Stockholm, 29 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


KARENA BUTA, ITU MUBA MASIH COBA TERUS PEGANG STATUS QUO ACHEH YANG DICAPLOK MBAH SOEKARNO

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KARENA BUTA, ITU MUBA DIJON TIDAK MELIHAT STATUS QUO BUMI ACHEH CAPLOKAN MBAH SOEKARNO TELAH MELEYUR JADI AMPAS

 

“Ha ha. Baca lagi deh baik-baik apa yang perwakilan group toneel sepakati itu. Intinya kan tidak ada lagi tuntutan merdeka, kalian boleh ikut serta membangun NAD asal ikut tarian Konstitusi RI, dengan catatan kalian tidak dikuliti rakyat NAD yang bencinya sudah sampai ubun-ubun kepada celeng2 GSA dan pengasuhnya segerombolan pemain toneel asal Swedia itu... Gitu kan? Masa grup toneel mau disejajarkan dengan RI? Aku jadi nggak habis pikir, kenapa kamu bohong melulu, ASU? Kamu lagi masturbasi ya? Udah jelas kalian kalah telak! Mereka yang ngerti kalian kalah telak, akhirnya menghujat kalian. Iya kan?“ (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Thu, 28 Jul 2005 14:28:16 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Nah, karena Muba Dijon buta, ia tidak melihat itu keadaan posisi Acheh yang ada dalam dekapan burung garuda telah meleyur, berganti dengan keadaan posisi self-gorvernment Acheh yang bentuk dan strukturnya berbeda dengan status quo made in mbah Soekarno, mbak Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Detik-detik ketika kesepakatan Helsinki yang dinyatakan pada 17 Juli 2005 oleh Presiden Martti Ahtisaari di Helsinki, Finlandia, maka dari detik itu status quo otonomi Acheh made in mbah Soekarno, dan para penerusnya telah meleyur digantikan status self-government yang bentuk dan strukturnya jauh berbeda.

 

Nah, keadaan yang yang baru di Acheh inilah, yang tidak kelihatan dan tidak dimengerti oleh Muba Dijon, yang memang otaknya masih sesak dipenuhi ampas mitos Acheh hasil ciptaan mbah Soekarno yang mencaploknya.

 

Kemudian, itu yang Muba Dijon katakan: “Intinya kan tidak ada lagi tuntutan merdeka, kalian boleh ikut serta membangun NAD asal ikut tarian Konstitusi RI”.

 

Nah, itu istilah atau kata atau sebutan tuntutan merdeka tidak muncul dalam gelanggang Helsinki, itu bukan berarti istilah atau kata atau sebutan tuntutan merdeka tidak ada, melainkan dalam usaha melakukan dobrakan keadaan posisi sekarang hasil caplokan mbah Soekarno, maka perlu jurus bedah jantung. Dimana jurus bedah jantung RI inilah yang diberi label self-government. Dan tentu saja, setelah self-government disodokkan ke arah mbah Yudhoyono, lalu dikelit Kalla dengan jurus Bugis-nya, maka loloslah gebrakan pertama jurus  self-government menghunjam jantung RI. Akibatnya, terbukalah gerbang muka bumi Acheh tanpa bisa dikontrol lagi oleh mbah Yudhoyono dan TNI. Dan berobah serta meleyurlah status quo Acheh made in mbah Soekarno dengan label otonomi-nya. Lalu muncullah self-government Acheh. Sehingga mbah Yudhoyono di Jakarta kehilangan tali-tali ikatan yang membelit tanah wilayah Acheh, yang tinggal hanya nama dan pengklaiman saja diatas kertas ditambah dengan bebarapa hal saja. Karena secara de-jure dan de-facto, itu bangsa Acheh dibawah self-government, yang dasar hukumnya mengacu kepada Kesepakatan MoU Helsinki 2005, yang akan berdiri di bumi Acheh.

