Stockholm, 11 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PAPUA BARAT TELAH MERDEKA 19 OKTOBER 1961 TETAPI DICAPLOK SOEKARNO

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



RAKYAT PAPUA TELAH MERDEKA PADA 19 OKTOBER 1961 TETAPI SOEKARNO MELALUI RI-JAWA-YOGYA-NYA MENCAPLOK PAPUA BARAT

 

"Yth: Ahmad. Kami Akan menari buat rumpung melanesia di seluruh dunia. Menunjukan buat Congress Amerika bahwa kami respect terhadap apa yang telah mereka buat. Mohon Doa Restu." (Helmut Kmur, helmut_kmur2002@yahoo.com , Thu, 11 Aug 2005 03:26:20 -0700 (PDT))

 

Baiklah saudara Helmut Kmur di Jayapura, Papua.

 

Perjuangan bangsa Papua yang menuntut penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan penganeksasi RI harus didukung dan disokong penuh.

 

Bangsa Papua sedang menghadapi tekanan dan penindasan yang dilakukan Jakarta dari sejak Soekarno bersama Kabinet Ali II membatalkan secara sepihak perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 3 Mei 1956. Pada tanggal 17 Agustus 1956 mengklaim secara sepihak Papua Barat sebagai provinsi Papua Barat dengan memasukkan wilayah Tidore, Oba, Weda, Patani, serta Wasile di Maluku Utara, dan menjadikan Soa Siu debagai Ibu Kotanya, pada tanggal 17 Agustus 1956. Dan pada tanggal 23 September 1956 mengangkat Sultan Tidore, Zainal Abidin Syah menjadi Gubernur Papua Barat diatas kertas. Pada tanggal 31 Desember 1959 dibentuk Front Nasional dengan tujuan pertama, untuk menyelesaikan revolusi nasional Indonesia. Kedua, untuk melaksanakan pembangunan semesta nasional. Ketiga, membebaskan Irian Barat atau Papua Barat.

 

Dan pada tanggal 17 Agustus 1960, Soekarno memaklumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Belanda melalui pidato 17 Agustus 1960 yang diberi judul "Jalannya Revolusi Kita Bagaikan Malaikat Turun dari Langit (Jarek) ". Yang sebelumnya, Soekarno telah mengirimkan kapal induk Karel Doorman ke Papua barat melalui Jepang.

 

Padahal Papua Barat atau Irian Barat ini oleh Belanda akan dimerdekakan dengan nama Negara Papua. Dimana Belanda telah membicarakannya di forum PBB bulan September 1961. Jadi bangsa Papua telah siap untuk memerdekakan Papua Barat menjadi Negara Papua.

 

Dan pada tanggal 19 Oktober 1961 di Hollandia (Jayapura sekarang) bangsa Papua mendeklarkan Manifesto yang ditandatangani oleh wakil-wakil kelompok, agama, dan suku adat yang ada di Papua Barat. Dimana isi Manifesto 19 Oktober 1961 itu adalah:

 

"We the undersigned, residents of the western part of Papua, representing variuos groups, tribes and religious denominations, knowing that we are united as a people and a nation, DO HEREBY DECLARE to all our fellow countryman that we,

 

I.in pursuance of Article 73 a and b of the Charter of the United Nations;

 

II.on the strenght of the declaration of principle regarding the independence of non-self-governing territories and peoples, as laid down in the resolution No. 1514 (XV) adopted by the General Assembly of the United Nations at its Fiftheenth Meeting from September 20 to December 20 1960;

 

III.by virtue of the inviolable right we, inhabitants of the western part of Papua, have to our native country;

 

IV.in accordance with the ardent desire and the yearning of our people for our own independence, through the National Committee and our parliament, the New Guinea Council, insist with the Government of Netherlands New Guinea and the Netherlands Government that as of November 1, 1961,

 

a. our flag be hoisted beside the Netherlands flag;

b. our national anthem (''Hai Tanahku Papua") be sung and played in addition to the Netherlands national anthem;

c. our country bear the name of Papua Barat (West Papua), and

d. our people be called: the Papuan people.

 

In view of the foregoing, we, Papuans, demand our own position, equal to that of the free nations and in the ranks of these nations we, Papuans, wish to live in peace and to contribute to the maintenance of world peace. Through this manifesto we summon all inhabitants who love this country and its people to rally round this manifesto and to uphold it, as it is the sole basis for the freedom fo the Papuan people.

 

Hollandia (Jayapura now), October 19th, 1961.

 

W. Inury, D. Sarwom, F. Poana, A. Onim, F.J.S. Rumainum, E. Itaar, M. Suwae, J.J. Roembiak, J.Jaab, M. Onggé, P.H. Jochu, Iz. Menufandu, M. Wai, N. Jouwe, H. Mori, Muzendi, P. Koejab, W. Zonggonao, F. Jufuway, A.J.A. Rumtoboy, E. Noembery, J.S. Dekeniap, S.L. Rumadas, T.S. Akwan, H.Jomungga, M.Buotabui, F.Torey, M.W. Kaisiëpo, B. Gebze, Th.Mezet, J.E. Bonay, N. Tanggahma, H.I. Bauw, Sp.Malibela, T.Dansidan, W. Giay, O. Nemnay, A. Sefa, J. Manory, L. Ajamiseba, M. Rumainum."

 

Jadi, sebenarnya, pada tanggal 19 Oktober 1961 Papua Barat telah dimerdekakan, dan memang itu telah dibicarakan dan telah dijalankan oleh pihak Belanda di forum PBB pada bulan September 1961.

 

Hanya pihak Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya terus mencaplok wilayah Papua Barat atau Irian Barat ini.

 

Dimana Soekarno untuk mencaplok Papua Barat atau Irian Barat ini pada tanggal 19 Desember 1961 melambungkan suatu komando yang dikenal dengan nama Tri Komando Rakyat dalam usaha mencaplok Papua Barat atau Irian barat.

 

Tri Komando Rakyat dilambungkan didepan rapat umum di Yogyakarta yang berisikan 3 sasaran.

1. Mencaplok Papua Barat yang dianggap sebagai boneka Papua buatan Belanda.

2. Bendera Negara RI harus dikibarkan diwilayah Irian Barat atau Papua Barat yang dianggap sebagai daerah wilayah kekuasaan Negara RI.

3. Menyiapkan mobilisasi umum mempertahankan Negara RI yang akan mencaplok Irian Barat atau Papua Barat. Dalam usaha pencaplokan Irian Barat atau Papua Barat ini, Soekarno mengangkat Mayor Jenderal Soeharto sebagai Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada tanggal 2 Januari 1962.

 

Nah, inilah taktik dan strategi Soekarno dalam mencaplok Papua Barat atau Irian Barat sebelum Perjanjian New York ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 1962.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 11 Aug 2005 03:26:20 -0700 (PDT)

From: helmut kmur <helmut_kmur2002@yahoo.com>

Subject: West papua party tomorrow

To: ahmad@dataphone.se

 

Yth: Ahmad.

 

Kami Akan menari buat rumpung melanesia di seluruh dunia.Menunjukan buat Congress Amerika bahwa kami respect terhadap apa yang telah mereka buat. Mohon Doa Restu.

 

Best Reagrd

 

Helmut Kmur

 

helmut_kmur2002@yahoo.com

Jayapura, Papua

----------