Stockholm, 22 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


BECAK DENGAN MATA BERDELIK-DELIK SAMBIL MULUT MENDENDANGKAN PUISI DK PBB NO.86/1950 & TIMTIM

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KELIHATAN DENGAN JELAS, ITU KANG BECAK SAMBIL DUDUK DITIKAR DENGAN MATA BERDELIK-DELIK DAN MULUT KUNYAM-KUNYEM BACA JAMPE PUISI DK PBB NO.86/1950 & TIMTIM

 

“Status Aceh telah jelas dan meyakinkan. Tercermin dan terpatri dibawah ketentuan, DK PBB No. 86 tahun 1950 Bahkan Amerikapun, Menganggap Aceh dan Masalah Timor-timur, Sama sekali berbeda. Anehnya, Data itu tertulis jelas dalam tulisan Ahmad Sudirman. Tetapi, Langsung ditutup dengan kebencian. Bahwa Sukarno telah melakukan kebohongan.“ (Kang becak, kbecak@yahoo.com , Fri, 22 Jul 2005 08:32:37 -0700 (PDT))

 

Baikah kang becak di Tokyo, Jepang.

 

Rupanya itu Becak ini sambil mata mendelik-delik terus berusaha untuk mempertahankan RI-Jawa-Yogya model mbah Soekarno yang telah menelan 15 Negara/Daeah Bagian RIS masuk kedalam tubuh RI-Jawa-Yogya melalui jampe-jampe buatan mbah Soekarno cs yang diberi nama UU Darurat No 11/1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang dikeluarkan pada tanggal 8 Maret 1950. Dan sehari sebelum RI-Jawa-Yogya yang kegemukan dijelmakan jadi NKRI, disantaplah Negeri Acheh memakai jampe sulap yang diberi label PP RIS No.21/1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi yang dibuat pada 14 Agustus 1950. Dan menjadilah RI-Jawa-Yogya yang buncit karena didalamnya mengandung 15 Negara/Daeah Bagian RIS termasuk Acheh dan Maluku Selatan.

 

Nah, disinilah kelicikan dan kecurangan mbah Soekarno dengan gaya sulap penelanan kebijaksaan politik ekspansinya dengan melalui wadah RI-Jawa-Yogya yang telah melahap Negara-Negara dan Daerah-Daerah yang ada diluar wilayah de-facto dan de-jure RI.

 

Dan inilah yang Ahmad Sudirman katakan penipuan licik mbah Soekarno terhadap pihak Dewan Keamanan PBB, ketika mbah Soekarno membawakan surat permohonan untuk menjadi anggota PBB.

 

Pihak PBB mengetahui bahwa pada tanggal 27 Desember 1949 itulah RIS yang diakui dan diserahi kedaulatan oleh Belanda. Dimana itu RI merupakan salah satu Negara Bagian RIS. Tetapi, dengan akal licik dan tipu sulap bulus mbah Soekarno Jawa dengan RI-Jawa-Yogya-nya inilah telah memanipulasi Negara-Negara Bagian yang ada dalam tubuh Negara Republik Indonesia Serikat masuk kedalam perut RI-Jawa-Yogya, yang nota bene adalah salah satu dari 16 Negara/Daerah Bagian RIS.

 

Becak, masalah yang dijadikan alasan mengapa itu mbah Soekarno merupakan penipu licik ?

 

Karena dalam periode antara 27 Desember 1949 sampai 15 Agustus 1950 itulah yang tanpa diketahui oleh PBB apa yang telah dikerjakan dalam tubuh RIS oleh Soekarno cs dengan RI-Jawa-Yogya-nya. Yang tahu-tahu pada tanggal 15 Agustus 1950 telah menjelma itu yang asalnya RIS dilebur jadi RI-Jawa-Yogya yang gemuk, dan akhirnya menjelma menjadi NKRI.

