Stockholm, 27 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PROLETAR TUKANG BECAK GAYA LENIN & MBAH SOEKARNO MENGIBA-IBA, SETELAH JAMPE PUISINYA MASUK LOBANG TRASH DAN JUNK

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KELIHATAN DENGAN JELAS ITU, PROLETAR TUKANG BECAK GAYA LENIN & MBAH SOEKARNO MENGIBA-IBA, SETELAH JAMPE PUISINYA MASUK LOBANG TRASH DAN JUNK

 

“Kukirimkan kembali Berbagai puisi Yang tidak dijawab oleh Ahmad Sudirman Mungkinkah kini ia telah berganti Menjadi penafsir mimpi Akhir sebuah perjanjian Yang belum dapat dipastikan ?“ (Kang becak, kbecak@yahoo.com , Tue, 26 Jul 2005 16:22:13 -0700 (PDT))

 

Baiklah proletar tukang becak di Tokyo, Jepang.

 

Dasar budek, disuruh mencari bahan-bahan ilmiah tentang jalur proses sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat di perpustakaan-perpustakaan yang ada di Tokyo, Jepang.

 

Eh, bukan dilakukannya, melainkan malahan terus saja membuat jampe-jampe puisi gombalnya yang tidak ada mutu dan kwalitasnya, selain hanya untaian kata-kata yang tidak memiliki kekuatan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum, yang menyatakan dimasukkannya wilayah tanah Acheh kedalam perut buncit negara pancasila burung garuda RI-Jawa-Yogya.

 

Ketika Ahmad Sudirman mengatakan, jangan membuat sampah jampe-jampe puisi gombal di mimbar bebas dan HD Ahmad Sudirman. Eh, malahan dikirimnya pula untaian kata-kata model gheisa Jepang mengiba-ingba: ”Kukirimkan kembali Berbagai puisi Yang tidak dijawab oleh Ahmad Sudirman Mungkinkah kini ia telah berganti Menjadi penafsir mimpi

Akhir sebuah perjanjian Yang belum dapat dipastikan ?”

 

Proletar tukang becak, mengapa Ahmad Sudirman tidak membalas jampe puisi kalian proletar ?

 

Karena, kalian itu memang budek, disuruh mencari fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang dimasukkannya Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat kedalam tubuh buncit RI-Jawa-Yogya, bukan kalian lakukan, melainkan kalian hanyalah mencorat-coret kata-kata yang kalian sebut puisi made in proletar tukang becak alias mang becak yang tidak laku. Kemudian dijajakan pula di pinggir jalan tempat lalulintasnya bus sekitar pacitan, dekat tempat mbah Susilo Bambang Yudhoyono cari angin, sambil diembel-embeli dengan predikat sastra-pembebasan@yahoogroups.com

 

Proletar tukang becak, kalau kalian menyatakan: ”Seharusnya engkau berfikir sebelum sebelum terlambat. Bahwa dalam berdebat. Pemilik data akuratlah yang paling hebat.”

 

Tetapi ketika ditanyakan pada kalian, tentang bagaimana itu jalur proses mbah Soekarno mencaplok Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat. Eh, mulut kalian manyun saja, dengan mata mendelik-delik, tidak tahu bagaimana memutar akal, karena memang otak kosong, keropos, habis dimakan mitos mbah Soekarno tentang Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

 

Jadi, proleter tukang becak alias mang becak budek, kalau kalian menyatakan: ”Pemilik data akuratlah yang paling hebat”. Itu pernyataan kalian adalah keropos. Mengapa ? Karena kalau kalian hanya bisa menjawab, oh itu bunga sakura mekar pada musim semi sekitar bulan April, bukan pada musim panas diterik matahari bulan Juli.

 

Nah, kalau model begitu jawaban kalian, yang kalian katakan: ”Pemilik data akuratlah yang paling hebat”. Itu adalah benar-benar seperti kardun yang takut kecebur ke Ciliwung.

 

Disuruh berbicara masalah Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan dihubungkan dengan RI-Jawa-Yogya, eh, malahan cerita ”Sakura ciptaan dajal, Hancur lebur berserakan tiada arti” yang muncul. Bagaimana tidak disebut budek kalau begini.

