Stockholm, 5 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


WAHHABIYIN HADI BETAWI TIDAK TAHU WAHHABI ATAU SALAFI SAUDI MANA YANG DIIKUTINYA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



ULAMA-ULAMA WAHHABI ATAU SALAFI SAUDI SALING GUMUL SATU SAMA LAIN DAN SALING MENGKHAWARIJKAN, TIDAK PATUT DIJADIKAN CONTOH

 

"Namun dakwah salafiyyah ini menemui berbagai rintangan yang merintangi jalannya, dan demikianlah keadaan dakwah yang benar (senantiasa mendapat rintangan) dan demikian juga dakwah para rasul dan nabi. Penghalang terbesar yang muncul adalah dari kaum hizbiyyin (mereka yang fanatik pada kelompoknya) baik dari kalangan "Quthbiyyin" (mereka yang mengikuti pemahaman Sayyid Qutb) atau "Sururiyyin" (mereka yang mengikuti pemahaman Muhamad Surur) maupun "Takfiriyyin" (mereka yang dengan mudah mengkafirkan tanpa petunjuk ulama) Seperti halnya ahlul bid'ah ahmad sudirman ini ,  demikian  juga  dari  kalangan orang-orang sekuler, thoriqot suffiyyah dan aliran-aliran bid'ah lainnya. Akan tetapi yang paling menyayat-nyayat jiwa salafiyin adalah  sebagian orang yang menisbatkan diri mereka kepada dakwah salafiyyah, akan tetapi hakikatnya mereka adalah orang-orang yang berbuat "ghuluw" (menyimpang dan berlebih-lebihan dalam agama) dan ekstrim, yang mana mereka memusuhi salafiyin lantaran hasad dan dengki yang telah memakan hati mereka. Padahal mereka itu masih anak-anak yang masih ingusan lagi bodoh." (H4D! , hadifm@cbn.net.id , Sun, 7 Aug 2005 20:15:58 +0700)

 

Baiklah Wahhabiyin Hadi di Betawi Indonesia.

 

Sebenarnya di mimbar bebas ini telah sering Ahmad Sudirman membahas masalah kaum wahhabi atau salafi Saudi ini. Tetapi, orang-orang model wahhabiyin Hadi dari Betawi dengan ondel-ondel ketoprak Jawa Betawinya, masih tetap saja menutup telinga.

 

Padahal itu yang dinamakan gerakan muwahhidin atau salafiyyah atau wahhabiyah dengan dakhwah salafinya adalah gerakan yang asal mulanya dilahirkan dan dikembangkan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab, paralel dengan proses pertumbuhan dan perkembangan Kerajaan Ibnu Saud.

 

Tidak ada yang melambungkan gerakan muwahhidin atau salafiyyah dengan dakhwah salafinya, sebelum munculnya Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Kalau ada yang melambungkan pemikiran bahwa dakhwah salafiyah atau wahhabiyah muncul sebelum Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab, itu namanya mengada-ada, membuat-buat sendiri sejarah, dan salah kaprah. Karena menghilangkan dan menguburkan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

 

Dimana kaum wahhabi atau salafi Saudi ini mendeklarkan, bahwa gerakan dakwah salafiyah atau dakhwah wahhabiyah berdiri diatas Al-Qur'an, Sunnah shahih (hadits Rasulullah saw yang shahih), dan Al-Qur'an dan Sunnah wajib dipahami menurut pemahaman sahabat Nabi saw, tabi'in , dan tabiit tabi'in.

 

Nah, dalam proses pertumbuhan dan perkembangan Kerajaan Ibnu Saud dan menguatnya gerakan muwahhidin atau salafiyyah atau wahhabiyah dengan dakhwah salafinya ini, ternyata diantara kelompok ulama wahhabi atau salafi Saudi terjadi pergumulan sesama ulama wahhabi atau salafi Saudi, saling pukul memukul memakai alat pukul khawarij, bid'ah, ahlul khawa, pewaris Yahudi, melecehkan ulama, cap sururiyah.

