Stockholm, 18 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


SAPRUDIN KESULITAN MENCARI PEGANGAN FAKTA, BUKTI, SEJARAH & DASAR HUKUM, AKHIRNYA HANYA CEKAKAKAN

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

KELIHATAN ITU SURYA PASAI SAPRUDIN KESULITAN MENCARI PEGANGAN FAKTA, BUKTI, SEJARAH & DASAR HUKUM, AKHIRNYA HANYA CEKAKAKAN

 

"Boleh saya ketawa "Ha ha ha ha ha ha" Lucu sungguh lucu si Mr. Ahmad ini kalau adu argumen gak mau kalah, seolah-olah dialah yang paling tahu dan benar. Saya tidak akan mengatakan kamu ini sinting atau waras, namun bagi orang yang beriman tentunya akan terlihat dari sikap perbuatan. Konteksnya dengan masalah Aceh, kamu selalu menebar provokasi, tujuan atau ending point dari usaha  kamu adalah rasa kepuasan karena punya latar belakang dendam yang membara, bukan karena mencari Ridha Allah. Merdeka !" (SP Saprudin, im_surya_1998@yahoo.co.id , Thu, 18 Aug 2005 09:36:57 +0700 (ICT))

 

Baiklah Surya Pasai Saprudin di Jakarta, Indonesia.

 

Saprudin, persoalannya bukan masalah adu argumen tidak mau kalah, melainkan masalahnya apa yang kalian lambungkan tidak memberikan kekuatan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat. Masih bisa dipertanyakan dan dibongkar, sehingga kelihatan kelemahannya untuk dijadikan sebagai pegangan yang bisa diterima berdasarkan fakta, bkti, sejarah dan dasar hukum yang kuat yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

 

Memang, manusia bisa dilihat dari perilaku atau perbuatannya. Artinya apa yang nampak secara lahiriah. Karena masalah yang menyangkut batiniah itu akan sulit dan sukar untuk diketahui. Semua yang dapat diuji, dianalisa dan disimpulkan adalah hasil dari apa yang diungkapkan, ditampilkan, dan disikapkan dalam bentuk perilaku dan bentuk hasil pikiran, melalui cara metodologi ilmiah guna diuji secara empiris.

 

Kemudian menyinggung masalah Acheh. Itu sudah dijelaskan secara jelas dan gamblang di mimbar bebas ini, tidak ada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang dilambungkan Ahmad Sudirman yang isinya provokasi. Semuanya bisa diuji secara metode ilmiah. Semuanya bisa dibandingkan dengan fakta, bukti, dan dasar hukum lainnya, guna mendapat hasil kesimpulan yang ilmiah.

 

Kalau ada orang yang menyatakan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh yang pernah dilambungkan dan dibeberkan Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini sebagai suatu usaha provokasi, justru itulah orang yang masih menutup mata dan hati atas kebenaran fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Acheh dan RI.

 

Dan itu semua yang pernah dibeberkan Ahmad Sudirman bukan didasarkan atas rasa dendam yang membara. Itu tidak ada hubungannya yang kuat. Kalau Ahmad Sudirman membeberkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Acheh dan RI didasarkan pada rasa dendam yang membara, itu dalam sekejap mata bisa dihancurkan argumentasi yang dibangun Ahmad Sudirman. Tetapi fakta dan buktinya tidak demikian. Semua yang dibeberkan Ahmad Sudirman merupakan hasil penggalian, pembongkaran, penelitian, penganalisaan, perbandingan studi referensi guna disimpulkan dan bisa diuji secara ilmiah.

 

Terakhir, sebagai seorang muslim yang mukmin, Insya Allah Ahmad Sudirman akan selalu memohon pertolongan dan memohon petunjuk kepada Allah SWT guna mendapatkan keridhaan-Nya, amin.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 18 Aug 2005 09:36:57 +0700 (ICT)

From: SP Saprudin im_surya_1998@yahoo.co.id

Subject: Balasan: AHMAD SUDIRMAN BIN ASU

To: SP Saprudin <im_surya_1998@yahoo.co.id>, warwick aceh <universityofwarwick@yahoo.co.uk>, muba zir <mbzr00@yahoo.com>, Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, AcehMitro <mitro@kpei.co.id>, AcehMr_dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Acehmuba <mbzr00@yahoo.com>, acehomputeh <om_puteh@hotmail.com>, AcehSap <im_surya_1998@yahoo.co.id>, AcehSiliwangi <siliwangi27@hotmail.com>, Acehsutanlatief sutanlatief@yahoo.com

 

Assalamualaikum wr. wb.

 

Boleh saya ketawa "HA..HA..HA..HA..HA...HA..."

Lucu sungguh lucu si Mr. Ahmad ini kalau adu argumen gak mau kalah, seolah-olah dialah yang paling tahu dan benar.

 

Mr. Ahmad, segala aktivitas manusia dalam hidupnya senantiasa dicatat dan akan diperhitungkan antara action baik dan buruk niscaya diberi imbalan yang setimpal. Untuk itu renungkanlah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Bazaar dan At Tabrani dari Muadz antara lain sebagai berikut :

 

"Sebelum kedua telapak kaki seseorang menetap di hari kiamat, akan ditanyakan tentang empat hal lebih dulu, yakni :

1.Tentang umurnya untuk apa dihabiskan

2.Tentang masa mudanya untuk apa dipergunakan

3.Tentang harta darimana diperoleh, dan untuk apa dibelanjakan

4.Tentang ilmunya, apa saja yang ia amalkan dengan ilmunya itu.

 

Berbuatlah kebajikan dikala kamu masih muda sebelum hari tuamu datang. Berbuatlah kebajikan dikala kamu sehat sebelum sakitmu datang. Berbuatlah kebajikan dikala kamu kaya sebelum datang miskinmu. Berbuatlah kebajikan dikala engkau senang sebelum susah.

 

Berdasarkan Hadits tsb diatas, kiranya cocok petuah ini buat Mr. Ahmad, dimana selama ini sepak terjang Mr. Asu selalu kontradiktif dan menebar benih permusuhan, memprovokasi keadaan, menghasut dan memfitnah orang lain.

 

Saya tidak akan mengatakan kamu ini sinting atau waras, namun bagi orang yang beriman tentunya akan terlihat dari sikap perbuatan.

 

Konteksnya dengan masalah Aceh, kamu selalu menebar provokasi, tujuan atau ending point dari usaha  kamu adalah rasa kepuasan karena punya latar belakang dendam yang membara, bukan karena mencari Ridha Allah.

 

Merdeka !!!!

 

SP Saprudin

 

im_surya_1998@yahoo.co.id

Jakarta, Indonesia

----------