Stockholm, 29 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PROLETAR MAKIN MUNDUR, KARENA MEMANG OTAKNYA KOSONG, TERKURAS IDEOLOGI SOSIALISME

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



ITU PROLETAR TUKANG BECAK MAKIN MUNDUR SAJA, KARENA MEMANG OTAKNYA KOSONG, TERKURAS IDEOLOGI SOSIALISME

 

“Bismillah, Ahmad Sudirman, Tanpa lelah engkau bersumpah serapah. Mulutmu busuk, Bau sampah. Semua orang kau umpat. Sadarlah, Kakek tua, Umurmu kini 51 tahun sudah. Sebentar lagi pensiun, RI-Jawa-Jogja Bangsa Aceh-Bangsa Sunda-Bangsa Papua. Kenapa tidak engkau tambah saja Dengan bangsa jin dan manusia.“ (Kang becak, kbecak@yahoo.com , Fri, 29 Jul 2005 06:47:24 -0700 (PDT))

 

Baiklah proletar tukang becak di Tokyo, Jepang.

 

Becak, makin lama, kalian itu bukan makin maju dan baik, melainkan makin mundur saja. Mengapa ?

 

Karena apa yang ditanyakan Ahmad Sudirman satupun tidak pernah dijawabnya. Nah, disini menunjukkan kalian itu becak, memang mundur, jalan ditempat, tidak maju-maju. Hanya berceloteh dan memungut kata-kata untuk dijadikan kalimat yang kosong isinya.

 

Coba saja, hasil kalimat yang diuntai dari kata-kata hasil pungutan becak di pinggir jalan Tokyo: ”Ahmad Sudirman, Tanpa lelah engkau bersumpah serapah. Mulutmu busuk, Bau sampah. Semua orang kau umpat.”

 

Nah, kalau Ahmad Sudirman mengatakan budek pada kalian becak, itu tandanya atau artinya atau maknanya bukan mengumpat. Tetapi memang kalau dilihat fakta dan buktinya cocok dengan sebutan budek alias tuli. Mengapa ?

 

Karena, kalian becak disuruh menjawab tentang apa itu yang dinamakan bangsa, kapan itu muncul kata dan istilah indonesia, kapan muncul bangsa Indonesia, bagaimana ciri dan adat istiadat bangsa Indonesia, dari mana itu asal keturunan bangsa Indonesia, bagaimana hubungannya dengan bangsa-bangsa lainnya yang ada di wilayah Asia Tenggara, seperti bangsa Acheh, bangsa Papua, bangsa Sunda, bangsa Melayu,  sampai detik ini tidak pernah dilakukan. Kemudian, disuruh menjawab berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang dimasukkannya Acheh, Papua dan maluku kedalam usus RI-Jawa-Yogya, tidak juga dilakukan.

 

Jadi, pantas dan masuk akal kalau kalian itu disebut budek alias tuli. Artinya disuruh, tetapi tidak pernah dilakukan. Dasar budek.

 

Kemudian, yang lainnya juga sama. Seperti itu Ahmad Mattulesy, orang Ambon yang sudah lama nongkrong di mimbar bebas ini. Tetapi kalau ia menulis, persis seperti budak leutik yang belum pernah makan bangku sekolah. Jadi wajar saja disebut budek. Begitu juga itu Muba Dijon, yang tidak pernah maju-maju, kerjanya hanya asal cuap dan lempar saja, isinya kosong. Jadi wajar juga dia itu disebut budek. Begitu juga itu Yoosran yang sekarang melambungkan masalah konflik Papua, dan kalau menulis asal cuap, pokoknya menurut dia itu realitanya, padahal ketika didalami sampai kedalam, isinya keropos. Jadi wajar saja kalau dia itu juga budek. Itu lagi Saprudin, yang ngaku dari Acheh campuran Banten, dengan gaya jingkrak-jingkrak kardunnya, tetapi otaknya kosong, pandainya hanya mengutip orang-orang kaum wahhabi atau salafi Saudi, tetapi buta penerapannya. Jadi dia pun wajar disebut budek.

 

Jadi becak, kalau kalian juga masih terus-terusan jalan ditempat, bandel, tidak mau menjawab apa yang ditanyakan, maka wajar kalian dipanggil budek. Coba kalau kalian itu pandai, mau membuka buku-buku referensi yang baik, bukan hanya membuka lembaran mitos gombal buatan mbah Soekarno, maka kalian itu tidak akan dipanggil budek oleh Ahmad Sudirman.

