanya menjalankan apa yang telah disepakati.

 

Islam di Acheh sudah menjadi darah daging, kalau bukan karena datangnya orang-orang yang menduduki Acheh dengan pasukan TNI Jawa-nya yang merobah kehidupan beragama di Acheh. Acheh telah dijejali dengan racun-racun pancasila dan penjabaran hukum-hukumnya. Inilah salah satu yang menjadi kehidupan beragama di Acheh rusak, akibat virus pancasila yang berbahaya.

 

Dan kalau kalian wahhabiyin karbitan Hadi berteriak: ”Dan atas nama hukum tumpas dan

ganyang GAM/ASNLF sampai ke akar akarnya kaerena sudah menipu rakyat Acheh, banyak menimbulkan korban tak berdosa, fitnah dan perpecahan sesama umat Islam Indonesia”

 

Nah, kalau kalian mengobarkan sikap yang demikian, maka yang hancur adalah kalian sendiri. Bangsa Acheh bersama ASNLF atau GAM tidak bisa dihancurkan dengan kekuatan senjata, tidak juga dengan aturan hukum yang dibuat oleh DPR dan Presiden. Bangsa Acheh bersama ASNLF atau GAM tetap tegar menghadapi penjajah, khsusunya menghadapi orang model-model wahhabiyin karbitan Hadi budek dari betawi.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 22 Jul 2005 18:33:11 +0700

From: "H4D!" hadifm@cbn.net.id

To: "muba zir" <mbzr00@yahoo.com>, "Che Guevara" <CheLives@gmail.com>, "Pos Bali" <balipost@indo.net.id>, <bambang_hw@re.rekayasa.co.id>, <bsatya@t-online.de>, <banjar@centrin.net.id>, <beriakuarti@hotmail.com>, <ben21@cbn.net.id>, <bbuana@rad.net.id>, ahmadsudirman_gam@yahoo.se

Subject: ASNLF AKAN IKUT  MENARI DAN BERNYANYI TARIAN YUDHOYONO DAN DPR-RI

 

Assalamuaa'laikum wr

 

AHMAD SUDIRMAN YANG SUPER BUDEK DAN CONGE YANG  TIDAK MENGAKUI KEDAULATAN RI ATAS ACHEH, PADAHAL ANSLF AKAN MENARI DAN BERNYANYI TARIAN YUDHOYONO DAN DPR-RI.

 

Lihatlah Saudara Saudara Semakin Jelas dan Tegas Akan Kebudekan dan Congenya Ahmad Sudirman yang tetap saja tidak mengakui Kedaulatan RI Atas Acheh.

 

Ahmad Wrote : "Tentu saja, tercapainya kesepakatan damai ini bukan berarti pihak ASNLF menyerah kepada RI dan mengakui kedaulatan RI atas wilayah Acheh, melainkan dengan dicapainya kesepakatan damai di Acheh ini kedua belah pihak mendapat martabat yang sama, tanpa ada yang kehilangan muka."

 

Lihat jawabannya Betapa Conge nya ahmad sudirman dan coba lihat jawaban seterusanya "Dan tentu saja, dengan diakuinya hak-hak politis bagi bangsa Acheh yang ada dibawah ASNLF dan TNA, itu merupakan jaminan politis yang diberikan oleh pihak RI kepada pihak ASNLF untuk membangun Pemerintah Sendiri di Acheh"

 

Dan tentu saja, dengan diakuinya hak-hak politis bagi bangsa Acheh yang ada dibawah ASNLF dan TNA, itu merupakan jaminan politis yang diberikan oleh pihak RI kepada pihak ASNLF untuk membangun Pemerintah Sendiri di Acheh.

 

Selanjutnya, kemenangan lainnya bagi ASNLF adalah dengan disepakatinya pemberian amnesti untuk bangsa Acheh baik yang telah dijatuhi hukuman ataupun bagi pihak TNA dan ASNLF. Nah, pemberian amnesti ini adalah merupakan salah satu jalan hukum bagi tampilnya bangsa Acheh untuk membangun Pemerintah Sendiri di wilayah yang masih diduduki oleh RI.

 

Seterusnya wahhabiyin karbitan Hadi betawi menyinggung masalah campur tangan Yudhoyono di pemerintah Daerah. Jelas, itu tidak benar. Presiden tidak ikut campur tangan langsung dalam soal pengaturan pelaksanaan kebijaksaan program harian pemerintah Daerah. Coba kalian wahhabiyin karbitan Hadi betawi baca lagi itu apa yang tertuang dalam konstitusi negara burung garuda pancasila RI. Apa memang itu Presiden ikut campur tangan langsung dalam pengaturan pelaksanaan kebijaksanaan program harian pemerintah Daerah ?. Kalau itu Presiden membuat Keppres atau Peraturan Presiden untuk Daerah, itu memang hak Presiden, tetapi pelaksanaannya itu dijalankan langsung oleh pemerintah Daerah atau bersama para anggota kabinetnya, tergantung pada isi Keppres atau PP tersebut."

