Stockholm, 22 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA, COBA PERTAHANKAN PEMBERIAN ABOLISI KEPADA TGK DAUD BEUREUEH, TETAPI BUTA TIPU LICIK MBAH SOEKARNO

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MUBA DIJON, MENCOBA MEMPERTAHANKAN PEMBERIAN ABOLISI KEPADA TGK DAUD BEUREUEH, TETAPI BUTA TIPU LICIK MBAH SOEKARNO

 

“Tuh kan, kamu bohong lagi, ASU. Allahyarham Daud Beureuh itu tidak setuju Aceh menjadi bagian dari Propinsi Sumatra Utara dan beliau juga menginginkan syariat Islam tegak di wilayah Aceh. Itu saja awal mulanya. Akhirnya, Daud Beureuh menerima amnesti dari Pemerintah RI, di hadapan sebuah majelis tokoh masyarakat Aceh. Daud Beureuh itu seorang tokoh besar Aceh, jadi, sesuai maqamnya, penerimaan amnesti oleh beliau itu harus di hadapan majelis yang terhormat pula. Hanya satu orang Aceh yang berbuat tidak pantas kepada Tengku Daud Beureuh, itulah si hasan tiro banci itu. ” (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Fri, 22 Jul 2005 09:18:35 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Muba Dijon, dari dulu, kalian itu tidak maju-maju, hanya ampas sampah kelapa hasil perasan otak odang kalian saja yang menyampah di mimbar bebas ini, dan memenuhi HD Ahmad Sudirman.

 

Coba sekali-kali pakai itu otak dengan memakai isi fakta, bukti sejarah dan dasar hukum yang baik, dan benar. Bukan hanya hasil comotan dari tempat sampah dipinggir tukang kebab di Dijon saja,

 

Mana kalian itu Muba Dijon menjadi maju, kalau hanya kepandaian kalian sampai disitu-situ saja. Memberi komentar seperti putaran kelitan cacing saja.

 

Sudah jelas fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya yang menyatakan Teungku Muhammad Daud Beureueh telah mengeluarkan Acheh dari tali ikatan mbah Soekarno RI-Jawa-Yogya-nya yang sebelumnya telah mengikat karena hasil aneksasinya memakai tali PP RIS No.21/1950 tanggal 14 Agustus 1950.

 

Nah, setelah dimaklumatkan Acheh menjadi NII yang bebas berdiri sendiri lepas dari kekuasaan negara pancasila RI mbah Soekarno, itu artinya, Muba Dijon budek, adalah Acheh secara de-facto dan de-jure bebas berdiri sendiri dan tidak ada hubungan garis komando kekuasaan dengan pusat di Jakarta dibawah mbah Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya yang telah menjelma menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950.

 

Jadi, tidak ada fakta bukti dan sejarah serta dasar hukum lainnya yang menyatakan Teungku Muhammad Daud Beureueh melepaskan Acheh dengan NII-nya dari Propinsi Sumatra Utara. Kalau ada yang berdasarkan argumentasi demikian, itu tandanya orang budek, contohnya seperti Muba Dijon ini.

 

Dan kalian Muba Dijon, mana itu ada kalian miliki faktanya tentang Teungku Muhammad Daud Beureueh memaklumatkan NII bebas dari pengaruh kekuasaan Propinsi Sumara Utara, sampai kiamat kalian tidak akan menemukan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum itu.

 

Dan itu Teungku Muhammad Daud Beureueh bukan hanya berjuang melalui NII saja tetapi juga melalui Republik Persatuan Indonesia, dan Republik Islam Aceh.

 

Juga itu Teungku Muhammad Daud Beureueh bukan hanya sendirian, melainkan bergabung dengan Sjafruddin Prawiranegara Dan Mohammad Natsir dengan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia. Juga bergabung dengan Imam NII SM Kartosoewirjo dari Jawa Barat. Itu membuktikan bahwa perjuangan Teungku Muhammad Daud Beureueh adalah memperjuangan NII yang bebas merdeka dari pengaruh kekuasaan negara panacsila RI dibawah mbah Soekarno. Bukan dari kekuasaan Propinsi Sumatra Utara.

 

Dan ketika Teungku Muhammad Daud Beureueh di sodorkan abolisi oleh mbah Soekarno dan setelah berdialog dan berunding dengan utusan wakil rakyat di Acheh, maka diterimanya itu abolisi mbah Soekarno tanpa adanya kesepakatan politik untuk kelangsungan hidup NII yang menjelma menjadi RIA-nya

 

Nah, itulah yang Ahnmad Sudirman katakan bahwa Teungku Muhammad Daud Beureueh benar-benar tertipu oleh mbah Soekarno. Itu Teungku Muhammad Daud Beureueh terlalu percaya kepada penipu licik mbah Soekarno yang telah melahap 15 Negara/Daerah Bagian RIS ditambah Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

 

Jadi Muba Dijon, kalau kalian tidak memiliki fakta, bukti dan sejarah serta dasar hukum yang kuat tentang sejarah Teungku Muhammad Daud Beuereueh dengan NII, RPI dan RIA-nya, maka kalian janganlah banyak bercuap, karena hanya menyampah saja di mimbar bebas  dan di HD Ahmad Sudirman.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 22 Jul 2005 09:18:35 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: SAPRUDIN, ITU TGK DAUD BEUREUEH DIJERAT ABOLISI SOEKARNO, ADAPUN TGK HASAN DI TIRO JERAT YUDHOYONO PAKAI SELF-GOVERNMENT

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh alasytar_acheh@yahoo.com

 

Tuh kan, kamu bohong lagi, ASU. Allahyarham Daud Beureuh itu tidak setuju Aceh menjadi bagian dari Propinsi Sumatra Utara dan beliau juga menginginkan syariat Islam tegak di wilayah Aceh. Itu saja awal mulanya.

 

Akhirnya, Daud Beureuh menerima amnesti dari Pemerintah RI, di hadapan sebuah majelis tokoh masyarakat Aceh. Daud Beureuh itu seorang tokoh besar Aceh, jadi, sesuai maqamnya, penerimaan amnesti oleh beliau itu harus di hadapan majelis yang terhormat pula.

 

Hanya satu orang Aceh yang berbuat tidak pantas kepada Tengku Daud Beureuh, itulah si hasan tiro banci itu. Bahkan, di masa clash antara Daud Beureuh dengan RI, itu si banci pemuja yahudi itu, dengan sangat tidak bermartabat telah berbuat culas terhadap Daud Beureuh. Kini si banci culas penikmat yahudi itu telah menjadi seorang tua bangka tak berguna dengan seluruh deritanya. Karma telah sampai kepadanya.

 

Jangan sekali-kali kamu merendahkan Abu Daud Beureuh! Ingat itu!

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com

Dijon, Bourgogne, Perancis

----------