 

Dan NKRI jelmaan RI-Jawa-Yogya yang gemuk karena menelan 15 Negara/Daerah Bagian RIS ditambah Acheh dan Maluku Selatan inilah yang dilaporkan kepada Dewan Keamanan PBB untuk dimintakan keputusan dan rekomendasinya agar disahkan dalam Sidang Paripurna PBB menjadi anggota PBB yang ke 60.

 

Jadi, karena Becak ini hanya menelan cerita mitos yang dilambungkan mbah Soekarno tentang NKRI inilah yang tanpa mengetahui asal usul terjadinya NKRI, maka dengan gaya model daeng Kalla dan mbah Yudhoyono melambungkan untaian bait kata-kata dalam puisi sumbing ”Status Aceh telah jelas dan meyakinkan. Tercermin dan terpatri dibawah ketentuan, DK PBB No. 86 tahun 1950 Bahkan Amerikapun, Menganggap Aceh dan Masalah Timor-timur, Sama sekali berbeda.”

 

Becak, justru yang tidak diketahui PBB adalah apa yang ada dalam karung goni yang didalamnya ada NKRI, sedangkan yang ada dalam perut NKRI yang terhampar Negeri Acheh tidak pernah dinyatakan secara terbuka dan sebenarya bagaimana proses dimasukkannya Acheh kedalam tubuh RIS, lalu masuk ke usus RI-Jawa-Yogya, kemudian masuk otomatis kedalam usus buntunya NKRI.

 

Akibat dari kecurangan mbah Soekarno dalam menelan Negeri Acheh dan yang tidak pernah dideklarkan secara terbuka kepada pihak PBB, maka tiga tahun kemudian pecahlah Negeri Acheh keluar dari tubuh NKRI dengan pancasila-nya mbah Soekarno. Dimana Acheh dinyatakan berdiri sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila NKRI dan berdiri sendiri.

 

Nah, inilah yang akhirnya terbongkar oleh PBB, apalagi setelah Soekarno melantik Kabinet Ali-Wongso dibawah Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo dari PNI dan Wakil PM Wongsonegoro dari Partai Indonesia Raya (PIR) dengan dibantu oleh NU (Nahdlatul Ulama) pada 1 Agustus 1953. Kemudian secara bersama-sama menggempur kekuatan NII di Jawa Barat dan NII di Acheh.

 

Nah, dari mula itulah konflik Acheh mulai meluncur ke permukaan dan mencuat keangkasa sampai detik sekarang ini.

 

Kemudian menyinggung Timor Timur.

 

Itu ketika di Timor Portugis, demokrasi dikembangkan tahun 1974 dan seterusnya. Kemudian dibentuk tiga partai politik Timor yang terdiri dari UDT (Uni Demokratik Timor) yang memperjuangkan suatu proses otonomi progresif di bawah Portugal. ASDT (Perhimpunan Sosial Demokrat Timor) yang kemudian menjadi FRETILIN (Front Revolusioner untuk Kemerdekaan Timor Timur) yang memperjuangkan kemerdekaan penuh bagi Timor Timur. Dimana Fretilin merupakan partai yang radikal. APODETI (Persatuan Rakyat Demokratik Timor) yang menganjurkan agar Timor Timur berintegrasi dengan Indonesia.

 

Kemudian, pada bulan Februari dan Maret 1975 diadakan pemilihan lokal, dimana FRETILIN  mendapat suara 55%, sisanya diperoleh oleh UDT. Ternyata lebih dari 90% penduduk Timor Timur mendukung FRETILIN dan UDT yang bertujuan untuk kemerdekaan. Adapun APODETI hanya didukung oleh sekitar 300 orang saja, walaupun partai ini mendapat bantuan keuangan dari Jakarta.

 

Nah, dikala FRETILIN dan UDT makin kuat di Timor Timur, muncullah Indonesia untuk campur tangan. Dimana langkah pertama yang dilakukan mbah Soeharto adalah sebelum dilakukan pemilihan lokal di Timor Timur mbah Soeharto telah membentuk suatu komando khusus yang dinamakan dengan Operasi Komodo pada tahun 1974 dengan tujuan untuk mendestabilisasikan Timor Timur. Ketika kelompok APODETI kelihatan lemah, maka pihak RI mulai membujuk para pemimpin UDT agar memisahkan diri dari persekutuan mereka sebelumnya dengan FRETILIN.

