Stockholm, 22 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


SAPRUDIN, ITU DK PBB MEMANG DIKIBULI SOEKARNO DENGAN RI-JAWA-YOGYA-NYA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SURYA PASAI SAPRUDIN BUKA MATA UNTUK MELIHAT ITU DK PBB DIKIBULI SOEKARNO DENGAN RI-JAWA-YOGYA-NYA

 

"Mr. Asu saya sangat paham terhadap semua argumentasi kamu, yang telah kamu uraikan di mimbar ini dengan panjang lebar. Bahkan saya membacanya sampai keselek, tersedak-sedak dan batuk-batuk bahkan sampai kentut. Setiap kamu memberikan argumen, tidak lepas dari kata "dasar hukum". Bahkan kamu dengan gagah berani mengatakan ketidak keabsahan NKRI, karena menurut pendapat kamu NKRI tidak punya dasar hukum. Terus melegalkan pemberontakan GAM, dengan memutar balikkan dalil-dalil agama dan fakta sejarah. Mr. Asu, kalau NKRI tidak punya dasar hukum kenapa eksistensi NKRI sampai sekarang masih berkibar. Dasar hukum yang kuat adalah dasar hukum yang mempunyai pengakuan dunia internasional. Bukan seperti kamu yang terkucil dari pergaulan dunia, karena kamu sendiri gak tahu diri." (SP Saprudin, im_surya_1998@yahoo.co.id , Mon, 22 Aug 2005 14:16:36 +0700 (ICT))

 

Baiklah saudara Surya Pasai Saprudin di Jakarta, Indonesia.

 

Saprudin, itu bukan NKRI tidak punya dasar hukum, melainkan yang menjadi persoalan adalah coba buktikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum mengenai dimasukkannya wilayah teritorial Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat kedalam wilayah de-jure dan de-facto RI.

 

Nah, inilah yang dipertanyakan dan dipersoalkan oleh Ahmad Sudirman.

 

Sekarang, kalau kalian Saprudin, memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya, coba jelaskan secara kronologis, jelas, terang dan menyeluruh. Bukan hanya bercuap: "Dasar hukum yang kuat adalah dasar hukum yang mempunyai pengakuan dunia internasional"

 

Itu kalau hanya menyodorkan pengakuan dunia internasional, masih belum cukup. Mengapa ?

 

Karena tebukti, ketika DK PBB memberikan rekomendasi kepada SU PBB, pada tanggal 26 September 1950 melalui Resolusi DK PBB No. 86 tahun 1950, bahwa  "Admision of New Members To the United Nations 86(1950). Resolution of 26 September 1950. The Security Council. Finds that the Republic of Indonesia is a peace-loving State which fulfils the conditons laid down in Article 4 of the Charter of the United Nations, and therefore recommends to the General Assembly that the Republic of Indonesia be admitted to membership of the United Nations." (Adopted at the 503rd meeting by 10 voters to none, with 1 abstention China)

 

Nah ternyata menurut  DK PBB itu yang namanya RI adalah "a peace-loving State", padahal sebulan sebelumnya, yaitu pada tanggal 14 Agustus 1950, itu wilayah Acheh disantap Soekarno dengan memakai dasar hukum sepihak PP RIS No.21/1950. Dan pada tanggal 19 Mei 1950 disantapnya Maluku Selatan bersamaan dengan telah berhasil digembolnya dua Negara Bagian RIS, yaitu Negara Sumatera Timur (NST) dan Negara Indonesia Timur (NIT). Tetapi karena Soekarno tidak membukakan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI ini kepada pihak DK PBB, maka itu anggota DK PBB, tidak tau menahu, yang taunya hanyalah RI adalah negara cinta damai.

 

Kan dibodohi itu anggota negara-negara DK PBB oleh Soekarno.

 

Kemudian apa yang terjadi dengan Acheh. Ternyata memang terbukti bahwa itu yang namanya RI yang dipanggil negeri cinta damai, isi perutnya penuh dengan Negara-Negara dan Daerah-Daerah yang berada diluar wilayah de-facto dan de-jure RI yang telah disantapnya, termasuk Acheh dan Maluku Selatan. Dan buktinya memang benar, lihat saja Acheh, dimana pada tanggal 20 September 1953 Teungku Muhammad Daud Beureueh memproklamasikan melalui Maklumat NII di Acheh, yang sebagian isi Maklumat-nya: "Dengan Lahirnja Peroklamasi Negara Islam Indonesia di Atjeh dan daerah sekitarnja, maka lenjaplah kekuasaan Pantja Sila di Atjeh dan daerah sekitarnja, digantikan oleh pemerintah dari Negara Islam."

