Stockholm, 19 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA, ITU RI-JAWA-YOGYA TELAH BERGANTI-GANTI SIFAT DAN BENTUKNYA, BUKAN HANYA TUKAR "JUDUL"

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MUBA DIJON, ITU RI-JAWA-YOGYA TELAH BERGANTI-GANTI SIFAT DAN BENTUKNYA, BUKAN HANYA TUKAR "JUDUL"

 

"Perubahan "judul" negara dari RI 1945-1949 menjadi RIS 1949-1950, lalu menjadi NKRI 1950-1959, dan kembali menjadi RI sejak 05-07-59 adalah sebuah upaya mempertahanan diri yang cerdas dari para pemimpin Indonesia agar RI 1945 yang wilayahnya terbentang dari Sabang sampai Merauke atas gagasan tim khusus yang dimotori Muhammad Yamin itu tetap utuh. Ini tak ubahnya seperti pohon yang merontokkan sendiri daun-daunnya di musim gugur untuk menghadapai musim dingin dan kembali daun-daun itu tumbuh kembali di musim semi yang indah. Para founding father RI memang sangat memahami ayat-ayat kauniah-Nya. Jadi, perubahan "judul" negara itu sama sekali tidak menghilangkan eksistensi RI 1945 yang terbentang dari Sabang sampai Merauke." (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Fri, 19 Aug 2005 03:59:15 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Muba Dijon kalau kalian berbicara didepan anak SD dan menjelaskan seperti apa yang kalian tulis diatas, itu semua anak SD akan pada diam. Tetapi kalau kalian bicara di mimbar bebas ini, kalian itu Muba sebelumnya harus dipikirkan seribu kali, sebelum kalian menuliskannya. Mengapa ?

 

Karena apa yang kalian tulis itu salah besar dan ngaco sama sekali.

 

Itu jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI bukan perubahan "judul" negara. Melainkan itu merupakan perubahan struktur, sifat dan bentuk negara dengan konstitusinya. Bagaimana bisa kalian katakan perubahan "judul" negara ?.

 

Pada periode 19 Desember 1948 sampai 13 Juli 1949 di Jakarta saja itu bentuk, struktur, sifat Negara RI sudah tidak ada. Yang muncul bentuk dan struktur negara yang lain, yang dipanggil dengan Pemerintah Darurat Republik Indonesia dibawah pimpinan Mr. Sjafruddin Prawiranegara dalam pengasingan di Negeri Acheh.

 

Nah baru sampai disini saja, itu tidak ada jalur proses kesinambungan RI ini. Terputus dalam jangka periode 19 Desember 1948 sampai 13 Juli 1949. Dan adanya keterputusan periode ini sudah tidak pantas lagi dinamakan dengan perubahan "judul".

 

Kemudian, lagi ketika Pemerintah Darurat Republik Indonesia dibawah pimpinan Mr. Sjafruddin Prawiranegara dalam pengasingan di Negeri Acheh berhasil menelurkan kesepakatan Perjanjian Roem Royen 7 Mei 1949 di Jakarta yang sebagian isinya adalah turut serta dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, dengan maksud untuk mempercepat penyerahan kedaulatan yang sungguh dan lengkap kepada Negara Indonesia Serikat dengan tidak bersyarat. Dimana Belanda menyetujui adanya Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat.

 

Maka mulailah kembali terjadi perubahan struktur, bentuk dan sifat negara, yaitu Soekarno dan Mohammad Hatta dibebaskan dan kembali ke Yogyakarta tanggal 6 Juli 1949,  Pemerintah Darurat Republik Indonesia dibubarkan, dan mandatnya dikembalikan lagi kepada Mohammad Hatta pada tanggal 13 Juli 1949. Kemudian setelah itu muncul kembali RI di Yogyakarta.

 

Kemudian, pada tanggal 14 Desember 1949, struktur, bentuk dan sifat Negara RI telah berubah pula, dengan masuknya menjadi anggota Negara Bagian RIS.

 

Nah, sejak tanggal 14 Desember 1949, itu RI bukan sebagai negara yang berdaulat penuh, melainkan sebagai Negara Bagian RIS. Dimana RIS pada tanggal 27 Desember 1949 diserahi dan diakui Kedaulatananya oleh Belanda.

 

Nah sampai disinipun itu Negara RI sudah berubah tidak lagi mendasarkan kepada Konstitusi atau UUD 1945 melainkan kepada Konstitusi atau UUD RIS.

 

Jadi kalau Muba Dijon mengatakan itu RI hanya perubahan "judul", maka itu pernyataan yang ngaco dan salah kaprah. 

