Stockholm, 29 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


YOOSRAN, ITU PENYELESAIAN PAPUA HARUS DILIHAT DARI AKAR UTAMA TIMBULNYA KONFLIK, BUKAN MEMAKAI UU NO.21/2001

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



AGOOSH YOOSRAN, UNTUK MENYELESAIAN PAPUA HARUS DILIHAT DARI AKAR UTAMA TIMBULNYA KONFLIK, BUKAN MEMAKAI UU NO.21/2001

 

“Perbedaannya adalah, aku tuh menyampaikan apa yang tertulis di media massa atas pernyataan bung Yance. Sedangkan kau tuh menambahnya dengan racun-racun permusuhan. Realitanya adalah, dengan status bung Yance sebagai Ketua merangkap anggota DPRD Papua, jelas bahwa suka atau tidak suka, ikhlas atau tidak ikhlas, kelompok yang mengusung kemerdekaan sudah berada dalam struktur ketatanegaraan NKRI dan itu suatu fakta bahwa mereka menerima otonomi khusus pemerintah. Perkara mengenai munculnya kembali keinginan merdeka dari kelompok tersebut karena pemerintah memaksakan keinginannya untuk menggelar pilkada di Irjabar sebelum terbentuknya MRP itu perkara lain” (Agoosh Yoosran, a_yoosran@yahoo.com , Thu, 28 Jul 2005 23:08:58 -0700 (PDT))

 

Baiklah Agoosh Yoosran di Jakarta, Indonesia.

 

Yoosran, kalian itu memang tidak mau mengerti dan tidak mau memahami akar utama timbulnya konflik Papua ini. Ahmad Sudirman telah menjelaskan secara panjang lebar mengenai akar utama timbulnya konflik Papua ini. Jadi bukan hanya sekedar pihak RI di pusat akan menjalankan pilkada di wilayah Irian jaya Barat yang tidak ditunjang dasar hukum yang jelas saja.

 

Kalau Ahmad Sudirman memberikan penjelasan yang mendetil tentang asal mula dan akar utama timbulnya konflik Papua yang didasari oleh fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum, itu bukan berarti menghasut. Justru yang menjadi permasalahan besar disini adalah adanya orang-orang budek model Yoosran ini, yang tidak memahami dan tidak mengerti asal usul timbulnya konflik Papua ini. Sehingga dengan seenak udel sendiri ingin terus mendekap tanah wilayah Papua milik bangsa Papua.

 

Kemudian, menyinggung Ketua Komisi A DPRPapua Yance Kayame. Kalau ia ikut terlibat dalam lembaga kenegaraan RI, itu tidak ada hubungannya dengan bangsa Papua yang sedang memperjuangkan penentuan nasib sendiri dengan melalui cara referendum. Dan pertanggungjawaban Kayame itu bukan kepada bangsa Papua yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri, melainkan kepada partai yang mencalonkan dia sebagai anggota DPRPapua. Kemudian, bagaimanapun ia merasa sebagai bangsa Papua yang memperjuangkan kemerdekaan Papua melalui referendum. Nah, ketika ia melihat situasi yang telah dilanggar oleh pihak Pemerintah RI, maka dorongan dan cita-citanya untuk kemerdekaan Papua secara otomatis muncul kepermukaan. Dan ini adalah suatu sikap yang jujur dari Kayame, bahwa keberadaan Kayame dalam lembaga DPRPapua bukan untuk mendukung penjajahan RI di Papua, melainkan suatu cara untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua dari dalam lembaga DPRPapua.

 

Jadi, dalam hal ini Kayame sebagai bangsa Papua tidak ingin terus menerus Papua dijajah oleh RI. Dan inilah yang merupakan kejujuran Kayame untuk membela bangsa dan negeri Papua.

 

Selanjutnya, kalau dilihat dari sudut RI, memang itu tanah Papua dari sejak 1962 telah diintervensi oleh RI, dan pada periode 14 Juli sampai 4 Agustus 1969 itu wilayah Papua, kabupaten demi kabupaten disantap mbah Soekarno dengan cara yang licik melalui pepera atau pepesoe-nya model mbah Soekarno.

 

Itu proses penelanan dan penganeksasian Papua inilah yang menjadikan sebab utama konflik Papua. Dan inilah fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan bahwa itu Papua memang diduduki dan dijajah RI.

 

Jadi, kalau kalian Yoosran menyatakan: ”Perkara mengenai munculnya kembali keinginan merdeka dari kelompok tersebut karena pemerintah memaksakan keinginannya untuk menggelar pilkada di Irjabar sebelum terbentuknya MRP itu perkara lain”. Itu kalian hanya terus berusaha untuk menutupi akar utama penyebab timbulnya konflik Papua. Dengan cara terus menerus menutupi konflik Papua dengan memakai alat aturan yang dibuat RI secara sepihak saja, seperti pembuatan UU No.45 tahun 1999 Tentang Pembentukan Propinsi Irian Jaya Tengah, Propinsi Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong. Dan UU No.21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua.

