Stockholm, 28 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PROLETAR TUKANG BECAK BETUL-BETUL OTAK KOSONG DIMAKAN RACUN ULAT BULU MBAH SOEKARNO

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



ITU PROLETAR TUKANG BECAK BETUL-BETUL OTAK KOSONG DIMAKAN RACUN ULAT BULU MBAH SOEKARNO

 

“Bismillah, Ahmad Sudirman Seingatku, Kau bukanlah asli Aceh apalagi Swedia. Bahkan,

Dari Bandunglah Gelar sarjana engkau dapatkan. Anehnya, Sejarah bangsapun engkau lupakan. Bahkan sekarang, Engkaupun tidak dapat membedakan antara suku dan bangsa. Bangsa Acheh menurutmu? Itu syah saja. Karena bagiku tidak ada perbedaan apakah suku Acheh  Ataupun bangsa Acheh. Karena semua itu hanyalah masalah paspor saja.“ (Kang becak, kbecak@yahoo.com , 28 juli 2005 14:31:09)

 

Baiklah proletar tukang becak di Tokyo, Jepang.

 

Memang betul-betul budek proletar tukang becak satu ini, entah apa kerjanya di Tokyo, Jepang sini. Apakah kalian proletar tukang becak di Tokyo ini masih menjadi ulat bulu yang sedang bertapa untuk naik tingkat menjadi kupu-kupu ?

 

Ditanya untuk memberikan penjelasan secara terperinci di mimbar bebas ini, apa itu yang dinamakan bangsa, kapan itu muncul kata dan istilah indonesia, kapan muncul bangsa Indonesia, bagaimana ciri dan adat istiadat bangsa Indonesia, dari mana itu asal keturunan bangsa Indonesia, bagaimana hubungannya dengan bangsa-bangsa lainnya yang ada di wilayah Asia Tenggara, seperti bangsa Acheh, bangsa Papua, bangsa Sunda, bangsa Melayu.

 

Eh, bukan dijawabnya, dasar budek. Melainkan hanya menulis bait-bait gombalnya: ”Ahmad Sudirman Seingatku, Kau bukanlah asli Aceh apalagi Swedia. Bahkan, Dari Bandunglah Gelar sarjana engkau dapatkan. Anehnya, Sejarah bangsapun engkau lupakan. Bahkan sekarang, Engkaupun tidak dapat membedakan antara suku dan bangsa.”

 

Memang budek, proletar tukang becak satu yang sedang menyuruk dipinggir jalan di Tokyo, Jepang ini.

 

Proletar, tidak perlu kalian corat-coretkan jiwa bangsa Indonesia, kalau kalian ditanya tentang apa itu yang dinamakan bangsa, kapan itu muncul kata dan istilah indonesia, kapan muncul bangsa Indonesia, bagaimana ciri dan adat istiadat bangsa Indonesia, dari mana itu asal keturunan bangsa Indonesia, bagaimana hubungannya dengan bangsa-bangsa lainnya yang ada di wilayah Asia Tenggara, seperti bangsa Acheh, bangsa Papua, bangsa Sunda, bangsa Melayu, masih budek.

 

Kalau kalian hanya balik-balikkan, sambil menempeli kata-kata ”Karena bagiku tidak ada perbedaan apakah suku Acheh  Ataupun bangsa Acheh. Karena semua itu hanyalah masalah paspor saja.”. Itu sama saja kalian itu otaknya otak udang.

 

Apapula hubungannya bangsa dengan paspor ? Kalau yang namanya orang yang diberi paspor itu kalau memang orang itu secara politis diakui sebagai warganegara negara yang memberikan paspor. Dan itu warganegara tidak ada kaitannya dengan bangsa. Dasar budek. Kapan orang satu ini pernah makan bangku sekolah.

 

Eh budek, coba cari diperpustakaan yang ada di Tokyo apa itu yang dinamakan bangsa, apa bedanya dengan suku dan apa bedanya dengan warganegara ?

 

Kemudian disuruh mencari kapan itu istilah dan kata indonesia dijadikan sebagai nama bangsa ? Belum dicari sudah memberikan celotehan: ”Anehnya, Sejarah bangsapun engkau lupakan.”

 

Eh budek, Ahmad Sudirman sudah mengatakan bahwa Ahmad Sudirman adalah bangsa Sunda. Itu sebelum kata indunesia (bukan indonesia) muncul pada abad 18, bangsa Sunda sudah berkuasa di pasundan. Betul-betul budek orang satu ini.

 

Dan itu sejarah bangsa Sunda sudah Ahmad Sudirman bongkar dan gali. Tinggal sekarang coba kalian budek, jawab pertanyaan Ahmad Sudirman diatas tentang bangsa Indonesia.

 

Kalian budek, hanya berkelit-kelit saja kerja kalian, tidak pernah maju-maju, kalian hanya jalan ditempat, proletar tukang becak.

 

Disuruh menjawab berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang dimasukkannya Acheh, Papua dan maluku kedalam ususu RI-Jawa-Yogya tidak pernah dijalankan. Disuruh menjawab tentang apa itu yang dinamakan bangsa, kapan itu muncul kata dan istilah indonesia, kapan muncul bangsa Indonesia, bagaimana ciri dan adat istiadat bangsa Indonesia, dari mana itu asal keturunan bangsa Indonesia, bagaimana hubungannya dengan bangsa-bangsa lainnya yang ada di wilayah Asia Tenggara, seperti bangsa Acheh, bangsa Papua, bangsa Sunda, bangsa Melayu, juga tidak dilakukan.

 

Memang benar-benar budek.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Fom: Kang becak kbecak@yahoo.com

Date: 28 juli 2005 14:31:09

To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>, nasional-list@yahoogroups.com, sastra-pembebasan@yahoogroups.com, apakabar-@yahoogroups.com, koran-sastra-@yahoogroups.com, hksis@yahoogroups.com, wahana-news@yahoogroups.com, cari@yahoogroups.com

Subject: Koreksi Sedikit

 

 

Bismillah,

Ahmad Sudirman

Seingatku,

Kau bukanlah asli Aceh apalagi Swedia.

Bahkan,

Dari Bandunglah

Gelar sarjana engkau dapatkan.

Anehnya,

Sejarah bangsapun engkau lupakan.

Bahkan sekarang,

Engkaupun tidak dapat membedakan antara suku dan bangsa.

 

Bangsa Acheh menurutmu?

Itu syah saja.

Karena bagiku tidak ada perbedaan apakah suku Acheh

Ataupun bangsa Acheh.

Karena semua itu hanyalah masalah paspor saja.

 

Bagiku,

Perdamaian adalah yang paling utama.

Semua manusia,

Pada hakekatnya adalah sama

Mereka punya naluri cinta pada perdamain.

Di luar itu,

Terlalu memaksakan apabila disebut sebagai manusia.

 

Dan,

Ahmad Sudirman,

Satu lagi kesalahan.

Muhamad Hatta,

Sampai sekarangpun bapak koperasi Indonesia

 

Teruslah belajar

Agar engkau menjadi pintar

 

Biasakan selesai belajar membaca hamdallah:

Alhamdulillah.

 

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

----------