 

Di satu sisi Ahmad Sudirman tidak mengakui Kedaulatan RI atas Acheh tapi disisi lain Ahmad Sudirman meminta hak politik mantan anggota GAM di akui oleh RI dan mengemis amnesti dari Presiden RI Susilo B. Yudhoyono. Apakah itu bukan Kedaulatan RI ? Jelaslah terlihat kebodohan Ahmad Sudirman dan Igauannya Semakin kentara bahwa nantinya ANSLF mau membangun Acheh tanpa campur tangan Yudhoyono. Jelaslah itu kebodohan yang absolute. mau bangun pakai apa Acheh ? setelah hancur luluh lantak oleh Tsunami. Pakai Bulu Ketiak Ahmad Sudirman Kah ?

 

Memang President Tidak mencampuri kebijakan harian daerah. itu sudah menjadi tanggung jawab kepala daerah. namun president mempunya kewenangan untuk mengatur para  kepala daerah itu baik lewat INPRES , KEPRES ataupun aturan melalui mentri mentrinya dalam segala hal baik masalah Ekonomi , Politik dan Keamanan.

 

Di Kantong Tuxedo Yudhoyono Tersimpan Jutaan Dollar Amerika Sumbangan Negara Tetangga dan Milyaran Rupiah APBN Plus Ratusan Rencana Pemulihan Acheh.Dan terus akan mengalir ke kantong yudhoyono.Karena Acheh masih dalam bingkai NKRI seluruh aliran dana yang akan masuk ke acheh baik dari dalam / luar Negri akan di teliti dulu oleh Tim SBY.

 

Tentunya ANSLF pimpinan Hasan Tiro Akan Mati berdiri karena kebijakan luar Negri dan dalam Negri Acheh masih di bawah kendali Yudhoyono dan mau tidak mau ANSLF akan menari dan menyanyi Tarian Yudhoyono dan DPR-RI. Dan Tidak mustahil nanti Hasan Tiro akan di ajak menyanyi bareng bersama Yudhoyono menyanyikan indonesia raya dan karaoke lagu Jamrud.

 

Ahmad Sudirman Pikir Sebegitu mudahnya kah mengurus dan berkuasa di Acheh ?

 

Jelaslah Kepicikan dan Kebodohan Ahmad Sudirman Semakin Menjadi. Ahmad Sudirman mengira ANSLF akan Segera Berkuasa di NAD ??. Hanya Orang Tolollah yang mempunyai pikiran demikian. masih banyak yang harus dihadapi ANSLF. Antra lain harus mengikuti pemilu yang demokratis bila mana terbentuk partai lokal GAM.

 

ANSLF masih harus berhadapan dengan DPRD yang dipilih secara demokratis oleh jutaan Rakyat Acheh yang notabene nya di dukung oleh partai besar yang mempunyai jutaan anggota dan simpatisannya. Antara lain PARTAI AMANAT NASIONAL, PPP, GOLKAR, PDIP DEMOKRAT, PBB  dan Partai Gurem lainya

 

Tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik Horisontal di Acheh..Bilamana ini terjadi Kiamatlah Acheh, TNI akan leluasa bergerak atas nama HUKUM dan Ketertiban akan menumpas ANSLF.

 

Jelaslah Terobosan yang di lakukan Yudhoyono patut di acungi jempol sehingga ANSLF mau berdamai dan kembali ke acheh mengapa ?

 

1.Beban Biaya RI untuk TNI semakin berkurang, berkurang karena di tariknya sekitar 50.000 Pasukan Non Organik dan Pasukan Elit POLRI  BRIMOB ( Bigade Mobil ) Dari Acheh. yang sangat di takuti oleh ANSLF.

2.Tak perlu mengejar anggota GAM ke gunung gunung atau keluar Negri. karena ANSLF akan turun kekota. ini memudahkan penumpasan total ANSLF bila mana ANSLF menghianati isi perjanjian Helsinky yang sudah di tandatangani atau yang akan di tanda tangani 15 Agustus mendatang.

 

3.Tidak ada lagi korban masyarakat sipil tak berdosa yang menjadi tameng para anggota ANSLF.

