Stockholm, 31 Juli 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PROLETAR DIBALIK PINTU SIGOTAKA, BERDESIS-DESIS MENGHEMBUSKAN JAMPE PUISI TOLAK BALANYA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



ITU PROLETAR KELIHATAN DIBALIK PINTU SIGOTAKA, BERDESIS-DESIS MENGHEMBUSKAN JAMPE PUISI TOLAK BALANYA

 

“Bismillah, Aki Ahmad Sudirman Sebentar lagi perdamaian akan diciptakan. Tapi sayang, Bagimu tetap tiada perubahan. Engkau tetap manusia buangan. Swedia hitam yang menjijikan. Kini engkau mau berkata apa Semua faktamu ternyata hanya Omong kosong belaka Kebohongan yang ada di otakmu kini Taklaku sudah YM Hasan Tiro Akan kembali ke Indonesia. Tinggalah engkau di Swedia sana Sampai berkaratpun Tidak akan ada maaf bagimu. Tinggalah engkau di Swedia Menangis sambil mencari gigi palsumu.” (Kang becak, kbecak@yahoo.com , Sun, 31 Jul 2005 00:08:26 -0700 (PDT))

 

Baiklah Proletar tukang becak di Tokyo, Jepang.

 

Proletar dengan nafas yang tersendat-sendat, dibalik pintu sigotaka yang sudah tertutup, masih sempat mengembuskan jampe puisi gombal sosialisme-proletarit model Lenin-DN Aidit-nya, guna dijadikan sebagai alat tolak bala gaya Lenin dengan semburan sosialisme-proletarit-Marxisme-nya. Dan masih sempat melantunkan bunyi desisan, bagaikan bunyi desisan ular sanca India, yang terdengar melalui getaran-getaran gelombang desisan yang hampir susah tertangkap telinga, dan sukar dimengerti oleh manusia yang berakal dan beradab: ”Aki Ahmad Sudirman Sebentar lagi perdamaian akan diciptakan. Tapi sayang, Bagimu tetap tiada perubahan. Engkau tetap manusia buangan. Swedia hitam yang menjijikan.”

 

Nah, getaran-getaran gelombang desisan model desisan ular sanca inilah, yang masih bisa dijadikan alat pertahanan tolak bala, yang dilancarkan oleh proletar tukang becak dibalik pintu sigotaka-nya.

 

Tentu saja, perdamaian Acheh, yang didasarkan pada Kesepakan Memorandum of Understanding Helsinki 15 Agustus 2005, adalah didasarkan pada kesamaan martabat dari kedua belah pihak, baik itu dari pihak Pemerintah Negara Acheh, maupun dari pihak RI. Dimana kedua belah pihak tidak ada yang merasa kehilangan muka, keduanya mendapatkan tingkat martabat kemuliaan yang sama, berdasarkan dari hasil yang telah diperjuangkan dalam meja perundingan Helsiki 17 Juli 2005.

 

Jadi, perdamaian yang Insya Allah tercipta, adalah perdamaian Acheh, dengan masing-masing pihak mendapatkan kemuliaan yang sama. Artinya, pihak Pemerintah Negara Acheh memiliki tingkat martabat kemuliaan yang sama dengan pihak RI. Keduanya, tidak ada yang dirugikan. Dan keduanya mengacu kepada Kesepakatan Helsinki yang dituangkan dalam MoU Helsinki 2005.

 

Adapun bagi Ahmad Sudirman, mengucapkan syukur alhamdulillah, atas izin Allah SWT yang telah memberikan hati terbuka guna menuju kepada titik perdamaian bagi bangsa Acheh dan negeri Acheh serta agama di Acheh. Dengan lahirnya Kesepakatan MoU Helsinki 2005 ini, merupakan suatu keberhasilan yang besar bagi bangsa Acheh dalam usaha memperjuangkan penentuan nasib sendiri di Acheh melalui jalur pemerintah sendiri Acheh, dengan mengacu kepada dasar hukum MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Tidak ada yang diminta, tidak ada yang dituntut, tidak ada yang diharapkan Ahmad Sudirman, selain keridhaan Allah SWT, dan keberhasilan bagi bangsa Acheh untuk mendapatkan kembali tanah negeri nenek moyanya, yang telah dianeksasi, diduduki, dijajah oleh Belanda, Jepang dan RI.