 

Misalnya, Salman bin Fahd Al-Audah yang merupakan ulama wahhabi atau salafi Saudi, yang dimasukkan kepenjara oleh pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, selama lima tahun dari tahun 1994 sampai 1999, karena dituduh menentang pemerintah yang sah dengan melakukan protes terhadap tindakan korupsi dan tindakan menyalahi kesusilaan yang dilakukan oleh pemerintah Raja Fahd bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Abdullah bin Abdulaziz al-Saud. Setelah terjadi 11 September 2001, Salman bin Fahd Al-Audah dituduh sebagai penasehat Osama bin Laden oleh pihak Saudi Arabia dan pihak Amerika.

 

Begitu juga ulama wahhabi atau salafi Saudi yang menuduh ulama wahhabi atau salafi Saudi lainnya seperti Abdurrahman Abdul Khaliq orang Saudi, yang dituduh menikam ulama wahhabi atau salafi Saudi, karena Abdurrahman Abdul Khaliq yang juga wahhabi atau salafi Saudi, tetapi mendukung dan mengutamakan Ikhwanul Muslimin dan Yayasan Ihya'ut Turats Kuwait. Karena Abdurrahman Abdul Khaliq yang memimpin Yayasan Ihya'ut Turats Kuwait, maka ulama wahhabi atau salafi Saudi tidak mengakui yayasan Ihya'ut Turats Kuwait tersebut.

 

Tidak ketinggalan, itu Aidh Al Qarni ulama wahhabi atau salafi Saudi tetapi karena ia menentang pihak Yahudi dan Amerika yang dianggapnya sebagai negara yang melakukan teror. Dan pemerintah Kerajaan Saudi meminta bantuan kepada Amerika dengan seizin ulama wahhabi atau salafi Saudi. Dengan sikap yang anti Amerika dan Yahudi inilah akhirnya pihak ulama wahhabi atau salafi Saudi menganggap Aidh Al Qarni sebagai orang yang melecehkan ulama.

 

Seterusnya yang menimpa kepada Safar bin Abdul al-Rahman al-Hawali ulama wahhabi atau salafi Saudi yang pernah mengirimkan surat terbuka kepada Presiden George W. Bush pada tanggal 15 Oktober 2001, yang sebagian isinya menyatakan: "Mr. Presiden barangkali yang merupakan bukti-bukti tindakan ganda atau dobel moral adalah tindakan kekerasan yang dilakukan Amerika seperti yang dilakukan oleh Presiden Nixon dan Menteri Luar Negeri Kissinger selama dan setelah perang bulan Ramadhan (Oktober) 1973, kemudian tindakan yang dilakukan oleh ayah anda, Presiden Bush yang melakukan tindakan ganda yang membingungkan setiap orang. Ketika Iraq melakukan tindakan pelanggaran hukum internasional, diikuti oleh Israel. Irak melakukan penyerangan ke Kuwait telah dijadikan alasan ketika Amerika memasukkan Texas, sebagaimana Israel menduduki dan memasukkan wilayah Palestina." Akibat surat terbuka Safar bin Abdul al-Rahman al-Hawali kepada George W Bush inilah yang menyebabkan ulama wahhabi atau salafi Saudi yang mendukung kebijaksanaan politik pemerintah Kerajaan (alm) Raja Fahd bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Abdullah bin Abdulaziz al-Saud yang bergandengan serta paralel dengan kebijaksanaan politik Amerika menghantam Safar bin Abdul al-Rahman al-Hawali dengan tuduhan melecehkan ulama wahhabi atau salafi Saudi.

