Stockholm, 31 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PROLETAR SEMPOYONGAN DITAMBAH MATA RABUN MENDENGAR BUMI ACHEH-MALUKU-PAPUA BERGOYANG HEBAT

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KELIHATAN DENGAN JELAS, ITU PROLETAR SEMPOYONGAN DITAMBAH MATA RABUN MENDENGAR BUMI ACHEH-MALUKU-PAPUA BERGOYANG HEBAT

 

“Bismillah Telah diketemukan Aki Ahmad Sudirman Usia 51 tahun Penampilan 71 tahun Ditemukan dalam keadaan gila Setelah kehabisan kata-kata. Pada kenyataannya, Kami bangsa Indonesia, Ke Aceh-Maluku-Papua Bisa jalan-jalan sepuasnya Tanpa paspor dan visa.” (Kang becak, kbecak@yahoo.com , Sat, 30 Jul 2005 06:34:56 -0700 (PDT))

 

Baiklah Proletar tukang becak di Tokyo, Jepang.

 

Setelah proletar putar-putar mengayuh becak, tidak mampu lagi menemukan kata-kata yang bisa dijadikan dasar argumentasi untuk membela mbah Soekarno dan para penerusnya, terutama kaum sosialis pengagum Lenin dengan Marxisme-nya yang ditebarkan oleh DN Aidit dan adiknya, Sobron Aidit,  untuk menumbangkan benteng pertahanan Acheh, Maluku dan Papua yang telah dibangun Ahmad Sudirman berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang penganeksasian Acheh, Maluku dan Papua oleh mbah Soekarno dengan RIS, RI-nya, akhirnya proletar hanya bisa meniupkan jampe puisi gombal pendeknya yang diberi label ”Ralat”.

 

Inilah akhir wujud proletar tukang becak yang keluyuran di kota Tokyo, dengan jalan terhuyung-huyung, ditambah mata rabun, sehinga hampir tersungkur, ketika mendengar bumi Acheh, Maluku dan Papua bergoyang hebat, diakibatkan adanya ledakan dahsyat yang muncul dari gedung DPR Amerika Serikat, ketika serodokan pepera Papua 1969 made in mbah Soekarno digugat dan dipertanyakan keabsahannya.

 

Akhirnya akal bulus mbah Soekarno dengan sulap pepera Papua 1969, dan penjambretan Acheh pakai secewir kertas berlabelkan PP RIS No.21/1950 & Perppu No.5/1950 terbongkar dan terkuak kepermukaan. Sehingga mbah Yudhoyono mencak-mencak, karena ia tahu akibatnya. Dimana bumi Acheh dan Papua makin goyang hebat, yang akhirnya tidak akan mungkin bisa distopnya.

 

Proletar tukang becak, nafsu besar tenaga kurang, dari awal berusaha untuk mendorong mbah Yudhoyono, agar mampu bertahan, tetapi karena kemampuan proletar yang minim, akhirnya, ia justru sempoyongan, sambil meraba-raba karena mata sudah menjadi rabun. Dan yang mampu keluar dari mulutnya hanyalah untaian jampe puisi gombalnya yang diuntai dalam kalimat: ”Telah diketemukan Aki Ahmad Sudirman Usia 51 tahun Penampilan 71 tahun Ditemukan dalam keadaan gila Setelah kehabisan kata-kata. Pada kenyataannya, Kami bangsa Indonesia, Ke Aceh-Maluku-Papua Bisa jalan-jalan sepuasnya Tanpa paspor dan visa.”

 

Nah, inilah kemampuan akhir proletar, yang menggambarkan akhir hayat proletar yang sudah hampir kehilangan nafas, dan tinggal ditenggorokannya saja. Dan inilah juga merupakan akhir dari pintu sigotaka yang tadinya terbuka lebar, secara perlahan, mulai tertutup. Dan terkurunglah jasad proletar tukang becak dibalik pintu sigotaka. Dan berakhirnya riwayat proletar pengagum Lenin yang disebarkan oleh DN Aidit ketua CC PKI.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sat, 30 Jul 2005 06:34:56 -0700 (PDT)

From: Kang becak kbecak@yahoo.com

Subject: Ralat

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

 

Bismillah

Telah diketemukan

Aki Ahmad Sudirman

Usia 51 tahun

Penampilan 71 tahun

Ditemukan dalam keadaan gila

Setelah kehabisan kata-kata.

 

Pada kenyataannya,

Kami bangsa Indonesia,

Ke Aceh-Maluku-Papua

Bisa jalan-jalan sepuasnya

Tanpa paspor dan visa.

 

Sekian pengumuman

Dari kami.

 

Wassalam.

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

----------