 

Begitu juga, ketika terjadi proses penelanan RI terhadap Negara/Daerah Bagian RIS dari periode 8 Maret 1950 sampai 14 Agustus 1950, itu bukan berubah "judul", melainkna berubah bentuk, sifat dan struktur. Dimana sejak 15 Agustus 1950 sampai 5 Juli 1959, itu struktur, bentuk, sifat, dan konstitusi sudah berlainan dari yang sebelumnya. Dimana dalam periode 15 Agustus 1950 sampai 5 Juli 1959 berkonstitusi UUD 1950 atau UUD Sementara yang berbentuk Republik Parlementer.

 

Jadi sampai disini juga kalau itu Muba Dijon menuliskan bahwa itu hanya perubahan "judul", itu benar-benar ngaco. Apalagi diasosiasikan dengan "pohon yang merontokkan sendiri daun-daunnya di musim gugur untuk menghadapai musim dingin dan kembali daun-daun itu tumbuh kembali di musim semi".

 

Nah dimasa-masa perubahan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI inilah terjadi politik ekspansi dan agresi yang dijalankan kelompok unitaris Jawa dibawah Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya. Sehingga itu Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat disantapnya saja. Dan akibatnya terasa sampai detik sekarang ini. Dimana pertarungan antara kelompok Unitaris Jawa dibawah Soekarno dan RI-Jawa-Yogya-nya menghadapi kelompok federalis dibawah Sultan Hamid II dengan Badan Permusyawaratan Federal dan RIS-nya yang menjadi musuh bebuyutan Soekarno sampai akhir hayatnya.

 

Kemudian, itu Muba Dijon seperti anak SD yang keheranan: "Aku heran dengan para pemberontak/penghianat/separatis DI/TII, RMS, PRRI/Permesta, dan sebagainya itu, MENGAPA MEREKA TIDAK MENDAHULUI SOEKARNO-HATTA MEMPROKLAMIRKAN DIRI DAN BERJUANG UNTUK MENDAPAT PENGAKUAN DUNIA? "

 

Itu sebelum tanggal 15 Agustus 1945 seluruh wilayah yang sebelumnya ada dibawah Belanda masih diduduki dan dijajah Jepang. Baru setelah Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 15 Agustus 1945 kepada Amerika dan Sekutu, itu wilayah bekas jajahan Jepang pada menyatakan bebas dan berdiri sendiri.

 

Lihat saja, Negara-Negara dan Daerah-Daerah yang berdiri sendiri setelah Jepang Menyerah kepada Amerika dan Sekutu.

 

17 Agustus 1945 berdiri Republik Indonesia di Jakarta.

22 Oktober 1946 Federasi Kalimantan Barat, dan pada tanggal 12 Mei 1947 berganti nama menjadi Daerah Istimewa Kalimantan Barat.

7 Desember 1946 berdiri Daerah Dayak Besar.

24 Desember 1946 berdiri Negara Timur Besar, dan pada tanggal 27 Desember 1946 ditukar namanya menjadi Negara Indonesia Timur.

8 Januari 1947 berdiri Daerah Kalimantan Tenggara.

4 Mei 1947 berdiri Republik Pasundan tetapi tidak diakui, lalu pada tanggal 26 Februari 1948 didirikan Negara Jawa Barat yang disebut juga Negara Pasundan.

12 Juli 1947 berdiri Konfederasi Bangka, Belitung, dan Riau.

27 Agustus 1947 berdiri Daerah Siak Besar, dan pada tanggal 4 Februari 1948 ditukar namanya menjadi Federasi Kalimantan Timur.

8 Oktober 1947 berdiri Daerah Istimewa Sumatera Timur, dan pada tanggal 25 Desember 1947 menjadi Negara Sumatera Timur.

23 Januari 1948 berdiri Negara Madura.

14 Januari 1948 berdiri Daerah Banjar.

30 Agustus 1948 berdiri Negara Sumatera Selatan.

26 November 1948 berdiri Negara Jawa Timur.

2 Maret 1949 berdiri Daerah Jawa Tengah.

 

Negara-Negara dan Daerah-Daerah tersebut diatas itulah yang menjadi Republik Indonesia Serikat yang diserahi dan diakui Kedaulatannya pada tanggal 27 Desember 1949 oleh Belanda.

 

Jadi Muba Dijon, jangan kalian pikir hanya ada satu negara saja, yaitu RI. Itu diluar de-jure dan de-facto RI masih banyak Negara dan Daerah lainnya yang berdiri sendiri yang membentuk Federasi.

 

Kemudian tentang Deklarasi ulang Teungku Hasan Muhammad di Tiro pada tanggal 4 Desember 1976 itu sah, sebagai usaha penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan asing Jakarta. Lalu itu yang bernama Teuku Mohammad Hassan dari Acheh bukan wakil resmi Acheh yang dikirim ke Jakarta. Tidak ada yang mengirimkan Teuku Mohammad Hassan untuk jadi wakil Acheh di Jakarta bersama Soekarno.