 

Lalu, Muhammad Surur bin Nayef Zainal Abidin dari Ikhwanul Muslimin Syria yang sekarang bermukim di Birmingham, Inggris yang menganggap bahwa ulama-ulama wahhabi atau salafi Saudi adalah orang-orang yang berbuat tanpa ada rasa takut, yang selalu menyesuaikan sikap-sikapnya dengan sikap para tuannya. Dan orang-orang yang berbicara tentang tauhid namun mereka budak budak budak budaknya budak, dan tuan terakhir mereka adalah seorang nashrani. Akibat sikap Muhammad Surur bin Nayef Zainal Abidin yang keras terhadap pemerintah Raja (alm) Fahd bin Abdul Aziz, Putra Mahkota Abdullah bin Abdulaziz al-Saud, Presiden George W. Bush dari Amerika, dan para ulama wahhabi atau salafi Saudi inilah yang menyebabkan Muhammad Surur bin Nayef Zainal Abidin disebut sebagai pendiri gerakan Sururiyah, yang diambil dari namanya Surur.

 

Selanjutnya, Muhammad bin Abdillah Al Masari ulama wahhabi atau salafi Saudi yang merupakan pelopor yang mendirikan Hizbut Tahrir di Saudi Arabia, yang sekarang menetap di Inggris karena diusir dari Saudi. Ulama-ulama wahhabi atau salafi Saudi menganggap Muhammad bin Abdillah Al Masari menentang dan melecehkan ulama ahlus sunnah dan dianggap sebagai khawarij, karena Muhammad bin Abdillah Al Masari mengklaim bahwa pemerintah Kerajaan Saudi Arabia tidak mengadili berdasarkan lembaga hukum Islam.

 

Sekarang, dengan melihat para ulama wahhabi atau salafi Saudi ini, ternyata diantara para ulama atau syeikh-syeikh wahhabi atau salafi Saudi ini telah terjadi saling gebuk dan saling mengkhawarijkan satu dengan lainnya.

 

Kemudian para pengikut ulama wahhabi atau salafi Saudi yang ada dinegara sekuler burung garuda pancasila RI pun ikut-ikutan saling gebuk satu sama lain.

 

Jadi, memang dipertanyakan apakah kaum wahhabi atau salafi Saudi ini adalah golongan yang lurus dan benar sendiri aqidahnya, padahal kenyataannya saling gebuk satu sama lain sesama syeikh-syeikh atau ulama-ulama wahhabi atau salafi Saudi.

 

Seterusnya, kalau dihubungkan dengan pemikir-pemikir Islam yang ada diluar kaum wahhabi atau salafi Saudi, seperti Abul A'la Al-Maududi dari Pakistan dan Sayyid Qutb dari Mesir. Jelas, itu kelihatan bahwa memang Mesir ini musuh bebuyutan Ibnu Saud sejak sebelum Khilafah Islamiyah Utsmani runtuh. Dimana pihak Abul A'la Al-Maududi dan Sayyid Qutb yang menentang kepada pemimpin Mesir. Dan  Sayyid Qutb memang musuh bebuyutan Gamal Abdul Nasr pemimpin Mesir seorang sosialis model mbah Soekarno. Dimana Sayyid Qutb digantung Gamal Abdul Nasr.

 

Nah, pemikir-pemikir Islam seperti Sayyid Qutb dan Abul A'la Al-Maududi, mana disukai oleh pengikut kaum wahhabi atau salafi Saudi ini. Karena kaum wahhabi atau salafi Saudi hanya enggeh saja kepada para raja Ibnu Saud.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sun, 7 Aug 2005 20:15:58 +0700

From: "H4D!" hadifm@cbn.net.id

To: "muba zir" <mbzr00@yahoo.com>, "Che Guevara" <CheLives@gmail.com>, "Pos Bali" <balipost@indo.net.id>, <bambang_hw@re.rekayasa.co.id>, <bsatya@t-online.de>, <banjar@centrin.net.id>, <beriakuarti@hotmail.com>, <ben21@cbn.net.id>, <bbuana@rad.net.id>, <ahmadsudirman_gam@yahoo.se>, "Acheh Merdeka" <achehmerdeka@yahoo.com>, <aic_report@yahoo.com>, <asudirman@yahoo.co.uk>, afdalgama@hotmail.com

Subject: AHMAD SUDIRMAN YANG HASAD DAN DENGKI SELALU MENEBAR PERMUSUHAN TERHADAP UMAT ISLAM

 

Assalamualaikum Wr Wb

 

