Stockholm, 4 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


SAPRUDIN COBA LAMBUNGKAN MITOS BUATAN BIMO UNTUK DIPAKAI PUKUL BENTENG ACHEH & AHMAD SUDIRMAN

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



SAPRUDIN OTAK UDANG COBA MELAMBUNGKAN MITOS BUATAN BIMO TEJOKUSUMO UNTUK DIPAKAI MEMUKUL BENTENG ACHEH & AHMAD SUDIRMAN

 

"Eh Ahmad ternyata kamu itu lumayan juga ya, background pendidikan kamu bagus, tapi sayang lancung ke ujian, jadi aku tidak percaya lagi kepada semua argumentasi kamu. Ahmad, kasihan deh lu !!! Pantas tulisanmu sangat kontradiktif, ternyata dibalik semua tulisanmu itu menyimpan dendam yang membara." (SP Saprudin, im_surya_1998@yahoo.co.id , Thu, 4 Aug 2005 13:21:34 +0700 (ICT))

 

"Ahmad !! Ahamd !!! Menurut pandangan Surya Pasai Saprudin bahwa sesungguhnya Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan. Hal ini tercermin dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. dengan perintah membaca (lihat surat Al Alaq 1-5). Ahmad, apa yang saya ulas tersebut di atas sangatlah kontradiktif dengan apa yang kamu sering argumentasikan. Ahmad, bagaimana sih sikap seorang muslim yang berilmu pengetahuan menurut pandangan Al Qur'an ? Kamu sendiri Ahmad yang bisa menjawab. Toh menurut pandangan saya seorang muslim yang berilmu akan tercermin dalam sikap perbuatan dan ucapannya.Seorang muslim yang berilmu akan kuat keimanannya." (SP Saprudin, im_surya_1998@yahoo.co.id , Thu, 4 Aug 2005 09:46:47 +0700 (ICT))

 

Baiklah Saprudin di Jakarta, Indonesia.

 

Saprudin, lain kali kalau kalian mengutip cerita Ahmad Sudirman, itu sebelumnya harus disaring dulu. Mengapa ?

 

Karena kalau tidak, kalian akan terjerumus kepada sikap ikut-ikutan buta. Dan apa yang kalian Saprudin katakan: "Jauh dari sikap permusuhan, jauh dari sikap intimidasi, jauh dari buruk sangka, jauh dari mengumbar fitnah, dan dia akan selalu hati-hati dalam bertutur.". Itu kena pada diri kalian Saprudin. Mengapa ?

 

Karena ketika kalian menuliskan: "Eh Ahmad ternyata kamu itu lumayan juga ya, background pendidikan kamu bagus, tapi sayang lancung ke ujian, jadi aku tidak percaya lagi kepada semua argumentasi kamu." Setelah kalian mengutip hasil kesimpulan kecil yang dipublikasikan dalam bahtiar.blogsome.com/2005/03/  milik saudara Bahtiar di Yogyakarta yang dikirimkan oleh Bimo Tejokusumo, bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk , yang belajar di Universitas Malmo, Swedia, pada tanggal 29 Maret 2005, yang dipungutnya dari www.asnlf.net/asnlf_my/my/komentar/040124_benarkah.htm

 

Celakanya, kesimpulan singkat yang ditulis Bimo Tejokusumo ini dipungut pula oleh Hadi Betawi pada tanggal 18 Juli 2005, kemudian disebarkan ke seluruh dunia. Kan gombal itu namanya. Dan tentu saja, Ahmad Sudirman telah meluruskan dan memberikan konfirmasi atas hasil kesimpulan singkat budek-nya Bimo Tejokusumo itu.

 

Eh pagi ini diulang lagi oleh Saprudin yang mengaku keturunan Acheh dicampur Banten sambil cerita tentang ilmu pengetahuan. Tetapi otak kosong, karena memang telah terkena racun mitos Acheh buatan mbah Soekarno.