 

Lalu itu periode 1945 sampai 1949 merupakan periode perjuangan diseluruh wilayah, sehingga berdiri 16 Negara dan Daerah yang pada tanggal 14 Desember 1949 menandatangani Piagam Konstitusi Republik Indonesia Serikat di Pegangsaan Timur 56, Jakarta, termasuk wakil dari RI Susanto Tirtoprodjo menandatanganinya.

 

Terakhir, MoU ASNLF/GAM RI Helsinki 15 Agustus 2005 merupakan keberhasilan perjuangan bangsa Acheh membangun Pemerintah Sendiri Acheh dan Legislatif Acheh dengan Lembaga Wali Negara-nya di Acheh.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 19 Aug 2005 03:59:15 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: MUBA, DARI SEJAK LINGGAJATI, RENVILLE, KMB, NEW YORK ITU RI SUDAH DITERIMA SECARA POLITIS

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, AcehMitro <mitro@kpei.co.id>, AcehMr_dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Acehmuba <mbzr00@yahoo.com>, acehomputeh <om_puteh@hotmail.com>, AcehSap <im_surya_1998@yahoo.co.id>, AcehSiliwangi siliwangi27@hotmail.com

 

Perubahan "judul" negara dari RI 1945-1949 menjadi RIS 1949-1950, lalu menjadi NKRI 1950-1959, dan kembali menjadi RI sejak 05-07-59 adalah sebuah upaya mempertahanan diri yang cerdas dari para pemimpin Indonesia agar RI 1945 yang wilayahnya terbentang dari Sabang sampai Merauke atas gagasan tim khusus yang dimotori Muhammad Yamin itu tetap utuh. Ini tak ubahnya seperti pohon yang merontokkan sendiri daun-daunnya di musim gugur untuk menghadapai musim dingin dan kembali daun-daun itu tumbuh kembali di musim semi yang indah. Para founding father RI memang sangat memahami ayat-ayat kauniah-Nya.

 

Jadi, perubahan "judul" negara itu sama sekali tidak menghilangkan eksistensi RI 1945 yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

 

Aku heran dengan para pemberontak/penghianat/separatis DI/TII, RMS, PRRI/Permesta, dan sebagainya itu, MENGAPA MEREKA TIDAK MENDAHULUI SOEKARNO-HATTA MEMPROKLAMIRKAN DIRI DAN BERJUANG UNTUK MENDAPAT PENGAKUAN DUNIA? Pada dasarnya, ini adalah kasus telur Columbus. Mereka, para pemberontak/penghianat/separatis itu, hanya bisa meniru. Lebih jauh lagi, mereka tidak punya: nyali, keseriusan, dan keberanian dalam "memperjuangkan cita-citanya" (pake tanda petik, sebab ini hanyalah aksi beberapa gelintir orang saja) menghadapi dunia. Mereka kemudian menganggap, MELAWAN RI 1945 LEBIH MEMBERI PELUANG, yang kemudian terbukti itu sebuah anggapan yang salah besar karena mereka dapat dihancurkan RI.

 

Dengan hujjah telur columbus ini, jelas "reproklamasi" 1976 atas tanah Aceh adalah sebuah dagelan yang sangat-sangat kesiangan...!! DUA PULUH SATU TAHUN terlambatnya itu... Ke mana saja si banci tengil badut Hasan Tiro selama itu? Lagian, Aceh mengirimkan wakilnya juga ke Jakarta dalam rangka proklamasi 17-08-1945 itu loh. Kenapa tidak ada tentangan atas kehadiran wakil Aceh itu dalam 1-2 hari atau 1-2 minggu kemudian? 21 tahun adalah sebuah masa kadaluarsa...

 

Kehadiran Belanda 1945-1949 adalah sebuah AGRESI MILITER TERHADAP SEBUAH NEGARA YANG BERDAULAT, dan PERUBAHAN JUDUL NEGARA ADALAH UPAYA PERTAHANAN DIRI UNTUK MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN.

 

Kini, setelah perjanjian Helsinki 15-08-2005, GAM/ASNLF telah menutup rapat-rapat pintu kemungkinan NAD merdeka keluar dari bingkai NKRI, sekaligus mengembalikan keamanan dan ketenangan hidup kepada warga NAD. Sangat masuk akal jika nama GAM diubah menjadi Gerakan Aceh Membangun, atau Gerakan Aceh Maju.

Do right thing, Mad...

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com

Dijon, Bourgogne, Perancis

----------