 

Ternyata pihak UDT bisa dipengaruhi. Dan dalam rapat-rapat rahasia antara para pemimpin UDT dengan beberapa perwira TNI Indonesia, para jenderal TNI berhasil membujuk UDT untuk melancarkan suatu kudeta anti FRETILIN. Dengan alasan ketidakstabilan, maka pihak RI dengan TNI-nya melakukan penyerbuan, dengan dalih untuk memulihkan ketertiban.

 

Nah, mulailah di Timor Timur pecah perang bersaudara. Para personil Sipil dan militer Portugal telah dikurangi dari Timor Timur. Dan Pada tanggal 27 Agustus 1975, gubernur Portugal berserta stafnya, para dokter dan anggota militer secara diam-diam meninggalkan Dili di tengah malam menuju ke pulau Atauro di lepas pantai Timor, mereka tinggal sampai bulan Desember 1975, sebelum ber-tolak ke Portugal. Sejak Agustus 1975 pemerintahan Portugal sudah tidak adak lagi di Timor Timur. Penyerahan kekuasaan tidak pernah diadakan.

 

Nah, disaat itulah FRETILIN secara de-facto memegang kekuasaan di Timor Timur. Karena telah memenangkan pemilihan lokal di Timor Timur. FRETILIN membentuk pemerintahan dan menjalankan program-program di bidang sosial, kesehatan, pendidikan dan pendidikan politik. FRETILIN didukung luas oleh rakyat Timor Timur.

 

Dikala FRETILIN memegang kekuasaan de-facto di Timor Timur, menyusuplah TNI ke Timor Timur yang diperintahkan oleh Soeharto melalui jalur Operasi Komodo. Sejak bulan September 1975 pasukan TNI mulai menyusup lewat perbatasan dari Timor Barat yang dikuasai Indonesia ke Timor Timur. Dengan menyerang penduduk sipil dan membakar tanaman dan rumah di wilayah perbatasan, mereka mencoba menciptakan gambaran bahwa perang saudara masih terus berlanjut dan bahwa anarki terjadi di mana-mana. Kekalutan semacam ini akan membenarkan suatu penyerbuan.

 

Dengan adanya intervensi TNI, meluncurkan FRETILIN memproklamasikan Republik Demokrasi Timor Timur pada tanggal 28 Nopember 1975, dalam suatu upacara di depan Gedung Pemerintahan Portugis lama. Kemerdekaan kiranya akan memungkinkan Timor Timur untuk menyerukan bantuan internasional guna menghentikan agresi Indonesia.

 

Nah, ternyata dari pihak RI, menjawab dengan melambungkan Deklarasi Balibo. Dan pada tanggal 29 Nopember 1975, Deklarasi Balibo, suatu dokumen yang disusun oleh badan intelijen Indonesia, disodorkan kepada para pemimpin partai UDT dan APODETI, yang dipaksa untuk menandatanganinya di bawah ancaman untuk dikembalikan ke tangan bekas lawan mereka, FRETILIN. Deklarasi itu ditandatangani di Bali, tetapi diberi nama Deklarasi Balibo, padahal Balibo adalah kota perbatasan Timor Timur, jadi disini dipakai sebagai kedok untuk memberi kesan bahwa dokumen itu berasal dari Timor Timur. Dimana isi Deklarasi itu minta bantuan pemerintah Indonesia di Timor Timur.

 

Nah itulah merupakan strategi Indonesia untuk menggunakan para pemimpin UDT dan APODETI sebagai sarana untuk menjawab deklarasi FRETILIN mengenai kemerdekaan. Dan sekaligus untuk mempersiapkan penyerbuan besar-besaran terhadap Timor Timur.

 

Jadi dengan adanya Deklarasi Balibo inilah yang dijadikan alasan RI untuk melakukan penyerbuan terhadap Timor Timur.