 

Nah, karena kalian memang dengan sengaja mau terus menutupi akar utama penyebab timbulnya konflik Papua, maka kalian ketika membaca apa yang dibeberkan Ahmad Sudirman yang menyangkut asal-usul timbulnya konflik Papua, maka kalian langsung saja menyatakan Ahmad Sudirman penghasut. Kan gombal dan budek itu tuduhan Yossran ini.

 

Jadi, Yoosran kalau kalian mau menyelesaikan konflik Papua, maka kalian itu harus mengerti dan harus memahami akar utama timbulnya konflik Papua, bukan hanya bicara seenaknya saja, dan hanya mengikuti apa yang diterapkan pihak Susilo Bambang Yudhoyono saja. Karena kalau realitas yang kalian lihat dan dengar sekarang ini di Papua, maka itu menggambarkan realitanya bahwa bangsa Papua yang ingin menentukan nasib sendiri bebas dari belenggu penjajah RI yang telah menelan dan mencaplok wilayah Papua dengan cara licik.

 

Nah, kalau kalian Yoosran mau mengerti, maka kalian akan memahami mengapa Kayame langsung secara otomatis menyuarakan referendum di Papua, walaupun ia sebagai Ketua Komisi A DPRPapua. Tetapi karena jiwa bangsa Papua-nya yang ingin merdeka yang tidak bisa ditukar dengan label kedudukan Ketua Komisi A DPRPapua.

 

Terakhir mengenai Acheh, dimana kalian menyinggung: ”Tujuan akhir diadakannya perundingan adalah (kembali lagi ini menurut persepsi saya pribadi) bagaimana kita bisa memberikan rasa aman dan damai kepada masyarakat Aceh yang tinggal di Aceh, bukan yang tinggal di Jakarta, Medan, Ujung Pandang apalagi di Swedia bahkan sudah menjadi warga negara Swedia seperti kau Asu!”

 

Nah, sebenarnya tujuan dari perundingan Helsinki adalah untuk menciptakan perdamaian yang menyeluruh dan bisa dipertahankan dengan kemuliaan bagi semua pihak.

 

Jadi, terciptanya kedamaian di Acheh bukan hanya bagi rakyat Acheh saja, melainkan juga bagi pembebasan tanah Acheh yang menjadi tempat hidupnya bangsa Acheh. Dan memang pemecahan damai inilah yang telah disepakati dalam perundingan Helsinki itu. Karena itu mengapa bangsa Acheh untuk diberikan kebebasan dan keamanan di Acheh akan diatur oleh pemerintah sendiri Acheh atau self-government Acheh dengan landasan hukum Kesepakatan MoU Helsinki 2005 yang berbeda dengan status quo otonomi yang dibuat pihak RI sebelumnya.

 

Sekarang, coba buktikan oleh pihak RI dan TNI untuk mematuhi kesepakatan Helsinki 17 Juli 2005 ini, kalau memang pihak RI, TNI dan kalian sendiri ingin melihat bangsa Acheh hidup aman dan damai di Acheh. Tetapi, kalau pihak TNI misalnya, pasca perjanjian kesepakatan Helsinsi 17 Juli 2005, terus saja melakukan pembunuhan bangsa Acheh dengan alasan TNA, maka itu membuktikan pihak TNI tidak ingin bangsa Acheh hidup aman dan damai.

 

Terakhir, kalau memang pihak RI benar-benar merasakan kondisi bangsa Acheh di Acheh, maka hentikan pembunuhan yang dilakukan TNI terhadap bangsa Acheh. Disini Ahmad Sudirman tidak egois. Karena perjanjian Helsinki itu untuk bangsa Acheh di Acheh. Dan merekalah nantinya yang akan membangun dan menjalankan roda pemerintahan sendiri Acheh. Karena itu, kalau kalian dan pihak RI dan TNI-nya ingin menyelesaikan konflik Acheh, maka patuhi Kesepakatan Helsinki 17 Juli 2005 itu. Bukan terus saja membunuhi bangsa Acheh.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 28 Jul 2005 23:08:58 -0700 (PDT)

From: Agoosh Yoosran a_yoosran@yahoo.com

Subject: Re: YOOSRAN, ITU UU NO.21/2001 OTONOMI KHUSUS PAPUA DISUAPKAN MEGAWATI KE MULUT.....

