Stockholm, 6 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PROLETAR KOMUNIS TUKANG BECAK MENYANGKA AHMAD SUDIRMAN KELAPARAN KUEH APEK AMNESTI BUATAN PACITAN

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



DISANGKA PROLETAR KOMUNIS TUKANG BECAK, ITU AHMAD SUDIRMAN KELAPARAN MAU MAKAN KUEH APEK AMNESTI BUATAN PABRIK PACITAN DEKAT RUMAH MBAH YUDHOYONO

 

"Mbah Ahmad Sudirman jangan diberi amnesti biar nangis sendirian di Swedia." (Kang becak, kbecak@yahoo.com , Sat, 6 Aug 2005 00:56:23 -0700 (PDT))

 

Baiklah proletar komunis tukang becak di Tokyo, Jepang.

 

Proletar komunis tukang becak memang budek. Ketika wartawan Jawa Pos buatan ape ungkun China, Matius Dharminta melambungkan kueh apek amnesti buatan pabrik Pacitan dekat rumah mbah Susilo Bambang Yudhoyono, langsung saja itu proletar komunis tukang becak berteriak dari belakang pintu sigotakanya yang sudah terkunci rapat pakai kunci gembok, dengan suara serak, karena tenggorokannya sudah kering, sambil tangan meronta-ronta, mata berjelalatan, lobang hidungnya mengembang, mulutnya munyan-manyun:  "Mbah Ahmad Sudirman jangan diberi amnesti biar nangis sendirian di Swedia."

 

Rupanya proletar komunis tukang becak menyangka perut Ahmad Sudirman kelaparan tidak makan kueh apek amnesti buatan pabrik Pacitan dekat rumah mbah Susilo Bambang Yudhoyono. Sehingga ketika wartawan budek Jawa Pos Dharminta mengacungkan kueh-kueh apek buatan pabrik Pacitan, disangka proletar komunis tukang becak, itu Ahmad Sudirman sudah kangen untuk makan sarapan pagi kuah apek amnesti buatan pabrik Pacitan dekat rumah mbah Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Eh, proletar komunis tukang becak, itu Ahmad Sudirman mana mau sarapan pagi makan kueh apek amnesti buatan pabrik Pacitan. Itu bukan makanan untuk sarapan pagi Ahmad Sudirman. Ahmad Sudirman sarapan pagi makan roti tawar, roti manis, dicampur keju, pakai selai strobery, dicampur madu, pakai telor setengah matang, makanya otak Ahmad Sudirman encer. Bukan seperti otak proletar komunis tukang becak beku, karena sarapan pagi, makan kueh serabi, dicampur rujak uleg, ditambah sayur lodeh, ditaburi goreng oncom garing, dikocek dengan sambal belacan, diaduk dengan gudek-Jawa-Yogya, makanya otak kalian mudah dijejali mitos Acheh, Papua dan Maluku Selatan buatan mbah Soekarno Jawa satu itu.

 

Proletar komunis tukang becak, lain kali kalau tidak tau kesukaan Ahmad Sudirman untuk sarapan pagi, jangan diteriak-teriakan:  "Mbah Ahmad Sudirman jangan diberi amnesti biar nangis sendirian di Swedia." Karena itu kueh apek amnesti buatan pabrik Pacitan bukan kesukaan Ahmad Sudirman. Tetapi itu kesukaan orang-orang proletar komunis yang mau hilir mudik masuk Pulau Belitung.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sat, 6 Aug 2005 00:56:23 -0700 (PDT)

From: Kang becak kbecak@yahoo.com

Subject: Mbah Ahmad Sudirman Nangis di Swedia

To: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

 

Mbah Ahmad Sudirman jangan diberi amnesti biar nangis sendirian di Swedia.

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

 

Date: Sat, 6 Aug 2005 00:28:06 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: PEMBERIAN AMNESTI KEPADA GAM AKAN DIKONSULTASIKAN KE DPR To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, aiandani1107@yahoo.co.id, azuar73@yahoo.com, ariff19@yahoo.com, aditamuda@yahoo.dk, airlambang@radio68h.com, azi09@hotmail.com, abu_abdilhadi@yahoo.com

 

PEMBERIAN AMNESTI KEPADA GAM AKAN DIKONSULTASIKAN KE DPR

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

 

PEMBERIAN AMNESTI KEPADA GAM AKAN DIKONSULTASIKAN KE DPR

 

Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin mengatakan, pemerintah akan mengkonsultasikan rencana pemberian amnesti kepada aktivis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pihak DPR.

 

Penjelasan itu disampaikan Hamid Awaludin berkaitan dengan salah satu bagian dari nota kesepahaman (MOU) dengan GAM yang direncanakan ditandatangani 15 Agustus 2005 (kesepakatan damai) salah satunya adalah mengenai pemberian amnesti.

 

Hamid menjelaskan, dalam UUD telah disebutkan bahwa Presiden memiliki hak memberikan amnesti setelah mendengarkan pertimbangan-pertimbangan DPR.

 

"Itulah yang kita konsultasikan dengan DPR. Setelah itu baru dideklarasikan kepada publik," katanya.

 

Hamid mengatakan, bagian dari MOU dengan GAM antara lain adalah mengenai klausul pemberian amnesti. "Pemberian amnesti ini kita nilai sebagai suatu pintu dari segalanya. Dengan amnesti, hak-hak sipil dan politik orang-orang GAM boleh kembali, dengan amnesti proses reintegrasi ke dalam masyarakat itu terbuka," katanya.

 

Yang menjadi masalah saat ini, menurut Hamid, adalah siapa-siapa yang akan mendapat amnesti serta bagaimana mekanismenya. Mengenai hal itu, Hamid menjelaskan, dalam lembaga pemasyarakatan ada dua kategori. Pertama adalah orang-orang yang sudah terhukum atau sudah ada keputusan hukum tetap, dan kedua adalah mereka yang masih berstatus sebagai tahanan. "Baik yang sudah terhukum maupun berstatus tahanan akan dilepas jika nanti amnesti diberikan," kata Hamid yang menjadi tim juru runding pemerintah dengan GAM. Mengenai jumlahnya di seluruh Indonesia, Hamid mengatakan, ada sekitar 1.970 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Soal kapan akan diberikan amnesti itu, Hamid mengatakan, pemerintah harus mengkonsultasikan dengan DPR terlebih dahulu.(*)

----------