Stockholm, 18 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


WONG PROLETAR MEMBENGKOKKAN JAMPI KLIWON TUJUH BULIR NEGARA HEMBUSAN GUS DUR

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

KELIHATAN DI TOKYO, ITU WONG PROLETAR MEMBENGKOKKAN JAMPI KLIWON TUJUH BULIR NEGARA HEMBUSAN GUS DUR

 

"Mbah, Emangnya Mbah Sudirman percaya klenik. Berdasarkan wuku, Maka Indonesia akan dibagi tujuh. Dosa lho Mbah kalo sampai percaya. Kangbecak sih mengambil rasionalnya saja. Isu itu memang sengaja di hembuskan untuk memperkuat nasionalisme Indonesia. Daripada saling cakar antar bangsa, Mendingan siap-siap lawan Amerika. Mbah Sudirman juga sebaiknya menulis karya sastra saja. Aceh kan sudah merdeka. Tinggallah mereka menurunkan ide Islam dan kesejahteraan. Seperti yang selama ini digembar-gemborkan Tunjukkan, Ajaran Islam yang diagungkan. Akankah tetap agung ketika para penganjur diberikan kekuasaan. Mbah, Politik, Bukanlah berisi tentang kekuasaan saja. Menyelenggarakan pemerintahan yang baikpun. Termasuk dalam definisi politik juga." (Kang becak, kbecak@yahoo.com , Wed, 17 Aug 2005 01:23:53 -0700 (PDT))

 

Baiklah wong proletar tukang becak di Tokyo, Jepang.

 

Wong proletar masih terus bergeliat, dengan tubuh yang sudah kering kerontang, dibakar panasnya musim panas, karena udara Tokyo makin mengembang, membakar tubuh dan wajah proletar, yang terlentang dibalik pintu sigotakanya.

 

Ketika mbah Yudhoyono merayakan hari jadi RI-Jawa-Yogya-nya made in mbah Soekarno, meluncurlah dari pikiran wong proletar jampe rempeyek dan kerupuk jawinya mengikut irama mbah Gus Dur, yang menghembus-hembuskan ramalan kliwon tujuh bulir negara, yang akan tumbuh keluar dari sarang burung garuda pancasila-nya mpu Tantular dan tanah hitam jawinya mbah Soekarno, yang berpayungkan kain sarung marhaenisme-nya.

 

Rupanya ramalan kliwon tujuh bulir negara ini muncul setelah bangsa Acheh berhasil menjadi Negeri Acheh berdaulat penuh kedalam, menyingkirkan pasukan non-organik TNI dan Polri dari seluruh wilayah Acheh, sehingga pemerintah RI jadi setengah ompong, dan tenaga dalam DPR RI-nya terhalang keluar, akibat kekuatan hembusan kencang angin MoU Helsinki yang menembus masuk kedalam jantung dan ulu hati mbah Yudhoyono dan Agung Laksono.

 

Tetapi wong proletar komunis mengambil jalan bengkok. Itu jampi kliwon tujuh bulir negara hembusan mulut Gus Dur dibungkus oleh wong proletar dengan gaya asap rasionalnya yang berisikan bau nasionalisme pancasila-nya mbah Soekarno dan Achmad Aidit.

 

Dengan demikian, itu wong proletar komunis tukang becak melengkungkan arah jalur jampi kliwon tujuh bulir negara-nya Gus Dur ke arah  nasionalisme pancasila-nya mbah Soekarno dan Achmad Aidit, sehingga tampaklah didepan bayangan mbah George W. Bush, dengan topi koboy Texas-nya, sambil memegang pecut kuda Arab tunggangannya, yang berbulu hitam.

 

Nah, rupanya wong proletar komunis tukang becak di Tokyo ini, dengan adanya jampe hitam yang keluar dari mulut Gus, dengan mantera-mantera kliwon tujuh bulir negara-nya itu, memberikan pengaruh yang kuat dalam benak dan kepalanya untuk menelurkan semangat terpendamnya nasionalisme pancasila-nya mbah Soekarno dan Achmad Aidit. Sambil ditambahi dengan bait syair lagu-lagu gaya Aidit lamanya, yang mengandung barisan kata-kata garuda pancasila, aku pendukungmu, nasionalisme pancasila pasti jaya.

 

Hanya, agar supaya tidak kelihatan bulu tebal sosialisme proletariat marxisme model Mao Tje Tung-nya, ditutuplah oleh wong proletar tukang becak pakai kain sarung tenun buatan tenunan orang arab palembang pendatang dari Yaman, tetapis sekarang sudah lama tinggal di Pacitan dekat rumahnya mbah Yudhoyono. Tutupan kain sarung tenunan orang arab ini diluarnya dilapisi merk "Tinggallah mereka menurunkan ide Islam dan kesejahteraan. Tunjukkan, Ajaran Islam yang diagungkan".

 

Nah, dengan merk yang bau semangat Islam, tetapi didalam isinya sosialisme proletariat marxisme gaya Mao Tje Tung yang dikembangkan dan ditaburkan Achmad Aidit dari Belitung, dan sekarang diusung kembali oleh wong proletar komunis tukang becak di Tokyo, Jepang.

 

Terakhir, rupanya itu wong proletar ketika mendengar kata-kata politik, yang tadinya sudah mengendur dan hampir lenyap dari kalbu dan pikirannya, ternyata muncul kembali setelah jampi Gus Dur dengan mantera kliwon tujuh bulir negara-nya memanasi udara Betawi dan sekitarnya. Dimana dengan tangan mengacung keatas, mata bulat mendelik-delik, mulut bergerak-gerak, wong proletar komunis mengakhiri jampi mantera dengan asap kemenyan berbau politik: "Mbah, Politik, Bukanlah berisi tentang kekuasaan saja. Menyelenggarakan pemerintahan yang baikpun. Termasuk dalam definisi politik juga "

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Wed, 17 Aug 2005 01:23:53 -0700 (PDT)

From: Kang becak kbecak@yahoo.com

Subject: Dosa lo Mbah

To: sastra-pembebasan@yahoogroups.com, Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: muba zir mbzr00@yahoo.com

 

Bismillah,

 

Mbah,

Emangnya Mbah Sudirman percaya klenik.

Berdasarkan wuku,

Maka Indonesia akan dibagi tujuh.

Dosa lho Mbah kalo sampai percaya.

 

Kangbecak sih mengambil rasionalnya saja.

Isu itu memang sengaja di hembuskan untuk memperkuat nasionalisme Indonesia.

Daripada saling cakar antar bangsa,

Mendingan siap-siap lawan Amerika.

 

Mbah Sudirman juga sebaiknya menulis karya sastra saja.

Aceh kan sudah merdeka.

Tinggallah mereka menurunkan ide Islam dan kesejahteraan.

Seperti yang selama ini digembar-gemborkan

 

Tunjukkan,

Ajaran Islam yang diagungkan.

Akankah tetap agung ketika para penganjur diberikan kekuasaan.

 

Mbah,

Politik,

Bukanlah berisi tentang kekuasaan saja.

Menyelenggarakan pemerintahan yang baikpun.

Termasuk dalam definisi politik juga.

 

Wassalam

 

Kang becak

 

kbecak@yahoo.com

Tokyo, Jepang

----------