Stockholm, 8 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


DHARMINTA, MUBA & PROLETAR KOMUNIS HANYA BERGANTUNG PADA TALI BUHUL MBAH SOEKARNO YANG RAPUH

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KELIHATAN MATIUS DHARMINTA, MUBA DIJON & PROLETAR KOMUNIS WONG JAWA TUKANG BECAK HANYA BERGANTUNG PADA TALI BUHUL MBAH SOEKARNO YANG RAPUH

 

"Oke aku menulis artikel apa adanya, sesuai dengan fakta/sumber yang jelas, kalau toh pada akhirnya ada pihak yang tidak setuju/sependapat itu sah-sah saja. Termasuk anda (Asudirman), anda bebas beropini apa aja tentang perundingan damai antara RI-GAM, sukur-sukur kalau ada yang serujuk dengan opini anda, kalau tidak yaaa,,, tak usah sakit hati, kenapa ? karena selain anda juga bukan pelaku perunding, inspirasi anda selama ini selain mengalami ejakulasi dini, juga cenderung tidak mendukung adanya perdamaian di bumi Aceh. Anda juga selalu blingsatan kalau mendengar GSA/GAM menyerah demi kedamaian. Silakan aja anda (Asudirman) beropini apa aja tetang perdamaian antara GSA/GAM-RI, toh semua udah tahu siapa anda (Asudirman) sesungguhnya.." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Sun, 7 Aug 2005 23:01:45 -0700 (PDT))

 

"Iya sih, logis kalau buat masturbasi. Ha ha. Nggak ada maju-majunya otakmu, ASU Hhhhhhh." (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Sun, 7 Aug 2005 15:21:27 -0700 (PDT))

 

"Mbah, Setelah dipikir-pikir, Harga daging yang murah, Berarti kualitasnya jelek. Sama dengan si mbah hidup dalam kesengsaraan dong." (Kang becak, kbecak@yahoo.com , Sun, 7 Aug 2005 19:45:45 -0700 (PDT))

 

Baiklah Matius Dharminta di Jakarta, Indonesia, Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis, dan Proletar komunis wong Jawa di Tokyo, Jepang.

 

Ternyata Dharminta ketika melambungkan cerita tentang mang Supidadin Yusuf Adi Saputra yang menyatakan bahwa "Setelah penandatanganan perjanjian perdamaian antara Pemerintah RI dengan kelompok Gerakan Separatis Aceh(GSA) yang sering disebut Gerakan Aceh Merdeka (GAM) 15 Agustus 2005, tidak ada lagi sebutan GAM. Ini sesuai dengan isi kesepakatan yang menyebutkan Aceh adalah bagian dari negara kesatuan RI (NKRI)," (Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Supiadin Yusuf Adi Saputra, aula Makodim 0103/Aceh Utara, Lhokseumawe, Jumat, 5 Agustus 2005) Dan setelah Ahmad Sudirman pertanyakan dan tanggapi. Dimana ternyata apa yang dilambungkan mang Supiadin itu adalah hanya akal bulus dan tipu daya terhadap bangsa Acheh, tanpa didasari fakta, bukti yang kuat. Karena dalam Kesepakatan Helsinki 17 Juli 2005 tidak disebutkan bahwa setelah penandatanganan Perdamaian ASNLF/GAM-RI itu ASNLF/GAM tidak ada lagi.

 

Nah, ketika Ahmad Sudirman memberikan tangggapan atas berita yang disebarkan oleh Dharminta, ternyata itu Dharminta hanya mampu memberikan jawaban: "Oke aku menulis artikel apa adanya, sesuai dengan fakta/sumber yang jelas, kalau toh pada akhirnya ada pihak yang tidak setuju/sependapat itu sah-sah saja."

 

Nah, masalahnya bukan setuju tidak setuju. Tetapi masalahnya adalah fakta dan bukti hukum yang dipakai oleh Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Supiadin Yusuf Adi Saputra itu tidak benar, alias penuh kebohongan.

 

Kalau memang Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Supiadin Yusuf Adi Saputra memiliki fakta dan bukti  bahwa ASNLF/GAM setelah MoU ditandatangani 15 Agustus 2005 tidak ada lagi, coba dipersilahkan tampilkan fakta dan bukti hukumnya.

 

Kenyataannya, itu mana ditampilkan fakta dan buktinya. Malahan Dharminta hanya bisa memberikan jawaban: "anda (Asudirman), anda bebas beropini apa aja tentang perundingan damai antara RI-GAM". Bukan dijawabnya tentang sanggahan dan tanggapan Ahmad Sudirman yang mempertanyakan fakta dan bukti hukum yang dijadikan dasar argumentasi oleh Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Supiadin Yusuf Adi Saputra.

