Stockholm, 24 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA BUTA TIDAK MELIHAT TGK DAUD BEUREUEH BERGABUNG DENGAN SJAFRUDDIN & NATSIR

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KARENA MATA MUBA DIJON BUTA, KETIKA TGK MUHAMMAD DAUD BEUREUEH BERGABUNG DENGAN SJAFRUDDIN & NATSIR, TERLEWATLAH JALUR SEJARAH ACHEH

 

“Ha ha ha. Mana pernah ada koalisi Daud Beureuh dengan Syafrudin, Natsir, dan Karstosoewirjo !! Kenapa nggak sekalian saja kamu ngomong koalisi itu juga terjadi dengan Jenderal Nasoetion? Ha ha. ASU ASU. Sudah beberapa kali kuingatkan, kalau bohong itu yang agak intelek lah!!! ” (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Sat, 23 Jul 2005 16:59:16 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Kelihatan itu Muba Dijon dengan gelak tawa seperti pemain ketoprak ondel-ondel Jawa-Betawi yang memanggung di taman mini Jakarta dengan disaksikan oleh mbah Yudhoyono dan daeng Kalla, membuktikan betapa picik, dangkal dan budeknya isi otak Muba Dijon yang sedang menyuruk di Dijon, Bourgogne, Perancis ini.

 

Coba  saja perhatikan ketika Ahmad Sudirman melambungkan fakta, bukti, dan sejarah tentang: ”Teungku Muhammad Daud Beureueh bukan hanya sendirian, melainkan bergabung dengan Sjafruddin Prawiranegara Dan Mohammad Natsir dengan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia. Juga bergabung dengan Imam NII SM Kartosoewirjo dari Jawa Barat. Itu membuktikan bahwa perjuangan Teungku Muhammad Daud Beureueh adalah memperjuangan NII yang bebas merdeka dari pengaruh kekuasaan negara panacsila RI dibawah mbah Soekarno. Bukan dari kekuasaan Propinsi Sumatra Utara.”

 

Eh, bukannya ditanggapi berdasarkan fakta, bukti, sejara yang benar, melainkan hanya beceloteh sambil cekakakan persis pemain ondel-ondel ketoprak Jawa-Betawi yang asyik sendiri dengan celotehannya: ”Ha ha ha. Mana pernah ada koalisi Daud Beureuhdengan Syafrudin, Natsir, dan Karstosoewirjo !! Kenapa nggak sekalian saja kamu ngomong koalisi itu juga terjadi dengan Jenderal Nasoetion? Ha ha. ASU ASU. Sudah beberapa kali kuingatkan, kalau bohong itu yang agak intelek lah!!! ”

 

Nah, betapa budek dan gombalnya ini jawaban yang ditampilkan oleh Muba Dijon Jawa kowe satu ini. Mengapa ?

 

Karena, sudah jelas berdasarkan fakta dan bukti serta sejarah yang ada, itu pada tanggal 8 Februari 1960 diputuskan untuk membentuk Republik Persatuan Indonesia (RPI) yang berbentuk federasi yang anggota Negaranya adalah Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara dan M. Natsir Cs, NII yang dipimpin oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh, dan Perjuangan Semesta (Permesta). Dimana RPI ini berada dibawah Presiden Sjafruddin Prawiranegara.

 

Nah, tujuan dari dibentuknya Republik Persatuan Indonesia yang berbentuk federasi ini adalah untuk menampung sebanyak mungkin Daerah-Daerah lainnya yang menginginkan berdiri sendiri dan bergabung dalam RPI sebagai lawan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia jelmaan RI-Jawa-Yogya model mbah Soekarno.

 

Dan ide pembentukan negara federasi yang bernama RPI yang dilontarkan oleh M.Natsir ini secara bulat disetujui oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh. Karena itu mengapa NII dibawah pimpinan Teungku Muhammad Daud Beureueh masuk menjadi Negara bagian Republik Persatuan Indonesia dibawah Presiden Sjafruddin Prawiranegara.

 

Jadi Muba Dijon, inilah fakta, bukti, dan sejarah-nya mengapa Ahmad Sudirman menyatakan bahwa Teungku Muhammad Daud Beureueh bukan hanya sendirian, melainkan bergabung dengan Sjafruddin Prawiranegara Dan Mohammad Natsir dengan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia.

 

Kemudian hubungan dengan Imam NII Kartosoewirjo dari Tasikmalaya adalah karena memang ada hubungan antara Teungku Muhammad Daud Beureueh dengan Imam NII SM Kartosoewirjo. Dan Teungku Muhammad Daud Beureueh telah dibaiat berada di bawah pemimpin Imam SM Kartosoewirjo. Dan juga pasukan TII yang ada di Acheh merupakan pasukan Divisi V Tjik di Tiro dibawah NII Imam SM Kartosoewirjo. Tetapi ternyata Teungku Muhammad Daud Beureueh menyerah dengan menerima abolisi Soekarno melalui jalur misi Hardi, yaitu Hardi yang merupakan anggota dalam Kabinet Kerja pasca Dekrit Presiden 5 juli 1959, dan Djoenda diangkat sebagai Menteri Pertama, sedangkan Soekarno langsung sebagai Perdana Menteri-nya, yang dilantik sendiri oleh Soekarno yang menjabat sebagai Presiden pada tangal 10 Juli 1959, dengan triprogramnya, yaitu sandang pangan, keamanan, dan Irian Barat atau Papua Barat.

 

Jadi Muba Dijon, karena memang kalian buta akan sejarah Teungku Muhammad Daud Beureueh dengan NII, RPI dan RIA-nya, maka kalian lewat saja, ketika Ahmad Sudirman membahas tentang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum perjuangan Teungku Muhammad Daud Beureueh. Inilah, akibat kebudekan dan kepicikan otak Muba Dijon, yang pandainya hanya cekakakan saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sat, 23 Jul 2005 16:59:16 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: MUBA, COBA PERTAHANKAN PEMBERIAN ABOLISI KEPADA TGK DAUD BEUREUEH, TETAPI BUTA..

To: Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh alasytar_acheh@yahoo.com

 

Ahmad Sudirman

ahmad_sudirman@hotmail.com

wrote: MUBA, COBA PERTAHANKAN PEMBERIAN ABOLISI KEPADA TGK DAUD BEUREUEH, TETAPI  BUTA TIPU LICIK MBAH SOEKARNO

Juga itu Teungku Muhammad Daud Beureueh bukan hanya sendirian, melainkan  bergabung dengan Sjafruddin Prawiranegara Dan Mohammad Natsir dengan  Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia. Juga  bergabung dengan Imam NII SM Kartosoewirjo dari Jawa Barat.”

 

Ha ha ha... Mana pernah ada koalisi Daud Beureuhdengan Syafrudin, Natsir, dan Karstosoewirjo...!! Kenapa nggak sekalian saja kamu ngomong koalisi itu juga terjadi dengan Jenderal Nasoetion? Ha ha.... ASU... ASU... Sudah beberapa kali kuingatkan, kalau bohong itu yang agak intelek lah...!!!

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com

Dijon, Bourgogne, Perancis

----------