 

Kemudian lagi, kalian Muba menyebutkan: “ikut tarian Konstitusi RI”. Nah, kalau mengacu kepada Kesepakatan MoU Helsinki 2005, itu tidak ada dinyatakan pengakuan Konstitusi RI oleh pihak Pemerintah Negara Acheh, melainkan hanya dinyatakan ”within the unitary state and constitution of the Republic of Indonesia”

 

Nah pengertian ”dalam negara kesatuan dan konstitusi RI” itu bukan berarti otomatis pengakuan kedaulatan RI atas tanah Acheh dan pengakuan atas konstitusi RI dari pihak Pemerintah Negara Acheh, melainkan itu merupakan gelanggang, yang dipakai oleh pihak Pemerintah negara Acheh, untuk membangun dan menjalankan self-government Acheh di wilayah Acheh dengan mengacu kepada dasar hukum Kesepakatan MoU Helsinki 2005.

 

Jadi, Pemerintah Negara Acheh tidak ada sangkut pautnya dengan konstitusi RI dan negara kesatuan RI. Karena yang akan mengatur dan mengurus, bagaimana pihak RI merobah atau mengamandemen UU dan konstitusinya, itu pekerjaannya pihak RI, dalam hal ini, Pemerintah RI dan DPR/MPR, bukan Pemerintah Negara Acheh. Pemerintah Negara Acheh hanya mengacu kepada Kesepakatan MoU Helsinki 2005. Titik.

 

Dengan melihat pakai kacamata ini, maka akan terbukalah bahwa status quo Acheh ciptaan mbah Soekarno telah meleyur digantikan oleh self-government Acheh yang dasar hukumnya mengacu kepada Kesepakatan MoU Helsinki 2005.

 

Nah inilah yang dinamakan “The Government of Indonesia and Free Aceh Movement confirm their commitment to a peaceful, comprehensive and sustainable solution to the conflict in Aceh with dignity for all”.

 

Jadi, dengan “dignity for all” ini adalah kedua belah pihak tidak kehilangan muka, masing-masingnya mendapatkan apa yang telah diperjuangkannya dalam perundingan Helsinki, dan kedua belah pihak mendapatkan derajat kemuliaan yang sama, dari apa yang telah menjadi komitmen antara pihak ASNLF dan RI dalam penyelesaian konflik Acheh secara damai, menyeluruh dan dapat bertahan.

 

Nah dari hasil kesepakatan ini menggambarkan bahwa dalam perundingan Helsinki ini dari sejak awal, status dari kedua belah pihak, Pemerintah Negara Acheh dalam hal ini ASNLF atau GAM dan pihak RI, adalah sama dan sejajar.

 

Inilah Muba Dijon, apa yang telah menjadi kesepakatan antara pihak ASNLF atau GAM dengan pihak RI di Helsinki. Dan Kesepakatan MoU Helsinki 2005 inilah yang merupakan dasar hukum bagi pihak bangsa Acheh dengan self-government Acheh-nya yang akan didirikan dan dijalankan di tanah wilayah Acheh.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 28 Jul 2005 14:28:16 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: MUBA, KEADAAN POSISI RI TELAH DIGESER OLEH KEADAAN POSISI SELF-GOVERNMENT ACHEH

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar alchaidar@yahoo.com

 

Ha ha... Baca lagi deh baik-baik apa yang perwakilan group toneel sepakati itu... Intinya kan tidak ada lagi tuntutan merdeka, kalian boleh ikut serta membangun NAD asal ikut tarian Konstitusi RI, dengan catatan kalian tidak dikuliti rakyat NAD yang bencinya sudah sampai ubun-ubun kepada celeng2 GSA dan pengasuhnya segerombolan pemain toneel asal Swedia itu... Gitu kan? Masa grup toneel mau disejajarkan dengan RI?

 

Aku jadi nggak habis pikir, kenapa kamu bohong melulu, ASU? Kamu lagi masturbasi ya? Udah jelas kalian kalah telak! Mereka yang ngerti kalian kalah telak, akhirnya menghujat kalian. Iya kan? Tapi melalui mimbar ini aku sampaikan kepada para penghujat kalian itu: NAD sebentar lagi akan damai, tetap di bawah kepak sayap Garuda Pancasila dan kibar Sang Merah Putih...! Mudah-mudahan celeng-celeng gsa berjiwa besar menyerahkan senjatanya, demi kedamaian rakyat NAD.

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com

Dijon, Bourgogne, Perancis

----------