Stockholm, 28 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


TUKANG BECAK GANTI PECUT MERK SOSIALISME JIWA BANGSA RI-JAWA-YOGYA TIRU GAYA MOHAMMAD HATTA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



SETELAH BERPUTAR-PUTAR, AKHIRNYA PROLETAR TUKANG BECAK GANTI PECUT MERK SOSIALISME JIWA BANGSA RI-JAWA-YOGYA TIRU GAYA MOHAMMAD HATTA

 

“Bismillah, Ahmad Sudirman, Selalu bersumpah serapah Dalam lumpur kesalahan. Proletar, Kau sebut kangbecak dengan kata itu. Jelaslah sudah kau mulai mengigau. Kangbecak bukan proletar. Kangbecak bulanlah buruh seperti Ahmad Sudirman. Dibilang borjuispun masih jauh dari penumpukkan kekayaan. Kenapa ketika kausebut sosialis pasti lenin ? Lihatlah Prancis, Belanda, Swedia bahkan Inggris Mereka menyebut dirinya sebagai negara sosialis. Minimal mengakui kekuatan serikat buruh. Bacalah kembali apa kata Bung Hatta Sosialismelah Jiwa dari bangsa Indonesia Yang sesuai hakikat hukum Islam. “(Kang becak, kbecak@yahoo.com , 28 juli 2005 04:26:58)

 

Baiklah Tukang becak di Tokyo, Jepang.

 

Itu proletar tukang becak yang mengagumi Sobron Aidit, adiknya Ketua CC PKI DN Aidit, jaman mbah Soekarno, akhirnya sampai kepada satu simpangan, yang di situ kelihatan satu pecut tergantung di diatas tiang dipinggir jalan dengan ditempeli secarik kertas bertuliskan, sosialisme jiwa bangsa Indonesia made in Mohammad Hatta. Dengan diembel-embeli pengertian ”Sosialis berasal dari kata social, Gelar kebanggaan Bagi mereka yang mengabdikan diri bagi masyarakat.“

 

Rupanya itu proletar tukang becak, yang tidak mau dipanggil proletar, karena bukan proletar dari kaum petani dan buruh, juga tidak mau dipanggil Borjuis karena belum ada kesempatan korupsi dan menumpuk harta, sehingga cukup hanya dipanggil dengan sebutan tukang becak alias mang becak alias emang becak alias bang becak alias abang becak alias kang becak alias akang becak.

 

Nah, tukang becak ini, setelah putar-putar sekitar Ciliwung, untuk mencari bahan-bahan mitos Acheh, Papua dan Maluku Selatan, guna dijadikan umpan mengangon Ahmad Sudirman, ternyata mitos yang ditemukakan itu hanya beberapa gelintir saja, diantaranya, Resolusi DK PBB No.86/1950, Timor Timur-nya Fretilin, bunga sakura yang mekar setahun sekali di musim semi, ekornya Sobron Aidit adiknya Ketua CC PKI DN Aidit jaman mbah Soekarno, dan sosialisme jiwa bangsa Indonesia RI-Jawa-Yogya-nya Mohammad Hatta.

 

Kemanapun proletar tukang becak yang tidak mau disebut proletar model petani dan buruh ini mencari-cari fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Acheh, Papua dan Maluku Selatan dihubungkan dengan RI-Jawa-Yogya, guna dijadikan sebagai bahan argumentasi mengikat dan mendekap tanah cheh, Maluku Selatan dan Papua, ternyata sampai detik ini tidak berhasil.

 

Adapun tentang sosialisme jiwa bangsa Indonesia model Mohammad Hatta, itu juga masih belum bisa dijadikan sebagai fakta dan bukti yang kuat tentang wujudnya bangsa Indonesia. Karena yang namanya bangsa Indonesia saja masih kabur, tidak tahu juntrungnya. Kapan itu muncul nama Indonesia, siapa itu yang dimasukkan kedalam bangsa Indonesia, kapan muncul bangsa Indonesia, bagaimana ciri-ciri bangsa Indonesia, adat istiadat bangsa Indonesia, asal keturunan bangsa Indonesia, perbedaannya dengan bangsa Acheh, bangsa Papua, bangsa Sunda. Itu semua masih kabur. Karena itu apa yang dinamakan jiwa bangsa Indonesia hanyalah merupakan khayalan dalam mimpi saja. Apalagi sampai dimasukkan cairan-cairan sosialisme gaya Mohammad Hatta, yang kalau melihat apa yang dibuat Mohammad Hatta sebelum bercerai dengan mbah Soekarno adalah salah satu aplikasi dari sosialisme itu yaitu pelaksanaan koperasi, karena itu pernah Mohamma Hatta dinamakan bapak koperasi.