Terlihat dengan jelas ahlul bid'ah ahmad sudirman adalah psikopat si penebar duri permusuhan terhadap umat islam. inilah contoh dari sekian ratus tulisan sampah yang pernah di buat ahlul bid'ah ahmad sudirman, betapa ia membenci Jama'ah Salafy ( Ahlul Sunnah wal Jam'ah ) dengan hati yang busuk hasad dan dengki ahmad sudirman meng Klaim Bahwa dirinya yang Paling Benar,Paling Sholeh, Paling Pandai Manhaj Apa Gerangan yang kau Pakai Wahai Ahlul Bid'ah ? Sehingga se enak udel saja ahlul bid'ah ahmad sudirman Menghakimi Orang ?

 

"Paham wahhabi sampai ke Indonesia, melalui jalur orang-orang yang membangun organisasi Muhammadiyah. Sehingga Muhammadiyah merupakan penganut paham wahhabi terbesar di Asia Tenggara. Cabang lainnya yang memakai nama salafi  tidak mau disangkut pautkan dengan wahhabi, padahal itu yang mulai mengembangkan paham salafi adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab pada abad ke 17. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab banyak dipengaruhi oleh ide yang dikembangkan oleh Ibnu Taimiyah atau nama lengkapnya adalah Taqiyuddin Abdul Abbas Ahmad bin Abdul Salam bin Abdullah bin Muhammad bin Taimiyah Al-Harrani Al-Hambali. Dimana Ibnu Taimiyah memang beberapa kali masuk dan keluar penjara di Mesir selama pemerintahan Khilafah Islamiyah Abbasiyah dibawah Khalifah Al-Mustansir 1261 M, Al-Hakim I 1262 M -1302 M , Al-Mustakfi I 1302 M -1340 M yang berpusat di Kairo, Mesir" (Ahmad Sudirman, 4 Agustus 2005)

 

Taukah Kamu Wahai Ahlul Bid'ah Ahmad Sudirman Bahwa Mengklaim Diri Paling Berilmu dan Paling Tahu tentang Al Qur'an adalah Haram !

 

1.DALIL AL QUR'AN

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman : Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih. (Q.S. Ali 'Imran : 188)

 

2.DALIL AS SUNNAH

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab radhiyallaahu 'anhu, dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda : " Suatu kali Nabi Musa 'alaihis salam berkhutbah di hadapan Bani Israil, lalu ia ditanya: 'Siapakah orang yang paling berilmu ?' Nabi Musa menjawab: 'Sayalah yang paling berilmu'. Lalu Allah menegurnya, karena tidak mengembalikan perkara ilmu tersebut kepada-Nya. Lalu Allah mewahyukan kepadanya bahwa ada salah seorang hamba-Nya yang bertempat di pertemuan antara dua lautan. Hamba itu lebih beilmu daripadamu. Nabi Musa berkata: 'Wahai Rabbi, bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengannya ?' Lalu diwahyukan kepadanya: 'Bawalah seekor ikan dalam sebuah keranjang, dimana engkau kehilangan ikan tersebut, maka disitulah ia berada..." [HR Bukhari dan Muslim]

 

Diriwayatkan dari 'Umar bin al Khaththab radhiyallaahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Dinul Islam ini akan jaya sehingga para pedagang hilir mudik di lautan dan kuda-kuda dipacu demi menegakkan agama Allah. Kemudian akan muncul satu generasi yang membaca Al Qur'an, lalu berkata: 'Kamilah yang paling mahir membaca Al Qur'an ! Kamilah yang paling berilmu dan kamilah yang paling paham !'. Kemudian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata kepada para Sahabatnya: 'Adakah kebaikan pada mereka itu ?' 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui !' jawab para Sahabat. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata: 'Mereka berasal dari umat ini dan mereka adalah bahan bakar api Neraka ! ". [Hasan Lighairihi]

 

