Stockholm, 10 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA DIJON MEMANG BUTA TIDAK MELIHAT SIMBOLON CS DARI FPDIP MENGANGGAP ASNLF/GAM SEBAGAI SATU NEGARA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KELIHATAN ITU MUBA DIJON MEMANG BUTA TIDAK MELIHAT EFFENDI SIMBOLON CS ANGGOTA KOMISI I DPR DARI FPDIP MENGANGGAP ASNLF/GAM SEBAGAI SATU NEGARA

 

"Ooohhh ternyata "GAM sederajat dengan RI" itu cuma hasil perasan otak bulukan ASU toh He he Wah wah wah parah parah jelas-jelas parah !! Pantesan banyak orang yang bilang kamu itu sebenarnya tahu banyak tetapi kamu sama sekali tidak tahu apa yang kamu ketahui, sehingga kamu itu sesat dan menyesatkan. Aku punya kucing loh. Kadang-kadang kucing itu aku ajak ngobrol tapi kucingku nggak pernah loh ngelunjak ngaku sebagai manusia, apalagi sederajat denganku. Kucingku jelas lebih tahu diri daripada segerombolan pemain toneel Swedia yang menamakan diri ASNLF itu" (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Wed, 10 Aug 2005 11:46:13 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Muba Dijon pengembek Permadi angggota Komisi I DPR dari FPDIP-nya Megawati tidak melihat dan tidak memahami bahwa itu Effendi Simbolon yang juga anggota Komisi I DPR dari FPDIP menganggap Perundingan RI dengan pihak Pemerintah Negara Acheh dalam hal ini ASNLF/GAM merupakan perundingan yang berstatus internasional dan dengan negara lain.

 

Nah, kalau Muba Dijon menafikan dan tidak mengakui Perundingan ASNLF/GAM RI adalah perundingan Internasional dan Perundingan antara dua Negara yang status politiknya sederajat, maka itu Muba Dijon memang budek. Dan Muba Dijon memang anti perdamaian di Acheh.

 

Muba Dijon, otak kalian memang otak udang. Kelompok kalian dari FPDIP saja menganggap bahwa Perundingan itu merupakan perundingan internasional antara dua negara. Tetapi karena kalian Muba Dijon, memang tidak ingin melihat ada perdamaian di Acheh, maka kalian kalau bicara asal bercuap saja.

 

Mana pernah Muba Dijon berhasil memberikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat kalau berdebat dengan Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini. Paling hanya celoteh tanpa ujung pangkalnya.

 

Lihat saja buktinya, apa yang dilambungkan Muba malam ini: "Ooohhh ternyata "GAM sederajat dengan RI" itu cuma hasil perasan otak bulukan ASU toh He he Wah wah wah parah parah jelas-jelas parah !! Pantesan banyak orang yang bilang kamu itu sebenarnya tahu banyak tetapi kamu sama sekali tidak tahu apa yang kamu ketahui, sehingga kamu itu sesat dan menyesatkan.".

 

Nah, kelihatan itu Muba Dijon memang budek. Kalau pihak Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia tidak dianggap satu tingkat dengan RI secara politis, maka itu pihak FPDIP dengan Simbolon dipaling depan tidak akan petentengan didepan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla meminta pihak Pemerintah untuk membahas MoU di DPR RI, baik di Komisi I DPR atau Paripurna.

 

Dengan  petentengannya Simbolon seperti cacing kepanasan, itu membuktikan bahwa pihak FPDIP menganggap secara politis bahwa Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia dalam hal ini ASNLF/GAM sebagai satu negara yang setaraf dengan RI.