To: Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com

Cc: warwick aceh <universityofwarwick@yahoo.co.uk>, Mathius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, SP Saprudin <im_surya_1998@yahoo.co.id>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, muba zr mbzr00@yahoo.com

 

BUNG ASU, BAGAIMANA TIDAK SAYA KATAKAN KAU TUH PENGHASUT. APA KAU TAK SADAR, CARA KAU MEMBERIKAN PENJELASAN SANGAT JELAS BERKONOTASI NEGATIVE THINKING.

 

DARI PENJELASAN KAU TUH SUDAH JELAS SEKALI BAHWA YANG KAU BEBERKAN ITU, SAMA DENGAN YANG AKU TULIS. HANYA KAU TERLALU TINGGI HATI UNTUK MENGAKUI BAHWA TULISAN AKU TUH SEBENARNYA SAMA DENGAN KAU.

 

PERBEDAANNYA ADALAH, AKU TUH MENYAMPAIKAN APA YANG TERTULIS DI MEDIA MASSA ATAS PENYATAAN BUNG YANCE. SEDANGKAN KAU TUH MENAMBAHINYA DENGAN RACUN-RACUN PERMUSUHAN.

 

REALITANYA ADALAH, DENGAN STATUS BUNG YANCE SEBAGAI KETUA MERANGKAP ANGGOTA DPRD PAPUA, JELAS BAHWA SUKA ATAU TIDAK SUKA, IKHLAS ATAU TIDAK IKHLAS, KELOMPOK YANG  MENGUSUNG KEMERDEKAAN SUDAH BERADA DALAM STRUKTUR KETATANEGARAAN NKRI. DAN ITU SUATU FAKTA BAHWA MEREKA MENERIMA OTONOMI KHUSUS DARI PEMERINTAH.

 

PERKARA MENGENAI MUNCULNYA KEMBALI KEINGINAN MERDEKA DARI KELOMPOK TERSEBUT KARENA PEMERINTAH MEMAKSAKAN KEINGINANNYA UNTUK MENGGELAR PILKADA DI IRJABAR SEBELUM TERBENTUKNYA MPRP, ITU PERKARA LAIN.

 

TAPI BUAT APALAH AKU KALANG KABUT SEPERTI YANG KAU KATAKAN BUNG ASU! AKU HANYA MEMBAHAS ISI TULISAN YANG ADA DI MEDIA MASSA DAN YANG AKU TEKANKAN DISINI, DALAM MEMBAHAS SUATU TULISAN, JANGAN SETENGAH-SETENGAH TAPI KAU LIHAT SECARA KESELURUHAN ISI TULISAN TERSEBUT!

 

JANGAN PULA KAU BUAT KESIMPULAN SENDIRI! SEJARAH PENTING SEBAGAI PELAJARAN UNTUK MENGHADAPI MASA DEPAN, TETAPI TUJUAN AKHIR DAN BAGAIMANA MENYIKAPI REALITAS SAAT INI LEBIH PENTING LAGI. KARENA KITA HIDUP DI ZAMAN INI, BUKAN ZAMAN SAMUDRA PASAI!

 

MACAM ACEH SAAT INI, MUNGKIN ADA PERBEDAAN PERSEPSI BAGAIMANA GAM DAN NKRI MELIHAT PROSES STATUS ACEH. TAPI TUJUAN AKHIR DIADAKANNYA PERUNDINGAN ADALAH, (KEMBALI LAGI INI MENURUT PERSEPSI SAYA PRIBADI) BAGAIMANA KITA BISA MEMBERIKAN RASA AMAN DAN DAMAI KEPADA MASYARAKAT ACEH YANG TINGGAL DI ACEH, BUKAN YANG TINGGAL DI JAKARTA, MEDAN, UJUNG PANDANG APALAGI DI SWEDIA BAHKAN SUDAH MENJADI WARGA NEGARA SWEDIA SEPERTI KAU ASU!

 

KAU BOLEH SAJA BERKOAR-KOAR DI FORUM INI, TAPI APA KAU MERASAKAN BAGAIMANA KONDISI MASYARAKAT ACEH YANG TINGGAL DI ACEH SAAT INI? ITU SEBUAH PERTANYAAN BESAR! JANGAN KAU EGOIS, DAN HANYA MEMIKIRKAN BAGAIMANA MENGEMBALIKAN KEBESARAN SAMUDRA PASAI DI BUMI  ACEH. SAMA SAJA KAU BILANG BAGAIMANA BANGSA YAHUDI MEMIKIRKAN UNTUK DAPAT KEMBALI MEMBANGUN ISTANA RAJA SOLOMON DI ATAS AL AQSA.

 

Agoosh Yoosran

 

a_yoosran@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------