 

Jadi kalau Ahmad Sudirman membaca apa yang dilambungkan Dharminta, itu hanyalah merupakan ocehan murahan untuk menipu dan membohongi bangsa Acheh.

 

Kemudian, kalau Dharminta menyatakan: "Anda juga selalu blingsatan kalau mendengar GSA/GAM menyerah demi kedamaian"

 

Nah disinipun Dharminta hanya bercuap seenaknya sendiri. Perdamaian yang melahirkan kesepakatan Helsinki 17 Juli 2005 itu bukan merupakan GAM menyerah demi perdamaian. Itu pernyataan yang tidak mempunyai fakta, bukti dan dasar hukum yang benar. Mengapa ?

 

Karena sudah jelas dan terang bahwa kesepakatan yang dicapai dari Perundingan Helsinki 2005 itu bukan merupakan hasil menyerahnya ASNLF atau GAM kepada RI. Melainkan hasil perundingan yang berlangsung lima babak dari sejak 27 Januari 2005 sampai 17 Juli 2005. Dimana kedua belah pihak berada dan mendapat martabat yang sama, tidak ada yang merasakan kehilangan muka. Nah, kalau yang namanya kedua pihak dalam keadaan martabat yang sama dan tidak kehilangan muka, itu artinya tidak ada pihak yang menyerahkan martabatnya kepada pihak lain. Atau tidak ada pihak yang kehilangan muka.

 

Jadi Dharminta, dalam masalah penggunaan istilah inipun jangan bertentangan dengan isi kesepakatan yang telah dicapai. Kalau kalian Dharminta menyatakan ASNLF atau GAM menyerah demi perdamaian. Jelas itu istilah yang kalian pakai tidak benar. Mengapa ? Karena perdamaian dicapai melalui perundingan yang isinya disepakati kedua pelah pihak dengan bermartabat dan memberikan kemuliaan kepada dua belah pihak.

 

Nah, artinya perdamaian itu merupakan hasil kesepakatan dari kedua bela, bukan merupakan hasil dari salah satu pihak menyerah.

 

Selanjutnya menyinggung apa yang dilambungkan Muba Dijon: "Iya sih, logis kalau buat masturbasi. Ha ha. Nggak ada maju-majunya otakmu, ASU Hhhhhhh".

 

Nah, Muba memberikan tanggapan seperti itu setelah membaca apa yang ditulis Ahmad Sudirman : "Konsekuensi logis yang lahir dari adanya perundingan ASNLF/GAM – RI ini adalah secara langsung pihak RI telah mengakui bahwa status politik Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan dalam hal ini ASNLF/GAM telah diakui sejajar dengan pihak RI." (Ahmad Sudirman, 7 Agustus 2005)

 

Berdasarkan dasar hukum Kesepakatan MoU 2005 itu status politik Pemerintah Negara Acheh sejajar dengan status politik RI. Mengapa ?

 

Karena kalau status PNA dalam hal ini ASNLF atau GAM tidak sama dengan status politik RI dalam perundingan Helsinki, maka tidak akan terjadi kesetaraan dan keseimbangan dalam perundingan. Kalau tidak ada kesetaraan dan keseimbangan, maka akan lahir salah satu pihak menekan dan mendominasi dengan ketentuan-ketentuan yang ditentukan oleh pihak yang lebih tinggi status politiknya.

 

Ternyata, dalam perundingan Helsinki yang berlangsung sampai lima babak itu, kedua belah pihak berada dalam keadaan tingkat status politik yang sama. Dibawah pengarahan dan fasilitator Martii Ahtisaari.

 

Kedua belah pihak duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Kedua belah pihak memiliki hak politik yang sama dalam meja perundingan. Kedua belah pihak memiliki hak untuk mempertahankan argumentasi dan menyodorkan tuntutannya. Kedua belah pihak memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam usaha memperjuangkan kepentingan negaranya masing-masing.

 

Jadi, dengan adanya tingkat status politik yang sama ini menggambarkan dan membuktikan bahwa dalam perundingan Helsinki ini pihak RI telah mengakui secara langsung bahwa status politik Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan dalam hal ini ASNLF/GAM telah diakui sejajar dengan pihak RI. Inilah yang merupakan fakta, bukti dan dasar hukum.

 

Terakhir menyangkut proletar komunis wong cilik tukang becak yang masih saja gelupuran dibalik pintu sigotakanya sambil berceloteh: "Mbah, Setelah dipikir-pikir, Harga daging yang murah, Berarti kualitasnya jelek. Sama dengan si mbah hidup dalam kesengsaraan dong."