 

4.Mudah untuk meng identifikasi para anggota dan pendukung ANSLF

5.Terbukalah kedok GAM yang menggunakan Islam Sebagai Kendaraan Politik.

 

Ahmad Wrote : Memang, dengan tidak disodorkannya kemerdekaan, bukan berarti ASNLF membuang tujuan kemerdekaan Acheh, melainkan dalam usaha mencapai kesepakatan damai di Acheh, usaha untuk mencapai kemerdekaan dilakukan dengan melalui langkah dobrakan dengan cara membangun Pemerintah Acheh di wilayah yang masih dikuasai oleh RI.

 

Mngapa Kemerdekaan tidak di sodorkan oleh ANSLF ? Karena ANSLF sudah mulai sadar bahwa Acheh adalah bagian NKRI.  ANSLF sadar betul karena perjuangannya adalah sia sia dan  tidak di dukung oleh negara negara eropa termasuk swedia negara pelariannya dan negara lainnya. karena tidak satupun negara di dunia mengakui bahwa acheh adalah bangsa. akan tetapi acheh adalah bagian daerah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

ANSLF sudah kehabisan akal sehingga mau tidak mau menandatangani perjanjian hensinky. bagai buah simalakama terus bejuang memakai bendera Islam tidak laku di pasaran international, karena negara negara barat  menganggap  islam adalah terorist. sedangkan tidak memakai islam di pasaran dalam negri ( Acheh ) tidak akan laris dan tidak akan laku.

 

Belum lagi krisis kepemimpinan yang akan di hadapi ANSLF.Mengingat Tengku Hasan di Tiro sudah Udzur. Gerombolan separatis ini sangat MENGKULTUSKAN Tengku Hasan di Tiro Termasuk ahlul bid'ah Ahmad Sudirman. sehingga dari pada jatuh tertiban tangga Akhirnya Jadilah ANSLF PELACUR POLITIK  yang meng halalkan segala cara untuk kepentingan sempit Tengku Hasan di Tiro.

 

Akhirnya dapat di simpulkan pula di mimbar bebas ini  bahwa perdebatan panjang yang di lakukan ahmad sudirman cs dan dajal Imigran lainya VERSUS  Hadi, Rokmawan, Sumitro, SP Saprudin, Dharminta, Muba , Tati . dan rekan rekan lainya.  TERBUKTI BAHWA PERJUANGAN ANSLF/GAM ADALAH BERJUANG DEMI KEKUASAAN DINASTI HASAN TIRO.BUKAN KEMASYLAHATAN RAKYAT ACHEH. APALAGI PERJUANGAN KILAFAH ISLAM , DAN TERBUKTI PULA BAHWA ANSLF / GAM MENGGUNAKAN ISLAM SEBAGAI KENDARAAN POLITIK DAN TOPENG BELAKA..KARENA DENGAN SADAR SEPENUH HATI ANSLF AKAN HIDUP DI BAWAH CENGKARAM BURUNG GARUDA.BUKAN ALQUR'AN DAN AL HADIST. SEPERTI YANG DI GEMBAR GEMBORKAN OLEH ANSLF DAN AHMAD SUDIRMAN. INI ADALAH PENISTAAN TERBESAR TERHADAP AGAMA ISLAM DAN MASYARAKAT ACHEH.

 

DAN ATAS NAMA HUKUM  TUMPAS  DAN GANYANG  GAM / ANSLF SAMPAI KE AKAR AKARNYA KARENA SUDAH MENIPU RAKYAT ACHEH, BANYAK MENIMBULKAN KORBAN TAK BERDOSA , FITNAH DAN PERPECAHAN SESAMA UMAT ISLAM INDONESIA.

 

MAKA DI SERUKAN KEPADA MASYRAKAT ACHEH KUSUSNYA DAN MASYARAKAT RI PADA UMUMNYA UNTUK WASPADA DAN TIDAK MENDUKUNG PARTAI YANG DIDIRIKAN OLEH ANSLF NANTI. KARENA AKAN MEMBAWA BANYAK MUDHARAT NYA. SUDAH TERBUKTI SELAMA 30 TAHUN LEBIH , ADANYA ANSLF HANYA MEMBAWA BEBAN DAN DERITA MASYARAKAT ACHEH SAJA.. KARENA PARTAI ANSLF MAYORITAS TERDIRI DARI BATALYON INFANTRI PASUKAN  SAKIT HATI YANG  HAUS KEKUASAAN. ( Tak ada President Gubernur pun Jadi )

 

Wasslam

 

Hadi

 

hadifm@cbn.net.id

Betawi, Indonesia

----------