Stockholm, 12 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


BANGSA PAPUA DAN DEWAN ADAT PAPUA DIHADANG TNI DAN POLRI DENGAN SENJATA LENGKAP

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



BANGSA PAPUA DAN DEWAN ADAT PAPUA YANG TELAH SADAR UNTUK MENENTUKAN NASIB SENDIRI DIHADANG TNI DAN POLRI DENGAN SENJATA LENGKAP

 

"Yth: saudara Ahmad. Kami hari ini, ada pasukan dari Indonesia menghadang acara penolakan Special Otonomi. Kami yang datang masyarakat adat, tapi yang menhadang bersenjata lengkap. Aku sengaja kirim foto dari pertemuan dari beberapa orang yang mengatasnamakan rakyat membuat satu persetujuan mencounter apa yang di buat Congress Amerika. Praktek jelek sedang di bangun Gubernur Papua. Tolong di sebar luaskan ke Penjuru Dunia." (Helmut Kmur, helmut_kmur2002@yahoo.com , Thu, 11 Aug 2005 19:04:06 -0700 (PDT))

 

Baiklah saudara Helmut Kmur di Jayapura, Papua.

 

Hari ini, Jumat, 12 Agustus 2005 Dewan Adat Papua melakukan aksi secara damai untuk mengembalikan Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua yang disahkan di Jakarta pada tanggal 21 November 2001 oleh Presiden Megawati dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 21 November 2001 oleh Sekretaris Negara RI Bambang Kesowo.

 

Sekretaris Umum Dewan Adat Papua Leonard Imbiri adalah bangsa Papua yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bangsa Papua dari aneksasi RI, dimana hari ini, Imbiri yang tetap teguh untuk mengembalikan Tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, ternyata dihadang oleh pasukan TNI dan Polri yang bersenjata lengkap di Jayapura.

 

Bangsa Papua bersama Dewan Adat Papua Leonard Imbiri yang telah menyatakan keinginan dan sikapnya untuk menentukan nasib mereka sendiri diatas tanah Papua, ternyata telah mendapat tekanan dan hadangan senjata TNI dan Polri atas perintah pusat Jakarta dibawah komando Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarato dan Kapolri Jenderal Polisi Sutanto, yang dilaksanakan oleh Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Dody Sumantiawan.

 

Inspektur Jenderal Polisi Dody Sumantiawan dari Jawa ini yang telah menggelar pasukan TNI dan Polri sehari sebelumnya, 11 Agustus 2005 di Jayapura, untuk dijadikan sebagai taktik pasang kuda-kuda guna dipraktekkan dalam menghadapi bangsa Papua dengan Dewan Adat Papua-nya yang pada hari ini melakukan aksi pengembalian UU No.21/2001.

 

Selain itu pihak Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal ini Gubernur Papua JP Solossa telah melakukan usaha penggalangan bersama orang-orang yang mengatasnamakan bangsa Papua membuat aksi anti Kongres Amerika Serikat yang dalam Sidang Kongresnya ke 109 yang membicarakan Rancangan UU atau H.R. 2601 yang menyangkut "Foreign Relations Authorization Act, Fiscal Years 2006 and 2007" menyatakan bahwa "4) In the New York Agreement, Indonesia formally recognized ``the eligibility of all adults [in Papua] . . . to participate in [an] act of self-determination to be carried out in accordance with international practice'', and pledged ``to give the people of the territory the opportunity to exercise freedom of choice . . . before the end of 1969''. (5) In July and August 1969, Indonesia conducted an ``Act of Free Choice'', in which 1,025 selected Papuan elders voted unanimously to join Indonesia, in circumstances that were subject to both overt and covert forms of manipulation."

 

Dimana anggota Kongres Amerika Serikat tersebut mempertanyakan keabsahan dari cara pepera model Jenderal Soeharto dalam bentuk Sidang Dewan Musyawarah pepera Kabupaten per Kabupaten, yang membuka peluang adanya bentuk manipulasi pepera secara terangan-terangan dan secara tertutup.

 

Nah, aksi gaya yang dilambungkan Gubernur Papua JP Solossa bersama kaki tangannya inilah yang dijadikan sebagai ujung tombak oleh Susilo Bambang Yudhoyono guna menangkis serangan dari Kongres Amerika Serikat.

 

Serahkan penyelesaian damai kepada seluruh bangsa Papua, merekalah yang berhak untuk mengatur tanah negerinya sendiri, bukan mbah Soekarno dan para penerusnya dari RI-Jawa-Yogya.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 11 Aug 2005 19:04:06 -0700 (PDT)

From: helmut kmur <helmut_kmur2002@yahoo.com>

Subject: Para tentara Indonesia menghadapi rakyat adat dengan Senjata

To: ahmad@dataphone.se

 

Yth:  saudara Ahmad

 

Kami hari ini, ada pasukan dari Indonesia menghadang acara penolakan Special Otonomi. Kami yang datang masyarakat adat, tapi yang menhadang bersenjata lengkap. Aku sengaja kirim foto dari pertemuan dari beberapa orang yang mengatasnamakan rakyat membuat satu persetujuan mencounter apa yang di buat Congress Amerika. Praktek jelek sedang di bangun Gubernur Papua. Tolong di sebar luaskan ke Penjuru Dunia.

 

Helmut Kmur

 

helmut_kmur2002@yahoo.com

Jayapura, Papua

----------