 

Bagaimana jadinya otak proletar tukang becak alias mang becak ini. Pantas saja otak itu terus-terusan seperti otak udang. Otak hanya dikasih santapan susi, sampai bau ikan. Atau kadang-kadang dikasih bif hasil daging lembu kloningan.

 

Proletar tukang becak, yang namanya sakura ciptaan dajal, itu model-model Jepun yang sudah mabuk, kemudian mulut komat-kamit, sambil tangan memintal-mintal kertas untuk dijadikan bunga seperti bunga sakura palsu. Lalu hasilnya diserahkan kepada proletar tukang becak  yang melongo seperti orang budek.

 

Kemudian, kalau kalian dengan sosialisme proletariat kalian dengan Marxisme-nya Lenin dicampur dengan marhaenismenya mbah Soekarno masih juga megayuh becak, sambil teriak-teriak melagukan model kaum Lenin dan mbah Soekarno Jawa, maka itu jampe puisi kalian tidak akan laku.

 

Mana ada yang menaggapi jampe puisi kalian proletar tukang becak budek. Begitu Ahmad Sudirman membiarkan beberapa saat kalian meraung-raung. Eh, baru saja beberapa jam, kalian sudah geregeten. Sambil mulut berceloteh: ”Kukirimkan kembali Berbagai puisi Yang tidak dijawab oleh Ahmad Sudirman”

 

Masih untung Ahmad Sudirman mau meluangkan waktu membalas jampe puisi keropos kalian. Kalau tidak, masuk ke tempat keranjang trash atau junk. Menyampah saja.

 

Kemudian, kalau apa yang dijelaskan Ahmad Sudirman tentang Maluku Selatan, Papua Barat, Acheh yang dihubungkan dengan RI-Jawa-Yogya. Jelas itu tetap aktual. Tidak ada satupun diantara kalian yang memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyangkut proses dimasukkannya wilayah teritorial Maluku Selatan, Acheh dan Papua Barat kedalam RI-Jawa-Yiogya oleh mbah Soekarno. Selain hanya cerita mitos made in mbah Soekarno, seperti yang dimiliki dalam saku celanya proletar tukang becak, budak-budak Lenin dan budak-budak mbah Soekarno penipu licik.

 

Nah, dari sini saja sudah bisa dilihat siapa yang hanya berbohong dan memperjual-belikan mitos kepada generasi baru, kalau bukan itu mbah Soekarno dan para penerusnya dengan mitos Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat dan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Itulah kebohongan besar yang menjadi bumerang dan sumber kecelakaan. Dan itulah hasil kerja dajal-dajal model mbah soekarno dan para penerusnya, yang pandainya main sulap dengan akal bulus untuk menelan 15 Negara/Daerah bagian RIS masuk kedalam usus Negara RI-Jawa-Yogya, termasuk Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

 

Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman mengatakan budek kepada kalian proleter tukang becak, itu artinya bukan marah, melainkan itu  karena memang akibat dari kelakuan kalian proletar yang memang telinganya tersumbat racun mbah Soekarno dengan mitosnya.

 

Kemudian, kalau Ahmad Sudirman mengirimkan fakta-fakta tentang korban rakyat sipil Acheh oleh timah panas pasukan TNI di Acheh. Itu artinya bukan Ahmad Sudirman bodoh kembali, melainkan itu adalah sebagai satu fakta dan bukti, bahwa apa yang dilakukan TNI, walaupun sudah dilakukan kesepakatan Helsinki 17 juli 2005. Tetapi tetap saja itu para algojo TNI Jawa-budek masih bergentayangan membunuhi rakyat Acheh. Padahal, kalau mereka diam saja ditangsi-tangsi mereka, tidak perlu putar-putar keliling desa untuk mencari-cari orang yang dicurigai jadi TNA, itu tidak akan jatuh korban. Tetapi, karena pasukan TNI Jawa dilapangan ini budek, tidak mau tunduk dan patuh pada hasil kesepakatan Helsinki 17 juli 2005, maka akhirnya fakta dan bukti pembunuhan keluar dan sampai juga ke seluruh dunia.