 

Dan Ahmad Sudirman bukan manusia buangan. Di Swedia Ahmad Sudirman mendapat tingkat martabat mulia sebagai manusia. Ahmad Sudirman mendapat status yang setaraf dengan rakyat Swedia lainnya. Dan tidak perlu dipikirkan tentang status kewarganegaraan. Karena kewarganegaraan telah berada dalam kantong Ahmad Sudirman. Ahmad Sudirman bebas mau pergi kepenjuru dunia mana, tanpa ada kekangan. Bumi ini luas. Swedia bukan negeri hitam yang menjijikkan. Hanya bagi manusia model proletar tukang beca saja, dengan mata rabun, dan otak telah penuh dengan sampah mitos Acheh buatan mbah Soekarno dengan marhaenisme-nya saja, yang melihat Kerajaan Swedia sebagai Kerajaan hitam yang menjijikkan.

 

Dan apa yang telah dijelaskan, diterangkan, dibeberkan di mimbar bebas ini, tentang hal yang menyangkut fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum dianeksasinya tanah wilayah Acheh, Maluku Selatan, Papua Barat, adalah bukan suatu omong kosong, melainkan sesuatu fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum, yang bisa diuji keilmiahannya didepan orang-orang yang memiliki tingkat keilmiahan yang tinggi. Dan tentu saja, di mimbar bebas ini, telah secara terus menerus diuji keilmiahan dan kebenaran atas apa yang telah disampaikan Ahmad Sudirman tentang Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat hubungannya dengan RI. Dan sampai detik ini tidak ada seorang pun yang mampu menyodorkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang bisa dijadikan alat untuk merobohkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang penganeksasian Acheh, Maluku Selatan, Papua Barat oleh pihak RI.

 

Adapun Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro, tentu akan kembali memimpin Negara Acheh yang berdaulat, setelah Pemerintah Sendiri Acheh berdiri dengan segala perlengkapan kelembagaannya. Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro bukan kembali ke Indonesia, tetapi kembali ke Negara Acheh yang berdaulat secara de-jure dan de-facto di wilayah teritorial Acheh. Negara Acheh dan Negara RI adalah dua lembaga kenegaraan yang berbeda, tetapi memiliki tingkat derajat kemuliaan yang sama, berdasarkan dasar hukum Kesepakatan MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Sedangkan Ahmad Sudirman, dengan penuh kegembiraan dan syukur ke khadirat Allah SWT atas keberhasilan bangsa Acheh untuk membangun tanah negeri Acheh yang telah lama diperjuangkan untuk pembebasan dari tangan mbah Soekarno dengan RIS dan RI-nya yang telah mencaplok, menelan, menganeksasi, menduduki dan menjajahnya.

 

Kemudian, kalau proletar tukang becak mengatakan: ”Tidak akan ada maaf bagimu”. Itu hak kalian proletar tukang becak, tetapi yang jelas dan pasti, Allah SWT adalah Maha Pemaaf dan Maha Pengampun atas hamba-Nya.

 

Dan dengan keluasan anugrah dan lautan maaf Allah SWT inilah Ahmad Sudirman tidak akan merasa sempit, dunia, bumi Allah, adalah luas, dimanapun tempat, itu semuanya bumi Allah. Yang utama adalah mencari keridhaan Allah SWT.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sun, 31 Jul 2005 00:08:26 -0700 (PDT)

From: Kang becak kbecak@yahoo.com

Subject: Aki Sudirman Menangis Mencari Gigi Palsunya

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

 

Bismillah,

Aki Ahmad Sudirman

Sebentar lagi perdamaian akan diciptakan.

Tapi sayang,

Bagimu tetap tiada perubahan.

Engkau tetap manusia buangan.

Swedia hitam yang menjijikan.

 

Kini engkau mau berkata apa

Semua faktamu ternyata hanya

Omong kosong belaka

Kebohongan yang ada di otakmu kini

Taklaku sudah

YM Hasan Tiro

Akan kembali ke Indonesia.

 

Tinggalah engkau di Swedia sana

Sampai berkaratpun

Tidak akan ada maaf bagimu.

Tinggalah engkau di Swedia

Menangis sambil mencari gigi palsumu.

 

Biasakan selesai belajar membaca hamdallah:

Alhamdulillah.

 

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

----------