 

Proletar komunis, masalah kwalitas tidak selalu sebanding dengan harga. Harga ditentukan oleh pasar. Artinya, kalau kalian membeli baju terbuat dari katun buatan salah satu pabrik teksil di Cina di toko biasa itu harganya akan lebih murah, ketimbang kalau kalian membeli baju yang sama yang terbuat dari katun buatan pabrik teksil yang sama di Cina yang dicap pakai merek Nike dan dijual di super market pusat pertokoan mewah di pusat kota.

 

Nah disini sudah ada perbedaan harga, walaupun kwalitas baju sama, karena terbuat dari katun yang sama dan dari pabrik teksil yang sama. Hanya bedanya baju yang dijual di super market di pusat pertokoan mewah di pusat kota itu dicap dengan label Nike.

 

Begitu juga dengan masalah harga daging. Daging sapi yang datang dari tempat penjagalan yang sama, tetapi yang satu dijual di kedai yang kecil tanpa banyak memerlukan ongkos penyimpanan. Sedangkan daging yang lainnya dijual oleh super market yang besar yang didatangi oleh pembeli-pembeli yang kantongnya tebal. Nah, disini timbul perbedaan harga yang tinggi. Padahal dagingnya sama, kwalitasnya sama.

 

Jadi, kalau diteliti lebih mendalam, itu tidak ada hubungan yang berarti antara harga daging yang murah dengan kwalitas daging yang rendah. Begitu juga tidak ada hubungan yang berarti antara harga daging yang mahal dengan kwalitas daging yang tinggi.

 

Karena itu, proletar komunis wong cilik tukang becak, pengambilan kesimpulan "Harga daging yang murah, Berarti kualitasnya jelek. Sama dengan si mbah hidup dalam kesengsaraan dong.". Itu kesimpulan kalian proletar adalah kesimpulan orang yang tidak pernah makan bangku sekolah.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sun, 7 Aug 2005 23:01:45 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: Re: DHARMINTA, ITU MANG SUPIADIN ORANG SUNDA MEMBODOHI BANGSA ACHEH

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, aiandani1107@yahoo.co.id, azuar73@yahoo.com, ariff19@yahoo.com, aditamuda@yahoo.dk, airlambang@radio68h.com, azi09@hotmail.com, abu_abdilhadi@yahoo.com, acehku_1@yahoo.com, airlambang@yahoo.com, antara@rad.net.id

 

Oke.. aku menulis artikel apa adanya, sesuai dengan fakta/sumber yang jelas, kalau toh pada akhirnya ada pihak yang tidak setuju/sependapat itu sah-sah saja. Termasuk anda (asudirman), anda bebas beropini apa aja tentang perundingan damai antara ri-gam, sukur-sukur kalau ada yang serujuk dengan opini anda, kalau tidak yaaa,,, tak usah sakit hati, kenapa ? karena selain anda juga bukan pelaku perunding, inspirasi anda selama ini selain mengalami ejakulasi dini, juga cenderung tidak mendukung adanya perdamaian di bumi aceh. Anda juga selalu blingsatan kalau mendengar gsa/gam menyerah demi kedamaian. Silakan aja anda (asudirman) beropini apa aja tetang perdamaian antara gsa/gam-ri, toh semua udah tahu siapa anda (asudirman) sesungguhnya.

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------

 

Date: Sun, 7 Aug 2005 15:21:27 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: WINARKO, ITU JURU RUNDING ASNLF/GAM TIDAK MENYERAH KEPADA PIHAK RI

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh alasytar_acheh@yahoo.com

 

Iya sih, logis kalau buat masturbasi... Ha ha... Nggak ada maju-majunya otakmu, ASU... Hhhhhhh........

 

“Konsekuensi logis yang lahir dari adanya perundingan ASNLF/GAM – RI ini adalah secara langsung pihak RI telah mengakui bahwa status politik Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan dalam hal ini ASNLF/GAM telah diakui sejajar dengan pihak RI.” (Ahmad Sudirman, 7 Agustus 2005)

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com

Dijon, Bourgogne, Perancis

----------

 

Date: Sun, 7 Aug 2005 19:45:45 -0700 (PDT)

From: Kang becak kbecak@yahoo.com

Subject: Mbah Sudirman Miskin

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

 

Bismillah,

Mbah,

Setelah dipikir-pikir,

Harga daging yang murah,

Berarti kualitasnya jelek.

Sama dengan si mbah hidup dalam kesengsaraan dong.

 

wassalam.

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

----------