Stockholm, 3 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


RISYAF TIDAK PAHAM BAHWA MBAH SOEKARNO YANG MENCENGKRAM TANAH ACHEH, MALUKU SELATAN & PAPUA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KARENA RISYAF RISTIAWAN MATANYA BUTA, IA TIDAK MELIHAT MBAH SOEKARNO YANG MELAKUKAN KEBIADABAN MELALUI PENCENGKRAMAN TANAH ACHEH, MELAKU SELATAN & PAPUA BARAT

 

"Ahmad, pintar kali kamu ini memutar balikan. Konsep Islam memang begitu, namun yang jadi pertanyaan buat gue, apakan tindakan destruktif/memberontak terhadap pemerintahan yang legitimate dapat dibenarkan dalam Islam ? Apakah dasar acuannya memprovokasi, menghasut, dan membuat suasana tambah kacau dan saling bermusuhan sesuai dengan Sunatullah ? Bagaimana sikap seorang muslim terhadap penguasa dzalim ?" (Risyaf Ristiawan, barakatak_jol_leos@yahoo.com , Wed, 3 Aug 2005 00:50:50 -0700 (PDT))

 

"Ahmad, aku kira orang yang menggaji kamu itu rugi besar, karena apa, tiap hari kamu kerjanya mengulas tentang sesuatu yang kamu sendiri tidak mendapat apa-apa, kamu menggunakan fasilitas kantor tempat kamu bekerja hanya untuk buang-buang waktu. Asu Asu debat diforum dunia maya ini tidak kompetible, kalau kamu mau debat, mari kita debat secara terbuka di Jakarta, asal kamu mau datang ke Jakarta. Percuma kamu nyanyi di dunia maya. Dasar kerja Asu menggong-gong saja tiap hari" (Risyaf Ristiawan, barakatak_jol_leos@yahoo.com , Tue, 2 Aug 2005 19:21:12 -0700 (PDT))

 

"Kamu gak sadar, kamu gak waras, lihat dong dan baca surat Al Baqarah ayat 11 "Dan bila dikatakan kepada mereka "janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi", mereka menjawab: sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan". Sungguh lancang kamu minta pertolongan kepada Allah, sedangkan kelakuanmu adalah menghembuskan api permusuhan dan perpecahan. Gak tahu malu kamu, dasar macan berbulu domba !!! Geblek siah kehed !!!" (Risyaf Ristiawan, barakatak_jol_leos@yahoo.com , Wed, 3 Aug 2005 00:18:37 -0700 (PDT))

 

Baiklah Risyaf Ristiawan di Jakarta, Indonesia.

 

Risyaf, itu bangsa Acheh dan bangsa Papua bukan memberontak terhadap pihak RI, melainkan karena asal mulanya adalah pihak Soekarno dengan RIS dan RI-nya yang menelan, mencaplok, menganeksasi dan menduduki Acheh melalui pembuatan dasar hukum sepihak model Soekarno PP RIS No.21/1950 tanggal 14 Agustus 1950.

 

Nah, ketika Soekarno dengan RIS dan RI-nya mencaplok Acheh, itu melalui jalur diam-diam, tanpa memakai kekuatan militer, melainkan melalui jalur pembuatan hukum sepihak, tanpa adanya perjanjian antara pihan bangsa Acheh dengan pihak Soekarno. Soekarno yang seenak udelnya sendiri membuat surat PP RIS No.21/1950 dan Perppu No.5/1950 untuk memasukkan wilayah Acheh kedalam wilayah RI dibagian Sumatra Utara.

 

Jadi, yang terlebih dahulu melakukan pelanggaran teritorial, bukan bangsa Acheh melainkan, Soekarno dengan RIS dan RI-nya. Karena, itu tidak benar kalau dikatakan bangsa Acheh melakukan pemberontakan kepada pihak RI. Justru sebaliknya, pihak RI yang menganeksasi dan menelan Acheh. Dan inilah pelanggaran internasional, yang harus dikutuk.

 

Begitu juga dengan pencaplokan Papua, dimana Soekarno yang mencaplok Papua. Langkah-langkah yang ditempuh Soekarno ketika akan mencaplok Papua.