 

Ah, dasar TNI Jawa-budek.

 

Terakhir, kalau itu para pasukan  non-organik TNI dilapangan masih saja budek, tidak mau mengikuti komando atasannya, seperti Jenderal TNI Djoko Santoso Jawa, Jenderal TNI  Endriartono Sutarto Jawa dan Mayjen TNI Supiadin Yusuf Adi Saputra Sunda, maka yang kalian namakan kesepakatan Helsinki hanyalah tinggal namanya saja, karena kalian langgar terus dilapangan. Dasar non-organik TNI Jawa-budek. Sebenar lagi kalian akan dikembalikan ke tangsi-tangsi kalian di Jawa dan diluar Acheh. Kembali ke kandang masing-masing.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Tue, 26 Jul 2005 16:22:13 -0700 (PDT)

From: Kang becak kbecak@yahoo.com

Subject: Mimpi Yang Ditafsirkan

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, sastra-pembebasan@yahoogroups.com

Cc: airlambang@radio68h.com, azi09@hotmail.com, abu_abdilhadi@yahoo.com, acehku_1@yahoo.com, airlambang@yahoo.com, antara@rad.net.id, apiaustralia@greenleft.org.au, ardiali@yahoo.com, allindo@yahoo.com, abu_dipeureulak@yahoo.com, asudirman@yahoo.co.uk, aic_report@yahoo.com, ahmad siregar achregar@yahoo.com

 

Kukirimkan kembali

Berbagai puisi

Yang tidak dijawab oleh Ahmad Sudirman

Mungkinkah kini ia telah berganti

Menjadi penafsir mimpi

Akhir sebuah perjanjian

Yang belum dapat dipastikan ?

 

 

Kangbecak 25 Juli

 

Bismillah,

 

Ahmad Sudirman

Si Aki-aki

Merasa tersengat sambil memaki

Sakura ciptaan dajal,

Hancur lebur berserakan tiada arti.

 

Seharusnya engkau berfikir sebelum sebelum terlambat.

Bahwa dalam berdebat.

Pemilik data akuratlah yang paling hebat.

 

Masihkah kau

Berbangga diri

Sebagai intelektual yang paling mengerti.

 

Coreng moreng mukamu kini

Menanti nasib yang tiada pasti

Masihkah engkau bertahan sebagai ilmuwan

Kalau ternyata hanya kebohongan yang engkau jual belikan ?

 

Dajal Ahmad Sudirman

Cepatlah bergegas kembali pulang

Anak cucu menanti dengan kecemasan

Jasadmu keropos

Dirasuki angin malam.

 

Rupanya otakmu sudah keriput

Belajarlah agar tidak seperti siput.

Kalau salah ya jangan marah

 

Biasakan sehabis belajar membaca hamdalah:

Alhamdulillah.

 

 

Kangbecak 26 Juli

 

Bismillah,

 

Ahmad Hakim Sudirman,

Mengapa engkau bodoh kembali.

Kau sodorkan data korban peperangan,

Dengan air mata yang berlinang.

Akupun menyangka engkau telah menjadi pecinta perdamaian.

 

Tapi semuanya kembali engkau mentahkan.

Bagi RI,

Acheh adalah wilayah RI.

Bagi GAM,

Acheh adalah wilayah GAM.

Itu adalah titik persinggungan yang harus diselesaikan.

 

Bagiku,

Masalahnya adalah

Dalam setiap peperangan pasti menimbulkan korban.

Persis seperti data yang engkau sodorkan.

Meskipun sebagian telah engkau selundupkan.

Karena GAM,

Bukanlah benda mati yang diam tidak melawan.

 

Ini adalah perang

Setiap pihak penyebab jatuhnya korban.

Ahmad Sudirman,

Kembalilah ke jalan perdamaian,

Yang diridhoi oleh Tuhan.

 

Biasakan selesai belajar membaca hamdallah:

Alhamdulillah.

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

----------