 

Saprudin, itu Bimo memang budek, ia hanya didorong oleh adanya sikap ingin memukul jatuh benteng pertahanan Acheh yang dibangun Ahmad Sudirman. Dan setelah ia tidak mampu memberikan argumentasi yang berisikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang dimasukkannya Acheh kedalam perut RI-Jawa-Yogya, maka disemburkannya cerita kesimpulan sampahnya tentang identitas Ahmad Sudirman.

 

Mengapa kesimpulan sampah yang dihasilkan Bimo Tejokusumo orang jawa satu itu ?

 

Karena, itu Bimo ketika menyimpulkan tanpa didasarkan pada fakta dan bukti hukum yang kuat. Dan ternyata sampai detik ini, itu Bimo Tejokusumo, entah ia masih menyuruk di Malmo Swedia, atau sudah pulang, tidak pernah memberikan jawabannya atas hasil kesimpulan singkat sampahnya tentang identitas Ahmad Sudirman. Kan budek itu Bimo Jawa satu ini.

 

Coba saja perhatikan, itu hasil kesimpulan kecil Bimo, dimana Ahmad Sudirman dituduh pemberontak. Kan tidak benar itu. Mengapa ?

 

Karena, coba tanya kepada Susilo Bambang Yudhoyono apakah Ahmad Sudirman pemberontak ? Sampai kiamat itu Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan bisa menjawabanya.

 

Seterusnya, itu Bimo menuduh Ahmad Sudirman adalah Pujakusuma.

 

Inipun salah kaprah dan mengada-ada saja. Mengapa ?

 

Karena, jelas, Ahmad Sudirman bukan anggota kelompok milisi Jawa Pujakusuma di Acheh hasil binaan TNI Jawa-budek-nya Jenderal TNI Ryamizard Ryacyudu. Dan ketika Ahmad Sudirman memintakan fakta dan buktinya, ternyata itu Bimo hanya diam seribu bahasa di Malmo, tidak kedengaran lagi suaranya.

 

Kemudian lagi, itu Bimo Tejokusumo menuduh Ahmad Sudirman hanya memperjuangkan diri sendiri.

 

Nah, inipun tuduhan yang tidak ada fakta dan buktinya, dan hanya hasil yang dikarangnya sendiri setelah mencari-cari dari tempat sampah.

 

Seterusnya, itu Bimo masih juga menuduh Ahmad Sudirman "ditolong muslim Mesir, namun dia malah membenci muslim mesir seperti Ikhwanul Muslimin.dan tak tahu balas budi."

 

Nah, tuduhan inipun hanya main duga-duga saja. Kapan Ahmad Sudirman membenci muslim Mesir seperti Ikhwanul Muslimin. Kalau Ahmad Sudirman mengkritik pengikut Ikhwanul Muslimin orang RI yang ada di RI yang enggeh saja pada sistem thaghut pancasila memang benar. Tetapi bukan membenci muslim Mesir.

 

Kemudian lagi, itu Bimo masih juga menuliskan kesimpulan kecil-nya: "Semoga Ahmad Sudirman segera bertobat dan tidak lagi berlindung di ketiak negara kafir Swedia, pulang ke bandung dan hidup tentram di tanah Sunda, kembali ke tanah air kumpul dg saudara yg lama tidak jumpa".

 

Itu Bimo tidak tahu bahwa dia sendiri ketika menuliskan kesimpulan kecilnya berada di Malmo, Swedia, dan dia juga tinggal dan hidup di Jawa sana dibawah pengaruh sistem thaghut pancasila hasil kutak-katik mbah Soekarno penipu licik.

 

Saprudin, itulah pelurusan atas apa yang kalian pungut dari tempat sampah buangan-nya Bimo Tejokusumo dengan kesimpulan singkat ngaco dan sampah-nya itu.

