Stockholm, 18 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA DIJON, ITU YANG DISERAHI DAN DIAKUI KEDAULATAN BUKAN RI MELAINKAN RIS

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

KMB 2 NOVEMBER 1949 DAN PENYERAHAN KEDAULATAN 27 DESEMBER 1949 KEPADA RIS ITULAH MENJADI DASAR HUKUM PENGAKUAN KEDAULATAN

 

"Hai Asu. Belanda itu tidak mengakui kemerdekaan RI 17-08-45 selama ini karena karena itu akan membuatnya terhina. Mengakui kemerdekaan 17-08-45 berarti mengakui bahwa kelakuannya di Indonesia sampai 27-12-49 itu adalah benar-benar agresi militer bukan sekedar aksi polisionil. Agresi militer itulah yang menyebabkan Linggarjati, Renville, KMB, RIS, dan segala macam itu ada. Ngarti maneh, kehed?"  (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Wed, 17 Aug 2005 21:35:15 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Muba Dijon memang mata dan telinganya sudah tertutup. Ia tidak mengerti bahwa dalam hubungan kenegaraan dan pemerintahan itu tidak ada istilah terhina. Karena Pemerintahan dan kenegaraan itu bukanlah manusia, seperti Muba Dijon.

 

Hubungan kenegaraan adalah didasarkan pada status hukum yang berlaku. Hubungan negara tidak ada sangkut pautnya dengan rasa emosional. Hubungan negara hanyalah didasarkan atas dasar hukum yang telah menjadi kesepakatan bersama dalam dunia pergaulan internasional.

 

Karena itu, adalah salah salah kalau Muba Dijon menyatakan: "Belanda itu tidak mengakui kemerdekaan RI 17-08-45 selama ini karena karena itu akan membuatnya terhina. Mengakui kemerdekaan 17-08-45 berarti mengakui bahwa kelakuannya di Indonesia sampai 27-12-49 itu adalah benar-benar agresi militer bukan sekedar aksi polisionil."

 

Mengapa Muba dikatakan salah ketika memberikan argumentasi "karena itu akan membuatnya terhina".

 

Karena yang dijadikan pegangan Belanda adalah dasar hukum Konperensi Meja Bundar 2 November 1949 dan Dasar Hukum Penyerahan Kedaulatan kepada RIS pada tanggal 27 Desember 1949.

 

Dan berdasarkan dua dasar hukum diatas menyebutkan bahwa yang diserahi kedaulatan bukan RI tetapi RIS. Dan dasar hukum inilah yang dipegang oleh Kerajaan Belanda. RI sampai sekarang tidak diakui kedaulatannya oleh Belanda secara sah. Sebagaimana Belanda menyerahkan dan mengakui kedaulatan RIS. Penyerahan kedaulatan itu oleh Ratu Belanda Juliana tanggal 27 Desember 1949, bukan oleh Perdana Menteri atau Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda.

 

Begitu juga kalau memang Belanda mengakui dan menyerahkan kedaulatan kepada RI, maka Ratu Belanda Beatrix yang akan menyerahkan dan mengakui secara resmi, bukan Menteri Laura Negeri Belanda Bernard Bot yang datang begitu saja duduk sambil mendengarkan pidato-pidato upacara 17 Agustus 2005 di Jakarta.

 

Jadi memang berdasarkan hukum bahwa mengapa Belanda tidak mengakui kedaulatan RI, karena memang Belanda tidak menyerahkan dan mengakui kedaulatan kepada RI, melainkan kepada RIS sebagaimana yang telah disepakati dalam KMB 2 November 1949. Sehingga kalau Muba Dijon menyebutkan karena kalau "mengakui kemerdekaan 17-08-45 berarti mengakui bahwa kelakuannya di Indonesia sampai 27-12-49 itu adalah benar-benar agresi militer bukan sekedar aksi polisionil" adalah salah fatal.

 

Soal agresi militer atau aksi polisionil tidak ada hubungannya dengan penyerahan kedaulatan dan pengakuan kedaulatan. Agresi militer dan aksi polisionil merupakan bagian dari perjuangan antara yang menjajah dengan yang dijajah. Tidak ada sangkut pautnya dengan soal kelakuan atau perilaku. Karena hubungan antara yang dijajah dengan yang menjajah tidak didasarkan kepada masalah perilaku, melainkan berdasarkan kepada hukum yang sedang diperjuangkan dan hukum yang berlaku pada saat itu.

 

Kemudian soal lahirnya Perjanjian Linggajati 25 Maret 1947, Perjanjian Renville 17 Januari 1948, KMB 2 November 1949, dan penyerahan kedaulatan kepada RIS 27 Desember 1949, semuanya merupakan akibat dari proses perjuangan antara yang dijajah terhadap yang menjajah.

 

Jadi Muba Dijon, apa yang dibeberkan Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini bukan merupakan fitnah sebagaimana yang kalian tuduhkan, melainkan itu semuanya merupakan fakta, bukti, sejarah dasar dasar hukum mengenai jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI.

 

Dan hanya orang-orang yang mau membuka mata dan hati serta kejujuran saja yang akan memahami dan mengerti jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI secara benar.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Wed, 17 Aug 2005 21:35:15 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: AKTE PENYERAHAN KEDAULATAN SERTA PENGAKUAN RIS BUKAN RI

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, AcehMitro <mitro@kpei.co.id>, AcehMr_dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Acehmuba <mbzr00@yahoo.com>, acehomputeh <om_puteh@hotmail.com>, AcehSap im_surya_1998@yahoo.co.id

 

DASAR ASU TOLOL DAN JIWANYA PENUH DENGAN KEDENGKIAN, MULUTNYA PENUH RACUN FITNAH...!!!

 

Hai ASU... Belanda itu tidak mengakui kemerdekaan RI 17-08-45 selama ini karena karena itu akan membuatnya terhina. Mengakui kemerdekaan 17-08-45 berarti mengakui bahwa kelakuannya di Indonesia sampai 27-12-49 itu adalah benar-benar AGRESI MILILER bukan

sekedar AKSI POLISIONIL... Agresi militer itulah yang menyebabkan Linggarjati, Renville, KMB, RIS, dan segala macam itu ada... NGARTI MANEH, KEHED?

 

Sudahlah, berhentilah membuat fitnah dan menebar racun. Jangan tambahi lagi ketidakmaslahatan hidupmu, SEGERALAH MINUM RACUN...!!!

 

MONYET SIAH...!!!

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com

Dijon, Bourgogne, Perancis

----------