Stockholm, 4 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PROLETAR KOMUNIS TUKANG BECAK KEHILANGAN PEGANGAN SETELAH MENGEKOR DN AIDIT & SEKARANG MENGGELUPUR

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



PROLETAR KOMUNIS TUKANG BECAK, TIDAK PUNYA LAGI TEMPAT BERPEGANG SETELAH MENGEKOR DN AIDIT PENYEBAR SOSIALISME-PROLETARIAT MARXISME LENIN DI NEGARA SEKULER BURUNG GARUDA PANCASILA RI

 

"Bismillah, Aku berlindung Kepada Allah Dari godaan Dajal Ahmad Sudirman yang terkutuk." (Kang becak, kbecak@yahoo.com , Thu, 4 Aug 2005 06:57:03 -0700 (PDT))

 

Baiklah proletar komunis tukang becak di Tokyo Jepang.

 

Dasar proletar komunis, agama dijadikan kedok saja. Ahmad Sudirman tidak bisa ditipu oleh proletar komunis tukang becak pengembek DN Aidit dengan paham sosialisme-proletariat Marxisme Lenin yang dicampur marhaenisme-nya mbah Soekarno dan nasionalisme-nya mbak Mega ditambah kebangsaan-nya mbah Abdurrahman Wahid.

 

Komunis, kalian sudah kehabisan nafas dan kehilangan pegangan, akhirnya seruduk kanan seruduk kiri, sambil mulut komat kamit menolak bala, tetapi karena hati sudah penuh dengan mitos mbah Soekarno dan racun sosialisme-proletariat Marxisme Lenin, maka mana akan sampai. Paling semburan jampi-jampi puisi gombalnya saja.

 

Kalau mau berdo'a hati itu harus bersih, dibersihkan dari segala macam mitos buatan mbah Soekarno dan campuran racun hasil kocekan DN Aidit dan racun sosialisme-proletariat Marxisme Lenin yang sudah lapuk dan hanya dibaca di kelas-kelas saja.

 

Komunis, beginilah jadinya, kalau kalian memang rapuh dalam argumentasi, dasar fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum kalian sangat lemah. Ditanya tentang bangsa, jawabannya ngaco. Ditanya tentang asal usul kata Indonesia, jawabannya nihil. Ditanya tentang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum dimasukkannya Acheh kedalam RI-Jawa-Yogya, jawabannya nol besar. Dasar komunis.

 

Payah memang budak leutik satu ini. Kerjanya hanya mengikut ekornya DN Aidit saja.

 

Nah sekarang, memang komunis ini kepayahan, akhirnya menggelupur dibelakang pintu sigotaka, yang sudah tertutup rapat, dikunci gembok, tidak bisa keluar lagi. Kaki komunis sudah dijerat dengan tali bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular. Matanya sudah ditutup dengan kain tenunan ampas getah pancasila. Mulutnya sudah disumbat dengan seratan ampas sosialisme-proletariat. Tangannya sudah diikat dengan buntelan serabut marxisme Lenin. Hatinya sudah ditutup dengan batu-batu kerikil marhaenisme-nya mbah Soekarno.

 

Kalian komunis tukang becak budek di Tokyo, mati kutu.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 4 Aug 2005 06:57:03 -0700 (PDT)

From: Kang becak kbecak@yahoo.com

Subject: Bismilah

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>

 

Bismillah,

Aku berlindung

Kepada Allah

Dari godaan

Dajal Ahmad Sudirman yang terkutuk.

 

Wassalam.

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

----------