Stockholm, 3 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


AIDI, ITU KALIAN TAATI SAJA KESEPAKATAN HELSINKI DAN SERAHKAN SEMUA PERSENGKETAAN PADA TIM MONITORING UE & ASEAN

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



AIDI TIDAK PERLU KALIAN BERCUAP TIDAK MENENTU, ITU KALIAN TAATI SAJA KESEPAKATAN HELSINKI DAN SERAHKAN SEMUA PERSENGKETAAN PADA TIM MONITORING UE & ASEAN

 

"Naif sekali saudara Ahmad dengan sifat akal bulusnya yang mendefinisikan kebijakan pemerintah RI yang diberlakukan di Aceh dianggap sebagai upaya propaganda. Sebagaimana fakta yang saya tuangkan dalam tulisan tersebut bahwa Aceh dan masyarakatnya telah mendapatkan hak yang sama persis yang diterima oleh seluruh daerah dan rakyat di seluruh NKRI. Bahkan dalam hal-hal tertentu Aceh mendapatkan keistimewaan yang tidak dapat dirasakan / dinikmati oleh daerah dan masyarakat lain di luar Aceh. Kalau betul kebijakan tersebut merupakan propaganda NKRI, berarti seluruh wilayah dan rakyat NKRI berada di bawah pengaruh propaganda NKRI sendiri. Terus siapa yang dipropaganda dan siapa yang mempropaganda ? Siapa yang menjajah dan siapa yang terjajah ? Alangkah dangkal dan sempit definisi yang dibuat oleh saudara Ahmad. Permasalahan sebenarnya yang ada bahwa saudara Ahmad dan kawan-kawan tidak mampu bersaing memperebutkan kue pembangunan dan kue kemerdekaan di Republik ini sehingga kabur dan ngacir ke luar negri dengan membawa kedengkiannya dan berkoar-koar menyalahkan NKRI." (Nararya Aiandani, aiandani1107@yahoo.co.id , Thu, 4 Aug 2005 00:16:30 +0700 (ICT))

 

Baiklah saudara Aidi di Jakarta, Indonesia.

 

Dalam tanggapan yang dilambungkan Ahmad Sudirman sebelum ini menyingggung bahwa "Proses kolonisasi Acheh yang seterusnya penganeksasian Acheh kedalam wilayah RI tanpa melalui jalur hukum yang disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu pihak bangsa Acheh dan pihak RI inilah yang melahirkan pendudukan dan penjajahan RI atas tanah wilayah Acheh Kemudian, taktik dan strategi pihak RI yang telah melakukan penganeksasian tanah wilayah Acheh kedalam wilayah RI, untuk dapat terus menguasai dan menduduki tanah wilayah Acheh, maka taktik dan strategi Christiaan Snouck Hurgronje yang dijalankan pihak RI." (Ahmad Sudirman, 31 Juli 2005)

 

Nah, inilah alasan dasar yang disodorkan dan dijadikan argumentasi Ahmad Sudirman, mengapa itu wilayah tanah Acheh dianeksasi dan dikolonisasi dan akhirnya diduduki oleh RI sampai detik sekarang ini.

 

Kemudian, taktik dan strategi model Christiaan Snouck Hurgronje inilah yang dijalankan pihak RI untuk terus menduduki tanah wilayah Acheh. ( http://www.dataphone.se/~ahmad/050731.htm )

 

Dan itu tidak benar kalau dikatakan bahwa "Aceh dan masyarakatnya telah mendapatkan hak yang sama persis yang diterima oleh seluruh daerah dan rakyat di seluruh NKRI. Bahkan dalam hal-hal tertentu Aceh mendapatkan keistimewaan yang tidak dapat dirasakan / dinikmati oleh daerah dan masyarakat lain di luar Aceh"

 

Karena, lahirnya UU No.18/2001 itu adalah sebagai umpan untuk meredakan keinginan bangsa Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Karena memang tanah wilayah Acheh telah dianeksasi dan diduduki RI.

 

Jadi, memang sebenarnya apa yang diberikan oleh pihak RI melalui jalur UU No.18/2001 adalah sebagai suatu bentuk seolah-olah pemberian istimewa dari pihak pusat. Padahal, sebenarnya sebagai bentuk akal bulus saja. Coba pelajari apa isi UU No.18/2001. Isinya hanya penuh tipu muslihat dan penyesatan saja. Ahmad Sudirman telah membahas isi UU No.18/2001 ini sampai keakar-akarnya di mimbar bebas ini.

 

Dan karena memang tanah Acheh yang dianeksasi dan diduduki oleh RI, maka daripada diserahkan kepada bangsa Acheh, dibuatlah aturan perundang undangan dengan melabelkan otonomi istimewa, padahal sebenarnya, dengan memberikan UU No.18/2001 itu merupakan penipuan saja.