 

Pertama, Soekarno menyusun strategi dengan cara memasukkan program perebutan dan pendudukan Papua Barat disetiap Kabinet yang dibentuknya, dimulai Kabinet Natsir 7 September 1950, kemudian diteruskan dalam Kabinet Soekiman bulan April 1951, lalu dilanjutkan dalam Kabinet Wilopo 3 April 1952, kemudian dalam Kabinet Ali-Wongso 1 Agustus 1953, setelah itu diteruskan dalam Kabinet Burhanuddin Harahap 12 Agustus 1955, dan juga dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo 24 Maret 1956.

 

Kedua, dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo atau sering disebut Kabinet Ali II, Soekarno membatalkan secara sepihak perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 3 Mei 1956, dimana pembatalan perjanjian KMB secara sepihak ini dilakukan dengan Undang undang No.13 Tahun 1956.

 

Ketiga, Soekarno membentuk provinsi Irian Barat diatas kertas dengan wilayah daerah Irian Barat dan daerah Tidore, Oba, Weda, Patani, serta Wasile di Maluku Utara dengan Ibu Kotanya dipilih Soa Siu, pada tanggal 17 Agustus 1956. Kemudian, untuk menjadi Gubernurnya diangkat Sultan Tidore, Zainal Abidin Syah, pada tanggal 23 September 1956.

 

Keempat, Soekarno membangun Irian Barat atau Papua Barat diatas kertas lengkap daerah dan aparat pemerintahnya, padahal secara de-facto Negeri Papua Barat menurut perjanjian KMB masih berada dibawah kekuasaan Kerajaan Belanda, tetapi Soekarno dengan cara pembatalan sepihak langsung saja mengklaim bahwa Negeri Papua Barat atau Irian barat ini telah menjadi wilayah kekuasaan Negara RI.

 

Kelima, ketika Kabinet Ali II dibawah Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo mengembalikan mandatnya kepada Soekarno pada tanggal 14 Maret 1957, langsung Soekarno satu setengah jam setelah menerima pengembalian mandat dari Kabinet Ali II menyatakan negara dalam keadaan darurat perang, dan pada tanggal 17 Desember 1957 keadaan darurat perang ditingkatkan menjadi keadaan bahaya tingkat keadaan perang.

 

Keenam, dalam keadaan bahaya tingkat keadaan perang untuk seluruh wilayah yang dikuasai Negara RI inilah Soekarno membangkitkan gerakan pencaplokan Irian Barat atau Papua Barat yang diadakan pada tanggal 18 November 1957 di Jakarta.

 

Ketujuh, melakukan mogok total buruh di seluruh perusahaan-perusahaan milik Belanda. Penerbangan KLM dilarang mendarat dan terbang idatas wilayah Negara RI-Jawa-Yogya. Pengambilalihan modal-modal perusahaan dan milik Belanda di Indonesia, seperti Nederlandsche Handel Maatschappij N.V. (sekarang menjadi Bank Dagang Negara) bulan Desember 1957. Pengambilalihan bank Escompto milik Belanda di Jakarta pada tanggal 9 Desember 1957. Pengambilalihan Perusahaan Philips dan KLM di Jakarta pada bulan Desember 1957. Pengambilalihan percetakan De Unie di Jakarta pada bulan Desember 1957. Agar supaya bisa dianggap legal pengambilalihan modal perusahaan-perusahaan Belanda, maka Soekarno membuat dasar hukumnya yang dinamakan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 1958.

 

Kedelapan, pada tanggal 10 Februari 1958 Soekarno membentuk Front Nasional Pencaplokan Papua Barat atau Front Nasional Pembebasan Irian Barat atau Papua Barat.

 

Kesembilan, dalam sidang Konstituante hasil pemilu pertama tidak berhasil menelorkan UUD, maka setelah diadakan pemungutan suara tiga babak, tanggal 30 Mei, 1 dan 2 Juni 1959, kembali ke UUD 1945 atau memilih UUD berdasar Islam, ternyata hasil pemungutan yang babak ketiga hasilnya yang setuju kembali ke UUD 1945 sebanyak 264 anggota sedangkan 204 anggota menghendaki UUD berdasar Islam. Ternyata jalan keluar yang diambil oleh Soekarno dari kegagalan pemungutan suara dalam sidang Konstituante adalah dengan cara mengeluarkan Surat Keputusan Presiden tentang keadaan bahaya tingkat keadaan perang 17 Desember 1957. Dan pada tanggal 5 Juli 1959 membacakan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang menetapkan pembubaran Konstituante. Menetapkan Undang Undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah-darah Indonesia, terhitung mulai hari tanggal penetapan Dekrit ini dan tidak berlakunya lagi Undang Undang Dasar Sementara.