 

Coba saja perhatikan, dengan dimaklumatkan lahirnya NII di Acheh dan sekitarnya, maka lenyaplah negara pancasila alias negara RI mbah Soekarno dari wilayah Acheh.

 

Nah, pernyataan deklarasi atau maklumat kemerdekaan NII di Acheh oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh, menunjukkan bahwa memang benar itu RI bukan negara cinta damai, dan itu anggota DK PBB memang dikibuli mbah Soekarno penipu licik.

 

Jadi Saprudin, kalau kalian menyatakan: "Dasar hukum yang kuat adalah dasar hukum yang mempunyai pengakuan dunia internasional" adalah tidak benar dan tidak kuat.

 

Terakhir, kalau kalian Saprudin mau jujur dan berlapang dada, coba gali lagi itu tentang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum mengenai dimasukkannya wilayah Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat kedalam wilayah RI, bukan hanya terfokus dan terhambat oleh adanya mitos Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat buatan Soekarno penipu licik saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Mon, 22 Aug 2005 14:16:36 +0700 (ICT)

From: SP Saprudin im_surya_1998@yahoo.co.id

Subject: Balasan: UNTUK MR. BIG MOUTH ASUDIRMAN

To: SP Saprudin <im_surya_1998@yahoo.co.id>, muba zir <mbzr00@yahoo.com>, Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, AcehMitro <mitro@kpei.co.id>, AcehMr_dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Acehmuba <mbzr00@yahoo.com>, acehomputeh <om_puteh@hotmail.com>, AcehSap <im_surya_1998@yahoo.co.id>, AcehSiliwangi <siliwangi27@hotmail.com>, Acehsutanlatief sutanlatief@yahoo.com

 

Assalamualaikum wr. wb.

 

Kira-kira kalau kita terinjak kaki semut, apa yang akan kita rasakan ? Kira-kira kalau seekor kodok salah satu kakinya dipotong, apa yang akan terjadi pada kodok, apakah kodok akan meloncat cepat ? Kira-kira kalau seekor Gajah didepan pelupuk mata tidak kelihatan, sedangkan seekor semut diseberang lautan kelihatan, apakah perlu datang ke dokter untuk mendiagnosa mata ? Kira-kira kalau ada orang kentut yang sangat bau didalam sebuah bus umum yang sesak dengan penumpang, apakah kita akan menyalahkan sang sopir ?

 

Mr. Asu saya sangat paham terhadap semua argumentasi kamu, yang telah kamu uraikan di mimbar ini dengan panjang lebar. Bahkan saya membacanya sampai keselek, tersedak-sedak dan batuk-batuk bahkan sampai kentut.

 

Bicara masalah realita yang terjadi di Aceh terus melebar ke masalah Papua, dengan segala fakta-fakta sejarah yang bias terus diadobsi dengan faham liberalisasi, HAM, Demokratisasi dan kemunafikan dan lain-lain. Sehingga kalau orang tolol dan idiot akan merasa terkagum-kagum melihatan uraian Mr. Asudirman itu.

 

Setiap kamu memberikan argumen, tidak lepas dari kata "dasar hukum". Bahkan kamu dengan gagah berani mengatakan ketidak keabsahan NKRI, karena menurut pendapat kamu NKRI tidak punya dasar hukum. Terus melegalkan pemberontakan GAM, dengan memutar balikkan dalil-dalil agama dan fakta sejarah.

 

Mr. Asu, kalau NKRI tidak punya dasar hukum kenapa eksistensi NKRI sampai sekarang masih berkibar. Dasar hukum yang kuat adalah dasar hukum yang mempunyai pengakuan dunia internasional. Bukan seperti kamu yang terkucil dari pergaulan dunia, karena kamu sendiri gak tahu diri.

 

Sebetulnya dalam lubuk hati Mr. Asudirman, terbesit rasa kangen dan cinta kepada Indonesia. Berhubung gengsi dan sombongnya teramat besar, dia campakan tumpah darahnya (Indonesia) demi mempertahankan rasa ego dan sombongnya itu.

 

Kamu selalu mengacu kepada sejarah, tapi kamu sendiri gak pernah belajar hidup dari sejarah.

 

Wassalamualaikum wr. wb.

 

Surya Pasai Saprudin

 

im_surya_1998@yahoo.co.id

Jakarta, Indonesia

----------