 

Itu tanah Acheh dianeksasi Soekarno tanpa melalui perjanjian dari kedua belah pihak. Kalau Soekarno menelan Negara-Negara dan daerah-Daerah yang ada dalam RIS, masih memakai jalur perjanjian. Tetapi, ketika menelan tanah wilayah Acheh, itu Soekarno dengan seenak udelnya sendiri membuat aturan sendiri untuk dijadikan sebagai surat rampasan harta tanah milik bangsa Acheh dari sejak nenek moyang dulu, sebelum itu yang namanya RI muncul di permukaan bumi.

 

Jadi, memang seadilnya dan sejujurnya, itu pihak RI menyerahkan tanah wilayah Acheh kepada bangsa Acheh. Bukan terus saja dipeluknya, dengan diiming-iming pakai UU No.18/2001 yang isinya penuh penipuan dan penyesatan itu.

 

Dan, tentu saja itu UU No.18/2001 tidak akan berlaku lagi apabila pemerintah sendiri Acheh berdiri atau self-government Acheh berdasarkan dasar hukum Memorandum of Understanding 15 Agustus 2005.

 

Jadi, kalau kalian mau jujur dan mau mempelajari yang benar, maka apa yang kalian katakan: "Permasalahan sebenarnya yang ada bahwa saudara Ahmad dan kawan-kawan tidak mampu bersaing memperebutkan kue pembangunan dan kue kemerdekaan di Republik ini sehingga kabur dan ngacir ke luar negri dengan membawa kedengkiannya dan berkoar-koar menyalahkan NKRI.". Itulah model tanggapan yang dilemparkan type-type penerus mbah Soekarno. Sudah jelas, itu tanah wilayah Acheh dianeksasi, diduduki oleh RI, masih juga mengandalkan argumentasi "tidak mampu bersaing memperebutkan kue pembangunan dan kue kemerdekaan di Republik ini". Inilah alasan kosong yang selalu dilambungkan oleh pihak RI dan para pendukungnya, seperti Aidi yang mengaku putra Bugis, karena memang otaknya sudah kena racun mitos Acheh buatan mbah Soekarno.

 

Selanjutnya, soal yang dituduhkan Aidi tentang "perbuatan GAM di Aceh yang sangat meresahkan masyarakat."

 

Sebenarnya, di Acheh dari sejak diberlakukan Darurat Militer di Acheh oleh Megawati, itu merupakan fakta dan bukti bahwa di Acheh sedang berlangsung perang modern.

 

Kemudian, tentang tuduhan membakar, menghancurkan fasilitas umum berupa gedung-gedung sekolah, kantor pemerintahan, layanan kesehatan masyarakat, jembatan penghubung antara satu kampung dengan kampung lainnya, merusak, merobohkan tiang-tiang listrik tegangan tinggi, melarang anak-anak Aceh menuntut ilmu tinggi-tinggi, menculik, menyandera, menyiksa, membunuh ratusan guru-guru sekolah, aparat pemerintah dan tokoh masyarakat di Aceh, melakukan perampokan, pemerasan, dan lain sebaginya.

 

Itu sudah Ahmad Sudirman baca di berita yang dipublikasikan oleh media massa di RI. Persoalananya adalah apakah benar itu TNA membunuh ratusan guru-guru sekolah. Sejak kapan TNA membunuh ratusan guru-guru sekolah ?

 

Dan berapa banyak bangsa Acheh yang dibunuh TNI ? Dan berapa banyak bangsa Acheh yang dijebloskan kedalam LP-LP karena melakukan tindakan kriminil ? Dan berapa banyak aktivis bangsa Acheh yang divonis melakukan makar dan dijebloskan kedalam LP-LP di Jawa dan di Acheh ?

 

Di Acheh itu terus masih berlangsung perang modern, sampai waktu disepakatinya Kesepakatan Helsinki 17 Juli 2005. Setelah itu, khususnya setelah ditandatangani MoU Helsinki 15 Agustus 2005, maka akan langsung diusut dan diselesaikan melalui tim monitoring dari Uni Eropa dan ASEAN.

 

Jadi, kita lihat, siapa sebenarnya yang ingin menggagalkan hasil Kesepakatan Helsinki 2005 ini, nanti akan terlihat setelah MoU 15 Agustus 2005 ditandatangani di Helsinki, Finlandia.

 

Dan itu intelijen-intelijen TNI yang hampir ribuan jumlahnya dan berkeliaran di Acheh akan kena getahnya kalau mereka itu mengaktifkan milisi-milisi buatan TNI untuk membuat onar dan mengatasnamakan TNA.