3.FAWAID / KANDUNGAN BAB

a.Haram hukumnya mengaku paling berilmu dan paling paham tentang Al Qur'an, karena sesungguhnya orang yang mengakui sesuatu yang tidak ia miliki ibarat orang yang mengenakan dua pakaian palsu

 

b.Pengakuan akan terbukti dengan keterangan-keterangan yang nyata. Jika telah terbongkar kedoknya, hendaklah orang yang mengaku-ngaku itu tidak mencela, kecuali dirinya sendiri. Sungguh elok perkataan berikut ini: Barangsiapa mengaku-ngaku apa yang tidak ia miliki. Bukti-bukti akan membongkar kedustaan pengakuannya itu

 

c.Salah satu bentuk klaim itu adalah menyudutkan ulama dalam majelisnya, maka kamu lihat para ahli fiqih itu mengerumuni ulama. Apabila ulama tersebut ditanya sebuah masalah, maka salah seorang dari mereka mendahuluinya memberi jawaban. Jika jawaban ulama itu tidak memuaskan maka merekapun mencibirnya.

 

Kemudian dengan seenak saja ahlul bid'ah ahmad sudirman berbicara bahwa "ajaran salafy sampai ke Indonesia, melalui jalur orang-orang yang membangun organisasi Muhammadiyah. Sehingga Muhammadiyah merupakan penganut paham wahhabi terbesar di Asia Tenggara. Cabang lainnya yang memakai nama salafi tidak mau disangkut pautkan dengan wahhabi, "

 

Kalupun Ada ulama salaf atau jamaah salafy yang tidak mau di sangkut pautkan dengan Wahabi ya sah sah saja, itu hak mereka. Masuknya Paham Salafy ke indonesia karena Allah memunculkan untuk negeri ini seorang lelaki shalih, seorang reformis yang datang dari negeri Sudan pada bulan Rabiul Awwal 1329, yang menyeru manusia kepada tauhid, memerangi kesyirikan, khurafat, bid'ah dan ta'ashub terhadap madzhab, beliau adalah Syaikh Ahmad bin Muhammad As Syurkati - rahimahullah - .

 

Dakwah beliau meliputi seluruh negeri, dan  beliau telah  mencetak kader yang menolong dan membantu dakwah beliau diseluruh jazirah Indonesia. Syaikh Ahmad Syurkati terpengaruh dengan dakwah Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab - rahimahullah - dan juga Syaikh Muhammad Rasyid Ridha - rahimahullah - beserta majalahnya “Al Manar”. Beliau mengarang , mengajar, dan membangun "MADRASAH AL IRSYAD" pada tahun 1914 M.

 

Akan tetapi musuh-musuh beliau dari kalangan pengikut thariqot Sufiyyah dan aliran bid'ah memerangi, memusuhi, dan menghalangi dakwah beliau. Namun hal itu tidak mengusik beliau, dan  beliau terus berdakwah hingga Allah mewafatkan beliau pada tanggal 16 Ramadhan 1326, semoga Allah merahmati beliau seperti rahmat-Nya kepada orang-orang yang berbakti. Akan tetapi sebagai sebuah amanah ilmiyyah dan sebuah sejarah kami tidak mengatakan, bahwa dakwah Syaikh Ahmad Syurkati adalah dakwah salafiyyah yang murni, yang mana hal ini dikarenakan lemahnya penyebaran dan pondasi dakwah salafiyyah pada saat itu, hanya saja dakwah beliau telah mempersiapkan jalan untuk kepada dakwah salafiyyah yang murni, dimana pada pemikiran beliau terdapat sebagian hal-hal yang menyelisihi dan menyimpang dari aqidah salafiyyah, seperti pengingkaran beliau akan datangnya Al Mahdi, dan turunnya nabi Isa - alaihissalam - yang telah jelas kebenaran dalilnya dengan pasti dalam Al Qur'an dan sunnah nabi yang shahih. Akan tetapi kita tidak melupakan keutamaan beliau dan keutamaan Syaikh Muhammad Rasyid Ridha dan majalahnya "Al Manar" dalam pencerahan akal-akal kaum muslimin yang bodoh terhadap agama mereka dan  memerangi bid'ah, kesyirikan dan sikap beliau berdua yang membuang fanatisme madzhab serta dakwah mereka  (yang menyeru) untuk berpegang teguh kepada Al Qur'an dan sunnah yang shahih sesuai dengan pemahaman Salaful Ummah.