 

Nah, dengan membaca sedikit latar belakang terjadinya perobahan politik dan penyerbuan pihak TNI kepada Timor Timur, maka sudah jelas, pihak PBB melihat dengan mata kepala sendiri.

 

Dan sebagaimana yang sudah diketahui bersama, yaitu pada tanggal 30 Agustus 1999, dengan dibawah pengawasan PBB telah dilakukan referendum di Timor Timur. Dimana hasilnya, yang diumumkan pada tanggal 4 September 1999, menyatakan 78,5% ingin merdeka dan sisanya, 21,5 %, tetap bergabung dengan RI.

 

Sekarang, kalau dibandingkan dengan Acheh, maka ketika mbah Soekarno mencaplok Acheh, itu Soekarno melakukan dengan cara diam-diam dengan melakukan pembuatan hukum sepihak, yaitu PP RIS No.21/1950 tanggal 14 Agustus 1950.

 

Jadi, mana diketahui orang apalagi diketahui oleh PBB.

 

Sedangkan ketika pihak TNI menyerbu Timor Timur itu terlebih dahulu dibuat surat dokumen-dokumennya yang dikenal dengan nama Deklarasi Balibo yang ditandatangani di Bali, bukan di Balibo. Inilah penipuan besar-besaran yang dilakukan oleh mbah Jenderal Soeharto terhadap rakyat Timor Timur yang berkolaborasi dengan orang Timor Timur sendiri yang bisa ditipunya. Sedangkan di Acheh, mbah Soekarno hanya membuat surat perampasan tanah Acheh sendirian saja, tanpa adanya persetujuan dari seluruh bangsa Acheh dan pemimpin bangsa Acheh.

 

Jadi Becak, sebenarnya masalah Acheh dan Timor Timur adalah sama, hanya bedanya adalah kalau Timor Timur dicaplok TNI dimata dunia. Sedangkan Acheh dicaplok Soekarno secara diam-diam tidak ada orang yang tahu dari PBB apalagi dari DK PBB. Itulah akal bulus mbah Soekarno penipu licik.

 

Terakhir, Becak lain kali kalau membuat puisi cobalah dengan isi yang banyak memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat, agar supaya puisi kalian itu ada mutu dan kwalitasnya, buka hanya puisi rombengan yang gombal tidak menentu.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 22 Jul 2005 08:32:37 -0700 (PDT)

From: Kang becak kbecak@yahoo.com

Subject: Data untuk Ahmad Sudirman

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, SP sastra-pembebasan@yahoogroups.com

 

Bismillah,

Jelaslah sudah

Kebohongan yang

Selama ini kau sebarkan.

 

Status Aceh telah jelas dan meyakinkan

Tercermin dan terpatri dibawah ketentuan

DK PBB No. 86 tahun 1950

Bahkan Amerikapun

Menganggap Aceh dan Masalah Timor-timur

Sama sekali berbeda.

Anehnya,

Data itu tertulis jelas dalam tulisan Ahmad Sudirman.

Tetapi,

Langsung ditutup dengan kebencian

Bahwa Sukarno telah melakukan kebohongan.

 

Sudirman,

Suaramu hanya bergaung di dalam

Kuburan.

Karena di luarpun,

Pasti akan ditertawakan.

 

Sudirman, Sudirman

Kausebut SBY sebagai Mbah SBY

Padahal usiamupun

Tak jauh berbeda.

Apakah kau ingin tampak lebih muda ?

 

Kalau kebencian,

Telah merasuk di dalam Jiwa

Tuhapun tidak akan dipercaya

Kau awali dengan menyebut nama Tuhan,

Kau isi dengan kebencian dan kebohongan

Kemudian kau tutup dengan nama Tuhan.

 

Mungkinkan ini sebuah pertanda

Akhir zaman,

Bahwa dajjal telah muncul ke permukaan.

Dengan menyebarkan kebencian

Di balik nama Tuhan ?

Naudzubillah mindzalik.

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

----------