 

Kesepuluh, Soekarno membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara, yang terdiri atas Anggota anggota DPR ditambah dengan utusan dari Daerah daerah dan Golongan golongan serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara akan diselenggarakan dalam waktu yang sesingkat singkatnya. Ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 5 Juli 1959.

 

Kesebelas, Soekarno dengan gencar membubarkan Kabinet Djuanda yang dibentuk sebelum dekrit 5 Juli 1959, diganti oleh dirinya sendiri sebagai Perdana Menteri dan Djuanda ditunjuk sebagai menteri Pertama. Kabinet baru yang diberi nama Kabinet Kerja ini dilantik pada tanggal 10 Juli 1959 dengan triprogramnya, 1. Sandang pangan. 2. Keamanan dan 3. Pencaplokan Papua Barat.

 

Keduabelas, karena Front Nasional Pencaplokan Irian barat yang lebih populer dinamakan Front Nasional Pembebasan Irian Barat yang dibentuk pada tanggal 10 Februari 1958 dianggap kurang memadai, maka Soekarno mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1959 pada tanggal 31 Dsember 1959 untuk digunakan membentuk Front Nasional. Dimana tujuan dari Front Nasional ini adalah, 1. Menyelesaikan revolusi nasional Indonesia, 2. Melaksanakan pembangunan semesta nasional dan 3. Mencaplok Irian Barat kedalam Negara RI.

 

Ketigabelas, setahun kemudian pada tanggal 19 Desember 1961 Soekarno menjalan taktik dan strategi pencaplokan Irian Barat atau Papua Barat dengan propaganda yang disampaikan dihadapan rapat umum di Yogyakarta yang berisikan 3 sasaran, 1. Mencaplok Papua Barat yang dianggap sebagai boneka Papua buatan Belanda. 2. Bendera Negara RI harus dikibarkan diwilayah Irian Barat atau Papua Barat yang dianggap sebagai daerah wilayah kekuasaan Negara RI. 3. Menyiapkan mobilisasi umum mempertahankan Negara RI yang akan mencaplok Irian Barat. Dalam usaha pencaplokan Irian Barat ini, Soekarno mengangkat Mayor Jenderal Soeharto sebagai Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada tanggal 2 Januari 1962.

 

Keempatbelas, melalui jalur PBB yang dipimpin oleh Pd. Sek Jen PBB U.Thant pada tanggal 15 Agustus 1962 telah ditandatangani persetujuan New York, dari pihak Belanda diwakili oleh Dr J Van Roywen dan CW Schmurmann dan dari pihak Negara RI diwakili oleh Dr Subandrio.

 

Kelimabelas, Jenderal Soeharto pada tanggal 14 Juli - 4 Agustus 1969 melakukan penentuan pendapat rakyat di delapan Kabupaten Papua, tanpa melalui penentuan pendapat rakyat oleh seluruh rakyat di Papua, melainkan hanya memilih 1026 wakil-wakil yang diambil dari delapan Kabupaten untuk duduk dalam Dewan Musyawarah Pepera, guna diminatakan pendapatnya tentang masuk ke RI atau merdeka.

 

Nah, sekarang sudah kelihatan dalam masalah Papua ini. Siapa yang sebenarnya lebih dahulu menggagalkan KMB dan melakukan pencaplokan Papua Barat ?.

 

Jadi, tidak benar kalau dikatakan, bahwa bangsa Papua yang melakukan pemberontakan terhadap pemerintah RI. Justru sebaliknya Soekarno dengan RI-nya yang dengan seenak udel sendiri mencaplok tanah wilayah Papua Barat.

