Stockholm, 12 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA, ITU KELOMPOK UNITARIS JAWA YANG TERUS MAU MENJERAT PAPUA BARAT DAN ACHEH

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MUBA DIJON, ITU KELIHATAN DENGAN JELAS KELOMPOK UNITARIS JAWA DIBAWAH SOEKARNO DAN PENERUSNYA YANG TERUS MAU MENJERAT PAPUA DAN ACHEH

 

"Masalah "separatisme" di Propinsi Papua akan segara diselesaikan secara bermartabat dalam bingkai NKRI seperti SBY-JK telah menyelesaikan masalah "separatisme" di Propinsi NAD secara bermartabat dalam bingkai NKRI. Sengaja kata "separatisme" pake tanda petik, karena hanya beberapa gelintir saja yang melakukannya. Jadi sebenarnya itu tidak signifikan. However, pemerintah mendengar apapun suara rakyatnya dan berusaha untuk menyadarkan "kaum separatis" itu." (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Fri, 12 Aug 2005 02:18:36 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Kelihatan itu Muba Dijon sedang bermimpi dengan mendekap Papua dan Acheh sambil bersenandung lagu sumbang separatis pakai tanda petik.

 

Kesalahan besar bagi  pengikut kelompok unitaris Jawa dibawah Soekarno cs dan para pengikutnya yang telah teracuni mitos RI-Jawa-Yogya, Acheh dan Papua.

 

Dimana para pengikut dan pendukung kelompok untaris Jawa dibawah mbah Soekarno dan para penerusnya termasuk Susilo Bambang Yudhoyono inilah yang terus saja menyebarkan racun yang dilapisi gula-gula mitos Acheh, Papua dan RI-Jawa-Yogya.

 

Tentu saja bagi orang-orang bodoh yang tidak mempergunakan akal pikirannya yang waras saja yang bisa dipengaruhi oleh mitos kaum kelompok unitaris Jawa Soekarno dan para pengikutnya.

 

Lihat dan perhatikan, satu contoh seorang pengikut budek kelompok unitaris Jawa Soekarno, yaitu Muba Dijon. Dia mana mengerti dan paham tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI-Jawa-Yogya dihubungkan dengan Acheh dan Papua, kecuali setelah masuk di mimbar bebas ini. Hanya Muba Dijon ini karena dari sejak awal sudah penuh otaknya dengan cerita mitos Acheh, Papua dan RI-Jawa-Yogya, maka agak sulit untuk membersihkannya. Tetapi, tidak mengapa, itu hak dia sebagai pendukung dan penyokong kelompok unitaris Jawa Soekarno.

 

Misalnya, itu Muba tetap saja menyatakan bangsa Papua dan bangsa Acheh sebagai separatis. Nah, itu Muba dengan menyebut istilah separatis saja sudah salah kaprah. Dan memang Muba Dijon tidak bisa membuktikan secara fakta, bukti, sejarah dan hukum bahwa perjuangan bangsa Papua dan Acheh disebut separatis. Paling hanya ikut-ikutan ekor kelompok unitaris Jawa pengekor Soekarno dan para penerusnya saja.

 

Bangsa Papua yang sudah sadar untuk menentukan nasib sendiri diatas tanah Papua yang dicaplok Soekarno dengan memakai RI-Jawa-Yogya-nya, itu bukan bangsa separatis. Justru sebaliknya. Itu Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya tidak punya hak untuk mencaplok Papua. Mengapa ?

 

Karena, itu tidak ada dasar hukumnya. Kalau itu Muba mengacu kepada KMB 2 November 1949, jelas itu dalam KMB 2 November 1949 tidak menyebutkan bahwa Papua Barat akan menjadi milik RI-Jawa-Yogya. Justru yang dinyatakan dalam KMB 2 November 1949 itu adalah Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) pada akhir bulan Desember 1949. Dan Irian barat atau Papua Barat penyelesaiannya ditunda selama satu tahun.

 

Nah disini artinya, satu tahun setelah Belanda Menyerahkan kedaulatan kepada RIS (Republik Indonesia Serikat).

 

Jadi, dengan melihat dasar hukum KMB 2 November 1949 sudah jelas, bahwa itu tidak ada hak bagi RI-nya Soekarno untuk menelan dan mencaplok Papua Barat. Lagi pula itu Papua Barat akan diselesaikan bukan dengan RI, melainkan dengan RIS. Sedangkan RI hanyalah Negara Bagian RIS.

 

Dari jalur dasar hukum KMB ini saja sudah kelihatan memang itu Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya memang mau mencaplok Papua Barat dengan cara militer.

 

Kemudian soal Perjanjian New York 15 Agustus 1962 muncul, itu setelah Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya menelan 15 Negara-Negara dan Daerah-Daerah Bagian RIS, Acheh, Maluku Selatan, lalu dilebur RIS jadi hancur, kemudian dijelmakan jadi RI-Jawa-Yogya yang buncit, dan seterusnya dirobah jadi NKRI, pada 15 Agustus 1950.