 

Jadi Muba Dijon, kalau kalian tidak setuju perdamaian Helsinki, kalian diam saja. Tidak usah banyak mengembek. Menyampah saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Wed, 10 Aug 2005 11:46:13 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: DHARMINTA, MUBA & PROLETAR KOMUNIS HANYA BERGANTUNG PADA TALI BUHUL MBAH SOEKARNO YANG RAPUH

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, AcehMr_dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Acehmuba <mbzr00@yahoo.com>, acehomputeh <om_puteh@hotmail.com>, AcehSap <im_surya_1998@yahoo.co.id>, AcehSiliwangi siliwangi27@hotmail.com

 

Ooohhh... ternyata "GAM sederajat dengan RI" itu cuma hasil perasan otak bulukan ASU toh... He he... Wah wah wah... parah.. parah... jelas-jelas parah...!! Pantesan banyak orang yang bilang kamu itu sebenarnya tahu banyak tetapi kamu sama sekali tidak tahu apa yang kamu ketahui, sehingga kamu itu sesat dan menyesatkan...

 

Aku punya kucing loh... Kadang-kadang kucing itu aku ajak ngobrol... tapi kucingku nggak pernah loh ngelunjak ngaku sebagai manusia, apalagi sederajat denganku...  Kucingku jelas lebih tahu diri daripada segerombolan pemain toneel swedia yang menamakan diri asnlf itu...

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com

Dijon, Bourgogne, Perancis

 

----------

 

FPDIP Kecewa Atas Konsultasi Pemerintah & DPR RI

Muhammad Nur Hayid detikcom

 

Jakarta - Meski telah mendapatkan penjelasan sekitar 8 jam, ternyata tidak membuat Fraksi PDIP puas. FPDIP justru semakin kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak mau memberikan draf hasil kesepakatan yang berbahasa inggris kepada DPR

 

"Kita tidak bisa mengkritisi lebih detail karena drafnya hanya dibacakan Jusuf Kalla. Draf MoU tidak diberikan pada kita," kata anggota Komisis I DPR RI FPDIP Effendi Simbolon melalui telepon, di DPR RI, Selasa, (9/8/2005).

 

FPDIP mengingatkan pada pemerintah agar tidak menjadikan MoU RI dan GAM di Helsinki sebagai pintu masuk bagi pihak GAM untuk usaha melepaskan Aceh dari NKRI. FPDIP akan tetap mempersoalkan status perundingan kesepakatan damai RI dan GAM di Helsinki.

 

Karenanya, dalam waktu dekat FPDIP akan meminta fatwa Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mempertanyakan status perundingan RI dan GAM, "Apakah itu merupakan perundingan internasional, atau perundingan antar sesama anak bangsa," tambah Simbolon.

 

Fatwa MK ini juga diharapkan menjelaskan maksud pasal 11 UUD 1945 hasil amandemen, yang menjelaskan perundingan dengan bangsa lain tentang kesepakatan damai atau perang harus dapat persetujuan dari DPR.

 

Sampai saat ini, FPDIP masih menganggap perundingan RI dan GAM di Helsinki merupakan perundingan dengan negara lain. Sebab, perundingan tersebut dilakukan dengan warga negara asing dan bertempat diluar negeri. Atas dasar itu, FPDIP tetap meminta pemerintah membahas hasil MoU itu di DPR RI, baik di komisi I maupun di Paripurna.

 

Pada kesempatan terpisah, anggota DPR RI dari FPAN yang juga ikut hadir dalam acara tersebut, Ahmad Farhan Hamid menyatakan DPR mempersilakan pemerintah melakukan penandatanganan. Namun poin-poin yang terkait dengan domain DPR akan dibahas setelah dilakukan penandatanganan tanggal 15 Agustus mendatang.

 

Politisi PAN dari Aceh ini juga menjelaskan, semua fraksi tidak meminta dilakukan sidang paripurna di DPR untuk menyikapi hasil MoU tersebut. Namun demikian, DPR meminta pada pemerintah tidak menarik TNI/Polri dari Aceh sebelum penandatangan kesepakatan damai dilakukan. (ism)

 

http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/08/tgl/09/time/223055/idnews/419167/idkanal/10

----------