 

Kemudian, kalau kalian Risyaf membawa dalil "Bagaimana sikap seorang muslim terhadap penguasa dzalim"

 

Nah, kalau dalil naqli yang kalian Risyaf maksudkan adalah ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan ada sepeninggalku para penguasa yang mereka itu tidak berpegang dengan petunjukku dan tidak mengikuti cara/ jalanku. Dan akan ada di antara para penguasa tersebut orang-orang yang berhati syaithan dalam bentuk manusia." Hudzaifah berkata : "Apa yang kuperbuat bila aku mendapatinya?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hendaknya engkau mendengar dan menaati penguasa tersebut! Walaupun punggungmu dicambuk dan hartamu dirampas, maka (tetap) dengarkanlah (perintahnya) dan taatilah (dia)." (HR. Muslim dari shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu 'anhu, 3/1476, no. 1847)

 

Disini Rasulullah saw mencontohkan bahwa walaupun sampai punggung dicambuk, harta dirampas oleh pimpinan, tetapi harus tetap mendengar perintahnya dan harus tetap mentaatinya. Kemudian, yang telah dicontohkan Rasulullah saw tentang ketaatan kepada pimpinan ini adalah pimpinan atau khalifah yang memimpin Khilafah Islamiyah yang dasar dan sumber hukum khilafahnya mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw.

 

Sekarang, mengapa hadits Rasulullah saw tentang ketaatan kepada pimpinan ini hanya berlaku dalam negara atau daulah atau Khilafah Islamiyah yang dasar dan sumber hukum khilafahnya mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw ?.

 

Karena, selama dasar dan sumber hukum negara atau daulah atau khilafahnya mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw, maka selama itu walaupun keyakinan pemimpinnya bertolak belakang dengan apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw, tetapi tetap harus taat, jangan melakukan tindakan dan perlawanan dengan cara menjatuhkan pimpinan dan meruntuhkan negara atau daulah atau khilafah. Kalau pimpinan dan negara atau daulah atau khilafah dijatuhkan dan diruntuhkan maka hancurlah pimpinan dan berantakanlah daulah.

 

Jadi, selama negara atau daulah atau khilafah yang dasar dan sumber hukum khilafahnya mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw tidak diganggu gugat, maka itu persoalan pimpinan akan terjadi melalui cara pergantian biasa yang telah diatur dalam undang-undang yang berlaku.

 

Contohnya, ketika Imam Ahmad bin Hanbal masih hidup, dan dimasukkan kedalam penjara. Beliau tidak melawan kepada Khalifah Abbasiyah ? Mengapa karena Imam Ahmad bin Hanbal hidup dalam naungan Khilafah Islamiyah Abbasiyah. Dan selama Imam Ahmad bin Hanbal hidup, terjadi 8 kali pergantian Khalifah. Dan Khilafah tetap berdiri dengan dasar dan sumber hukum khilafahnya yang mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw. Jadi, pergantian Khalifah, bukan karena dilakukan melalui perlawan dari Imam Ahmad bin Hanbal, melainkan melalui proses hukum yang berlaku.

 

Inilah mengapa Rasulullah saw dalam haditsnya itu menyatakan harus tetap mendengar dan taat kepada pimpinan negara atau daulah atau khilafah Islamiyah.

 

Kemudian sekarang, bagaimana kalau hal tersebut terjadi di negara atau daulah yang dasar dan sumber hukum negara atau daulahnya tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw ?.

 

Jelas, disini hadits Rasulullah saw tidak berlaku. Mengapa ?

 

Karena, bagaimana mungkin Rasulullah saw memberikan contoh taat pada pimpinan dalam Negara atau daulah yang dasar dan sumber hukum negara atau daulahnya tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw, misalnya di negara RI, padahal Rasulullah saw sendiri sebagai Rasul, Nabi dan pemimpin Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib.

 

Jadi, tidak mungkin dan tidak masuk akal Rasulullah saw memberikan contoh dalam haditsnya yang tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan yang tidak dijalankan oleh Rasulullah saw sendiri. Kalau ada orang sepeninggal Rasulullah saw yang menerapkan hadits taat pada pimpinan tersebut, misalnya di negara sekuler pancasila RI, maka orang tersebut jelas telah menyimpang dan telah sesat dalam pemahamannya tentang contoh Rasulullah saw mengenai taat pada pimpinan negara atau daulah atau khilafah Islamiyah.

 

Perhatikan saja, sejak daulah Islamiyah pertama yang dibangun dan didirikan Rasulullah saw pada tahun 1 H / 622 M terus berkembang sampai tahun 1924 ketika Khilafah Islamiyah Utsmani dihancur leburkan oleh pihak pemerintah kafir negara asing yang dibantu oleh orang-orang muslim yang bekerjasama dengan pihak pemerintah negara asing. Itu selama lebih dari 1300 tahun, itu umat Islam menguasai gelanggang pemerintahan, politik, ekonomi, sosial di atas dunia ini.