 

Jadi Aidi, kalian telah menyepakati hasil perundingan Helsinki melalui juru runding RI. Jadi, kalian sekarang adalah, tidak perlu banyak bercuap. Kalian taati Kesepakatan Helsinki. Titik. Karena Tim Monitoring Uni Eropa dan ASEAN yang langsung akan menjadi badan pengawas dan pengontrol jalannya Kesepakatan Helsinki dilapangan. Itu pada tanggal 15 Agustus 2005 sudah ada ditempat tim monitoring Uni Eropa dan ASEAN. Kalian cukup mengadukan kepada mereka. Mereka yang akan menyelesaikan persengketaan dan pelanggaran Kesepakatan helsinki dilapangan apabila dilanggar.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 4 Aug 2005 00:16:30 +0700 (ICT)

From: nararya aiandani aiandani1107@yahoo.co.id

Subject: Balasan: Gam Biadab

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

 

Jakarta, 31 Juli 2005

 

GAM BIADAB MENYIKSA RAKYAT ACEH

 

Bissmillahirrahmanirrahiim.

Assalamau ’Alaikum Wr. Wb.

 

Saudara Ahmad Sudirman dan segenap pembaca di seluruh jagad yang budiman, menanggapi tulisan saudara Ahmad sebagai jawaban dari tulasn saya yang bertema ”Bentuk Penjajahan Versi Ahmad Sudirman”.

 

Naif sekali saudara Ahmad dengan sifat akal bulusnya yang mendefinisikan kebijakan pemerintah RI yang diberlakukan di Aceh dianggap sebagai upaya propaganda. Sebagaimana fakta yang saya tuangkan dalam tulisan tersebut bahwa Aceh dan masyarakatnya telah mendapatkan hak yang sama persis yang diterima oleh seluruh daerah dan rakyat di seluruh NKRI. Bahkan dalam hal-hal tertentu Aceh mendapatkan keistimewaan yang tidak dapat dirasakan / dinikmati oleh daerah dan masyarakat lain di luar Aceh.

 

Kalau betul kebijakan tersebut merupakan propaganda NKRI, berarti seluruh wilayah dan rakyat NKRI berada di bawah pengaruh propaganda NKRI sendiri. Terus siapa yang dipropaganda dan siapa yang mempropaganda ? Siapa yang menjajah dan siapa yang terjajah ? Alangkah dangkal dan sempit definisi yang dibuat oleh saudara Ahmad. Permasalahan sebenarnya yang ada bahwa saudara Ahmad dan kawan-kawan tidak mampu bersaing memperebutkan kue pembangunan dan kue kemerdekaan di Republik ini sehingga kabur dan ngacir ke luar negri dengan membawa kedengkiannya dan berkoar-koar menyalahkan NKRI.

 

Sama persis dengan musang yang berusaha merahi buah anggur yang ranum dan manis tetapi tidak sanggup lalu berteriak-teriak keliling mengumumkan kepada bangsa hewan lainnya bahwa anggur itu pahit dan tidak enak. Sungguh suatu akal bulus saudara Ahmad, bagaikan musang berbulu domba, makanya kalau ingin mendapatkan bagian dari pembangunan NKRI saudara Ahmad harus berusaha keras mengisi kemampuan sehinggah memiliki daya saing yang tinggi bukan sistem yang disalahkan. Ngaca donk kang Ahmad………. ngaca!!!

 

Saudara Ahmad hanya menanggapi kebijakan-kebijakan NKRI terhadap wilayah Aceh yang mana kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh NKRI, tetapi saudara Ahmad belum menjawab atau mungkin tidak sanggup menjawab bagaimana tindakan dan perbuatan GAM di Aceh yang sangat meresahkan masyarakat.

 

Bagaimana GAM membakar dan menghancurkan fasilitas umum berupa gedung-gedung sekolah, kantor pemerintahan, layanan kesehatan masyarakat, jembatan penghubung antara satu kampung dengan kampung lainnya. GAM telah merusak dan merobohkan tiang-tiang listrik tegangan tinggi yang mengakibatkan mati lampu di sebagian besar wilayah Aceh selama berbulan-bulan.

 

Bagaimana GAM melarang anak-anak Aceh menuntut ilmu tinggi-tinggi yang semata-mata menginginkan generasi Aceh tetap bodoh dan mudah dibodoh-bodohi oleh GAM. GAM telah menculik, menyandera, menyiksa dan membunuh ratusan guru-guru sekolah, aparat pemerintah dan tokoh masyarakat di Aceh. GAM telah melakukan perampokan, pemerasan dengan dalih Pajak Nangroe terhadap masyarakat Aceh secara paksa dengan tidak segan-segan membunuh bila menolak.

