Stockholm, 3 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PROLETAR PENYEBAR SOSIALISME-PROLETARIAT MARXISME LENIN MULAI KELIHATAN ASLINYA KOMUNIS

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



AKHIRNYA ITU PROLETAR PENYEBAR SOSIALISME-PROLETARIAT MARXISME LENIN MULAI KELIHATAN ASLINYA KOMUNIS YANG PAKAI KEDOK ISLAM

 

"Dajal Ahmad Sudirman, Nangis sambil mencabuti rambutnya yang mulai menipis. Aceh-Maluku-Papua, Diceritakannya berulang-ulang tanpa perubahan. Matanya melotot, Setiapkali melihat e-mail tentang Aceh. Mengaku bukan GAM Tapi sebenarnya ditolak GAM. Habis Dajal sih, Siapa lagi yang memakai ayat-ayat al Qur`an untuk mengejar kekuasaan, Kalau bukan dajal. Di mimbar bebas juga tidak ada yang membela. Habis gila sih. Malu belain lu Mat Dajal. Jangan marah dong. Ntar darah tinggimu kambuh lagi. Kalau mati sebelum bertobat, Bisa celaka di akhirat." (Kang becak, kbecak@yahoo.com , Wed, 3 Aug 2005 01:13:50 -0700 (PDT))

 

Baiklah proletar tukang becak di Tokyo, Jepang.

 

Proletar tukang becak ular sanca penyebar sosialisme-proletariat Marxisme Lenin dengan kedok Islam, dengan dicampur label sosialisme Mohammad Hatta. Kalian memang sudah terbongkar, dan kalian pakai itu kendaraan Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati untuk kalian pakai sebagai alat pelicin jalan di RI untuk menyebarkan paham sosialisme-proletariat Marxisme Lenin dengan gaya ular sanca. Ah dasar budek, budek leutik satu ini.

 

Kalian ikut menunggangi ekor TNI untuk memberikan semangat pembunuhan di Acheh, Papua dan Maluku Selatan. Kalian dibelakang ekor TNI menyuarakan nyanyian Lenin dengan lagu sumbang sosialisme-proletariat Marxisme-nya yang dicampur dengan gaya dan model sosialisme Mohammad Hatta, agar supaya bisa licin masuk kedalam jalur kendaraan yang ditunggangi mbah Yudhoyono dan mbak Mega dengan PDIP dan Marhaenisme-nya mbah Soekarno.

 

Gaya main tunggang dan gaya kuda lumping DN Aidit memang populer, dan sekarang

dipraktekkan lagi oleh proletar tukang becak yang menyuruk di Tokyo, Jepang.

 

Hanya sayang, karena otaknya otak udang, maka belum sampai ketujuan sudah jatuh tersungkur dengan nafas terengah-engah, menggelupur dibalik pintu sigotaka yang sudah tertutup rapat.

 

Karena gaya DN Aidit penunggang kuda mbah Soekarno, maka senang saja, itu proletar tukang beca menjadikan Acheh, Maluku Selatan dan Papua sebagai alat untuk mencengkramkan kuku sosialisme-proletar Marxisme Lenin-nya di belakang ekor mbah Soekarno dan para penerusnya orang-orang Jawa itu.

 

Dan soal pengcaplokan Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat, dijadikan alat oleh proletar sebagai batu jembatan meloncat dibelakang ekor mbah Soekarno dan para penerusnya sampai kepada mbah Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya.

 

Ketika Jenderal TNI Endriartono Sutarto mengembekan kata A, maka ikut pula itu proletar tukang becak mengembekan kata A dibelakang ekor mas Sutarto. Begitu juga ketika Jenderal TNI Djoko Santoso mengembekkan kata B, maka itu proletar tukang becak ikut pula berbunyi dibelakangnya dengan suara seraknya kata B.

 

Proletar tukang becak, memang sudah kehabisan akal, yang tinggal hanya ampas hasil perasan otak udangnya, yang telah penuh dijejali mitos Acheh, Maluku Selatan dan Papua, ditambah dengan hasil kocekan sosialisme-proletariat Marxisme Lenin dengan Marhaenisme-nya mbah Soekarno, yang sudah tidak laku lagi di dunia, tetapi mau ditawarkan kembali kepada orang-orang Jawa yang sebelumnya begitu antusias berada dibelakang ekor DN Aidit.

 

Itu proletar tukang becak ular sanca ini sudah menggelupur dibalik pintu sigotama-nya, dan nafasnya sudah hampir putus. Ketika mencoba menghembuskan jampe-jampe puisi gombal terakhirnya, yang mengandung racun sosialisme-proletariat Mrxisme Lenin-nya di mimbar bebas, untuk dijadikan tolak bala dari serangan Ahmad Sudirman, yang kedengaran hanyalah desisan suara serak dan terputus-putusnya: "Mengaku bukan GAM Tapi sebenarnya ditolak GAM. Habis Dajal sih, Siapa lagi yang memakai ayat-ayat al Qur`an untuk mengejar kekuasaan, Kalau bukan dajal."

