Stockholm, 28 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


SAPRUDIN KALAU BAHAS PERJUANGAN TGK DAUD BEUREUEH & TGK HASAN DI TIRO JANGAN PAKAI DENGKUL

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



SURYA PASAI SAPRUDIN KALAU MEMBAHAS PERJUANGAN TGK MUHAMMAD DAUD BEUREUEH & TGK HASAN MUHAMMAD DI TIRO JANGAN PAKAI DENGKUL

 

“Mr. Ahmad, bagi saya sudah jelas substansi sejarah Pemberontah Daud Beureuh dan Hasan Tiro. Kedua Tokoh Aceh tersebut saya katakan berbeda cara pandang dan latar belakang masalah Aceh. Dauh Beureuh, asal mulanya adalah ketidak puasan beliau atas daerah Aceh masuk dalam Pemerintahan Propinsi Sumatra Utara. Adapun Hasan Tiro tidak jelas asal mulanya, sehingga saya katakan Hasan Tiro adalah boneka yang dijadikan peran utama dalam konflik Aceh. Baiklah saya tidak ingin mengulang kembali cerita-cerita yang tentunya kamu akan menyangggahnya dengan berbagai argumen-argumen, yang saya sendiri bingung menangkapnya, sebab arahnya mau kemana. Selama ini perdebatan2 yang diketengahkan adalah masalah-masalah yang tidak pernah ada solusinya. Saya memberikan argumen kepada anda, namun anda membantahnya dengan masalah-masalah baru bukan solusi.“ (SP Saprudin, im_surya_1998@yahoo.co.id , Thu, 28 Jul 2005 14:58:49 +0700 (ICT))

 

Baiklah Surya Pasai Saprudin di Jakarta, Indonesia.

 

Surya, ketika kalian mengetengahkan masalah Teungku Muhammad Daud Beureueh yang menurut kalian, itu Teungku Muhammad Daud Beureueh asal mulanya tidak puas daerah Aceh masuk dalam Pemerintahan Propinsi Sumatra Utara. Ternyata setelah Ahmad Sudirman mempelajari apa yang kalian Surya katakan itu, rupanya tidak ada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya. Mengapa ?

 

Karena, kalian Surya tidak menyertakan fakta, bukti dan dasar hukumnya. Kapan dimasukkan Acheh kedalam Pemerintahan Propinsi Sumatra Utara ? Dan siapa yang memasukkannya ?

 

Kemudian, sejak kapan itu ada Pemerintahan Propinsi Sumatra Utara ? Dasar hukum apakah yang dijadikan payung hukumnya untuk membentuk Pemerintahan Propinsi Sumatra Utara ?

 

Seterusnya, apa tindakan Teungku Muhammad Daud Beureueh terhadap pemasukkan daerah Acheh kedalam Pemerintahan Propinsi Sumatra Utara ?

 

Dan kapan Teungku Muhammad Daud Beureueh menyatakan sikap atas dimasukkannya daerah Acheh kedalam wilayah Pemerintahan Propinsi Sumatra Utara ?

 

Nah, dari apa yang Ahmad Sudirman pertanyakan diatas, ternyata kalian Surya satu patah katapun tidak disertaakan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya. Sehingga ketika Ahmad Sudirman membaca pernyataan kalian Surya, itu sama dengan hasil cuapan gombal alias kosong molongpong karena tidak ada argumentasi fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya.

 

Jadi kalian itu Surya, ketika menuliskan itu hanyalah asal celoteh dan asal tulis saja. bagaimana bisa diterima pernyataan kalian itu.

 

Selanjutnya, setelah Ahmad Sudirman memberikan penjelasan dan pembeberan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang perjuangan Teungku Muhammad Daud Beureueh dengan NII, RPI dan RIA-nya. Ternyata kalian malahan mengatakan bahwa argumen Ahmad Sudirman tidak tentu kemana arahnya.

 

Nah disini masalahnya, karena kalian Surya tidak mau menggali dan mempelajari lebih dalam tentang perjuangan Teungku Muhammad Daud Beureueh. Dimana kalian hanya menelan saja apa yang ditulis dalam buku-buku sejarah yang dibuat oleh para penerus Soekarno tentang Acheh yang dihubungkan dengan RI-Jawa-Yogya. Akhirnya ketika dibongkar fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya ternyata sebagian penuh kebohongan. Sehingga kalian jadi bingung, tidak mengerti arah tujuan. Dan itulah akibat dari kebudekan kalian Surya.

 

Kemudian, kalian mengatakan boneka kepada Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Juga disini kalian tidak menyertakan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya.

 

Coba tampilkan fakta, bukti, dan dasar hukumnya yang bisa dijadikan argumentasi atas apa yang kalian katakan bahwa Teungku Hasan Muhammad di Tiro adalah boneka yang dijadikan peran utama dalam konflik Aceh. Jangan hanya celoteh yang tidak menentu, Surya.

 

Ahmad Sudirman telah membongkar dan menjelaskan secara terperinci sebagian besar fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyangkut perjuangan Teungku Muhammad Daud Beureueh dan Teungku Hasan Muhammad di Tiro berulang kali di mimbar bebas ini. Dan semuanya tersimpan dengan rapi dan terjaga di http://www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm

 

Tetapi kalian Surya Pasai, paling hanya bercuap tidak tentu. Jadi, bagaimana bisa diterima argumentasi kalian itu Surya.

 

Nah sekarang, coba jawab semua pertanyaan Ahmad Sudirman diatas itu, yang menyangkut perjuangan Teungku Muhammad Daud Beureueh, sebelum kalian memberikan lagi tanggapan di mimbar bebas ini.

 

Dan pula, jangan hanya pandai mengutip-ngutip tulisan paham kaum wahhabi alias salafi Saudi kalau tidak mengerti penerapannya, seperti Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz dan Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan. Karena apa yang kalian kutip itu sebelumnya sudah dikutip juga oleh para pengekor kaum wahhabi alias Salafi Saudi lainnya, seperti wahhabiyin Rokhmawan, wahhabiyin Mazda, wahhabiyin Hadi, wahhabiyin Johan di mimbar bebas ini. Dimana mereka itu hanya pandai mengutip saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------