 

Jadi Saprudin, itu yang namanya identitas tidak perlu disimpulkan macam-macam. Mending kalau kesimpulannya itu benar, tetapi kalau ngaco, seperti yang disimpulkan Bimo, kan gombal jadinya. Dan Bimo sendiri tidak berani mempertanggungjawabkan kesimpulan gombalnya itu

 

Nah Saprudin, lain kali, kalau kalian mau menampilkan sesuatu tentang pribadi Ahmad Sudirman, itu harus dipikirkan dahulu, jangan asal tulis saja. Karena kalau tidak, kalian itu masuk dalam kelompok orang budek.

 

Kemudian kalian Saprudin menyinggung masalah ilmu pengetahuan.

 

Itu sebagaimana kalian sitir juga dalam QS Al ’Alaq, 96: 1, 5 "Ikra bismi rabbikalladzii khalaq" (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan). "Alladzi ’allama bilqalam" (Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam).

 

Nah, didalam menggali ilmu pengetahuan itu, harus melalui membaca. Pengertian ikra disini bukan hanya membaca sekilas begitu saja, seperti Saprudin, yang pandainya mengutip cerita gombal dari internet saja. Melainkan harus digali, diteliti, dipelajari, dianalisa, dibandingkan, diacukan kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw.

 

Sekarang, kalau membaca masalah jalur proses pertumbuhan da perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh, maka itu semua fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum harus digali. Bukan disembunyikan, hanya untuk terus dipakai alat menipu dan membodohi rakyat Acheh dan rakyat di RI, agar supaya itu tanah Aheh terus menerus dianeksasi dan diduduki oleh RI.

 

Karena itu, coba ikra, Saprudin, bukan hanya mengembek saja. Hanya membaca sekilas dari media massa, sudah dianggap cukup. Kalau kalian caranya mengagali fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum model begitu saja, maka ilmu pengetahuan sejarah tentang Acheh dan RI kalian itu hanya sekedar mitos buatan mbah Soekarno saja.

 

Lihat saja buktinya, itu Saprudin, dengan secepat kilat setelah membaca selitas tentang identitas Ahmad Sudirman yang diberikan kesimpulan kecil hasil perasan ampas otak Bimo Tejokusumo, lalu tanpa dipikir panjang, langsung saja dilambungkan dan disebarkan keseluruh dunia. Kan budek itu jadinya.

 

Cerita ke sana sini bahwa "Jauh dari sikap permusuhan, jauh dari sikap intimidasi, jauh dari buruk sangka, jauh dari mengumbar fitnah, dan dia akan selalu hati-hati dalam bertutur".

 

Eh, tau-tau dia sendiri budek. Asal menjiplak dan mengutip saja. Tidak disaring dan tidak dipikirkan terlebih dahulu. Jadi fitnah saja.

 

Jadi Saprudin, tidak perlu kalian itu kutak-katik dan mengkorek-korek apa yang kalian katakan mengali ilmu pengetahuan, kalau kalian masih saja kerjanya mengutip dan menghambur-hamburkan cerita gombal alias kosong, yang akhirnya menjadi fitnah. Dasar budak leutik bau jaringao.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 4 Aug 2005 13:21:34 +0700 (ICT)

From: SP Saprudin im_surya_1998@yahoo.co.id

Subject: Informasi Jati Diri Ahmad Sudirman Sang Begundal Teroris !!!!

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar alchaidar@yahoo.com

 

Assalamualaikum Wr. wb.

 

Eh Ahmad ternyata kamu itu lumayan juga ya, background pendidikan kamu bagus, tapi sayang lancung ke ujian, jadi aku tidak percaya lagi kepada semua argumentasi kamu.

 

Si  Ahmad Sudirman alias Ustad Gemblung si Ahmad Sudirman dilahirkan di Tanjung Pinang, Riau, pada 21 November 1954. Kedua orangtua si Ahmad asli sunda yaitu berasal dari Jawa Barat.