 

Karena Negara-Negara dan Daerah-Daerah Bagian RIS telah dicaplok dan ditelah RI-Jawa-Yogya yang menjelma jadi NKRI, maka diklaimlah bahwa RIS itu adalah RI. Kemudian Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya pada tanggal 17 Agustus 1956 mengklaim secara sepihak Papua Barat sebagai provinsi Papua Barat dengan memasukkan wilayah Tidore, Oba, Weda, Patani, serta Wasile di Maluku Utara, dan menjadikan Soa Siu debagai Ibu Kotanya.

 

Nah disini kelihatan itu Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya dengan penuh ambisi terus melakukan usaha pencaplokan Papua Barat.

 

Jadi memang kelihatan yang sebenarnya justru Soekarno yang menjadi penjajah. Bukan bangsa Papua Barat yang berjuang untuk menentukan naisb sendiri yang dituduh separatis. Tuduhan separatis kepada bangsa Papua adalah tuduhan gombal yang tidak ada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya.

 

Kemudian lagi celakanya, itu Soekarno dari kelompok unitaris Jawa ini untuk mencaplok Papua Barat tidak cukup hanya mengklaim Papua sebagai bagian provinsi RI-Jawa-Yogya diatas kertas saja, tetapi berusa dengan militernya. Dan diawali dengan diputuskannya hubungan diplomatik dengan Belanda secara sepihak pada tanggal 17 Agustus 1960.

 

Nah, dengan melakukan pemutusan hubungan diplomatik dengan Belanda menunjukkan itu Soekarno memang ingin segera mencaplok Papua Barat.

 

Dan Bangsa Papua yang tidak satu rumpun dengan bangsa Jawa kelompok unitaris Soekarno ini tidak ingin Negeri Papua jatuh ketangan kaum kelompok unitaris Jawa Soekarno, sehingga pada tanggal 19 Oktober 1961 di Jayapura bangsa Papua mendeklarkan Manifesto kemerdekaan Papua Barat yang ditandatangani oleh wakil-wakil kelompok, agama, dan suku adat yang ada di Papua Barat.

 

Inilah suatu fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang bangsa Papua Barat yang telah merdeka dan berdiri sendiri lepas dari pengaruh kekuasaan Belanda dan juga RI-Jawa-Yogya-nya kelompok unitaris Jawa Soekarno.

 

Celakanya, itu kelompok unitaris Jawa Soekarno yang serakah ini pada tanggal 19 Desember 1961 melambungkan sikap politik agresinya dalam bentuk pencaplokan Papua Barat. Dan tugas pencaplokan Papua Barat ini diserahkan kepada Mayor Jenderal Soeharto sebagai Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada tanggal 2 Januari 1962.

 

Nah sekarang, makin jelas, bahwa yang benar bedasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum, justru Soekarno dari kelompok unitaris Jawa yang mencaplok Papua Barat dan dimasukkan kedalam wilayah RI-Jawa-Yogya.

 

Jadi, kalau itu Muba Dijon menuduh kepada bangsa Papua yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri sebagai kelompok separatis, maka itu tuduhan Muba Dijon adalah tuduhan gombal. Muba Dijon memang tidak punya muka dan tidak punya harga diri. Karena memang Muba Dijon adalah keturunan kelompok unitaris Jawa Soekarno pencaplok, penganeksasi, dan penjajah.

 

Terakhir, soal Acheh, itu Kesepakatan Damai Helsinki 17 Juli 2005 bukan berarti selesai perjuangan penuntutan nasib sendiri bangsa Acheh di Acheh, melainkan itu merupakan bagian dari taktik dan strategi bangsa Acheh menuju kepada kemerdekaan yang penuh. Jadi, Muba Dijon kalian jangan dulu tertawa. Kalian masih berada dalam mimpi disiang hari bolong.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 12 Aug 2005 02:18:36 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: BANGSA PAPUA DAN DEWAN ADAT PAPUA DIHADANG TNI DAN POLRI DENGAN SENJATA LENGKAP

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, AcehMr_dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Acehmuba <mbzr00@yahoo.com>, acehomputeh <om_puteh@hotmail.com>, AcehSap <im_surya_1998@yahoo.co.id>, AcehSiliwangi siliwangi27@hotmail.com

 

Masalah "separatisme" di Propinsi Papua akan segara diselesaikan secara bermartabat dalam bingkai NKRI seperti SBY-JK telah menyelesaikan masalah "separatisme" di Propinsi NAD secara bermartabat dalam bingkai NKRI...

 

Sengaja kata "separatisme" pake tanda petik, karena hanya beberapa gelintir saja yang melakukannya... jadi sebenarnya itu tidak signifikan... However, pemerintah mendengar apapun suara rakyatnya dan berusaha untuk menyadarkan "kaum separatis" itu...

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com

Dijon, Bourgogne, Perancis

----------