 

Nah, itu isi jampe puisi gombal racun sosialisme-proletariat Marxisme Lenin yang dimasukkan kedalam unsur-unsur GAM dan diarahkan kepada Ahmad Sudirman. Jelas, tidak mempan. Karena apa yang diadukkan kedalam ramuan racun sosialisme-proletariat Marxisme Lenin-nya, itu adalah hanya lumpur-lumpur hitam yang tidak ada gunanya. Jelas, Ahmad Sudirman tidak pernah di tolak oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Sejak kapan Ahmad Sudirman ditolak oleh Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro ?. Yang jelas, justru proletar tukang becak penyebar racun sosialisme-proletariat Marxisme Lenin dengan gaya ular sanca-nya yang tidak berhasil merobohkan benteng pertahanan Acheh, Maluku Selatan dan Papua yang dibangun Ahmad Sudirman.

 

Kemudian, menyinggung ayat-ayat Al Qur'an, jelas itu sebagai seorang muslim yang mukmin harus diacuka nkepada apa yang telah digariskan Allah SWT. Bukan hanya digariskan kepada DN Aidit dengan sosialisme-proletariat Marxisme Lenin-nya saja.

 

Ahmad Sudirman, dalam usaha memberikan penjelasan dan keterangan tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat, tidak perlu dibela. Dan justru sebaliknya siapa yang berani menampilkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang dimasukkannnya Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat kedalam kantong perut RI-Jawa-Yogya, maka mereka itulah akan menghadapi benteng pertahanan yang dibangun Ahmad Sudirman. Dan sampai detik sekarang, mana pernah proletar tukang becak penyebar paham sosialisme-proletariat Marxisme Lenin ini mengajukan dan menyodorkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum. Paling hanya Resolusi PBB No.86/1950, Timor Timur, sosialisme jiwa bangsa Indonesia gaya Mohammad Hatta,  dan kelitan-kelitan ular sanca-nya.

 

Tetapi, ketika ditanya tentang asal-usul kata indonesia, bangsa Indonesia, adat istiadat bangsa Indonesia, asal turunan bangsa Indonesia, dan hubungannya dengan bangsa lain, sampai detik sekarang ini tidak pernah dijawabnya. Kan budek dan gombal ini budak leutik proletar tukang becak yang menyuruk dijalan kota Tokyo ini.

 

Proletar tukang becak penyebar racun sosialisme-proletariat Marxisme Lenin di RI-Jawa-Yogya, kalian sudah menggelupur, nafas sudah kembang-kempis, suara hanya getaran seperti mendesisnya ular sanca. Ah, dasar budek. Menyampah saja di HD kompuer Ahmad Sudirman.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Wed, 3 Aug 2005 01:13:50 -0700 (PDT)

From: Kang becak kbecak@yahoo.com

Subject: nangis ni yee ?

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: wartadephan@dephan.go.id, waspada@waspada.co.id, Pujiono@kpc.co.id, panca@arcor.de, om_puteh@hotmail.com, om_puteh@yahoo.com, kabayan555@yahoo.com, kinana@gmail.com, koransp@suarapembaruan.com, karim@bukopin.co.id, koran@tempo.co.id, kbecak@yahoo.com, johan_phl@yahoo.com, jktpost2 <jktpost2@cbn.net.id>, jus_gentium2002@yahoo.co.uk

 

Bismillah,

Dajal Ahmad Sudirman,

Nangis sambil mencabuti rambutnya yang mulai menipis.

Aceh-Maluku-Papua,

Diceritakannya berulang-ulang tanpa perubahan.

Matanya melotot,

Setiapkali melihat e-mail tentang Aceh.

 

Mengaku bukan GAM

Tapi sebenarnya ditolak GAM.

Habis Dajal sih,

Siapa lagi yang memakai ayat-ayat al Qur`an untuk mengejar kekuasaan,

Kalau bukan dajal.

 

Di mimbar bebas juga tidak ada yang membela.

Habis gila sih.

Malu belain lu Mat Dajal.

Jangan marah dong.

Ntar darah tinggimu kambuh lagi.

Kalau mati sebelum bertobat,

Bisa celaka di akhirat.

 

Bukankah Allah berfirman bahwa pintu taubat akan tetap dibuka

Selama hayat dikandung badan.

Sudah kangbecak maapin.

Cep jangan nangis.

Tobat ye ?

 

Biasakan sehabis belajar membaca hamdallah:

Alhamdulillah. 

 

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

----------