 

Kemudian, setelah Khilafah Islamiyah Utsmani hancur lebur, muncul puluhan negara-negara kecil sekuler yang dasar dan sumber hukum negaranya tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan yang dijalankan oleh Rasulullah saw.

 

Jadi, kalau ada orang yang menerapkan dan menjalankan hadits tentang taat pada pimpinan dalam negara sekuler pancasila RI, maka orang itu salah kaprah dan telah sesat. Mengapa ? Karena penerapan hadits taat pada pimpinan dalam daulah atau negara sekuler yang dasar dan sumber hukum daulah atau negaranya tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasululla saw, tidak pernah dicontohkan Rasulullah saw, tidak juga oleh para sahabat, tidak oleh para tabi'in, dan tidak juga oleh para tabi'ut tabi'in.

 

Kemudian, Ahmad Sudirman memberikan tanggapan ini di kantor sendiri, melalui jaluran server sendiri. Jadi tidak merugikan perusahaan lain.

 

Seterusnya, soal debat langsung, itu mudah saja, dengan jaringan komunikasi yang sudah canggih ini bisa langsung berdebat bertatap muka, walaupun tidak dalam satu ruangan. Silahkan kalau kalian mau menggunakan jaringan satelit. Kalian di Jakarta, Ahmad Sudirman di Stockholm. Muka kalian, tampak oleh Ahmad Sudirman, dan muka Ahmad Sudirman tampak oleh kalian di Jakarta.

 

Masalahnya bukan debat langsung atau tidak langsung, masalahnya adalah, apakah kalian punya atau tidak, dasar argumentasi yang berupa fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang dimasukkannya Acheh, Maluku Selatan, dan Papua Barat kedalam wilayah RI ?. Kalau kalian tidak memilikinya, maka tidak ada gunanya kalian mengajak debat langsung melalui satelit atau langsung berhadapan muka dengan Ahmad Sudirman.

 

Seterusnya, yang membuat kerusakan di muka bumi adalah kalian dan TNI kalian yang ditempatkan di Acheh. Kalian melalui TNI kalian itu membunuh bangsa Acheh hanya karena kalian dan TNI kalian tetap ingin pertahankan tanah negeri Acheh.

 

Itulah TNI yang diperintahkan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto dan KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso untuk membunuh bangsa Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasan penganeksasian RI.

 

Nah, kalau kalian Risyaf tidak mengerti dan tidak paham tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat, maka kalian akan salah kaprah. Buktinya, kalian Risyaf tidak paham dan tidak mengerti, bahwa sebenarnya yang membuat kerusakan di muka bumi Acheh adalah itu pihak TNI yang melakukan pembunuhan terhadap bangsa Acheh dan pendudukan tanah wilayah Acheh.

 

Terakhir, makanya Risyaf Ristiawan jangan terus-terusan menjadi orang yang budek, akhirnya kalian tersungkur kejurang.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Tue, 2 Aug 2005 19:21:12 -0700 (PDT)

From: Risyaf Ristiawan barakatak_jol_leos@yahoo.com

Subject: Re: AIDI LAMPIRKAN FOTO-FOTO KORBAN ALA FOTO-FOTO KORBAN YANG DIAMBIL DI PENJARA ABU GHARIB OLEH SERDADU AMERIKA

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: wartadephan@dephan.go.id, waspada@waspada.co.id, universityofwarwick@yahoo.co.uk, teuku_mirza@hotmail.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, teguhharjito@yahoo.com, trieng@netzero.net, tang_ce@yahoo.com, tgk_maat@yahoo.co.uk

 

HA..HA.HA..HA...AHMAD GENDHENG !!!!

HAI ASU, KALAU BICARA ITU PAKAI DENGKUL JANGAN PAKAI OTAK !!! KAMU CUMAN BISA BICARA "DASAR HUKUM DASAR HUKUM,", TAPI KAMU SENDIRI GAK NGACA, ADA GAK SIH DASAR HUKUMNYA MEMPROVOKASI ORANG ??? ADA GAK SIH DASAR HUKUMNYA MEMBERONTAK KEPADA PEMERINTAHAN YANG SAH ? COBA MANA SAYA MINTA BUKTI DASAR HUKUMNYA TENTANG MEMBERONTAK KEPADA PENGUASA YANG SAH.

