Stockholm, 24 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


BECAK TERKAPAR, SAMBIL MULUT MASIH TERUS MENGINGAU COBA MEROBOHKAN BENTENG ACHEH

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



DENGAN JELAS KELIHATAN ITU BECAK TERKAPAR, SAMBIL MULUT MASIH TERUS MENGINGAU COBA MEROBOHKAN BENTENG ACHEH

 

“Apa yang harus dibuktikan Dalam berdebat dengan dajal Ahmad Sudirman. Jelas sudah Fakta yang telah kangbecak ungkapkan Tentang dajal Ahmad Sudirman adalah Syah dan tak terbantahkan: Ahmad Hakim Sudirman: Seorang kakek Berusia 51 tahun Berasal dari Riau keturunan Sunda. Berwarga Swedia, Ingin merebut kekuasaan Dengan cara memperalat GAM. Tentang data tentang Aceh ? Mana mungkin kau terima dengan lapang dada. Semua kebenaran, Kau tutup dengan kebohongan “ (Kang becak, kbecak@yahoo.com , Sun, 24 Jul 2005 06:44:55 -0700 (PDT))

 

Baiklah Becak di Tokyo, Jepang.

 

Becak, daripada hasil sampah aspal hitam hasil perasan otak kalian menyampah di mimbar bebas dan HD Ahmad Sudirman, maka lebih baik kalian coba berpikir kembali, obrak abrik itu perpustakaan yang ada di Tokyo, kalau-kalau ada buku yang menuliskan tentang RI hubungannya dengan Acheh.

 

Tidak ada guna dan manfaatnya kalian terus-terusan mencoretkan hasil putaran otak kosong kalian itu, yang digumpal-gumpal seperti combro alias oncom dijero, dijajakan kepada para penerus mbah Soekarno yang menyebarkan mitos tentang RI dan Acheh.

 

Becak, memang budek, disuruh memberikan fakta, bukti, sejarah dan hukum tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

 

Eh, malahan menuliskan tentang data pribadi Ahmad Sudirman yang sebagian besar di mimbar bebas ini sudah tahu. Untuk apa pula diukir-ukir lagi, memangnya bisa dijadikan sebagai alat argumentasi untuk menghancurkan benteng Acheh yang telah dibangun Ahmad sudirman.

 

Disuruh untuk menggali fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Negeri Acheh ada dalam usus negara RI-Jawa-Yogya, malahan balik menulis: “Apa yang harus dibuktikan Dalam berdebat dengan dajal Ahmad Sudirman. Jelas sudah Fakta yang telah kangbecak ungkapkan Tentang dajal Ahmad Sudirman adalah Syah dan tak terbantahkan: Ahmad Hakim Sudirman: Seorang kakek Berusia 51 tahun Berasal dari Riau keturunan Sunda. Berwarga Swedia, Ingin merebut kekuasaan Dengan cara memperalat GAM.“

 

Coba, perhatikan secara baik-baik. Model beginikah manusia yang memekai topeng Becak di negeri Sakura ? Dasar budek tidak ketulungan, dan memang benar, kalau begini manusia-manusia yang ada di RI, maka bagaimana bisa itu konflik-konflik yang ada bisa diselesaikan. Karena memang kerjanya hanya cengar-cengir, sambil memungut cerita-cerita yang tidak ada kekuatan hukum, sejarah, fakta dan buktinya yang jelas dan bisa diuji keilmiahannya.

 

Becak, kalau kalian tidak mahu disebut budek, maka kalau ditanya oleh Ahmad Sudirman tentang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Acheh ada dalam perut RI, jangan mengutip-ngutip tentang identitas Ahmad Sudirman. Karena itu tidak bisa dijadikan dasar argumentasi yang kuat, melainkan hanya membuktikan betapa budek dan gombalnya Becak satu ini.

 

Kalau Ahmad Sudirman membukakan semua fakta tentang Acheh dianeksasi mbah Soekarno dengan RIS dan RI-Jawa-Yogya-nya, itu bukan berarti menutupi kebohongan, sebagaimana kalian lambungkan dalam jampe puisi gombal kalian.