 

Keadaan ini terus berlangsung  demikian hingga penjajahan Belanda pergi dan membawa kekuasaannya dari negeri Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 M. Sesudah itu datanglah bibit-bibit penjajahan Belanda dari kalangan orang-orang sekuler dan atheis, yang mana mereka memerintah negeri ini dengan menyempitkan ruang gerak kebebasan beragama kaum muslimin, hingga sirnalah mendung dan pudar bala bencana dengan perginya pemerintahan Sukarno serta gagallah pemberontakan komunis di negeri ini pada tahun 1965 M, yang demikian ini merupakan karunia Allah semata, dan segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya sempurnalah segala kebaikan.

 

Kemudian datanglah sesudah itu era kebebasan berdakwah, hanya saja yang sangat disayangkan bahwa dakwah salafiyyah sangat disayangkan tidak ikut serta di medan dakwah ini dikarenakan tidak adanya para dai salafiyyin yang mampu - kecuali mereka yang dirahmati Allah -. Hingga dibuka di Jakarta pada tahun 1401 H, bertepatan pada tahun 1981 M, Ma'had yang metodenya mengikuti  Universitas Al Imam Muhammad bin Suud Al Islamiyyah di Riyadh, dan banyak penduduk negeri ini yang sekolah padanya, namun sangat disayangkan lulusan dari Ma'had ini tidak mengetahui banyak tentang hakekat manhaj salaf, kebanyakan mereka berakidah salafiyyah - sesuai dengan pelajaran yang diajarkan di negeri mereka- hanya saja manhaj mereka Ikhwani (berpemahaman ikhwanul muslimin) yang menyimpang, bahkan banyak diantara mereka - sesudah itu - bergabung dengan kelompok- kelompok (hizbiyyah) Islam di negeri ini, dan yang berada  pada barisan terdepannya adalah partai keadilan "Al Ikhwani,” dan mereka menjadi pemimpin pada partai ini.

 

Negeri Indonesia belumlah lama mengenal dakwah salafiyyah yang murni dan benar, tidak lebih dari 10 tahun yang  lalu  melalui  perantaraan  sebagian  putra-putra Indonesia yang lulus dari Universitas Islam Madinah, dan mereka terpengaruh dengan para ulama salafiyyin di Madinah sedangkan mereka itu sedikit. Pengaruh yang jelas dan penyebaran yang luas dakwah salafiyyah ini juga timbul dari penyebaran dan penerjemahan kitab-kitab salafiyyah ke dalam bahasa Indonesia dari para ulama salaf, baik yang lampau maupun ulama pada saat ini. Dari buku-buku itulah mereka mengenal manhaj salaf yang benar. Berada pada bagian yang terdepan dalam hal ini adalah kitab-kitab Syaikhuna Al Imam Sayyidul Muhadditsin (Pemimpin ahli hadits) zaman ini, Abu Abdurrahman Muhammad Nashiruddin Al Albani dan murid-murid beliau yang muhkhlis, kemudian buku-buku Al Allaamah Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan Al Allaamah Al Imam ahli fikih zaman ini Syaikh Muhammad bin Shalih Al utsaimin. Sungguh kitab-kitab, karangan-karangan dan fatwa-fatwa mereka tersebar di seluruh jazirah Indonesia, dan penduduk negeri ini benar- benar mendapatkan manfaat darinya. Selain itu, demikian pula kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan murid beliau Al Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah dan kitab-kitab Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab dan anak-anak beserta cucu-cucu beliau yang shalih. Dan dapat saya katakan bahwa kitab-kitab salafiyyah pada saat ini adalah kitab- kitab Islam terbesar yang tersebar di Indonesia - segala puji bagi Allah atas karunia-Nya - .