 

1978: setelah menempuh sarjana psikologi di Universitas Islam Bandung, Ahmad melanjutkan pelajaran ke universitas The American University di Cairo dalam bidang computer software; di sana juga beliau menulis: “Dibawah Belenggu Rezim Penguasa” untuk kalangan sendiri (tidak dipublikasikan), yang ternyata sampai juga ke tangan Presiden Soeharto di Jakarta.

 

1981: Rejim Soeharto menganggap “Dibawah Belenggu Rezim Penguasa” menentang Pemerintah Indonesia dan Kepala Sub Bidang Protokol & Konsuler Sekretaris Ketiga di Kedubes RI di Cairo, Noer Hassan Wirajuda (sekarang Menteri Luar Negeri) memintanya mencabut tulisan tsb. Karena permintaan tersebut ditolaknya, maka paspornya dicabut dan si Ahmad diperintahkan pulang. Karena perintah tersebut juga tidak diindahkannya maka kewarganegaraannya dicabut.

 

1981: dengan bantuan tokoh-tokoh Islam dan pergerakan kaum Muslimin Mesir, beliau mendapat perlindungan sebagai pelarian politik dari UNHCR di Cairo dan kemudian suaka di Swedia bersama isteri dan anaknya.

 

1986: mendapat kewarganegaraan Swedia dan diterima bekerja sebagai software applications developer and system developer pada IBM Swedia. Disamping itu si Ahmad  juga aktif dalam bidang pendidikan Islam dan dalam tahun 1988 beliau mendirikan sebuah sekolah pendidikan Al-Quran untuk anak-anak.

 

1995: pindah kerja ke Modular Ink Technology (MIT), dan pada 1999 pindah ke XaarJet sebagai system developer and database (DB2) applications developer sampai sekarang.

 

beberapa kesimpulan kecil:

 

- Sdr. Ahmad Sudirman adalah pemberontak yg sudah bukan WNI, jadi sebenarnya tidak relevan dia bicara masalah Aceh dan indonesia

 

- Sdr. Ahmad Sudirman adalah Pujakesuma, pecaya bahwa masyarakt Indonesia muslim, bukan penyembah berhala, namun tingkah lakunya menghantam muslim indonesia karena pengalaman traumatik masa lalu, dimana dia terlunta-lunta setelah dicabut warha negaraannya

 

- Sdr. Ahmad Sudirman adalah orang yg memperjuangkan diri sendiri, tidak percaya bahwa manusia bisa berubah, makanya Pak Harto sudah berubah menjadi baik, namun Ahmad Sudirman selalu menebarkan permusuhan dg muslim Indonesia, khususnya terkait dg masalah Aceh

 

- Ahmad Sudirman ditolong muslim Mesir, namun dia malah membenci muslim mesir seperti Ikhwanul Muslimin.

 

-Semoga Ahmad Sudirman segera bertobat dan tidak lagi berlindung di ketiak negara kafir Swedia, pulang ke bandung dan hidup tentram di tanah Sunda, kembali ke tanah air kumpul dg saudara yg lama tidak jumpa

 

Ahmad, kasihan deh lu !!! Pantas tulisanmu sangat kontradiktif, ternyata dibalik semua tulisanmu itu menyimpan dendam yang membara.

 

Wassalamualaikum wr. wb.

 

Saprudin

 

im_surya_1998@yahoo.co.id

Jakarta, Indonesia

----------

 

Date: Thu, 4 Aug 2005 09:46:47 +0700 (ICT)

From: SP Saprudin im_surya_1998@yahoo.co.id

Subject: Ahmad Sudirman, Ahmad Sudirman Lagi,????

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 apalambak2000@yahoo.ca

 

Assalamualaikum wr. wb.

 

Ahmad !! Ahamd !!! Menurut pandangan Surya Pasai Saprudin bahwa sesungguhnya Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan. Hal ini tercermin dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. dengan perintah membaca (lihat surat Al Alaq 1-5).

