Stockholm, 9 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


HIDAYAT & ENDIN, ITU MANA ACI MAU MEMBUBARKAN ASNLF/GAM

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



HIDAYAT NUR WAHID & ENDIN AJ SOEFIHARA, ITU MANA ACI MAU MEMBUBARKAN ASNLF/GAM

 

"Gerakan Aceh Merdeka untuk membubarkan diri dan menyerahkan senjatanya setelah penandatanganan nota kesepahaman  damai di Helsinki 15 Agustus 2005" (Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa 9 Agustus 2005)

 

"Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI menginginkan pembubaran secara resmi organisasi Gerakan Aceh Merdeka menyusul penandatanganan nota kesepahaman damai (MoU) di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005." (Ketua Fraksi F-PPP DPR Endin AJ Soefihara, Kantor Presiden Jakarta, Selasa 9 Agustus 2005)

 

"Semua diselesaikan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bingkai konstitusi. Kita berharap ini sukses. Kalau ada hambatan, kita cari penyelesaiannya." (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa 9 Agustus 2005)

 

Nah, selepas Pemerintah dan DPR ditambah Ketua MPR melakukan Rapat Konsultasi Masalah Kesepakatan Damai Helsinki 2005 di Soal Helsinki Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, hari ini Selasa, 9 Agustus 2005, maka langsung saja Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR/MPR Jakarta melambungkan saltonya: "Gerakan Aceh Merdeka untuk membubarkan diri dan menyerahkan senjatanya setelah penandatanganan nota kesepahaman  damai di Helsinki 15 Agustus 2005"

 

Begitu juga Ketua Fraksi F-PPP DPR Endin AJ Soefihara, yang sebelum melakukan Rapat Konsultasi, sudah menerjangkan jurus kepangnya: "pembubaran secara resmi organisasi Gerakan Aceh Merdeka menyusul penandatanganan nota kesepahaman damai (MoU) di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005"

 

Ternyata, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Ketua Fraksi F-PPP DPR Endin AJ Soefihara mencoba sodokkan jurus keris mpu Gandring yang dipesan Ken Arok yang menjadi kematian mpu Gandring, dan kematian Ken Arok sendiri. Mana aci, itu jurus mpu Gandring dengan keris pesanan Ken Arok bisa diterapkan dalam penyelesaian damai Acheh dengan diarahkan kepada pembubaran ASNLF/GAM.

 

Kalau ASNLF/GAM dibubarkan, itu sama saja dengan menggagalkan MoU Helsinki 15 Agustus 2005. Mengapa ?

 

Karena, bagaimana bisa berjalan dan melaksanakan tugas Acheh Monitoring Mission, kalau ASNLF/GAM dibubarkan. Kepada siapa Acheh Monitoring Mission mempertanggungjawabkan tugasnya ? Kepada pihak RI secara sepihak ?.

 

Jelas, itu pemikiran Hidayat Nur Wahid dan Endin AJ Soefihara tidak logis dan keluar dari apa yang telah disepakati dalam Kesepakatan Helsinki 17 Juli 2005 atau yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding Helsinki yang akan ditandatangani pada 15 Agustus 2005.

 

Kemudian berdasarkan MoU Helsinki 2005 ini menyangkut pembentukan Self-Government Acheh melalui partisipasi politik seluruh bangsa Acheh jalur yang adil, jujur, bebas dan rahasia, dengan memakai  kendaraan partai politik lokal di Acheh.

 

Nah, sebelum Self-Government Acheh terbentuk dan berdiri, itu ASNLF/GAM tetap wujud sebagai satu lembaga politik yang telah memiliki hak-hak politik dan hukum berdasarkan dasar hukum MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Dalam proses pembentukan dan pendirian Self-Government Acheh inipun merupakan bagian yang dimonitor oleh Acheh Monitoring Mission. Sejauhmana pelaksanaan proses pembentukan Self-Government ini berjalan. Sejauhmana dasar hukum yang akan dibuat yang diacukan kepada dasar MoU Helsinki 2005 dilaksanakan. Sejauhmana keterlibatan partisipasi politik bangsa Acheh dalam proses pembentukan Self-Government Acheh.

 

Nah, itu semua merupakan faktor-faktor yang akan dimonitor oleh Acheh Monitoring Mission, disamping mengawasi perlucutan senjata TNA dan penarikan pasukan non-organik TNI dari wilayah teritoral Acheh.

 

Jadi, selama Self-Government Acheh dengan dasar hukum yang mengacu pada sumber hukum MoU Helsinki 15 Agustus 2005 belum berdiri di Acheh, maka selama itu ASNLF/GAM sebagai lembaga politik dan Pemerintah Negara Acheh dalam Pengasingan di Swedia tetap berjalan. Tidak ada lembaga lain yang memiliki hak untuk membubarkan ASNLF/GAM.

 

Selanjutnya masalah yang disinggung oleh Susilo Bambang Yudhoyono: "Semua diselesaikan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bingkai konstitusi. Kita berharap ini sukses. Kalau ada hambatan, kita cari penyelesaiannya."

 

Nah, yang dimaksud dengan "dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bingkai konstitusi" menurut MoU Helsinki 2005 adalah kedua belah pihak, ASNLF/GAM dan RI dalam usaha menciptakan kondisi melalui jalur proses yang adil dan demokrasi guna terbentuknya Self-Government Acheh atau Pemerintah Sendiri Acheh dalam negara kesatuan dan UUD 1945, itu bukan merupakan suatu bentuk pengakuan dari pihak ASNLF/GAM terhadap kedaulatan RI atas wilayah Acheh. Tetapi kesepakatan itu merupakan bentuk saling adannya kepercayaan politis dari kedua belah pihak, ASNLF dan RI untuk menciptakan kondisi guna terbentuknya Pemerintah Sendiri Acheh atau Self-Government Acheh melalui jalur proses yang adil dan demokrasi.

 

Jadi, walaupun wilayah Acheh masih ada dalam penguasaan RI. Tetapi pihak ASNLF/GAM dengan adanya kesepakatan damai ini bisa menciptakan kondisi melalui sebuah proses yang adil dan demokrasi guna membangun Pemerintah Sendiri di wilayah Acheh yang masih dikuasai oleh RI.

 

Nah disini menunjukkan bahwa ASNLF/GAM bisa membangun Pemerintah Sendiri Acheh diatas tanah yang masih dianeksasi RI, dengan pengakuan hak politis dan keamanan dari pihak RI. Atau pihak ASNLF/GAM dengan melakukan kesepakatan damai ini bukan menyerah kepada pihak dan mengakui kedaulatan RI atas wilayah teritorial Acheh, melainkan mencapai kesepakatan damai untuk terciptanya kondisi dalam mana Pemerintah Sendiri Acheh bisa dibentuk dan dibangun melalui jalur proses yang adil dan demokrasi di wilayah yang masih dianeksasi RI.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------