 

Para da’i Salafiyyin menegakkan dakwah dengan semangat dan penuh kesungguhan, mereka berkeliling di Jazirah  Indonesia, baik kota maupun desanya, dan mereka membangun sekolah-sekolah dan pondok pesantren salafiyyah di beberapa tempat sehingga tersebarlah dakwah salafiyyah sebagaimana menjalarnya api pada rumput kering. Manusiapun menerima dakwah yang murni dari sikap berlebih-lebihan bersikap ekstrim ini, dengan penerimaan yang baik. Mereka (para da’i) salafiyyah ini tidak mencari kenikmatan dunia yang fana, tidak menginginkan kursi-kursi kekuasaan dan tidak pula bermain dalam hidangan politik, akan tetapi keinginan mereka adalah mendidik  generasi  dengan  pendidikan Islam yang benar diatas dasar “tasfiyyah” (Pemurnian) dan “tarbiyah” (Pendidikan) yang memmurnikan pemikiran-pemikiran yang mencemari agama yang lurus  ini berupa bid'ah dan khurafat, dengan menumbuhkan, mendidik dan mengembalikan generasi ini sebagaimana generasi terbaik, karena tidak akan baik umat ini hingga mereka beragama sebagaimana generasi

yang pertama. Tidaklah suatu kota, atau desa di Indonesia sekarang ini, melainkan padanya terdapat dakwah salafiyyah, sedikit atau banyak.

 

Namun dakwah salafiyyah ini menemui berbagai rintangan yang merintangi jalannya, dan demikianlah keadaan dakwah yang benar (senantiasa mendapat rintangan) dan demikian juga dakwah para rasul dan nabi. Penghalang terbesar yang muncul adalah dari kaum hizbiyyin (mereka yang fanatik pada kelompoknya) baik dari kalangan "Quthbiyyin" (mereka yang mengikuti pemahaman Sayyid Qutb) atau "Sururiyyin" (mereka yang mengikuti pemahaman Muhamad Surur) maupun "Takfiriyyin" (mereka yang dengan mudah mengkafirkan tanpa

petunjuk ulama) Seperti halnya ahlul bid'ah ahmad sudirman ini ,  demikian  juga  dari  kalangan  orang-orang sekuler, thoriqot suffiyyah dan aliran-aliran bid'ah lainnya.

 

Akan tetapi yang paling menyayat-nyayat jiwa salafiyin adalah  sebagian orang yang menisbatkan diri mereka kepada dakwah salafiyyah, akan tetapi hakikatnya mereka adalah orang-orang yang berbuat "ghuluw" (menyimpang dan berlebih-lebihan dalam agama) dan ekstrim, yang mana mereka memusuhi salafiyin lantaran hasad dan dengki yang telah memakan hati mereka. Padahal mereka itu masih anak-anak yang masih ingusan lagi bodoh.

 

Sungguh mereka telah menjauhkan manusia dari dakwah salafiyyah yang haq ini, akibat perangai mereka yang buruk dan dakwah mereka yang kasar lagi jelek. Tidaklah seorang menyelisihi mereka, sekalipun itu dari teman-teman mereka sendiri, melainkan mereka membid'ahkannya dan mengucilkannya dari pergaulan dengan mereka….

 

Akan tetapi segala puji bagi Allah, kekuatan mereka hancur berkeping- keping sehingga hilang dan lenyaplah kekuatan mereka. Tersingkaplah keburukan mereka, permusuhan diantara mereka sendiri sangat sengit, mereka bercerai-berai, dan ini adalah pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Sesungguhnya Allah tidak akan memperbaiki perbuatan orang-orang yang merusak. Sekalipun mereka melakukan suatu perbuatan yang mereka inginkan untuk mengelabui manusia…dan sekalipun mereka merubah kulit-kulit (baju-baju) mereka untuk menjelekkan dan mengacaukan …..dan sekalipun mereka membaguskan penampilan mereka, untuk menyembunyikan kejelekan mereka

 

Wassalam

 

Hadi

 

hadifm@cbn.net.id

Betawi Indonesia

----------