 

MANUSIA YANG MACAM KAMU ITU MANUSIA PEMECAH BELAH BANGSA, PANTAS SAJA KAMU TIDAK BISA TINGGAL DI INDONESIA CUMAN BUALANMU AJA TAMBAH HARI TAMBAH NGAWUR.

 

AHMAD, AKU KIRA ORANG YANG MENGGAJI KAMU ITU RUGI BESAR, KARENA APA, TIAP HARI KAMU KERJANYA MENGULAS TENTANG SESUATU YANG KAMU SENDIRI TIDAK MENDAPAT APA-APA, KAMU MENGGUNAKAN FASILITAS KANTOR TEMPAT KAMU BEKERJA HANYA UNTUK BUANG-BUANG WAKTU.

 

ASU ASU.......DEBAT DIFORUM DUNIA MAYA INI TIDAK KOMPETIBLE, KALAU KAMU MAU DEBAT , MARI KITA DEBAT SECARA TERBUKA DI JAKARTA, ASAL KAMU MAU DATANG KE JAKARTA, AKU AKAN MENYEDIAKAN SEGALA FASILITAS UNTUK DEBAT TERBUKA. PERCUMA KAMU NYANYI DI DUNIA MAYA. DASAR KERJA ASU MENGGONG-GONG SAJA TIAP HARI.

 

Risyaf Ristiawan

 

barakatak_jol_leos@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------

 

Date: Wed, 3 Aug 2005 00:18:37 -0700 (PDT)

From: Risyaf Ristiawan barakatak_jol_leos@yahoo.com

Subject: ASU...ASU....ASU......ASU.....(AHMAD SUDIRMAN)

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: wartadephan@dephan.go.id, waspada@waspada.co.id, Pujiono@kpc.co.id, panca@arcor.de, om_puteh@hotmail.com, om_puteh@yahoo.com, kabayan555@yahoo.com, kinana@gmail.com, koransp@suarapembaruan.com, karim@bukopin.co.id, koran@tempo.co.id, kbecak@yahoo.com, johan_phl@yahoo.com, jktpost2 <jktpost2@cbn.net.id>, jus_gentium2002@yahoo.co.uk, jakarta.newsroom@reuters.com, JKamrasyid@aol.com

 

Ahmad, kalimat munafik yang sering kamu ucapkan itu "Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk".

 

Kamu gak sadar, kamu gak waras, lihat dong dan baca surat Al Baqarah   ayat 11 "Dan bila dikatakan kepada mereka 'janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi', mereka menjawab : sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan".

 

Sungguh lancang kamu minta pertolongan kepada Allah, sedangkan kelakuanmu adalah menghembuskan api permusuhan dan perpecahan. Gak tahu malu kamu, dasar macan berbulu domba !!!

Geblek siah kehed !!!

 

Risyaf Ristiawan

 

barakatak_jol_leos@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------

 

Date: Wed, 3 Aug 2005 00:50:50 -0700 (PDT)

From: Risyaf Ristiawan barakatak_jol_leos@yahoo.com

Subject: IBLIS BERNYANYI !!!

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: kabayan555@yahoo.com, afdalgama@hotmail.com, alexandra_raihan@yahoo.com.sg, arie_wo@yahoo.com, abupase@yahoo.com, abu_dipeureulak@yahoo.com, asudirman@yahoo.co.uk, aic_report@yahoo.com, ahmad siregar <achregar@yahoo.com>, alue_meriam@yahoo.com, Acheh Merdeka <achehmerdeka@yahoo.com>, ahmadsudirman_gam@yahoo.se, Agoosh Yoosran a_yoosran@yahoo.com

 

Ahmad, pintar kali kamu ini memutar balikan. Konsep Islam memang begitu, namun yang jadi pertanyaan buat gue, apakan tindakan destruktif/memberontak terhadap pemerintahan yang legitimate dapat dibenarkan dalam Islam ? Apakah dasar acuannya memprovokasi, menghasut, dan membuat suasana tambah kacau dan saling bermusuhan sesuai dengan Sunatullah ? Bagaimana siiap seorang muslim terhadap penguasa dzalim ?

 

Emang ada betulnya argumentasi kamu itu, tapi salah dalam mengimplementasikan. Bicara itu yang gradual monyong, ljangan asal nyerocos aja. Dasar Ustad Babi !!!

 

Risyaf Ristiawan

 

barakatak_jol_leos@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------