 

Ahmad Sudirman kalau memberikan tanggapan berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Acheh dihubungkan dengan RI-Jawa-Yogya, itu bukan berarti Ahmad Sudirman orang terbenar di muka bumi, melainkan karena kalianlah yang memang tidak sanggup membuktikan secara hukum, sejarah, fakta dan bukti tentang masuknya Acheh kedalam tubuh RI-Jawa-Yogya. Jadi, selama kalian tidak mampu memberikan argumentasi yang benar dengan didasarkan pada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum, maka selama itu argumentasi yang disodorkan Ahmad Sudirman masih tetap berlaku.

 

Terakhir, kalau Ahmad Sudirman menyatakan akan berusaha untuk dengan sekuat tenaga dan sekuat hati menggali dan mengikuti apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw. Itu artinya bukan Ahmad Sudirman menjadi Nabi. Melainkan Ahmad Sudirman berusaha dengan kemampuan yang ada, dengan hati yang kuat dan dengan sepenuh tenaga, mencoba untuk mengikuti apa yang dicontohkan Rasulullah saw.

 

Nah, berusaha untuk mencontoh Rasulullah saw, itu artinya bukan maun menjadi Nabi, Becak budek. Jadi jangan kalian samakan mengikuti dengan menjadi. Itu artinya salah kaprah. Apakah kalian pernah memakan bangku sekolah Becak ?

 

Kalau Ahmad Sudirman menyatakan budek kepada kalian, itu bukan mengumpat, melainkan memang benar kenyataannya. Karena kalian Becak, disuruh menampilkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang masuknya Acheh kedalam usus perut RI-Jawa-Yogya, justru yang ditampilkan identitas Ahmad Sudirman. Jadi, bagaimana tidak disebut budek alias tuli, Becak.

 

Dan kalau kalaian mengatakan dajal kepada Ahmad sudirman, kalian itu memang otaknya sudah dimakan racun ampas mitos RI dan racun pancasila hasil kutak-katik mbah Soekarno, sehingga tidak bisa membedakan mana dajal yang ikutan mbah Soekarno dan mana Ahmad Sudirman yang mencontoh Rasulullah saw.

 

Pakai otak Becak, kalau mahu terus menulis di mimbar bebas ini, karena kalau tidak itu dianggap sampah yang menumpuk dan menjejali HD Ahmad Sudirman saja. Dasar budek.

 

Dan tentu saja yang akan merusakkan dan akan menjadikan konflik Acheh terus berkepanjangan kalau itu para ultra nasionalis model orang-orang PDI-P yang terus berkoak-koak tidak tentu arah, selain hanya mengembek kepada apa yang dimitoskan mbah Soekarno saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sun, 24 Jul 2005 06:44:55 -0700 (PDT)

From: Kang becak kbecak@yahoo.com

Subject: Mungkinkah Dajal menjadi Nabi ?

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, sastra-pembebasan@yahoogroups.com

 

Apa yang harus dibuktikan

Dalam berdebat dengan dajal Ahmad Sudirman.

Jelas sudah

Fakta yang telah kangbecak ungkapkan

Tentang dajal Ahmad Sudirman adalah

Syah dan tak terbantahkan:

 

Ahmad Hakim Sudirman:

Seorang kakek

Berusia 51 tahun

Berasal dari Riau keturunan Sunda.

Berwarga Swedia,

Ingin merebut kekuasaan

Dengan cara memperalat GAM.

 

Tentang data tentang Aceh ?

Mana mungkin kau terima dengan lapang dada.

Semua kebenaran,

Kau tutup dengan kebohongan

 

Apakah memang kau sudah pikun ?

Bukalah kembali perdebatan yang telah kau lakukan.

Semuanya terasa basi

Logika rasionalpun terasa tiada arti

Karena hanya ahmad Sudirman merasa

Dirinyalah orang terbenar di muka bumi.

 

Kematian rakyat Acheh

Dianggapnya hanya hitungan angka yang tidak berarti.

Nasihat orang tua

Agar ia berlaku seperti Jenderal Sudirman

Dikentutinya sambil tertawa cekakakan.

Ketika portalnya hilang,

Ia jawab dengan kebohongan

"Ah itukan asuhan kawan yang ada di Jakarta, sebentar lagi beres",

Kilahnya sambil mengelus dada.

 

Sekarang si Dajalpun mengaku

Berperilaku seperti Nabi

Tetapi mengumpat,

Dilakukannya seperti makan ketupat.

 

Ya Allah ya Rabbi,

Bencana apalagi yang sedang rakyat Acheh hadapi.

 

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

----------