 

Ini kan tidak. Coba perhatikan juga yang kalian tulis petang ini: ”RI-Jawa-Jogja Bangsa Aceh-Bangsa Sunda-Bangsa Papua. Kenapa tidak engkau tambah saja Dengan bangsa jin dan manusia.”

 

Eh budek, itu jin tidak bisa digolongkan kedalam kaum Jawa mbah Soekarno. Jin punya kelompoknya sendiri. Kelompok Jin tidak mengakui kelompok kaum Jawa mbah Soekarno. Jadi tidak perlu dibawa-bawa jin segala macam dalam urusan dunia ini.

 

Seterusnya lagi kalian becak menulis: ”Bukalah kembali Alquran Yang telah lama tidak kau baca.”

 

Itu Ahmad Sudirman telah menyiapkan dua waktu setiap harinya yaitu selepas shalat magrib atau selepas shalat isya untuk dipakai membaca Al Qur’an sebanyak setiap ruku. Dimana itu Al Qur’an terdiri dari 114 surat, 30 juz, dan 554 ruku. Nah, kalau Ahmad Sudirman seharinya membaca satu ruku, maka dalam jangka 554 hari itu selesai membaca seluruh Al Qur’an. Mengapa begitu lama ? Karena kalau Ahmad Sudirman membaca ayat-ayat Al Qur’an bukan hanya membaca, melainkan kalau menemukan ayat-ayat yang perlu ditelaah lebih mendalam, maka memerlukan waktu berjam-jam. Jadi, itu ayat-ayat Al Qur’an dibaca, dihayati, digali, dipelajari, dianalisa, disimpulkan dan dilaksanakan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

 

Seterusnya, becak menulis: ”Bahwa tiap-tiap nabi pasti memiliki musuh Yaitu syaitan dalam bentuk manusia ataupun Jin.”

 

Memang itu musuh-musuh Nabi dan Rasul bukan hanya jin dan iblis yang mempengaruhi manusia untuk menentang ajaran Nabi dan Rasul, melainkan itu kelompok manusia yang menentang ajaran Nabi dan Rasul. Misalnya, itu kaum Quraisy di Mekkah yang anti Rasulullah saw dan ajarannya. Itulah musuh-musuh Rasulullah saw baik yang ada di Mekkah ataupun yang munafik yang ada di Yatsrib.

 

Terakhir, kalian becak menulis: ”Termasuk naluri berkuasa dengan menghalalkan Segala macam cara.”

 

Memang, nafsu serakah untuk berkuasa, misalnya itu mbah Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya yang menelan dan mencaplok 15 Negara/Daerah bagian RIS ditambah Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat. Nah, itulah nafsu serakah yang menghalalkan cara model mbah Soekarno. Atau kalau sekarang model mbah Susilo bambang Yudhoyono dan Jenderal-Jenderal TNI Jawa yang serakah untuk terus mendekap Acheh, Maluku Selatan dan Papua.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 29 Jul 2005 06:47:24 -0700 (PDT)

From: Kang becak kbecak@yahoo.com

Subject: Dajal Pengumpat

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, sastra-pembebasan@yahoogroups.com

Cc: ariff19@yahoo.com, annewsdp@uninet.net.id, aditamuda@yahoo.dk, airlambang@radio68h.com, azi09@hotmail.com, abu_abdilhadi@yahoo.com, acehku_1@yahoo.com, airlambang@yahoo.com, antara@rad.net.id, apiaustralia@greenleft.org.au, ardiali@yahoo.com, allindo@yahoo.com, albiruny@gmail.com, aulialailil@yahoo.com, afoe@tegal.indo.net.id, azis@ksei.co.id, alasytar_acheh@yahoo.com

 

Bismillah,

Ahmad Sudirman,

Tanpa lelah engkau bersumpah serapah.

Mulutmu busuk,

Bau sampah.

Semua orang kau umpat.

 

Sadarlah,

Kakek tua,

Umurmu kini 51 tahun sudah.

Sebentar lagi pensiun,

 

RI-Jawa-Jogja

Bangsa Aceh-Bangsa Sunda-Bangsa Papua.

Kenapa tidak engkau tambah saja

Dengan bangsa jin dan manusia.

 

Bukalah kembali Alquran

Yang telah lama tidak kau baca.

Bahwa tiap-tiap nabi pasti memiliki musuh

Yaitu syaitan dalam bentuk manusia ataupun Jin.

Dan hati kecil orang-orang yang tidak beriman

Akan cenderung pada bisikan itu

Termasuk naluri berkuasa dengan menghalalkan

Segala macam cara.

 

Biasakan seselasi belajar membaca hamdallah:

Alhamdulillah

 

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

----------