 

Ayat ini mendorong Umat Islam untuk pandai membaca, berfikir dan berkereasi. Semakin banyak membaca semakin banyak manfaatnya yang diperoleh. Ilmu akan bertambah bahasa makin baik, dan nuansa pandangan juga makin luas.

 

Begitu besar perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan, sehingga setiap orang Islam baik laki2 maupun perempuan diwajibkan untuk menuntutnya, sebagai mana penegasan Nabi dalam Sabdanya : "Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam laki2 dan perempuan" (Alhadits)

 

Menuntut ilmu dalam Islam tidak berhenti pada batas usia tertentu, melainkan dilaksanakan seumur hidup. Dengan memiliki ilmu, seorang menjadi lebih tinggi derajatnya dibanding dengan yang tidak berilmu. Atau dengan kata lain kedudukan mulia tidak akan dicapai kecuali dengan ilmu. Lihat firman Allah dalam surat AL Mujadilah ayat 11). Lihat juga firman Allah dalam surat Az Zumar ayat 9. Penghormatan terhadap penuntut ilmu dijelaskan pula dalam sabda Nabi yang artinya : "Tidaklah suatu kaum berkumpul disalah satu rumah Allah, sambil membaca Al Qur'an dan mempelajarinya kecuali mereka dinaungi oleh para malaikat, mereka diberikan ketenangan, disirami rahmat dan selalu ingat Allah. Sesungguhnya, malaikat akan meletakkan sayapnya (menaungi) pada pencari ilmu karena senang apa yang dituntutnya".

 

Ahmad emang betul bahwa Ilmu pengetahuan dapat memperluas cakrawala dan memperkaya bahan pertimbangan dalam segala sikap dan tindakan.  Keluasan wawasan, pandangan serta kekayaan informasi akan membuat seseorang lebih cenderung kepada objektivitas, kebenaran dan realita.

 

Namun dapat saya tegaskan Ahmad, Ilmu yang benar adalah ilmu yang dapat dijadikan sarana untuk mendekatkan kebenaran dalam berbagai bentuk. Tentunya bagi seorang muslim dibalik wajah-wajah kebenaran itu tersirat kebenaran yang mutlak adalah Allah Swt.. Zat mutlak Pemilik Kebenaran. Dengan kata lain ilmu yang benar mendorong seseorang beriman kepada Allah Swt. dengan sebenar-benarnya, lebih dari itu ilmu yang benar dapat memperkuat keimanan seseorang.

 

Ilmu yang benar dapat memperkuat keimanan, dan iman melahirkan kepatuhan dan tawadhu' kepada Allah Swt. Allah menegaskan dalam firmannya : "Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu pengetahuan meyakini al Qur'an itulah yang hak (petunjuk yang benar) dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepada Nya" (Al Hajj : 54).

 

Ahmad, apa yang saya ulas tersebut di atas sangatlah kontradiktif dengan apa yang kamu sering argumentasikan.

 

Ahmad, bagaimana sih sikap seorang muslim yang berilmu pengetahuan menurut pandangan Al Qur'an ?

 

Kamu sendiri Ahmad yang bisa menjawab. Toh menurut pandangan saya seorang muslim yang berilmu akan tercermin dalam sikap perbuatan dan ucapannya.Seorang muslim yang berilmu akan kuat keimanannya.

 

Jauh dari sikap permusuhan, jauh dari sikap intimidasi, jauh dari buruk sangka, jauh dari mengumbar fitnah, dan dia akan selalu hati-hati dalam bertutur.

 

Ahmad, jalan masih terbentang panjang, gunakanlah ilmu pengetahuanmu demi kemaslahatan ummat manusia.

 

Demikian ulasan hari ini, buat Ahmad Sudirman yang mengaku keturunan Sunda Gemblung (Jawa Barat), tapi otaknya sudah dicuci oleh pemahaman Liberalisasi.

 

Wassalamualaikum wr. wb.

 

Saprudin

 

im_surya_1998@yahoo.co.id

Jakarta, Indonesia

----------