 

Melaksanakan pembakaran kampung dan pembunuhan massal terhadap rakyat yang dinilai nyata-nyata tidak mau membantu dan mendukung GAM. Semua tindakan dan kelakuan tersebut didefinisikan apa oleh saudara Ahmad ? Bukankah hal tersebut justru merupakan bentuk penjajahan dengan merampas hak dan kebebasan orang banyak demi pencapaian tujuan.

 

Berikut ini beberapa fakta terkini tentang kebrutalan GAM pasca Perjanjian Damai Helsinki:

 

1. Tanggal 31 Juli 2005, M Nasir G umur 40 tahun Geuchik (kepala desa) Lhok Sialang Cut Kec. Pasie Raja Kab. Aceh Selatan dibantai hingga tewas di depan anak dan istrinya oleh sekelompok GAM. Tragedi tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB pada minggu malam. Rumah Geuchik M. Nasir didatangi sekitar 13 orang bersenjata, 10 orang berjaga di luar rumah, 2 orang berdiri di depan pintu dan 1 orang masuk ke rumah secara paksa yang dikenal oleh korban bernama Asnawi Panglima Sagoe Pasie Raja. Disaksikan anak dan istrinya yang tidak berdaya, sang eksekutor mencokok senjata panjang ke dalam mulut Geuchik M. Nasir gaya rolet rusia. Dorr....... peluru dimuntahkan ke mulut korban, Geuchik M. Nasir pun roboh bersimbah darah meregang ajal di depan anak istri. Diiringi raungan dan ratapan histeris anak istri, sang eksekutor dengan gagah menghilang ke kawasan pegunungan setempat. Beberapa pekan sebelumnya di wilayah yang sama Geuchik Ds. Simpang Kec. Bakongan Timur dibantai tewas di depan istri oleh GAM yang sama.

 

2. Pada hari minggu tanggal 31 Juli 2005 pukul 15.00 WIB, 3 orang sopir truk warga Kota Fajar, Kluet Utara telah diperas oleh GAM dengan meminta uang ratusan ribu rupiah. Korban masing-masing Fikri (32 th) pengemudi kendaraan BK 8390 BD, Yusuf pengemudi kendaraan BK 8873 BJ dan Baidin pengemudi kendaraan BK 9485 BU, masing masing korban mengalami kerugian Rp. 500.000,-. Kejadian tersebut dialami oleh korban saat melintas di kawasan Ds. Alur Mas Kec. Kluet Utara dicegat oleh 15 orang bersenjata lengkap yang pimpinannya dikenal oleh korban bernama Zulfatah Wapang Sagoe Trumon.

 

3. Pada hari sabtu tanggal 30 Juli 2005 pukul 14.30 WIB, terjadi pemerasan terhadap 2 orang warga Ds. Ie Meudama Kec. Trumon An. Ismail 45 tahun kerugian Rp. 500.000,- dan Sayuti 50 tahun kerugian Rp. 300.000,- yang dilakukan oleh sekelompok GAM bersenjata lengkap, dimana sebagian dikenal oleh korban berasal dari desa setempat.

 

4.Pada hari minggu tanggal 31 Juli 2005 saat setelah Adzan Subuh dikumandangkan, 2 orang anggota GAM A.n. Bolong 27 tahun asal Ds. Adan dan Mahmud 35 tahun asal Ds. Gumong Cut mendatangi rumah warga dan merampas HP milik Hendrianto 29 tahun dan perhiasan emas 5 mayam milik Ny. Rosdiati 38 tahun.

 

5.Adi Suryono seorang PNS pada dinas PU Pemko Langsa telah diculik oleh GAM pada hari Kamis tanggal 28 Juli 2005, di sandra selam 2 hari dan dilepas setelah Dinas PU Pemko Langsa membayar tebusan sebanyak Rp. 46 juta. Untuk meyakinkan kebenaran berita ini dapatkan informasi langsung dari masyarakat Langsa.

 

Kejadian tersebut telah dilaporkan oleh masyarakat kepada aparat keamanan setempat tetapi aparat keamanan tidak bisa berbuat banyak karena mereka komitmen mendukung upaya perjanjian damai RI-GAM dengan tidak melakukan pengejaran dan penyerangan terhadap GAM. Sementara GAM yang tidak punya jalur komando yang jelas tidak patuh terhadap Presiden Khayalannya Hasan Tiro yang hidup mewah di luar negeri menerima setoran Pajak Nangroe di atas penderitaan rakyat Aceh.

 

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa korban dan pelakunya mendapatkan ganjaran setimpal, Amien....!!!

 

Wassalam.

 

Muhammad Aidi putera Bugis

 

domisili di Jakarta

Pemerhati Kondisi Sosial Bangsa

Yang mengabdikan seluruh jiwa dan raganya demi keutuhan dan kedaulatan NKRI

aiandani1107@yahoo.com

----------