 

Proletar tukang becak, kalian jangan dulu jauh-jauh cerita dan mengkhayal serta bermimpi tentang jiwa bangsa Indonesia. Coba jelaskan dulu secara terperinci di mimbar bebas ini, apa itu yang dinamakan bangsa, kapan itu muncul kata dan istilah indonesia, kapan muncul bangsa Indonesia, bagaimana ciri dan adat istiadat bangsa Indonesia, dari mana itu asal keturunan bangsa Indonesia, bagaimana hubungannya dengan bangsa-bangsa lainnya yang ada di wilayah Asia Tenggara, seperti bangsa Acheh, bangsa Papua, bangsa Sunda, bangsa Melayu.

 

Nah, kalau kalian proletar tukang becak sudah bisa menjelaskan dan menjawab secara ilmiah apa yang dipertanyakan Ahmad Sudirman diatas, baru kalian bisa celoteh tentang sosialisme jiwa bangsa Indonesia model Mohammad Hatta. Karena kalau tidak, itu hanyalah untaian kata-kata yang isinya sampah saja.

 

Dan kalian proletar tukang becak, tidak akan bisa mengangon Ahmad Sudirman, apalagi sampai memelencengkan jalur Acheh, Maluku Selatan, Papua yangt dianeksasi, diduduki, dan dijajah RI-Jawa-Yogya mbah Soekarno Jawa penipu licik.

 

Kemanapun kalian proletar tukang beca bawa, akhirnya kalian akan masuk juga kejaring yang dipasang Ahmad Sudirman. Kalian proletar tukang becak, tidak akan lepas dari ikatan benteng yang sudah dibangun Ahmad Sudirman, yang berdiri diatas Acheh, Maluku Selatan dan Papua.

 

Jadi disini kelihatan, siapa yang hanya mengacu kepada mitos Acheh, Papua dan Maluku Selatan dihubungkan dengan RI-Jawa-Yogya yang penuh kebohongan, made in mbah Soekarno ?

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

From: Kang becak kbecak@yahoo.com

Date: 28 juli 2005 04:26:58

To: SP <sastra-pembebasan@yahoogroups.com>, Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com

CC: PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, asnlfnorwegia@yahoo.com

Subject: [OPOSISI] Mari Belajar Sosialisme

 

Bismillah,

Ahmad Sudirman,

Selalu bersumpah serapah

Dalam lumpur kesalahan.

 

Proletar,

Kau sebut kangbecak dengan kata itu.

Jelaslah sudah kau mulai mengigau.

Kangbecak bukan proletar.

Kangbecak bulanlah buruh seperti Ahmad Sudirman.

Dibilang borjuispun masih jauh dari penumpukkan kekayaan.

 

Kenapa ketika kausebut sosialis pasti lenin ?

Lihatlah Prancis, Belanda, Swedia bahkan Inggris

Mereka menyebut dirinya sebagai negara sosialis.

Minimal mengakui kekuatan serikat buruh.

 

Sosialis berasal dari kata social,

Gelar kebanggaan

Bagi mereka yang mengabdikan diri bagi masyarakat.

 

Bacalah kembali apa kata

Bung Hatta

Sosialismelah

Jiwa dari bangsa Indonesia

Yang sesuai hakikat hukum Islam.

 

Sebenarnya kangbecak mahfum

Apabila puisi yang ditulis

Tidak dijawab Ahmad Sudirman

Bukankah yang bersemayam diotaknya,

Hanyalah kebohongan belaka ?

 

Biasakan selesai belajar membaca hamdallah:

Alhamdulillah.

 

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

----------