Stavanger, 30 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


BASYAR-BASYAR YANG BERTEBARAN DI RI DENGAN GAYA HUKUM RIMBA-NYA

Ali Al Asytar

Stavanger - NORWEGIA.



BASYAR CENDERUNG KEPADA PRILAKU BINATANG BUAS DENGAN MENAMPILKAN HUKUM RIMBA

 

Dalam masalah kemanusiaan di Acheh-Sumatra, West Papua dan Maluku, saya ingin membuktikan secara transparan dan argumentatif di medan internet ini. Silakan kalau ada ahli-ahli dari Indonesia untuk berdebat dengan Ustaz Ahmad Sudirman tentang pencaplokan Indonesia terhadap West Papua, Acheh - Sumatra dan Maluku. Yang namanya manusia difasilitasi dengan alat fikir di kepalanya  masing-masing. Jangan main "hukum rimba" sebagaimana yang sedang di aplikasikan Indonesia terhadap Acheh - Sumatra, West Papua dan Maluku.  Itu mencirikan binatang buas, bukan manusia.

 

Saya haqqul yakin tidak seorangpun yang mampu berdebat dengan Ustaz dalam perkara tersebut diatas. Sebab pencaplokan Indonesia terhadap West Papua, Acheh - Sumatra, Maluku dan beberapa negara lainnya oleh RI Jawa Yokya memiliki fakta, bukti, hukum, sejarah dan realita yang sangat kuat serta dipahami persis oleh Ustaz Ahmad Sudirman, insya Allah. Inilah sesungguhnya yang membuat basyar-basyar yang bersekongkol dalam systemThaghut Hindunesia Pancasila Munafiq dan Dhalim sakit hati kepada Ustaz.

 

Sebetulnya persoalan Penjajah Indonesia terhadap negara - negara tersebut diatas sudah begitu banyak dan begitu jelas dibahas Ustaz melalui medan internet ini. Namun kita lihat sampai hari ini basyar - basyar itu masih membeo kepada mbah Soekarno, dengan melambungkan jurus gombalnya sebagaimana ditampilkan Yoosran, Muba Dijon, Proletar, Mattulesy, Saprudin, tukang Becak, Bondan , Dharminta, Hadi betawi, Tati Narastati, Risyaf, Kamrasyid, Abdullah Umar dan lain-lainnya.

 

Perlu digaris bawahi bahwa manusia memecahkan persoalan dengan pikiran yang dianugerahkan Allah kepadanya, sedangkan basyar cendrung kepada prilaku binatang buas dengan menampilkan "Hukum Rimba" sebagaimana sepak terjang serigala - serigala haus darah (baca TNI/POLRI bersama boss nya). Ini bukan pernyataan emosionil, tetapi realita.

 

Pernyataan saya ini memang pahit dan  lebih pahit dari pil Knine, namun itulah yang dapat menjembuhkan "penyakit malarianya" bagi orang - orang yang bersekongkol dalam system thaghut Pancasia.  Siapakah diantara mereka yang mampu berpatah balik sebagaimana Hur biun 'adiy berpatah balik untuk memihak kepada Imam Hussein di medan Karbala ?

 

Model Hur bin 'Adiy itulah yang termasuk manusia brillian, mampu melawan segala fasilitas gemerlap yang di tawarkan Yazid bin Mu'awiyah bin Abu Sofyan, demi keselamatan Akhiratnya -- memilih Shahid bersama cucu Rasulullah saww, Imam Hussein bin 'Ali kamallah wajhah.

 

Tinjauan Existensi Manusia Secara Alami

 

Manusia hidup di Dunia ini penuh dengan ujian dan tantangan untuk menuju tempatnya semula (baca tempat Adam bersama Siti Hawa)  Andaikata tidak berhasil mereka masuk neraka dan kekal selama-lamanya, na'uzu billah min zalik. Hal ini dapat kita analisa proses tumbuh-tumbuhan sebagai "ayat" Allah yang alami. Ambillah contoh pokok kelapa dimana setiap tungkulnya bisa berbunga lebih-kurang seribu bakal buahnya. Namun yang sempat menjadi putik lebih-kurang lima puluh buah. Lalu putik tersebut mampu menjadi kelapa siap pakai lebih-kurang 25 buah (kelapa muda), itu pun masih teruji lagi dengan gangguan tupai sehingga tinggal hanya lebih-kurang 10 buah yang dapat bermanfa'at untuk manusia.

 

Kemudian kita lihat contoh yang lain dari pohon Durian yang representant, mampu berbunga satu milyar calon buah. Dari satu milyar itu yang sempat jadi putik lebih-kurang satu juta. Dari satu juta itu yang berhasil untuk melawan ujian sengatan serangga, hembusan angin, guyuran hujan dan sebagainya lebih kurang 5 ratus buah. Dari 5 ratus buah itu masih mengalami ujian jenis lainnya seperti kalong, tupai dan penjakit alami yang membuat buah itu tawar rasanya. Akhirnya yang dapat bermanfaat untuk manusia atau memenuhi standar durian sekitar lebih-kurang 200 buah saja.

 

Demikianlah gambaran manusia ini. Pertama kita ambil saja yang telah berikrar untuk mengucap dua kalimah syahadah. Lalu di uji lagi yang ada melakukan Shalat, puasa dan membayar zakat. Lalu di uji lagi dengan ber amar makruf nahi mungkar. Akhirnya diuji dengan "Bahtera" yang kita naiki, apakah bahtera yang tunduk patuh kepada Allah atau kepada Thaghut, apakah mereka termasuk orang-orang yang bersatupadu untuk membela kaum dhu'afa, melepaskan beban yang menimpa kuduk-kuduk mereka (QS.7:157 & QS,90:12-18) atau egois hanya mementingkan diri dan keluarganya saja.

 

Akhirnya penganut Islam yang lebih kurang 2 milyar,  tinggal yang benar-benar beriman mungkin hanya sekitar ribuan saja. Bayangkan berapa orang yang termasuk benar-benar beriman dari orang - orang di pulau Sumatra, Jawa, kalimantan, sulawesi dan Irian. Akhirnya kita bertanya pada dirikita masing-masing adakah saya ini termasuk dalam bilangan orang-orang yang benar-benar beriman, sehingga terbebas dari siksaan api Neraka ? Jawabannya marilah kita berusaha dan doa sesuai dengan petunjuk Nya sebagaimana yang diaplikasikan para Rasul, Imam - Imam dan Ulama warasatul ambia, bukan ulama gadongan.

 

Nah persoalan yang terjadi diantara orang - orang yang bersekongkol dalam system thaghut Pancasila dengan orang - orang yang antithesis dengannya juga merupakan proses ujian Allah untuk menentukan kemenangan atau kekalahan Akhiratnya, kendatipun kebanyakan manusia enggan melihat persoalan kenegaraannya dengan kacamata Al Qur-an. Akibatnya mereka cenderung menampilkan "hukum Rimba", Yang kuat memakan yang lemah, yang kaya memperbudak yang miskin, yang pintar membodoh-bodohi kaum dhu'afa

 

Billahi fi sabililhq

 

Ali Al Asytar Acheh

 

alasytar_acheh@yahoo.com

Stavanger Norwegia.

----------