Stockholm, 6 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


SAPRUDIN, ITU BUKAN AHMAD SUDIRMAN IBARAT BIBIR SUMBING, MELAINKAN ITU MBAH YUDHOYONO YANG SUARA SUMBANG

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



SURYA PASAI SAPRUDIN BUDAK BANTEN, ITU BUKAN AHMAD SUDIRMAN IBARAT BIBIR SUMBING, MELAINKAN ITU MBAH YUDHOYONO YANG SUARA SUMBANG

 

"Mr. Ahmad itu ibarat seorang guru yang bibirnya sumbing. Kalau bicara notasi suaranya pasti berbeda dengan orang-orang yang punya bibir normal. Ilustrasinya : Mr. Ahmad ngajar ngaji anak-anak mengenai huruf hijaiyah. Kata Mr. Ahmad, ana-ana, ingkutin bapak yah, ni huyuf ayif (maksudnya alif) sambil nunjuk ke huruf alif dan anak-anak ngikutin notasi yang keluar dari mulut Mr. Ahmad. Kata anak-anak "ayif", terus Mr. Ahmad bilang sangah, buan aif tapi ayif (maksudnya salah bukan aif tapi alif). Yaaaa.....sampai kapanpun kalau gurunya sumbing, pasti anak-anak akan ngikutin notasi yang keluar dari mulut Mr. Ahmad." (SP Saprudin, im_surya_1998@yahoo.co.id , Fri, 5 Aug 2005 13:37:12 +0700 (ICT))

 

Baiklah Saprudin di Jakarta, Indonesia.

 

Saprudin budak Banten ini, memang tetap saja tidak mau mengerti dan tidak mau memahami, bahwa lagu yang dinyanyikan mbah Susilo Bambang Yudhoyono tentang Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat dengan bait-bait syair mitos gubahan mbah Soekarno merupakan alunan lagu yang dinyanyikan dengan suara sumbang. Karena ketika didekati dan didengarkan lebih teliti, terbukti lagu yang dinyanyikan mbah Susilo Bambang Yudhoyono itu sumbang. Entah kemana-mana nadanya. Tidak nyambung. Musik kekanan, eh, nada lagu kekiri. Nada musik tinggi, eh nada lagu mbah Yudhoyono rendah. Nada musik main di C, eh, nada lagu mbah Yudhoyono di B mol.

 

Hanya, ketika Saprudin budak Banten ini mendengar senandung lagu yang dinyanyikan mbah Yudhoyono tentang mitos Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat gubahan mbah Soekarno ini, sepertinya itu Saprudin terlena kenikmatan, seolah-olah lagu dengan suara sumbangnya mbah Yudhoyono itu bagaikan alunan musik gamelan Jawa, model alunan bengawan Solonya Gesang.

 

Rupanya, ketika Ahmad Sudirman meneliti lebih kedalam, apa yang menjadi penyebab Saprudin begitu kelihatan nikmat ketika mendengar suara sumbang mbah Yudhoyono yang melagukan mitos Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat. Eh, rupanya kedua telinga Saprudin pecah selaput gendang-gendangnya, sehingga getaran gelombang suara yang datang dari luar tidak bisa tertangkap oleh selaput gendang-gendang telinganya untuk diproses melalui sensor yang ada di otak kepalanya.

 

Jadi rupanya, itu telinga Saprudin budek. Pantas saja, ketika Ahmad Sudirman melihat  Saprudin seperti orang yang kenikmatan ketika mbah Yudhoyono melagukan nyanyi mitos Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat dengan suara sumbangnya. Jadi, karena memang telinga Saprudin tidak bisa menyalurkan getaran gelombang alunan suara sumbang mbah Yudhoyono itulah, seperti kelihatan Saprudin kenikmatan. Rupanya telinga Saprudin budek, alias tidak mendengar. Ah budek, Saprudin, Saprudin budak Banten.

 

Pantas saja, ketika ditanya oleh Ahmad Sudirman tentang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang dimasukkannya tanah wilayah Acheh, Maluku Selatan, dan Papua Barat kedalam wilayah de-facto RI-Jawa-Yogya, itu Saprudin budak Banten ini, bukan menjawab dengan benar, tetapi kelihatan seperti budak yang bingung. Eh, rupanya memang Saprudin budek.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 5 Aug 2005 13:37:12 +0700 (ICT)

From: SP Saprudin im_surya_1998@yahoo.co.id

Subject: Jurus Sumbing Mr. Ahmad Sudirman

To: SP Saprudin <im_surya_1998@yahoo.co.id>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar alchaidar@yahoo.com

 

Assalamualaikum wr. wb.

 

Mr. Ahmad itu ibarat seorang guru yang bibirnya sumbing. Kalau bicara notasi suaranya pasti berbeda dengan orang-orang yang punya bibir normal.

 

Ilustrasinya : Mr. Ahmad ngajar ngaji anak-anak mengenai huruf hijaiyah. Kata Mr. Ahmad, ana-ana, ingkutin bapak yah, ni huyuf ayif (maksudnya alif) sambil nunjuk ke huruf alif dan anak-anak ngikutin notasi yang keluar dari mulut Mr. Ahmad. Kata anak-anak "ayif", terus Mr. Ahmad bilang sangah, buan aif tapi ayif (maksudnya salah bukan aif tapi alif)

 

Yaaaa.....sampai kapanpun kalau gurunya sumbing, pasti anak-anak akan ngikutin notasi yang keluar dari mulut Mr. Ahmad.

 

Jadi untungnya Mr. Ahmad bukan bibir sumbing ya ? Coba kalau bibir sumbing pasti Surya Pasai Saprudin akan mengikuti notasi Mr. Ahmad.

Gitu lo Mad, hari ini gue gak mau serius.

 

Wassalamualaikum wr.wb.

 

Saprudin

 

im_surya_1998@yahoo.co.id

Jakarta, Indonesia

----------